Arumi cuma wanita biasa yang hidupnya sangat sederhana. Sampai akhirnya, sebuah kecelakaan membuat hidupnya berakhir. Bukannya tenang, Arumi malah bangun dengan kondisi yang bikin pusing. Jiwanya terjebak di dalam tubuh pria bernama Bagas.
Belum selesai kagetnya, di kepalanya muncul suara sistem yang menyebalkan dan hobi banget mengejeknya. Sistem itu menuntut Arumi harus jadi koki hebat, padahal Arumi sendiri nggak bisa masak apa-apa.
Lebih parah lagi, Bagas ternyata adalah siswa di sekolah tentara dengan jadwal latihan yang super padat. Arumi harus berusaha keras biar nggak ketahuan sifat aslinya, sambil diam-diam menjalankan misi memasak dari si sistem yang sangat menyebalkan.
Dapatkah Arumi melewati hari-harinya di sekolah tentara tanpa ketahuan, dan bertahan dari ocehan sistem yang bikin emosi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
delapan ~
Matahari tengah hari itu terasa seperti bola api raksasa yang tidak henti-hentinya membakar ubun-ubun. Bagas merebahkan diri di balik naungan pohon tua di pinggir lapangan latihan, napasnya memburu tidak teratur, paru-parunya seolah terisi oleh debu dan abu panas setiap kali ia menghirup napas. Seragam lorengnya yang kasar sudah basah kuyup oleh keringat, menempel di punggungnya seperti kulit kedua yang panas dan lengket. Otot-otot kakinya berdenyut hebat setiap serat otot di betisnya menjerit minta ampun setelah sesi lari estafet dan latihan halang rintang yang brutal selama berjam-jam.
Dalam dunia militer, mangkir dari latihan adalah dosa besar. Hukuman yang menanti di balik pembangkangan bisa berkali-kali lipat lebih menyakitkan daripada rasa lelah yang sekarang ia tanggung. Komandan barak memiliki tatapan elang yang mampu mendeteksi keberadaan seorang prajurit meski prajurit itu hanya berkedip sedikit saja. Bagas terpaksa memaksakan diri agar tidak menarik perhatian. Saat ia sedang berusaha memejamkan mata, berharap bisa mencuri waktu tidur lima menit saja untuk menenangkan jantungnya yang berdebar kencang, sebuah suara denting yang sangat ia benci bergema keras di dalam kepalanya, merobek ketenangannya tanpa ampun.
Ting!
[Selamat siang, Tuan Rumah! Semoga Anda menikmati waktu istirahat yang sangat singkat ini. Sistem telah menyiapkan misi siang yang sangat menguntungkan untuk Anda. Jangan biarkan energi Anda terbuang percuma hanya dengan tidur, karena setiap detik yang tidak produktif adalah kerugian finansial yang nyata bagi Anda!]
Bagas membuka matanya dengan susah payah, menatap langit yang menyilaukan dengan tatapan kosong. "Apa lagi sekarang?" bisiknya dengan suara yang serak dan pecah. "Aku bahkan belum sempat memejamkan mata selama satu detik pun. Apa kau tidak bisa membiarkanku hidup tenang sebentar saja?"
[Misi Siang: Memasak Makan Siang. Kali ini, Sistem akan memberikan tantangan yang sangat menarik dan menguji kreativitas Tuan Rumah. Anda tidak akan diberikan bahan, tidak ada arahan langkah demi langkah, dan tidak ada sistem pemandu selama Anda memasak. Anda harus mencari bahan sendiri di dapur barak lalu memasaknya. Sistem hanya akan menilai hasil akhir berdasarkan standar kualitas bintang lima.]
Bagas terduduk dengan satu gerakan cepat, kepalanya mendadak pening karena perubahan posisi yang mendadak. "Mencari bahan sendiri? Kau menyuruhku mengemis atau mencuri bahan makanan di dapur barak? Kau pikir dapur barak itu supermarket yang bisa aku ambil barangnya sesuka hati? Bagaimana jika aku ditangkap karena mencuri jatah makanan barak? Komandan bisa mengirimku ke sel isolasi, atau lebih parah lagi, disuruh lari keliling lapangan sampai muntah!"
[Itu adalah bagian dari seni manajemen logistik Tuan Rumah. Seorang tentara yang handal harus bisa beradaptasi dengan kondisi minim sumber daya. Buktikan kemampuan Anda sebagai tentara yang tangguh. Apakah Anda lebih takut pada Komandan daripada pada kebangkrutan poin Anda sendiri?]
Bagas merasakan urat di pelipisnya menegang, berdenyut keras mengikuti irama detak jantungnya. Sebelum dia sempat memaki lebih jauh, notifikasi sistem kembali berbunyi, kali ini nadanya jauh lebih ceria, sebuah kontras yang kejam dengan suasana hati Bagas.
[Bonus Khusus: Sebagai bentuk pembuktian kebaikan hati Sistem yang tak terbatas, Anda juga diberikan misi tambahan: Membuat Sourdough Salt Bread. Anda harus mulai mencicil prosesnya dari siang ini agar rotinya siap untuk makan malam nanti. Ingat, sourdough membutuhkan perhatian ekstra, fermentasi yang tepat, dan kontrol suhu yang presisi.]
Bagas ternganga lebar, merasa dunianya seolah sedang dipermainkan oleh komedi yang tidak lucu. "Apa? Sourdough? Kau menyuruhku membuat roti sourdough di tengah jadwal latihan militer yang gila ini?! Kau tahu sendiri proses fermentasi sourdough itu membutuhkan waktu berjam-jam, suhu yang sangat stabil, dan perhatian khusus! Bagaimana bisa aku melakukannya di sela-sela latihan fisik yang berat? Kau bukan sistem, kau ini iblis yang menyamar jadi buku panduan masak!"
Sistem tidak membalas makiannya secara langsung. Sebaliknya, sebuah notifikasi muncul dengan teks berwarna emas yang berkilauan, seolah-olah Sistem sedang membanggakan diri dengan kepribadiannya yang palsu.
[Jangan merasa terharu Tuan Rumah. Saya memang diciptakan oleh semesta untuk menjadi sistem yang baik hati dan tidak sombong. Membantu Anda meraih poin maksimal adalah misi utama saya. Anda harusnya berterima kasih karena saya memberikan Anda kesempatan untuk membuktikan kualitas diri Anda sebagai koki di tengah kerasnya kehidupan militer.]
Bagas tertawa getir, sebuah tawa yang tidak sampai ke matanya. "Baik hati? Tidak sombong? Kau baru saja menyuruhku mencuri bahan makanan, membuat roti yang rumit, dan kau menyebut itu sebuah kebaikan hati? Kau benar-benar sudah gila! Apakah definisi baik hati menurut penciptamu adalah menyiksa prajurit sampai gila?"
[Sistem tidak memaksa Tuan Rumah. Namun, jika Anda tidak menjalankan misi ini, defisit poin Anda akan tetap 50, dan Anda tidak akan memiliki dana untuk membeli obat kuat malam nanti. Tanpa dosis kedua, kondisi fisik Anda akan kembali drop drastis. Tubuh Anda akan kembali lemas, sakit, dan tidak mampu menahan beban latihan sore nanti. Pilihan ada di tangan Anda.]
Bagas mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi yang luar biasa. Dia ingin berteriak sekeras-kerasnya ke arah langit, dia ingin memaki siapa pun yang memprogram entitas tidak waras ini. Tapi dia tahu, dia terjebak dalam jebakan yang dirancang sempurna. Dia harus melunasi utangnya, dia harus mendapatkan obat itu, dan dia tidak punya pilihan lain selain tunduk.
"Baiklah Sistem." ucap Bagas penuh penekanan, berdiri dengan kaki yang masih gemetar karena rasa sakit di ototnya. "Aku akan melakukan misi bodoh ini. Aku akan mencari bahan itu, dan aku akan membuat roti sourdough sialan itu. Tapi kalau nanti rasanya tidak sesuai dengan standar kesempurnaanmu dan kau memotong poin lagi, jangan salahkan aku jika aku benar-benar meledak!"
[Sistem mengapresiasi semangat pantang menyerah Anda. Silakan mulai misi Anda. Waktu istirahat Anda tersisa 45 menit. Gunakan waktu itu dengan bijak, Tuan Rumah!]
Bagas berjalan gontai menuju dapur barak, merasa seperti pesakitan yang sedang menuju ruang penyiksaan. Dia mengendap-endap di sepanjang lorong, matanya waspada, takut kalau-kalau ada koki utama yang memergokinya tengah mengintip lemari penyimpanan. Dia tidak lagi memikirkan martabat atau lelah, dia hanya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan bahan masakan di dapur barak tanpa membuat keributan. Baginya, dapur itu sekarang adalah zona perang yang penuh jebakan. Sialan, batinnya saat tangannya mulai menyentuh gagang pintu dapur yang dingin. Jika aku mati karena ini, aku akan menghantui sistem ini selamanya.
kebalikan kita Thor,, aku cow yg masuk tubuh cew🤣
Ditunggu up berikutnya othor seksoy 😘