NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pil Menempa Sumsum dan Teknik Kuno

Setelah beberapa waktu berlatih di Hutan Bambu,

Ia memutuskan untuk pulang ke gubuk nya

Dari ambang pintu, Luo Chen melangkah masuk ke dalam ruangan yang agak temaram,

mencoba merapikan kembali lipatan jubah abu-abunya yang sedikit kotor akibat

gesekan semak liar di hutan bambu tadi siang.

"Kenapa bajumu kotor seperti itu, Chen'er? Dan kenapa buku jarimu memerah?"

tanya Mu Xue menoleh dari balik meja dapur kecil, segera menghampiri

putranya dengan wajah khawatir.

"Hanya sedikit debu dari hutan, Ibu. Aku tidak apa-apa," jawab Luo Chen

menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung jubahnya dengan senyum tipis.

Sambil menghela napas berat dari arah ranjangnya, Luo Hao menatap lurus ke arah

lengan kanan putranya. "Kemarilah, Chen'er. Biarkan aku memeriksa tanganmu."

Luo Chen melangkah mendekat dan mengulurkan pergelangan tangan kanannya dengan

perlahan.

Begitu jari-jari kasar ayahnya menyentuh kulit pergelangan tangan tersebut, satu

tarikan napas pendek terdengar dari mulut pria paruh baya itu. Tubuh Luo Hao

menegang, matanya yang semula redup mendadak bergetar hebat saat merasakan

adanya getaran energi fisik yang sangat padat di sepanjang jalur meridian lengan

putranya.

"Kau... kau sudah berhasil menerobos ke Ranah Pemurnian Tubuh tahap kedua?"

tanya Luo Hao dengan suara bergetar keras, tangannya yang memegang pergelangan

tangan Luo Chen tampak ikut gemetar hebat.

"Iya, Ayah," jawab Luo Chen menganggukkan kepalanya dengan tenang. "Aku

berhasil menerobosnya saat berlatih di hutan bambu tadi siang."

Mata pria paruh baya itu mendadak berkaca-kaca, memancarkan perpaduan antara

rasa haru yang luar biasa dan rasa bersalah yang teramat dalam. "Bakatmu...

bakatmu tidak pernah hilang, Chen'er. Maafkan ayahmu yang lumpuh ini karena

telah membatasi masa depanmu."

"Jangan katakan itu, Ayah. Kekuatanku adalah milikku sendiri, dan aku akan

menggunakannya untuk memulihkan nama keluarga kita," sahut Luo Chen

menggenggam erat tangan ayahnya yang gemetar.

"Ambil ini," bisik Luo Hao merogoh bagian bawah kasur jeraminya yang

robek, mengeluarkan sebuah botol giok hijau kecil yang tampak telah kusam. "Ini

adalah simpanan terakhirku yang berhasil kubawa sejak kita terusir dari kediaman

utama klan."

Botol giok hijau tersebut diletakkan dengan hati-hati ke atas telapak tangan Luo

Chen.

"Ini adalah Pil Menempa Sumsum tingkat satu," ujar Luo Hao menatap botol

tersebut dengan pandangan mata yang serius. "Ada tiga butir di dalamnya. Mengkonsumsi Pil ini akan membantu kamu membersihkan kotoran di

tulang dan sumsummu, tetapi prosesnya akan sangat menyakitkan."

"Apakah tubuhku yang baru berada di tahap kedua ini mampu menahan efek samping

dari pil ini?" tanya Luo Chen memandangi permukaan botol giok hijau di

tangannya dengan dahi berkerut, berbisik lirih kepada dirinya sendiri. "Ayah

telah menyimpannya begitu lama di tempat lembap ini. Aku tidak boleh

menyia-nyiakan satu butir pun."

"Chen'er, proses menempa sumsum sangat menyakitkan bagi tubuh yang baru berada

di tahap kedua," sela Mu Xue mendekat, memegang bahu putranya dengan

cemas. "Kau harus mempersiapkan fisik dan mentalmu dengan baik sebelum

menelannya."

"Aku mengerti, Ibu. Aku akan berhati-hati," jawab Luo Chen menyimpan

botol giok hijau tersebut ke dalam kantong jubahnya dengan erat.

Malam harinya, di dalam kamar kecilnya yang sunyi, Luo Chen duduk bersila di

atas ranjang kayu tuanya yang keras.

Satu pil bulat berwarna cokelat tua dengan aroma herbal yang sangat menyengat

dikeluarkan dari dalam botol giok hijau. Tanpa ragu, ia langsung menelan pil

tersebut dan membiarkannya larut di dalam tenggorokannya sebelum segera

memejamkan mata untuk masuk ke dalam lautan kesadarannya.

Di dalam lautan kesadarannya yang dipenuhi kabut emas, lembaran baru dari "Kitab

Maha Tahu" terbuka secara otomatis, memaparkan barisan aksara emas yang

memancarkan pendaran cahaya terang.

"Seni Pemurnian Sembilan Tungku Kuno," bisik Luo Chen membaca barisan

tulisan yang menjelaskan metode alkimia legendaris yang telah lama hilang dari

dunia kultivasi tersebut. "Metode pemurnian obat tanpa menggunakan tungku

fisik..."

"Memurnikan obat secara langsung di udara menggunakan energi Qi dan membutuhkan

Inti Api dari segala jenis unsur binatang buas sebagai sumber panas utama,"

lanjutnya membaca barisan teks yang memaparkan detail bahaya dan keunikan seni

tersebut. "Metode ini memungkinkan alkemis untuk menghasilkan pil dengan tingkat

kemurnian sempurna karena terbebas dari sisa kotoran besi tungku, namun

membutuhkan kontrol energi yang sangat ekstrem."

Satu getaran keras mendadak mengguncang lautan kesadaran Luo Chen, membuat kabut

emas di sekelilingnya berputar liar dengan kecepatan tinggi. Energi obat dari

Pil Menempa Sumsum yang baru ditelannya mendadak mengalir masuk ke dalam jiwa

kesadarannya, memicu reaksi penolakan yang sangat hebat dari aura kuno "Kitab

Maha Tahu".

"Ugh... kenapa tekanan dari kitab ini tiba-tiba menjadi sangat berat? Apakah

energinya menolak energi obat dari pil ini?" rintih Luo Chen berlutut di

atas lantai kesadarannya yang mulai retak-retak, menahan beban spiritual yang

mendadak menekan pundaknya hingga terasa seberat gunung batu.

Pendaran rantai cahaya emas raksasa mendadak melesat keluar dari lembaran kitab

tersebut, melilit tubuh jiwa Luo Chen dengan sangat erat hingga membuat proyeksi

tubuhnya mulai meredup dan bergetar tidak stabil. "Rantai-rantai ini... mencoba

mengunci jiwaku karena energi luar yang tidak murni masuk ke dalam tubuh!"

pekiknya seraya berusaha merentangkan kedua tangannya untuk menahan tarikan

rantai tersebut.

"Gunakan gerakan Tinju Dasar klan Luo untuk memecah tekanan ini!" teriak Luo

Chen kepada dirinya sendiri, mencoba menggerakkan lengan jiwanya yang terasa

sangat berat layaknya terikat timah hitam. "Aku harus menyelaraskan aliran

energi obat ini dengan aura kitab, atau jiwaku akan hancur di sini sebelum

sempat membalas dendam!"

Dengan memaksakan proyeksi tubuh jiwanya untuk bergerak secara ekstrem, ia

melepaskan serangkaian pukulan cepat ke arah udara kosong, menghantam

titik-titik tekanan energi yang menindihnya. Setiap pukulan fisiknya

menghasilkan riak energi keemasan yang berdesir keras, perlahan-lahan meretakkan

lilitan rantai emas dari kitab tersebut hingga akhirnya hancur menjadi butiran

cahaya spiritual yang menyatu ke dalam aliran meridian jiwanya.

Satu kejutan panas yang luar biasa dahsyat mendadak meledak dari arah perut Luo

Chen di dunia nyata begitu benturan energi di lautan jiwanya berakhir, menarik

kesadarannya kembali secara paksa dari dalam lautan jiwa menuju ke tubuh

fisiknya yang nyata.

"Sakit sekali... rasanya seperti... tulang-tulangku sedang diremukkan satu per

satu oleh palu raksasa..." rintih Luo Chen dengan gigi yang merapat rapat,

keringat dingin bercampur cairan hitam kental berbau menyengat mulai merembes

keluar dari setiap pori-pori kulitnya yang memerah panas.

Suara berderak dari reorganisasi tulang dan sendinya terdengar jelas di tengah

kesunyian kamar malam itu. Rasa panas yang membakar sumsum tulangnya membuat

tubuhnya gemetar hebat, memaksa setiap kotoran spiritual dan sisa racun di dalam

tubuhnya untuk dikeluarkan secara paksa melalui permukaan kulit.

Dari setiap pori-pori kulitnya, cairan hitam pekat terus mengalir keluar,

meninggalkan noda hitam menyengat di atas pakaian katun abu-abu miliknya yang

telah basah kuyup oleh keringat.

Dengan sisa kekuatan fisik dan tekad bajanya yang membara, Luo Chen terus

mempertahankan posisi bersilanya, memaksa aliran energi obat dari pil tersebut

untuk terus berputar membersihkan seluruh jalur meridiannya yang kini telah

melebar dan mengeras. "Sedikit lagi... aku harus bertahan... rasa sakit ini

tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dialami Ayah!" bisiknya lirih

dengan bibir yang mulai pecah-pecah menahan panas ekstrem dari dalam tubuhnya.

Gelombang energi hangat baru mendadak meledak dari ulu hatinya, menyebar dengan

cepat ke seluruh penjuru tubuhnya bersamaan dengan hilangnya rasa sakit yang

membakar tadi. Tubuhnya kini terasa sangat ringan, dan setiap persendiannya

dipenuhi oleh kekuatan fisik murni yang jauh lebih padat dari sebelumnya.

"Aku berhasil... menerobos ke Ranah Pemurnian Tubuh tahap ketiga," bisik Luo

Chen membuka matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya emas tipis yang

tajam.

Sambil menatap ke arah jendela kamarnya yang terbuka menembus kegelapan malam,

ia menyeka sisa cairan hitam kental di lengannya menggunakan kain lap basah.

"Aku bersumpah akan menjadi alkemis hebat dan menuliskan sejarah ku sendiri di Benua Yin Yang ini," ujar Luo Chen

dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh dengan tekad dan semangat.

mengepalkan tangannya yang kini terasa dipenuhi oleh kekuatan murni yang sangat

pekat. "Aku akan memulihkan Ayah, dan membawa keluarga kami kembali ke puncak

kejayaan."

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!