NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Langkah kaki Zacheriyya menggema kaku menyusuri koridor lantai dua yang temaram.

Lorong asrama pelatih malam itu sudah lengang; sebagian besar personel militer dan pengawas telah kembali ke ruangannya masing-masing. Namun, isi kepala Zacheriyya sama sekali jauh dari kata tenang.

Begitu ia mencapai belokan lorong dekat tangga darurat menuju asrama bawah, sebuah sosok tegap yang sangat ia kenal melangkah keluar dari kegelapan.

Evander.

Pria Knight itu berjalan sangat tenang, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana olahraga, dan sebuah senyuman tipis yang kelewat puas menghiasi bibirnya.

Melihat raut wajah suaminya, Zacheriyya yang tadinya diliputi kecemasan langsung paham dalam satu detik. Instingnya menyengat keras—Evander baru saja menemui Kent di taman belakang.

Tanpa memedulikan risiko atau citra dirinya sebagai instruktur berdisiplin tinggi, Zacheriyya menarik ujung kaos hitam Evander, menyeret pria itu masuk ke celah sudut koridor yang tersembunyi di balik pilar beton.

"Kau menemui Kent, kan?!" desis Zacheriyya dengan nada amarah yang meledak-ledak namun sengaja ditahan agar tidak menimbulkan gema.

Matanya berkilat tajam di bawah pendar redup lampu dinding. "Evander Vale-Knight! Apa yang kau lakukan padanya, huh?!"

Evander menyandarkan punggungnya di pilar beton, menatap wanita di hadapannya dengan binar mata yang amat teduh dan santai. "Aku hanya mengobrol sedikit dengannya, sayang. Mengobrol antar sesama pria."

"Jangan bercanda, Evan!" omel Zacheriyya habis-habisan, memukul dada bidang pria itu dengan kepalan tangannya. "Aku memintamu diam, bukan malah bertingkah gila dan menemuinya sendirian! Kau bicara apa saja padanya?! Kau pikir aku tidak tahu jalan pikiranmu? Kau pasti membuat kekacauan lagi!"

Zacheriyya memarahinya tanpa jeda—perpaduan antara kejengkelan atas kelakuan nekat Evander, kecemasan jika reputasi militer mereka terganggu, dan percikan cemburu tersembunyi atas fakta bahwa masa lalunya kembali memicu kegilaan pria di hadapannya.

Namun, bukannya gentar atau membalas omelan itu dengan amarah, Evander justru meraih pinggang Zacheriyya dengan satu gerakan cepat. Ia menarik tubuh kaku wanita itu merapat ke dadanya.

CUP.

Sebuah kecupan manis dan tegas mendarat tepat di bibir Zacheriyya, menghentikan deretan kata amarah yang sedang terlontar dari mulutnya.

Zacheriyya terbelalak, napasnya tercekat. "Evan—"

CUP.

Evander mengecupnya untuk kedua kali, kali ini lebih lama di sudut bibir Zacheriyya, menyesap kehangatan yang amat dirindukannya.

"Kau...!"

Zacheriyya memukul bahu Evander lagi, tapi kekuatannya meluruh drastis.

CUP.

Kecupan ketiga mendarat lembut di kening Zacheriyya, merambat turun ke ujung hidungnya dengan penuh kasih sayang.

"Evan... stop," bisik Zacheriyya panik, matanya melirik liar ke arah lorong utama di luar celah pilar. "Nanti ada yang lihat... Ini area koridor asrama!"

"Biarkan saja ada yang lihat," balas Evander dengan suara bass-nya yang sangat rendah dan seksi, mengelus pinggang Zacheriyya dari balik kain kemejanya. "Lagi pula, Kapten dari San Diego itu tidak akan mengganggumu lagi. Dia sudah mengerti tempatnya."

Zacheriyya menghela napas panjang, memejamkan matanya rapat-rapat saat menyadari benteng ketegasannya selalu runtuh setiap kali Evander menggunakannya taktik afeksi seperti ini. "Kau benar-benar tidak pernah berubah... selalu impulsif dan semaunya sendiri."

"Aku hanya menjaga milikku, Cherry," bisik Evander di samping telinganya. Tangannya yang hangat kini merambat turun, mengelus lembut bagian pinggul dan perut bawah Zacheriyya.

Sentuhan halus di paha dan pinggulnya itu mendadak memicu ingatan visual Zacheriyya atas peristiwa gila di atas ranjang single mereka sebelum fajar menyingsing. Ingatan tentang bagaimana Evander kehilangan kendali dalam gairah liar semalaman.

Pipi Zacheriyya seketika memerah padam. Sebuah kesadaran yang sangat memalukan dan krusial mendadak terlintas di pikirannya.

Zacheriyya mendongak, menatap Evander dengan mata membelalak penuh kepanikan yang baru disadarinya.

"Evan..." bisik Zacheriyya dengan suara bergetar pelan.

"Hmm?"

"Semalam..." Zacheriyya menggigit bibir bawahnya, menahan rasa malu yang luar biasa saat harus membicarakan topik ini di tengah koridor asrama. "...semalam kau tidak memakai pengaman, kan?"

Evander menaikkan sebelah alisnya, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman nakal yang sangat menggoda. "Memangnya kenapa kalau tidak pakai?"

"Jangan pura-pura bodoh, Evander!" desis Zacheriyya, mukanya makin memerah hingga ke ujung telinganya. "Kau... kau tidak sengaja meninggalkannya di dalam! Bahkan sangat banyak!"

Evander terkekeh halus—suara tawa rendah yang terdengar begitu dominan dan penuh kepuasan terselubung. Pria itu justru sengaja makin merapatkan tubuhnya, memenjarakan Zacheriyya di antara pilar dan dada bidangnya.

"Siapa bilang aku tidak sengaja, honey?" goda Evander liar, berbisik tepat di depan bibir Zacheriyya yang gemetar. "Aku sengaja meninggalkannya di dalam. Biar bayi kita tumbuh lagi di sana."

"Evander Vale-Knight!" jerit Zacheriyya tertahan, tangannya menutup mulut Evander rapat-rapat dengan raut wajah memerah sempurna bagaikan kepiting rebus. "Kau gila! Ini markas militer! Bagaimana kalau aku benar-benar hamil di tengah sesi pelatihan ini?!"

Evander menyesap telapak tangan Zacheriyya yang menutupi mulutnya, lalu menurunkan tangan wanita itu perlahan. Matanya menatap Zacheriyya dengan kedalaman rasa cinta dan keseriusan yang tak tertandingi.

"Kalau kau hamil, aku akan membawamu pulang hari itu juga," sahut Evander tanpa ragu, tangannya kembali mengelus lembut perut rata Zacheriyya—sebuah gestur protektif yang selalu dilakukannya sejak dulu. "Aku ingin anak kita kembali, Cherry. Dan aku tidak akan membiarkan kesempatan itu hilang lagi."

Zacheriyya mematung.

Kata-kata Evander yang penuh kesungguhan itu menghantam dadanya dengan kehangatan luar biasa. Amarah, rasa malu, dan kepanikan yang tadinya membakar pikiran Zacheriyya mendadak menguap, berganti menjadi getaran cinta yang begitu manis dan dalam.

Zacheriyya menyandarkan dahinya di dada tegap Evander, mendengarkan detak jantung suaminya yang berdetak kencang dan stabil.

"Pria mesum..." gumam Zacheriyya pelan, meski tangannya perlahan melingkari pinggang kekar pria itu.

Evander tersenyum puas, memeluk tubuh Zacheriyya dengan erat di balik celah bayang-bayang pilar koridor.

Malam itu, di antara desiran angin dingin Los Angeles dan bisikan rahasia masa lalu yang telah terselesaikan, dua hati yang pernah hancur itu menyatu kembali dalam pelukan hangat yang saling menguatkan.

°°°

Sementara itu, hanya belasan meter dari celah pilar beton tempat Evander dan Zacheriyya berdiri, dua pasang langkah kaki pelan menyusuri koridor dari arah tangga utama.

Lucas dan Daniel—rekan sesama peserta warga sipil yang baru saja selesai meminjam modul teori di ruang pustaka bawah—berjalan santai sembari berbisik-bisik.

Koridor asrama pelatih yang sepi dan remang membuat mereka melangkah tanpa menimbulkan suara gaduh.

"Kau yakin jam segini rak penyimpanan perlengkapan masih dibuka?" panyak Daniel pelan, merapatkan jaket latihannya karena hembusan angin malam yang dingin.

"Pasti buka. Tadi aku melihat Instruktur Zacheriyya berjalan ke arah sini. Biasanya beliau yang memegang kunci cadangan—"

Kalimat Lucas terhenti di udara.

Langkahnya mendadak membeku kaku di tempat. Tangan kirinya dengan cepat terulur ke belakang, mencegat dada Daniel hingga pria itu hampir saja menabrak punggungnya.

"Ada apa, Luc?" bisik Daniel bingung, alisnya bertaut.

"Sssshhh! Jangan bersuara!" desis Lucas dengan mata membelalak lebar, wajahnya mendadak pucat seperti kehilangan seluruh pasokan darah.

Tangannya menunjuk dengan gemetar ke arah celah pilar beton yang berada dalam remang bayang-bayang lampu dinding.

Daniel menajamkan penglihatannya. Kedua pria itu mengintip dari balik sudut belokan dinding, menahan napas rapat-rapat hingga dada mereka terasa sesak.

Dan apa yang tersaji di depan mata mereka malam itu cukup untuk membuat seluruh kesadaran dan akal sehat mereka meledak menjadi serpihan!

Di sana—di celah sempit yang tersembunyi dari jalan utama koridor—terlihat sosok Instruktur Zacheriyya.

Wanita pahlawan EOD yang terkenal dingin, berwajah kaku bagaikan es di kutub, dan tak pernah tersenyum sedikit pun selama mengajar... kini sedang dipenjarakan oleh sosok pria bertubuh raksasa.

Dan pria raksasa yang menyandarkannya ke pilar itu adalah Evander Vale-Knight!

DUARRRR!

Lutut Lucas serasa lolos, hampir saja membuat tubuhnya ambruk jika Daniel tidak dengan cepat menahan lengannya. Mata Daniel sendiri nyaris melompat keluar dari kelopaknya.

"D-demi Tuhan..." bisik Daniel dengan suara bergetar yang hampir tak terdengar. "Itu... Instruktur Zacheriyya? Dan... Evander?!"

Mereka berdua menyaksikan adegan itu dengan horor dan keterkejutan luar biasa.

Mereka melihat bagaimana Zacheriyya yang biasanya mampu melumpuhkan lawan dalam hitungan detik dengan teknik kuncian militer, justru tampak tidak berdaya sama sekali.

Wanita itu memukul dada Evander, namun pukulan itu tidak memiliki daya hancur sedikit pun—melainkan tampak seperti tepukan manja yang sarat akan kebingungan dan rasa malu!

Lalu, keajaiban paling gila dalam sejarah Markas EOD Pusat Los Angeles terjadi di depan mata kepala mereka sendiri.

Evander menundukkan kepalanya dan... CUP.

Evander mengecup bibir sang instruktur!

Tidak hanya sekali, tapi tiga kali berturut-turut!

Pria sipil itu mengecup bibir, sudut bibir, dan kening wanita paling ditakuti di area latihan tersebut seolah-olah hal itu adalah kegiatan paling wajar di dunia.

"Gila... dia benar-benar gila..." ratap Lucas dalam hati, tangannya menutup mulutnya rapat-rapat sampai buku-buku jarinya memutih. "Evander mencium Instruktur Zacheriyya?! Pria itu tidak takut mati dipenggal?!"

Namun yang membuat Lucas dan Daniel makin ternganga sampai rahang mereka serasa mau lepas adalah reaksi dari Zacheriyya sendiri.

Srikandi dingin itu tidak mencabut sangkurnya. Ia tidak membanting Evander ke lantai. Ia tidak mematahkan leher pria itu!

Zacheriyya justru hanya merona hebat, menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada tegap Evander, dan membiarkan tangan pria itu melingkar erat di pinggang serta perut bawahnya dengan begitu protektif dan posesif.

Bahkan dari jarak mereka berdiri, samar-samar bisikan pembicaraan gila itu tertangkap oleh indra pendengaran Lucas yang tajam.

"...semalam kau tidak memakai pengaman, kan?"

"...aku sengaja meninggalkannya di dalam. Biar bayi kita tumbuh lagi di sana."

"...bagaimana kalau aku benar-benar hamil di tengah sesi pelatihan ini?!"

BUM!!!

Pikiran Lucas dan Daniel serasa dihantam oleh bom peledak kelas berat!

Bayi? Pengaman? Rahim? Hamil?!

Daniel memegang dadanya yang berdetak tak karuan, matanya saling bertukar pandang dengan Lucas dalam kepanikan tingkat tinggi.

Otak mereka berusaha memproses informasi raksasa yang baru saja membakar seluruh realitas yang mereka ketahui selama berada di markas ini.

"Istri..." bisik Lucas dengan bibir gemetar hebat, menyatukan kepingan puzzle yang selama ini dianggap sebagai lelucon di kantin. "Karya istriku... Tanda merah di leher Evander tadi siang... Halusinasi di kantin..."

"Tuhan..." sambung Daniel berbisik syok, peleringan dingin membendung di dahinya. "Evander... dia tidak pernah berhalusinasi! 'Istri' yang selama ini dia bangga-banggakan dan dia ceritakan ke semua orang... Istrinya Instruktur Zacheriyya?!"

Realitas pahit dan fakta mencengangkan itu menghantam mereka tanpa ampun.

Pria sipil yang selama ini diejek oleh sebagian orang dan dianggap stres karena sering membual soal istrinya yang ada di markas... ternyata benar-benar memiliki hubungan dengan sang instruktur utama!

Saat melihat Zacheriyya akhirnya melingkarkan tangannya di pinggang Evander dan menyandarkan kepala di dada pria itu dengan penuh kepasrahan dan cinta, Lucas menyenggol lengan Daniel dengan panik.

"Mundur... mundur perlahan..." bisik Lucas penuh kepanikan, melangkah jinjit ke belakang. "Jika mereka tahu kita melihat ini, Instruktur Zacheriyya akan mengubur kita hidup-hidup di lapangan tembak besok pagi!"

Dengan tubuh gemetar dan napas terengah-engah oleh rasa syok yang belum mereda, kedua pria itu berbalik dan melangkah seribu kaki kembali ke arah tangga utama, melarikan diri dari rahasia paling mematikan dan paling panas di Markas EOD Pusat Los Angeles malam itu.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!