NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Penderitaan Kawah Magma

Malam itu, bulan bersembunyi di balik awan tebal, menyelimuti gunung belakang sekte pinggiran dalam kegelapan pekat. Lin Chen duduk bersila di atas batu datar di dalam sebuah gua sempit yang tersembunyi di balik air terjun, jauh dari jangkauan dan pandangan murid-murid asrama luar.

Di pangkuannya, tergeletak gulungan bambu hitam pekat yang berisi "Seni Penempaan Tubuh Gajah Purba". Lin Chen menarik napas panjang, menenangkan gejolak di pusat Dantian-nya. Waktu menuju seleksi masuk Akademi Bintang Tujuh hanya tersisa satu bulan. Jika ia ingin berdiri sejajar dengan Su Qingyue di panggung yang lebih besar itu, ia harus menembus batas maksimal ranah Penempaan Tubuh secepat mungkin.

"Bersiaplah, Bocah," suara Tua Hitam bergema di kepalanya. Kali ini, tidak ada nada pongah atau candaan konyol dari roh kuno itu; ia terdengar sangat serius. "Teknik ini bukan diciptakan untuk manusia biasa. Energi spiritual akan masuk seperti ribuan jarum, menghancurkan tulang dan ototmu dari dalam, lalu menyusunnya kembali menjadi lebih padat. Jika tekadmu goyah sedetik saja, meridianmu akan hancur selamanya."

"Aku sudah terbiasa hancur," jawab Lin Chen pelan namun penuh keteguhan. "Sekarang, saatnya aku bangkit."

Lin Chen memejamkan mata dan mulai memutar sirkulasi energinya sesuai dengan panduan kuno dari gulungan hitam tersebut.

BAM!

Detik berikutnya, Lin Chen merasa seolah-olah ada gunung berapi yang meledak di dalam perutnya. Sensasi panas yang sangat ekstrem menyebar seketika ke seluruh aliran darah dan serat ototnya. Rasanya benar-benar setara dengan penderitaan direbus hidup-hidup di dalam kawah magma.

"Uuugghh...!" Lin Chen menggigit bibir bawahnya hingga berdarah. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol keluar, berdenyut liar seakan ingin meledak. Suara gemeretak tulang yang retak terdengar mengerikan dari dalam tubuhnya. Keringat yang bercampur dengan darah hitam kental mulai merembes keluar dari pori-pori kulitnya, menandakan proses kehancuran dan pembentukan ulang sedang terjadi.

Rasa sakitnya berada jauh di luar batas nalar manusia. Pandangan Lin Chen mulai menggelap. Kesadarannya berada di ambang kehancuran. Namun, tepat di saat kegelapan hampir menelan akalnya, sebuah bayangan melintas di benaknya.

Bayangan seorang gadis berpakaian putih bersih yang berlatih pedang sendirian di tengah kabut Mata Air Dingin. Su Qingyue. Gadis yang selalu menganggap semua orang sama saja itu menatapnya dengan pandangan tenang. Lin Chen menolak untuk menyerah. Ia menolak untuk kembali menjadi 'sampah' sekte yang hanya bisa menatap punggung gadis itu dari kejauhan dengan pemikiran bahwa jalan mereka berbeda.

"Terus! Putar terus energi Qi-mu!" teriak Tua Hitam dari dalam Cincin Hitam. Roh purba itu diam-diam merasa terguncang melihat daya tahan pemuda di hadapannya. Sepanjang usianya yang ribuan tahun, ia jarang melihat seseorang di batas Alam Fana yang mampu menahan rasa sakit tingkat dewa ini tanpa menjerit histeris.

Tiga jam berlalu. Empat jam. Lima jam.

Menjelang fajar, suara auman gajah purba yang sangat samar namun berat bergema dari dalam tubuh Lin Chen, menggetarkan dinding gua. Cahaya keemasan redup menyapu kulitnya, menghilangkan lapisan darah dan kotoran duniawi yang menyelimutinya.

Lin Chen perlahan membuka matanya. Sepasang mata itu kini setajam pedang dan sedalam jurang. Ia mengepalkan tangannya perlahan. Kekuatan yang mengalir di lengannya sekarang terasa puluhan kali lipat lebih buas dan solid dibandingkan saat ia menghajar senior Wang Hao hanya dengan satu pukulan di pelataran asrama kemarin.

Dalam satu malam penuh penderitaan, ia telah melompat menembus beberapa tingkatan sekaligus di ranah Penempaan Tubuh!

"Luar biasa..." gumam Tua Hitam dengan nada takjub yang sungguh-sungguh. "Tulangmu kini setara dengan baja murni. Fondasimu sudah terbentuk sempurna, Bocah."

Lin Chen berdiri, meregangkan otot-ototnya yang menghasilkan suara letupan nyaring seperti petir kecil. Ia melangkah keluar dari gua tepat saat sinar matahari pertama menyentuh bumi, membawa aura yang sama sekali baru.

Pagi di Asrama Luar

Saat Lin Chen kembali menjejakkan kaki di pelataran gubuk kayunya, ia mendapati Zhu Da sedang berdiri terpaku di depan pintu sambil memegang seekor ayam hutan gemuk. Pemuda gempal yang selalu memikirkan urusan perutnya itu menganga lebar menatap Lin Chen.

"C-Chen-ge..." Zhu Da mundur selangkah, bulu kuduknya berdiri tegang. "K-kau... kenapa kau terlihat seperti monster buas purba yang siap menelanku bulat-bulat? Auramu menakutkan sekali!"

Menyadari Qi-nya yang masih bocor, Lin Chen segera menarik auranya kembali ke dalam pusat Dantian, menyembunyikan kekuatan aslinya. Ia tersenyum tipis, kembali ke sosok pemuda yang tenang.

"Hanya hasil dari sedikit latihan malam, Zhu Da. Ayo masuk, sepertinya kau membawa sarapan yang enak pagi ini," ucap Lin Chen santai.

Meskipun Lin Chen bersikap biasa, Zhu Da masih menelan ludah dengan susah payah. Insting bertahannya mengatakan bahwa sahabatnya ini telah berubah total menjadi sosok yang mengerikan. Dan dengan sisa waktu satu bulan menuju seleksi Akademi Bintang Tujuh, tampaknya seluruh sekte pinggiran ini akan segera menyaksikan badai kebangkitan yang sesungguhnya.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!