NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Sekretaris

Rahasia Sang Sekretaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Di siang hari, Rania adalah sekretaris magang yang paling menyedihkan. Berkacamata bulat, rambut di Cepol asal dan baju yang kedodoran selalu menjadi makanan empuk sang CEO perusahaan yang tampan namun berdarah dingin, perfeksionis dan tak memiliki belas kasihan.

Namun, demi melunasi hutang ibunya yang menumpuk, Rania dengan ikhlas menjalani hidupnya di bawah tekanan bahkan Rania rela melakukan pekerjaan lainnya yang cukup ekstrem di malam hari.

Dengan berubah menjadi sosok gadis bernama "milky" bermata abu-abu yang imut dan kostum gotik yang menggemaskan di sebuah Dark Moon Maid Cafe.

Petaka berawal ketika seorang pelanggan VVIP misterius bermasker hitam datang dan memesan tempat khusus bersamanya.

Begitu pria itu membuka suara, Rania nyaris terkena serangan jantung.
Pria yang meminta pelayanan imut bermantra 'Moe-moe Kyun' tidak lain adalah bosnya sendiri di kantor yang paling dia benci !

Untungnya, Arkan bosnya sama sekali tidak mengenalinya.

baca ceritanya untuk lanjut🫶🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Pagi yang Lesu

...Matahari pagi Jakarta memancar tanpa ampun, menembus kaca-kaca besar gedung pencakar langit Arkananta Group. ...

...Namun bagi Rania, cahaya itu terasa seperti lampu interogasi yang menyiksa. ...

...Dengan napas memburu dan langkah kaki yang setengah terseret, ia berlari keluar dari lift lantai tiga puluh. ...

...Jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul delapan lewat sepuluh menit....

...Sepuluh menit. ...

...Hanya sepuluh menit, tetapi di kerajaan Arkananta Narendra, sepuluh menit keterlambatan adalah sebuah dosa besar....

...Rania mengutuk alarm ponsel sialannya, mengutuk tubuhnya yang menolak bangun karena baru bisa memejamkan mata pada pukul tiga dini hari, dan yang paling penting, ia mengutuk dirinya sendiri karena sempat merasa iba pada pria itu semalam. ...

...Sisi humanis, canggung, dan penuh perhatian tersembunyi yang ia lihat dari sosok Arkan di Dark Moon Maid Cafe mendadak menguap, digantikan oleh rasa panik yang mencekik lehernya pagi ini....

...Begitu ia sampai di depan meja sekat sekretaris luar, langkah kaki Rania mendadak terkunci....

... Seluruh pasokan udara di paru-parunya seolah tersedot habis....

...Di sana, berdiri dengan tegak bak patung es raksasa, Arkananta Narendra....

...Pria itu mengenakan setelan jas tiga potong berwarna biru dongker yang dipotong sangat presisi, lengkap dengan dasi sutra yang senada. ...

...Tidak ada lagi topi fedora yang menyembunyikan wajahnya, tidak ada lagi masker kain hitam, dan yang paling mengerikan, tidak ada lagi binar mata yang lembut....

... Sepasang mata elang itu kini menatap lurus ke arah Rania dengan amarah yang dingin dan menusuk. ...

...Pria di hadapannya saat ini murni seratus persen adalah sang iblis kantor....

..."Sepuluh menit, Rania Adisti," suara bariton Arkan memecah keheningan koridor lantai tiga puluh. ...

...Suara itu begitu tajam, berwibawa, dan penuh akan nada penghinaan yang membuat beberapa staf administrasi yang lewat mendadak menundukkan kepala dan mempercepat langkah mereka....

...Rania segera menundukkan kepalanya dalam-dalam, meremas tali tas kainnya hingga buku-buku jarinya memutih....

... Kacamata bulat besarnya yang berminyak meluncur turun sedikit di hidungnya, mengembalikan identitas dirinya sebagai sekretaris magang culun yang tidak berdaya....

..."M-maaf, Pak Arkan. Saya mengaku salah. Kereta komuter pagi ini mengalami kendala sinyal, dan saya—"...

..."Saya tidak membayar perusahaan transportasi untuk memaklumi keterlambatan Anda, dan saya jelas tidak membayar Anda untuk memberikan alasan klise seperti anak sekolah," potong Arkan tanpa ampun. ...

...Ia berjalan mendekati meja Rania, mengetukkan jemarinya yang mengenakan jam tangan mewah bersafir hitam di atas permukaan meja dengan ritme yang lambat namun menekan....

...Ketukan itu... Rania menahan napas. ...

...Ritme ketukan jari itu persis sama dengan ketukan jari pelanggan VVIP semalam di atas meja marmer kafe. ...

...Namun, suasananya berbeda bagai bumi dan langit....

..."Di perusahaan ini, profesionalisme adalah harga mati. Status magang Anda tidak memberikan Anda hak istimewa untuk bersantai, sementara seluruh divisi bergerak dengan kecepatan penuh sejak pukul tujuh pagi," Arkan menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menatap Rania dari atas ke bawah dengan pandangan penuh kejengkelan....

... "Lihat penampilan Anda. Kusut, layu, dan mata yang bengkak. Apakah begini cara seorang sekretaris mempresentasikan wajah Arkananta Group?"...

..."Gara-gara siapa aku jadi begini, hah?! Gara-gara menemani Tuan Besar Tsundere yang kesepian sampai larut malam!" Rania berteriak histeris di dalam benaknya....

... Tangannya yang tersembunyi di balik rok span longgarnya mengepal kuat, menahan rasa kekesalan yang luar biasa. ...

...Rasa lelahnya bercampur dengan kekecewaan mendalam atas perubahan drastis perlakuan pria ini. ...

...Semalam ia diperlakukan bagai porselen berharga, dikhawatirkan perut kosongnya, bahkan diberi senyuman tulus yang menawan. ...

...Pagi ini? Ia dihina seperti seonggok sampah tak berguna di depan umum....

..."Maaf, Pak. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Rania dengan suara yang sengaja dicicitkan, menahan mati-matian agar suaranya tidak pecah....

...Arkan mendengus dingin....

... "Janji tidak akan mengubah waktu yang terbuang, Rania. Karena Anda tampaknya memiliki banyak energi cadangan hingga berani mengabaikan jam masuk kantor, saya akan memastikan energi itu tersalurkan dengan baik."...

...Arkan berbalik, melangkah menuju pintu ruang kerjanya, namun berhenti sejenak sebelum memutar kenop pintu....

... "Masuk ke gudang arsip di lantai bawah tanah dua. Sortir dan digitalisasikan seluruh dokumen fisik, laporan keuangan, dan kontrak vendor dari lima tahun terakhir. Saya mau semuanya selesai dan rapi di meja saya sebelum hari Jumat jam empat sore. Tanpa kecuali."...

..."Lima... lima tahun terakhir, Pak?" Rania mendongak kaget....

... Kacamata bulatnya nyaris merosot....

... Gudang arsip bawah tanah dua adalah tempat yang terkenal lembap, berdebu, dan berisi ribuan map tebal yang berat....

... Menyelesaikan tugas itu dalam waktu kurang dari tiga puluh enam jam adalah hal yang mustahil untuk dikerjakan satu orang....

..."Apakah saya terdengar seperti sedang bercanda, Rania?" Arkan menoleh sedikit, memberikan tatapan mata elang yang mematikan. ...

..."Jika Anda merasa tidak sanggup, silakan tanda tangani surat pengunduran diri Anda sekarang juga. Masih banyak orang di luar sana yang mengantre untuk menggantikan posisi Anda."...

...Ceklek!...

...Pintu ruangan CEO tertutup rapat, meninggalkan Rania yang terpaku di tempatnya dengan dada yang naik-turun menahan luapan emosi....

..."Dasar monster berdarah dingin! Psikopat! Iblis bermuka dua!" ...

...Rania mengutuk dalam hati dengan rentetan makian yang paling kasar yang ia ketahui....

... Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan kesal, mengusap air mata frustrasi yang nyaris menetes di sudut matanya....

...Perbedaan perlakuan ini benar-benar membuat kepalanya mau pecah....

... Bagaimana bisa seorang manusia memiliki dua kepribadian yang begitu ekstrem? ...

...Di bawah lampu temaram, dia bisa menjadi pria yang begitu rapuh dan butuh dihibur, tetapi di bawah lampu neon kantor, dia kembali menjelma menjadi iblis kejam tanpa hati....

...Rania mengembus napas panjang yang pasrah, lalu menatap layar ponselnya yang menampilkan sisa waktu penangguhan dari rumah sakit....

... Hari Kamis. ...

...Esok adalah hari Jumat,tenggat waktu terakhir untuk menyetorkan uang muka operasi ibunya. ...

...Tugas dari Arkan ini sengaja dirancang untuk membunuh energinya, tetapi Rania tidak boleh tumbang. ...

...Ia harus bertahan di kantor ini pada siang hari agar tidak dipecat, dan ia harus tetap tampil memikat sebagai Milky pada malam hari demi mengumpulkan lembar demi lembar rupiah yang tersisa....

...Dengan punggung yang ditegakkan kembali secara paksa, Rania meraih buku catatannya dan melangkah menuju lift, bersiap terjun ke dalam neraka gudang arsip bawah tanah. ...

...Permainan ini kian menguras jiwanya, tetapi demi ibunya, Rania siap menantang sang iblis di dunianya sendiri....

1
Watini Salma
kalau sekarang MLM Minggu berarti besok kantor libur dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!