NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Komandan Brakel menatap Ryden dengan pertimbangan matang sebelum akhirnya melanjutkan pembicaraan mereka. "Aku akan jujur denganmu, Tuan Vale. Aku tahu status bountymu, dan secara teknis aku seharusnya mencoba menangkapmu sekarang juga. Namun informasi yang kau berikan jauh lebih berharga bagi keamanan Grand Line dibanding nilai tangkapanmu."

"Jadi apa yang kau inginkan dariku?" tanya Ryden hati-hati, tetap waspada terhadap kemungkinan tersembunyi di balik tawaran yang mulai terbentuk ini.

"Kerja sama tidak resmi," jawab Brakel langsung, tidak berbelit-belit. "Aku tidak punya wewenang untuk menghapus bountymu secara resmi, itu keputusan yang jauh di atas jabatanku. Tapi aku bisa menjamin bahwa selama kau berada di wilayah yurisdiksiku, pasukan di bawah komandoku tidak akan secara aktif memburumu, selama kau bersedia membantu memberikan informasi lanjutan tentang pergerakan organisasi Pulau Nol jika kau menemukannya."

Ryden mempertimbangkan tawaran itu dengan seksama. Sebagai buronan yang terus dikejar berbagai pihak, memiliki setidaknya satu sekutu tidak resmi di dalam Angkatan Laut bisa menjadi keuntungan strategis yang signifikan, meski risiko pengkhianatan tetap harus diperhitungkan.

"Aku setuju, dengan satu syarat," ucap Ryden akhirnya. "Aku tidak akan menyerahkan diri atau bekerja secara langsung di bawah komando Angkatan Laut. Aku akan tetap independen, hanya berbagi informasi jika aku menganggapnya penting untuk keselamatan orang-orang tak berdosa."

Brakel mengangguk setuju, mengulurkan tangannya sebagai tanda kesepakatan. "Itu cukup adil. Aku menghargai integritasmu, Tuan Vale. Tidak banyak buronan yang bersedia membantu tanpa mengharapkan imbalan besar."

Setelah pertemuan itu selesai, Ryden dan Elira kembali menuju pelabuhan, kali ini dengan perasaan sedikit lebih tenang mengetahui bahwa setidaknya untuk sementara waktu, ancaman langsung dari Angkatan Laut lokal telah berkurang. Namun perjalanan mereka menuju kapal terhenti sejenak ketika seorang pemuda berpakaian

compang-camping mendekati mereka dengan tergesa-gesa, wajahnya penuh keringat dan ketakutan.

"Tolong! Kalian Sang Peretak dan temannya, kan? Aku butuh bantuan kalian!" serunya panik, hampir terjatuh karena berlari terlalu cepat.

"Ada apa?" Ryden segera waspada, menangkap tubuh pemuda itu yang hampir ambruk kelelahan.

"Adikku... dia diculik oleh kelompok yang mengaku bagian dari organisasi yang baru saja kalian bongkar semalam! Mereka bilang ini balas dendam, dan mereka membawa adikku ke gudang tua di pinggiran kota!" pemuda itu menjelaskan tergesa-gesa, air mata mulai menggenang di matanya.

Ryden dan Elira saling bertukar pandang cepat, menyadari bahwa meski markas utama sudah mereka bongkar, mungkin masih ada sisa-sisa anggota organisasi yang beroperasi secara terpisah di kota ini, mencoba membalas dendam atas kegagalan rencana mereka semalam.

"Tunjukkan jalannya," ucap Ryden tegas, tekad baru terpancar jelas di matanya meski ia baru saja melalui pertarungan berat semalam. "Kita tidak punya waktu untuk menunggu."

Sebuah notifikasi kecil sempat muncul di sudut penglihatan Ryden saat mereka bergegas mengikuti pemuda itu menuju lokasi penyanderaan.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

Rank Hadiah Hari Ini: C

Item: Perban Medis Kualitas Standar

Efek: Membantu menghentikan pendarahan ringan, kualitas seadanya

Ryden menyimpan notifikasi itu dalam benaknya sambil terus berlari mengikuti arahan pemuda tersebut, insting waspadanya kembali menyala penuh menghadapi ancaman baru yang muncul begitu cepat setelah kemenangan mereka semalam. Elira berlari di sampingnya, wajahnya tegang namun penuh tekad untuk membantu menyelamatkan korban penculikan yang tidak berdosa itu.

"Kita hampir sampai!" seru pemuda itu, menunjuk ke arah gudang tua yang tampak berbeda dari markas sebelumnya, terletak di sisi lain kota yang lebih terpencil dan jarang dilalui orang.

Ryden mempercepat langkahnya, merasakan firasat bahwa pertarungan berikutnya mungkin tidak akan semudah yang mereka bayangkan, mengingat kemarahan dan keputusasaan sisa-sisa organisasi yang baru saja kehilangan markas utama mereka di kota ini.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!