Alundra Kylie patah hati saat mengetahui Arsenio Ghaisan, cinta pertamanya, ternyata dijodohkan dengan sepupunya, Alora Eleandra.
Untuk melupakan cinta pertamanya itu, Alundra memutuskan untuk kembali ke luar negeri menyusul orang tuanya yang menetap di sana. Namun, saat perjalanan menuju bandara, Alundra tidak sengaja menabrak seseorang hingga mengalami koma.
Masalah kian rumit saat orang yang Alundra tabrak ternyata adalah kekasih Qireia Zhavara, seorang Nona kaya yang terkenal arogan.
"Aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat, kamu harus menggantikanku menemui calon tunanganku. Kamu harus berpura-pura menjadi aku." Qireia Zhavara.
Apa yang akan terjadi, jika tunangan Qireia tahu Alundra menyamar sebagai Qireia?
Apa yang akan Alundra lakukan saat mengetahui tunangan Qireia ternyata dosen killer baru di kampusnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8
"Maafkan kami, Nona. Kami benar-benar tidak sengaja. Apa tidak sebaiknya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan saja?"
Walaupun Allano tidak sengaja menabrak mobil wanita itu, namun tetap saja dalih itu tidak akan menghilangkan fakta, sengaja atau tidak, Allano sudah menyebabkan seseorang berada diambang kematian.
"Secara kekeluargaan? Leon saat ini sekarat gara-gara kalian, enak banget kamu bilang secara kekeluargaan?"
Amarah wanita itu sudah mencapai puncaknya, Qireia tidak akan tinggal diam sebelum Allano dan Alundra mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Kalau begitu, laporkan saja," ucap Allano. Pria itu tidak suka melihat Qireia membentak Alundra. Apalagi wanita itu menunjuk-nunjuk Alundra seolah Alundra terdakwa yang harus di adili.
"Lan---"
"Biarkan saja kalau dia mau lapor polisi. Kamu tidak perlu mencemaskan apa pun. Serahkan saja semuanya sama aku."
Allano bukan tidak merasa bersalah. Ia sadar sepenuhnya adalah kesalahan dirinya. Jika ia tidak menghindari truk kontainer itu, mungkin saat ini dirinya lah dan Alundra yang terbaring tak sadarkan diri.
Hanya saja ia tidak suka dengan sikap Qireia yang seenaknya. Allano tahu ia salah, tapi melihat wanita itu memaki Alundra, Allano tidak suka. Lebih baik ia dipenjara daripada dianggap tidak bertanggung jawab.
"Tapi, Lan, aku tidak setuju."
Walau bagaimanapun juga, semua ini terjadi saat Allano mengantar Alundra ke Bandara. Jika ada orang yang harus disalahkan, itu Alundra.
Namun, jika Qireia melapor ke polisi, Allano lah orang yang akan disalahkan. Karena Allano yang berada di balik kemudi.
Alundra tidak akan membiarkan itu terjadi. Allano adalah pewaris keluarga Aldero, jika tercatat sebagai narapidana, maka masa depan Allano tidak akan berjalan mudah. Orang-orang akan mengolok-olok dan tidak mungkin tidak akan meremehkannya.
Sementara Alundra, wanita cantik itu tidak sedikitpun memikirkan masa depannya. Sejak mengetahui Arsenio menipunya, Alundra tidak pernah berpikir akan seperti apa hidupnya nanti. Alundra benar-benar kehilangan arah. Yang ia ingin lakukan hanyalah menjauh dari orang-orang yang sudah menyakitinya.
"Bukan kalian yang menentukan. Aku yang berhak memutuskan di sini," ucap Qireia. Wanita itu tidak tahan melihat Alundra dan Allano yang sama-sama saling membela. Qireia bahkan berpikir jika keduanya adalah pasangan kekasih.
"Nona, saya mohon, jangan melapor pada polisi. Saya akan melakukan apa pun sebagai gantinya. Asalkan, Nona tidak melakukan itu," pinta Alundra.
Wanita cantik itu sudah tidak memperdulikan harga dirinya, sejak Arsenio menginjak-injak harga dirinya, Alundra merasa harga dirinya sudah tidak penting lagi. Ia akan melakukan apa pun asal Qireia tidak melaporkan masalah ini ke polisi. Walaupun harus berlutut, Alundra akan melakukannya.
"Lundra---"
"Kamu yakin mau melakukan apa pun?" Qireia sengaja memotong perkataan Allano. Wanita itu tersenyum smirk, tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di kepalanya.
Alundra menganggukkan kepalanya. Melihat reaksi yang ditunjukkan oleh Qireia, sepertinya wanita itu mulai luluh, pikir Alundra.
"Kalau begitu, kamu harus mengikuti apa pun perintahku," ucap Qireia.
Lagi-lagi Alundra menganggukkan kepalanya. Namun Allano tidak diam saja, pria itu tidak akan membiarkan Alundra diperlakukan semena-mena.
"Aku tidak akan membiarkan kamu berbuat seenaknya pada Alundra. Lebih baik aku dipenjara," ucap Allano.
Allano yakin, ia bisa membuktikan jika dirinya tidak bersalah. Yang Allano lakukan hanyalah reflek demi menyelamatkan diri, bukan sengaja menabrak mobil Qireia.
Allano diam-diam menghubungi Daddynya. Dengan bantuan sang daddy, Allano yakin semakin besar kemungkinan dirinya akan terbebas dari tuduhan.
"Sudahlah, Lan. Kamu diam saja. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu dipenjara. Kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri," ucap Alundra tanpa ingin dibantah.
Qireia diam-diam tersenyum. Wanita itu sudah memiliki cara supaya terbebas dari perjodohan, tanpa harus mengorbankan dirinya.
...----------------...
"Jawab, Arsen!"
Roland tidak sengaja mendengar pembicaraan Alora dengan Arsenio. Setahunya, Arsenio adalah kekasih Alundra, tapi beberapa saat yang lalu, Roland mendengar Arsenio mengatakan jika pria itu mencintai Alora, putrinya.
Roland merasa ada yang tidak beres dengan kepergian Alundra, dan sepertinya Arsenio lah yang menjadi penyebab utamanya. Namun apakah ada hubungannya juga dengan Alora?
Roland berharap, Alora tidak ada hubungannya dengan kepergian Alundra. Namun, melihat gerak gerik Alora dan Arsenio saat ini membuat ketakutan Roland kian menjadi.
"Maksudku---
Drrrttt drrrtttt
Belum sempat Arsenio menjawab, tiba-tiba saja ponsel Roland bergetar. Pria paruh baya itu mengernyitkan keningnya saat melihat nama Allano tertera di layar ponselnya.
"Allan?" Gumam Roland. Pria paruh baya itu lalu membuka pesan yang dikirim sang putra. Matanya terbelalak saat membaca pesan dari Allano.
"Daddy harus ke rumah sakit. Nanti kita bicarakan lagi masalah ini."
"Daddy mau apa ke rumah sakit?" Tanya Alora.
Langkah Roland terhenti saat mendengar suara Alora. Pria paruh baya itupun berbalik dan menatap sang putri. "Alundra dan Allan mengalami kecelakaan," ucapnya dengan wajah khawatir.
"Apa? Alundra kecelakaan? Sekarang bagaimana keadaannya, Om? Alundra gak apa-apa, kan?"
Arsenio menghujani Roland dengan pertanyaan. Mendengar Alundra kecelakaan, tanpa sadar membuatnya sangat panik. Apalagi mengingat Alundra sangat takut darah, membuat kekhawatiran Arsenio semakin meningkat.
"Alundra sangat takut darah, pasti dia ketakutan," gumam Arsenio.
Alora tidak sengaja mendengar gumaman Arsenio. Wanita itu juga melihat kekhawatiran pria itu terhadap Alundra.
Kenapa kamu begitu mengkhawatirkan Alundra? Apa sebenarnya kamu mencintai Alundra, Kak? Gumam Alora dalam hatinya.
Tanpa Alora sadari, Roland melihat dengan jelas tatapan Alora pada Arsenio, dan pria paruh baya itu menyadari arti tatapan itu.
Yaa Tuhan... sepertinya ketakutanku benar-benar terjadi, batin Roland.
To be continued
sementara alundra sedang berada diambang menuju ke move on an dari arsenio karena dia GK bakal sempet mikirin masa lalu kalo udh mulai dipepet SM pk dosen 🤣
ayo pk dosen jerat pak jerat biar alundra cepet move on dari si kadal buntung itu 🤣
ayo land bilang ke anakmu itu sebabnya krna alundra udh tau kebohongan mereka gtu 🙄