NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:153.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebrutalan Xavier

Gerakan pinggul Xavier makin cepat, kasar, dan tak kenal ampun. Suara benturan tubuh mereka menggema di dalam tenda, bercampur dengan rintihan tertahan dan napas berat yang memenuhi ruangan itu. Tidak ada kelembutan, tidak ada rasa sayang, yang ada hanyalah amarah yang meledak-ledak dan hasrat yang meluap-luap, keduanya menyatu menjadi satu kekuatan dahsyat yang menghancurkan pertahanan diri Azura.

Bagi Xavier, setiap kali ia bergerak masuk dan keluar dari tubuh Azura, rasanya seperti sedang melampiaskan semua rasa sakit, kekecewaan, dan rasa dikhianati yang selama ini ia pendam rapat-rapat. Setiap tusukan itu seakan berkata,

Lihat apa yang kau lakukan padaku, dan apa yang kau dapatkan sekarang.

Ia merasa kecewa luar biasa, hatinya terasa remuk saat menyadari Azura ternyata bukan lagi wanita suci seperti yang ia bayangkan. Pemikiran buruk mulai memenuhi kepalanya, berpikir bahwa wanita ini memang murahan, bahwa ia mungkin telah menyerahkan dirinya pada laki-laki lain sebelum menikah, bahkan mungkin bukan hanya pada satu pria. Pikiran itu membuat api kemarahannya semakin berkobar hebat, membuat gerakannya makin buas dan menyakitkan.

"Kau memang wanita murahan!" desis Xavier di sela-sela napasnya yang memburu, suaranya terdengar kasar dan penuh kebencian.

"Sangat mudah dijamah, sangat mudah menyerahkan tubuhmu. Tidak heran kau begitu pandai bermain peran dan menipu."

Azura yang terbaring di bawahnya sudah tidak mampu lagi melawan. Tubuhnya terasa lemas sekali, seolah seluruh tenaganya tersedot habis oleh perlakuan brutal Xavier. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari bagian paling dalam tubuhnya, namun anehnya, rasa sakit itu bercampur dengan sensasi nikmat yang memalukan dan tak bisa ia tolak.

Tubuhnya seolah punya kehendak sendiri, menyesuaikan diri dengan gerakan Xavier, bahkan terkadang bergerak menyambut setiap tusukan kasar itu. Ia benci dirinya sendiri karena merasakan hal itu, benci karena tubuhnya ternyata masih merespons sentuhan lelaki yang sangat membencinya itu.

"Xavier... s-sakit..." rintihnya pelan dengan nada memohon.

"Tolong... k-kurangi kecepatannya ..." air matanya keluar dari sudut mata.

Namun permohonannya sama sekali tidak didengar oleh Xavier. Lelaki itu justru mempercepat gerakannya, menabrakkan pinggulnya semakin keras hingga menimbulkan rasa nyeri yang menusuk tulang. Bagi Xavier, rintihan itu bukan tanda kesakitan, melainkan suara kenikmatan palsu yang biasa dilakukan wanita licik seperti dirinya. Ia menganggap Azura sedang berpura-pura lagi, sedang mencoba memanipulasinya dengan kepura-puraannya yang tak ada habisnya itu.

"Berhenti berakting!" bentak Xavier tajam, matanya menatap tajam ke wajah Azura yang memerah dan berkeringat.

"Aku tidak akan terbuai lagi dengan air matamu atau rintihanmu! Nikmati saja apa yang kau mulai sendiri!"

Tak lama kemudian, sebuah gelombang rasa nikmat yang luar biasa tiba-tiba melanda seluruh tubuh Azura, membuatnya menegang kaku sejenak, mulutnya terbuka lebar mengeluarkan suara jeritan tertahan yang panjang.

Kakinya melengkung kaku, keringat dingin membasahi seluruh kulitnya, dan tubuhnya bergetar hebat saat ia mencapai puncak kenikmatan itu meski di tengah rasa sakit yang mendera. Ia malu sekali, ingin rasanya ia menghilang saja dari bumi ini saat menyadari bahwa Xavier berhasil membuatnya mencapai puncak itu dalam kondisi yang begitu menyedihkan dan penuh kebencian ini.

Xavier sendiri terkejut sekaligus puas melihat reaksi tubuh Azura. Senyum sinis terukir di bibirnya. Ia merasa menang, merasa berhasil menundukkan wanita itu, berhasil membuktikan bahwa bagaimanapun juga tubuh Azura tetap menginginkannya, meski hati dan mulutnya berkata lain.

Tanpa memberi jeda sedikitpun untuk memulihkan diri, Xavier tiba-tiba menarik miliknya keluar, lalu dengan kasar membalikkan tubuh Azura hingga kini posisi wanita itu tengkurap di atas kasur, pantatnya terangkat tinggi menghadap ke arahnya.

Azura terengah-engah, dadanya naik turun hebat, wajahnya menempel di kain kasar kasur itu. Ia sudah sangat lelah, tulang-tulangnya terasa nyeri dan sakit sekali. Namun ia tak berdaya, tenaganya sudah habis terkuras. Ia hanya bisa pasrah saat Xavier menekan punggungnya hingga ia tak bisa bergerak sama sekali, lalu kembali membuka paha wanita itu lebar-lebar.

Posisi ini membuat serangan Xavier menjadi jauh lebih dalam, jauh lebih tajam, dan jauh lebih menyakitkan sekaligus nikmat. Tanpa peringatan, Xavier kembali menusuk masuk hingga ke dasar, membuat Azura tersentak keras dan kembali menjerit kecil.

Gerakannya kini makin tak terkendali, didorong oleh gairah yang memuncak tinggi dan keinginan untuk menghukum wanita itu habis-habisan. Ia bergerak seperti binatang buas yang kelaparan, menghantam berulang kali dengan irama yang cepat dan kuat.

Azura merasa seolah tubuhnya akan hancur lebur dihantam berkali-kali. Suara tamparan tubuh mereka terdengar begitu jelas dan keras, berpadu dengan suara napas berat dan rintihan yang kian lama kian melelahkan. Azura sudah tidak sanggup lagi.

"Cukup, Pangeran ... tolong... s-sudah... aku tidak kuat lagi..." ucapnya dengan suara parau yang hampir tak terdengar.

"Tolong berhenti... aku mohon..."

Lagi-lagi Xavier tidak mendengarnya. Ia terus melanjutkan permainannya, bahkan makin mengerahkan tenaganya. Ia terus dan terus melakukannya, mengubah posisi sesuka hatinya, memainkan tubuh Azura seolah itu hanyalah mainan tak bernyawa yang bisa ia perlakukan sesuka hati.

Mereka melakukannya berulang kali, bergelut di atas kasur itu hingga baju dan seprai menjadi kusut dan basah oleh keringat dan cairan. Azura sudah berkali-kali mencapai puncaknya hingga ia merasa pusing, lemas, dan hampir pingsan karena kehabisan tenaga, sementara gairah Xavier seolah tak ada habisnya, terus membara dan menuntut lebih banyak lagi.

Hingga akhirnya, setelah satu serangan terakhir yang begitu dalam dan dahsyat, Xavier mengeluarkan erangan berat panjang, tubuhnya menegang kaku sejenak, lalu akhirnya ia melepaskan isinya di dalam tubuh Azura. Ia tetap diam di posisinya selama beberapa detik, terengah-engah hebat, menyalurkan sisa-sisa rasa nikmat yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

Perlahan, Xavier menarik batangnya keluar dan jatuh terbaring lemas di samping Azura. Napasnya masih memburu, dadanya naik turun hebat, keringat mengucur deras dari pelipis dan tubuh kekarnya. Ia menoleh ke samping, menatap sosok Azura yang kini terbaring diam tak berdaya, telentang dengan mata terpejam rapat, rambutnya berantakan menutupi sebagian wajah yang pucat. Tubuh wanita itu penuh dengan bekas merah dan memar di sana-sini, bukti nyata betapa kejam dan kasarnya perlakuan Xavier barusan.

Suasana di dalam tenda itu mendadak menjadi hening, hanya terdengar suara napas berat keduanya yang perlahan mulai teratur kembali. Tidak ada yang bicara. Xavier masih dipenuhi rasa marah, kecewa, dan bingung, sementara Azura dipenuhi rasa sakit dan malu luar biasa.

Bagi Azura, apa yang baru saja terjadi bukanlah hubungan suami istri yang mesra dan penuh cinta, melainkan sebuah pelecehan, penghinaan, dan hukuman berat yang harus ia tanggung karena takdir dan kesalahannya terhadap laki-laki itu.

Xavier akhirnya bangkit dari tidurnya, berdiri dengan tubuh yang masih terasa lemas namun hatinya terasa aneh. Ia menatap Azura sekali lagi dengan tatapan dingin yang kosong, lalu dengan acuh tak acuh ia mengambil pakaiannya, mengenakannya kembali seolah tak terjadi apa-apa barusan. Setelah itu ia beranjak pergi, keluar dari tenda itu.

1
Hanima
👍👍💪
partini
Azura harusnya belajar bela diri juga lah aihhhh jaman bahela putri" kan diajari memanah dan bertarung
ga semua duduk manis
mars
xazier hrus dtg dan bawa pergi azura dan putranya biar terkuak semua pasti itu anak xazier. ayo lnjut ka
Vie
yeeee... go... azura .... go... lawan semua ketidakadilan itu, sudah saatnya kamu bangun dan berdiri tegak tanpa rasa takut dihatimu.... kuatkan hatimu demi anak dan juga masa depanmu.... tenang saja, karena xavier pasti cepat atau lambat akan tau semua kebenaranya, dan dia akan membelamu juga anakmu kalau dia sudah tau semua kebenaranya ...
🌿🌺WINA🌸🌿
Kasian orion sangat menderita masih kecil sangat ketakutan, parahnya lagi gak dikasih makan dan minum sampai kurus lagi sakit demam... evelyn sangat kejam banget memperlakukan anak kecil sampai ketakutan dan trauma...

azura akan berusaha bawa orion pergi kasian anaknya sangat menderita, hati seorang ibu hancur melihat anaknya disiksa...putri azura akan berjuang membebaskan anaknya dan membawa pergi, minta bantuan pangeran xavier zura sebaiknya jujur, pangeran xavier hatinya sangat baik pasti akan membantu menolong anakmu...
faridah ida
semoga Xavier datang ini ...
faridah ida
anak kamu di giniin kamu harus bales Azura , tetutama sama selir dan ayah.tiri kamu , kalau bisa kasih racun mereka semua ...
faridah ida
bawa aja anak kamu sama kamu Azura , nanti kamu kelasin ke Xavier , biar Xavier tahu dan bisa bantu kamu nanti ..
aroem
bagus
🌿🌺WINA🌸🌿
Gregetan sama putri azura gak mau jujur sama pangeran xavier, klo junur dan terbuka pamgeran xavier pasti akan bantu bebasin anaknya azura...

kasian anaknya disiksa dan azura diperlakukan kasar sama xavier, pangeran xavier juga seharusnya selidiki azura secara diam-diam apa yg disembunyikan azura...
darpadai anaknya disiksa terus dan azura diancam akan sebaiknya cerita jujur, jangan disembunyikan terus kebenarannya... kerajaan utara penuh orang jahat dan licik...
pasti pageran xavier bisa bantu bebasin bawa anaknya zura kerajaan barat pasti aman banget....
......bunga
❤️
Atalia
kasian banget ya
dome🌬️🌀🌀🌀
sungguh sakit,, jika selalu mendengar tuduhan tuduhan tidak mendasar dan tidak benar dari seseorang yg ada dihati nya. tapi ingin berbicara jujur juga dia tidak bisa.. hanya bisa menelan kepahitan setiap kata kata kasar dan penuh hinaan yg selalu Xavier ucapkan.

kalau manusia sudah mengeraskan hatinya, fikiran pun tidak bisa diajak bekerjasama semua ditutup tanpa melihat kebenaran 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
hati hati Xavier, jangan sampai perlakuan dan perbuatanmu terhadap Zura berbuah penyesalan yg mendalam. karena penyesalan akan selalu berada diakhir


sedangkan jika berada didepan namanya pendaftaran 🤣🤣🤣

bersyandaaaaa Thor... jangan tegang tegang ihhhh...
mangaatttt yaaaa
lovely_day
thor banyakin up kesini dong... 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
semakin lah salah faham Xavier sama Azura.. hufffft... Azura ditekan kanan kiri. ditekan oleh kluarga tirinya dan ditekan oleh suaminya sendiri... Azura harus kuat untuk bisa menjaga 1 satunya orng yg terkasih dan menjaga dirinya sendiri. dia harus kuat karena tidak adanya penopang dirinya untuk bersandar... sedihnya kau Azura... biar aja Xavier akan menyesal dikemudian hari kalau ga mencari permasalahan sebenarnya tentang Zura.
mimief
sebagai seorang ibu kita bisa menahan apa saja
asal jgn melihat buah hati kita yg kesakitan
😭😭
Siti Shaleha
Penderitaan azura sungguh menyakitkan 😭😭
partini
umur 7 tahun di siksa Kaya gitu ,no good memori nya udah bagus bnggt loh untuk mengingat apa ga trauma Orion
stefani n.i.s
Azura jujur aja ksh tau semuanya mumpung Xavier ada dikerajaan itu..jadi anaknya Azura bisa bebas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!