Violet adalah gadis desa yang diusir oleh pacar setelah melahirkan bayinya, dia yang Luntang lantung dijalan tepaksa menjadi ibu susu seorang CEO tampan yang mendapatkan kutukan. Ternyata CEO itu adalah paman dari mantan pacar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25.
Romeo yang duduk dikursi roda sangat kasihan dan memangkunya, itulah yang membuat kesan Violet pada Romeo begitu baik dan menganggap jika Romeo mungkin punya perasaan pada dirinya.
Tapi sekarang sepertinya cara pandang Violet pada Romeo sudah berbeda.
Nenek Amarta waktu itu begitu peduli, lalu menawarkan dirinya dengan sangat hati-hati untuk menyusui Romeo.
Bahkan dia menjelaskan semuanya perihal masa lalu Romeo, dan karma apa yang membuat Romeo menderita seperti itu.
Violet waktu itu merasa hangat, karena sikap Romeo dan nenek Amarta begitu baik padanya.
Apalagi melihat rumah mewah Romeo yang sepuluh kali lebih mewah dibandingkan milik Felix.
Tapi perlakuan mereka lebih memanusiakan dibandingkan dengan perlakuan keluarga Felix.
Walaupun tidak dipungkiri Romeo selalu memasang wajah dingin, menakutkan dan terlihat sangat acuh.
Tapi Violet merasa Romeo begitu peduli padanya.
Pada saat terdesak dan sekarat karena dua hari belum makan, nenek Amarta dan Romeo lah yang menyelamatkannya.
Tapi sekarang dia malah ingin meninggalkan orang yang menolongnya, hanya karena bertemu dengan Yohan.
Violet tahu, kalau Yohan selama ini mengejarnya. Bahkan waktu kecil banyak menjanjikan dirinya banyak hal, tapi saat dirinya sekarat dan dalam posisi terdesak, orang yang menolongnya adalah Romeo.
"Dimanakah Yohan waktu itu?" Pikir Violet dalam hatinya.
Melihat wajah Violet yang nampak berpikir keras, Yohan menepuk pundaknya dan berkata.
"Violet apa yang menjadi beban pikiranmu?" tanya Yohan.
Violet langsung menoleh dan pandangan mereka langsung beradu.
"Maaf, kak Yohan. Aku gak bisa ikut tinggal dirumah Kakak," kilah Violet, masih menunjukkan wajah kebingungan.
Dia masih merasa bingung bagaimana cara yang halus untuk menolak permintaan dari Yohan.
"Violet, kamu jangan merasa gak enak. Berapa pun akan kubayar untuk menebus kontrakmu dengan Romeo!"
"Kumohon kamu jangan merasa sungkan." Yohan memegang kedua pergelangan tangan Violet dengan lembut.
Violet yang merasa gak nyaman, reflek menarik tangannya.
"Maaf kak, tapi ... Aku sudah berjanji untuk membantu untuk menyembuhkan Tuan Romeo," tolak Violet dengan nada sehalus mungkin.
Felix melirik tajam, aura ditubuhnya langsung berubah.
"Membantu menyembuhkan?" celetuk Yohan seraya menaikkan satu alisnya.
Sementara Violet yang akhirnya menyadari, kalau dirinya baru saja keceplosan sontak menatap ke arah Yohan.
Kedua bola mata hazel dan biru itu kini saling bertatapan satu sama lain.
"Violet apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Yohan seraya mencondongkan tubuhnya.
"Akuu ...." Violet berusaha menjawab, tapi lidahnya berubah kelu.
"Bagaimana caranya kamu membantu menyembuhkan Romeo?"
"Oh iya aku ingat, sebelumnya Romeo sangat kurus bahkan duduk dengan kursi roda. Tapi sekarang dia bisa berjalan lagi dan tubuhnya bisa bugar ... "
"Memangnya apa yang kamu lakukan untuk menyembuhkannya?" Yohan sungguh merasa sangat aneh.
Violet terdiam dengan ucapan Yohan, dia tentu saja bingung untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi pada Yohan atau tidak, apalagi saat melihat tatapan Yohan penuh selidik.
Violet merasa bingung.
"Violet kenapa kamu diam? Ayo jawab!"
Violet dibuat semakin bingung dan juga gugup.
Tiba-tiba tangan Yohan mendekat ke arah kepalanya.
Mengambil anak rambutnya yang jatuh ke pipinya.
Tangan Yohan lalu turun mengusap ke arah kedua pipi Violet.
"Vio, kamu-kan sekarang pacarku ... Aku tentu saja cemburu kalau kamu sampai sedekat itu dengan Romeo," titah Yohan lagi, bulu kuduk Violet dibuat meremang kala Yohan terus menerus mengelus kedua pipi mulusnya.
" Kak Yohan ... " Violet memanggil nama Yohan begitu lirih, berusaha untuk memundurkan tubuhnya.
Sekarang ini dirinya sedang duduk diatas brangkar dan Yohan duduk di kursi yang ada disamping ranjangnya.