NovelToon NovelToon
Setelah Titik,Ada Temu

Setelah Titik,Ada Temu

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Mantan / Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Bagi Azzalia Caesarea, mencintai Regas Adhitama adalah sebuah keberanian sekaligus kesalahan. Regas adalah sang "Pangeran Teknik" yang sempurna, sementara Lia hanyalah mahasiswi Sastra pemegang beasiswa yang hidup sebatang kara.

Saat restu orang tua Regas menjadi dinding tinggi yang tak mungkin dipanjat, Lia memilih mundur. Ia meletakkan tanda titik pada kisah mereka, menolak lamaran Regas, dan pergi mengejar mimpinya ke luar negeri demi harga diri yang sempat diinjak-injak.

Tahun-tahun berlalu, Lia kembali sebagai sosok wanita yang baru dan sukses. Namun, semesta memang senang bercanda. Di sekolah internasional tempatnya mengajar, ia kembali dipertemukan dengan mata tegas itu. Regas berdiri di sana, tetap mempesona, namun dengan satu kejutan yang menyesakkan napas: seorang putri kecil yang memanggilnya "Papa".

Siapkah Lia membuka kembali buku lama yang sudah ia tutup rapat?Dan rahasia apa yang sebenarnya disimpan Regas selama bertahun-tahun kepergian Lia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sinar matahari pagi yang menerobos celah gorden tidak sedikit pun mengurangi kegelisahan di hati Lia. Dengan langkah kaki yang terasa berat, ia memaksa dirinya kembali ke sekolah. Ia harus profesional. Ghea adalah muridnya, terlepas dari siapa ayahnya.

Namun, pemandangan di gerbang sekolah menghancurkan sisa-sisa pertahanan yang ia bangun semalaman.

Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan lobi. Dari kursi penumpang, keluar seorang wanita yang sangat cantik. Wajahnya berseri-seri, mengenakan gaun hamil berbahan sutra yang menonjolkan perutnya yang sudah membuncit. Ia menggandeng tangan Ghea dengan penuh kasih sayang, sebuah pemandangan keluarga sempurna yang selama ini hanya ada dalam mimpi buruk Lia.

Lia mematung. Dadanya sesak seolah pasokan oksigen di sekitarnya mendadak hilang. Jadi, ini jawabannya? Ini alasan mengapa Regas begitu tenang? Karena ada wanita lain yang sedang mengandung darah dagingnya?

"Pagi, Bu Lia!" seru Ghea dengan riang sambil berlari memeluk kaki Lia.

Lia mencoba tersenyum, meski rasanya wajahnya akan retak. "Pagi, Ghea."

Wanita hamil itu berjalan mendekat dengan langkah anggun. Senyumnya ramah, namun ada kilat rasa ingin tahu saat menatap Lia. "Oh, jadi ini Ibu Lia yang sering diceritakan Ghea? Saya Elena."

Lia menjabat tangan wanita itu dengan jemari yang dingin dan gemetar. "Azzalia. Saya guru sastra Ghea."

Begitu nama itu terucap, senyum di wajah Elena mendadak pudar. Matanya membulat, menatap Lia dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan ekspresi terkejut yang sulit diartikan. Pegangannya pada tas tangannya mengencang.

"Azzalia?" suara Elena bergetar. "Azzalia... yang dari Fakultas Sastra itu?"

Lia mengerutkan kening, merasa asing dengan reaksi wanita di depannya. "Benar. Maaf, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"

Elena tidak menjawab. Ia justru menoleh ke arah mobil di mana Regas baru saja keluar dari kursi pengemudi. Wajah Elena tampak pucat, ia terlihat ingin mengatakan sesuatu namun tertahan oleh kehadirannya Regas yang kini sudah berdiri di samping mereka.

"Elena, masuklah ke mobil. Biar aku yang mengantar Ghea sampai ke kelas," ujar Regas dengan nada yang terdengar... sangat protektif? Atau mungkin cemas?

Lia hanya bisa berdiri membeku saat melihat Regas mengelus pundak istrinya yang sedang hamil itu sebelum kembali menatapnya dengan tatapan tajam yang tak terbaca.

Pikiran Lia berkecamuk. Jika Elena tahu siapa dirinya, sejauh apa Regas menceritakan tentang masa lalu mereka kepada istrinya? Dan yang lebih menyakitkan, bagaimana bisa Regas memintanya untuk "bicara sebagai Lia yang dulu" sementara ada seorang wanita yang sedang mengandung anaknya di rumah?

"Bu Guru, kenapa wajahnya sedih lagi?" tanya Ghea polos sambil menarik-narik ujung baju Lia.

Lia menunduk, menatap Ghea, lalu menatap perut buncit Elena. Keinginannya untuk lari kembali muncul, lebih kuat dari sebelumnya.

Lia memaksakan sebuah senyum tipis, jenis senyum yang hanya menyentuh permukaan bibir tanpa sedikit pun mencapai matanya. Ia mengusap pelan puncak kepala Ghea, merasakan kehangatan anak itu yang kini terasa begitu menyakitkan.

"Ibu tidak apa-apa, Ghea. Ibu hanya... ingat ada materi yang tertinggal di ruang guru. Ghea masuk ke kelas dulu ya sama Papa," ucap Lia dengan suara yang ia usahakan tetap stabil meski tenggorokannya terasa tersumbat.

Tanpa menunggu jawaban Ghea, dan tanpa berani melirik ke arah Regas maupun Elena yang masih mematung di sana, Lia membalikkan badan. Ia melangkah dengan cepat, hampir setengah berlari, menyusuri koridor sekolah yang mulai ramai. Suara pantofelnya yang beradu dengan lantai marmer terdengar seperti detak jantungnya yang berpacu liar.

Ia terus berjalan hingga sampai di toilet guru yang paling ujung. Begitu pintu terkunci, Lia menyandarkan punggungnya pada daun pintu, memejamkan mata rapat-rapat. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini mendesak ingin keluar.

"Bodoh," bisiknya pada diri sendiri sambil mencengkeram pinggiran wastafel. "Kenapa kamu berharap dia menunggumu? Lima tahun itu waktu yang lama untuk seseorang tetap sendirian."

Lia membasuh wajahnya dengan air dingin berkali-kali, mencoba menghapus bayangan tangan Regas yang mengelus pundak Elena tadi. Sikap protektif itu, perhatian kecil itu... dulu adalah miliknya. Sekarang, ia hanyalah penonton di barisan paling depan dalam kehidupan baru Regas yang sempurna.

Ia teringat pesan singkat Regas semalam. Mari bicara sebagai Regas dan Lia yang dulu.

"Beraninya dia," desis Lia dengan tawa getir yang pecah di antara isakannya. "Bagaimana mungkin dia mengajakku kembali ke masa lalu, sementara di masa depannya sudah ada wanita lain dan bayi yang sedang tumbuh?"

Lia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan kepingan harga dirinya yang berserakan. Ia merapikan pakaiannya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Seorang sarjana sastra lulusan terbaik, seorang guru yang dihormati—ia tidak boleh hancur hanya karena seorang laki-laki dari masa orientasi kampus.

Ia memutuskan satu hal: ia akan tetap mengajar, ia akan tetap menjadi guru yang baik untuk Ghea, tapi ia akan membangun benteng yang lebih tinggi dari sebelumnya. Regas Adhitama tidak akan pernah bisa menyentuh hatinya lagi, bahkan jika laki-laki itu menggunakan seluruh logika insinyurnya untuk mencari celah.

Namun, saat ia keluar dari toilet dan berjalan menuju kelasnya, ia melihat Regas sedang berdiri di ujung koridor, sendirian. Elena sudah tidak ada. Laki-laki itu tampak sedang menunggunya, dengan raut wajah yang tidak lagi tenang, melainkan penuh dengan desakan penjelasan yang belum sempat terucap.

1
aksari
ceritanya sangat bagus👍👍
falea sezi
Elena ini g sadar diri anak hasil. jebak
falea sezi
nunggu anak satu aja g bs mbk pelakor
falea sezi
mbk pelakor 🤣
falea sezi
lampir mau mati moga membusuk di neraka y
falea sezi
goblok pergi jauh
falea sezi
wanita gatel ma suami orang🤣 menjijikkan kYak g ada laki lain aja sumpah enek bgt liat lia
falea sezi
lia goblok gatel ma suami orang di ewe mau kalah ma lacur aja masih di hargai di byar nah lu di pake gratisan
falea sezi
lu percaya dia g sentuh bini pertama astaga jangan percaya omongan buata
falea sezi
pergi jauh lahh oon muter doank di bali
falea sezi
tegas urus lampir mu itu dlu
falea sezi
salah sendiri laki plin plan coba dr awal lu tegas 🤣🤣 bego di pelihara makan itu jalang sama ibumu yg kayak lampir
falea sezi
jangan mau mending pergi jauh dia uda g perjaka 🤣 enak aja dpet perawan
falea sezi
jebakan ampe punya 2 anak🤣 doyan kah
falea sezi
pergi jauh lia
falea sezi
urus aja bini mu itu laki bedebah
falea sezi
moga lia di kasih jodoh lain bukan laki pengecut
falea sezi
cinta tp anak 2 najiss amat
byyyycaaaa
namanya juga laki
Paon Nini
masih cinta masalalu tapi bisa punya anak hampir 2? hebat sekali laki2 ini ya wkwkwkw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!