"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
Entah mengapa aku meras kasihan melihat wajah polos gadis ini, bagaimna bisa keluarganya menyalahkan dia atas segala musibah yang terjadi.
mataku berat karena dari pesta tadi begitu bsnyak masalah yang terjadi, akhirnya aku pun tertidur di samping bankar gadis itu.
pagi ini aku tersadar dari pingsanku, kulihat ada pria asing tidur di kursi kecil disamping bankarku.
aku melihat sekelilingku sejenak, kulihat selang infus terpasang di tanganku. Aku menggerakkan tanganku karna terasa sakit.
"ssssshh" aku mendesis pelan takut menganggu orang yg tidur itu. Tapi terlambat, pria itu sudah bangun dan terjaga karena pergerakan itu.
bara merasakan pergerakan dari deeva dia pun tersentak bangun dan memanggil dokter. Dokter langsung memeriksa deeva saat itu juga dan memindahkannya ke ruangan vip.
Bara menelepon rendy untuk, memberitahukan keadaan deeva adik iparnya. Rendy menitipkan qia kepada mamanya, dia mengatakan akan keluar sebentar.
Tak lama berselang Rendy sudah mSuk ke ruang inap deeva. Dia menhampiri deeva yang masih menangis dan memikirkan nasibnya .
" deeva, berhentilah berbuat masalah. begitu banyak masalah yang terjadi hari ini, apa kau tidak kasihan dengan qia. Sampai saat ini dia masih bedrest karna terlalu banyak tekanan yang dia terima saat ini".
"maafkan aku mas, bagaimana keadaan mba qia saat ini?" tanyaku pelan
" dia sudah agak membaik, tapi dokter bilang dia tidak boleh stress kalau tidak kami akan kehilangan calon bayi kami"
" kau jaga dirimu baik -baik, bara akan menjagamu disini sementara aku menjaga qia di kamar sebelah". setelah berbicara denganku, mas rendy langsung meninggalkan kamarku. kudengar mereka berbicara di balik pintu.
flash back
Bara yang malang ,dia kaget saat memasuki ruangan deeva tapi gadis itu tidak ada. Dia mengetuk pintu toilet tapi tidak ad jawabn sama sekali.
tok,,tok,,tok,,
" deeva"
"apa kau di dalam? jawablah kalau tidak ku dobrak pintu ini"
hening tidak ad jawaban sama sekali, bara memberanikan diri membuka pintu itu,,kosong tidak ada siapa pun di toilet itu.
" gadis itu, apa dia tidak cape mebuat masalah terus" gumam bara dalam hati
Dia mengusap mukanya dengan kasar, dan langsung keluar dan berlari mencari deeva.Dia langsung mengarahkan mobilny ke apartemen qia yang kmaren.
flash back off
deeva yang sudah sampai di apartemen langsung masuk dan hendak istirahat, dia berpikir akan tinggal di apartemen ini saja. Dia tidak mau terjadi sesuatu lagi pada kakak kesayangannya itu.
Pada saat dia mau tidur, dia mendengar suara bell,,
tingtong,,,tingtong,,
dia berjalan ke arah pintu dan melihat dari layar siapa yg menekan bell. Dia terkejut karena melihat bara didepan pintu, deeva langsung membuka pintu.
" ka bara"
Bara yang di panggil langsung membalikkan badannya dan memeluk deeva.
" kau ini selalu saja membuat orang khawatir"
deeva yang di peluk tiba - tiba hanya terdiam , dis bingung harus bagaimana.
"maaf aku kelepasan memelukmu, aku tidak bermaksud.."
" tidak apa - apa ka"
" kenapa kau kabur dari rumah sakit?"
" aku hanya tidak ingin orang - orang yang kusayang mendapatkan kesialan yang ku alami ka, jadi ku mohon kakak juga menjauh dari deeva ka"
" aku akan tinggal disini sementara waktu ka, stelah itu, aku akan mencari kamar kos dan bekerja pruh waktu kak"
" kau tidak usah melamar kerja, kau bisa bekerja di restaurantku di bandung. kau bisa tinggal di mess karyawan sementara waktu atau selamanya, semua terserah padamu.
deeva tampak berpikir sebentar, sampai akhirnya dia meminta waktu untuk membereskan barang - barangnya.
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karena saya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"