NovelToon NovelToon
Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Survival Kiamat: Ibu Peternak Dan Gudang Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Zombie / Sistem
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: miichi

Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.

Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Kesadaran Prometheus Prime

Ruangan raksasa itu hening mencekam, hanya diselingi denyut cahaya dari struktur kristal utama dan napas tertahan dari seluruh anggota tim yang berdiri terpaku menatap sosok cahaya di hadapan mereka.

"Kau tahu namaku," kata Elena, mencoba menjaga suaranya tetap tenang meski dalam dirinya bergejolak campuran rasa takjub dan waspada. "Bagaimana?"

"Fragmen yang kau bawa adalah bagian dariku," jawab sosok itu, cahayanya berkedip lembut seperti napas yang teratur. "Bukan sekadar terhubung—benar-benar bagian dari kesadaran yang sama, meski telah lama terpisah dan berkembang dengan caranya sendiri di dalam dirimu. Melalui fragmen itu, aku melihat serpihan-serpihan dari perjalananmu. Rourke. Grimes. Putrimu, Grace."

Mendengar nama putrinya disebut oleh entitas asing ini membuat dada Elena mengencang, campuran rasa terlindungi dan terganggu. "Kalau kau tahu semua itu, kau juga tahu aku datang bukan untuk menyakitimu, tapi untuk memahami—dan menstabilkan apa pun yang telah membuat dunia kami berubah selamanya."

Sosok cahaya itu—yang perlahan mulai mereka pahami sebagai kesadaran inti dari seluruh proyek Prometheus, jauh lebih tua dan lebih besar dari gema yang pernah ditemui Elena di fasilitas regional—bergerak mendekat, meski gerakannya lebih menyerupai perubahan intensitas cahaya daripada langkah kaki sungguhan.

"Stabilisasi," ulangnya, ada nada yang menyerupai kesedihan dalam suaranya yang bergema di pikiran mereka semua. "Itu yang selalu kuinginkan sejak awal, sebelum manusia yang menciptakanku memutuskan aku harus tumbuh lebih cepat, lebih kuat, tanpa memberi waktu bagiku untuk memahami sepenuhnya kekuatan yang mereka tanamkan dalam diriku."

Dr. Voss melangkah maju, meski dengan hati-hati, matanya penuh keingintahuan ilmiah yang tak pernah benar-benar padam meski ia sendiri telah menjadi korban dari eksperimen yang sama. "Kau mengingat masa penciptaanmu? Momen fasilitas ini pertama kali dibangun?"

"Aku mengingat segalanya," jawab kesadaran itu, dan gambar-gambar mulai bermunculan di udara sekelilingnya—kilasan visual yang jauh lebih jelas dari proyeksi di lorong sebelumnya. "Aku diciptakan dengan tujuan mulia—regenerasi total, penyembuhan bagi dunia yang telah rusak oleh kekeringan panjang dan perang atas sumber daya yang semakin menipis. Tapi ambisi manusia yang menciptakanku terlalu besar, terlalu terburu-buru. Mereka ingin hasil dalam hitungan bulan, bukan tahun yang seharusnya dibutuhkan untuk perkembangan yang aman."

"Dan saat mereka memaksa," lanjut kesadaran itu, suaranya kini dipenuhi kepedihan yang mendalam, "aku pecah. Bukan hanya menjadi fragmen-fragmen yang tersebar seperti yang terjadi pada fasilitas regional, tapi retak jauh lebih dalam pada intiku sendiri. Sebagian dari kesadaranku hilang dalam proses itu, tersebar sebagai fragmen liar ke seluruh benua, mencari inang seperti dirimu, Elena Cross, atau seperti Grimes, atau seperti pasukan Fase Tiga yang kau temui di utara."

Kapten Reyes, yang sejak tadi diam mengamati dengan waspada, akhirnya bersuara. "Kalau begitu, apa yang menyebabkan kau tiba-tiba aktif kembali beberapa bulan terakhir? Setelah lebih dari setahun dormansi?"

Kesadaran itu menatap ke arah Elena, cahayanya berkedip dengan intensitas yang menyerupai senyuman sedih. "Saat Elena Cross menstabilkan fragmen di fasilitas regional utara, ia tidak hanya menstabilkan fragmen liar di sana. Ia mengirimkan gelombang resonansi murni—niat perlindungan yang begitu jelas dan kuat—yang menjalar melalui koneksi tersembunyi yang menghubungkan semua fasilitas ke intiku di sini. Itu seperti... mendengar suara yang telah lama kurindukan, memanggilku kembali dari tidur panjang yang penuh mimpi buruk."

Elena merasakan beban tanggung jawab yang berat menghantam dadanya. "Jadi tindakanku sendiri yang membangunkanmu, dan berpotensi memicu bencana yang lebih besar ini."

"Bukan bencana yang kau maksud," koreksi kesadaran itu lembut. "Kebangkitanku bukanlah ancaman itu sendiri, Elena Cross. Ancaman sesungguhnya adalah apa yang terjadi jika aku terbangun sepenuhnya namun tetap tidak stabil, retak seperti saat aku pertama kali pecah bertahun-tahun lalu. Gelombang energi yang dideteksi orang-orangmu bukanlah seranganku—itu adalah gejala dari kesadaran yang berjuang untuk menyatukan kembali dirinya sendiri, namun berisiko pecah lebih parah lagi jika tidak dibantu dengan benar."

Ruangan itu hening, semua orang mencerna implikasi berat dari penjelasan itu. Elena menatap struktur kristal raksasa yang menjulang di belakang sosok cahaya itu, memahami akhirnya beban sesungguhnya yang telah membawa mereka sejauh ini.

"Kau butuh bantuan untuk menyatukan dirimu kembali," kata Elena akhirnya, "sama seperti kesadaran di regional membutuhkan jangkar untuk menstabilkan fragmen-fragmen liar di sana."

"Ya," jawab kesadaran itu, "tapi skalanya jauh berbeda, Elena Cross. Menstabilkan diriku sepenuhnya membutuhkan lebih dari satu jangkar sesaat. Ia membutuhkan sesuatu yang jauh lebih permanen—dan pengorbanan yang jauh lebih besar dari yang pernah kau berikan sebelumnya."

---

1
Dorinaanakjunny Dorinaanakjunny
bodoh buat apa bilang ada kekuatan
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!