NovelToon NovelToon
Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Dikejar Mantan Suami Kaya Raya

Status: tamat
Genre:Single Mom / Cerai / CEO / Tamat
Popularitas:297.4k
Nilai: 5
Nama Author: dewisusanti

Caroline Watson mengorbankan seluruh masa mudanya demi pria yang ia cintai. Ia setia berdiri di sisi suaminya, menyingkirkan impian pribadinya sendiri. Namun pada akhirnya, pria itu justru menceraikannya dengan alasan yang kejam—Caroline tidak mampu memberinya seorang pewaris. Keputusan itu meninggalkan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Dengan hati hancur, Caroline memilih menghilang dari hidupnya.

Lima tahun kemudian, ia kembali menginjakkan kaki di negeri itu, ditemani seorang bocah laki-laki kecil dengan wajah polos yang menawan.

Kehidupan barunya yang selama ini tenang mulai terguncang ketika mantan suaminya mengetahui kebenaran—bahwa Caroline telah melahirkan seorang putra. Seorang anak yang memiliki darahnya.

Namun kali ini, Caroline bukan lagi perempuan lemah yang dulu pernah ia tinggalkan. Ia telah berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat dan tak mudah disentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewisusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A-Apa?

Caroline berusaha menahan tawanya setelah mendengar kalimat Milla.

"Bibi Milla, sejak kapan Bibi punya penyakit jantung?" tanya Caroline. Sebelum Milla sempat mengatakan apa pun, ia melanjutkan, "Yah, jangan khawatir, hari ini Bibi tidak akan berakhir di ruang gawat darurat—"

Caroline tersenyum ketika melihat wajah Milla tampak lebih rileks.

"Aku hamil!" Caroline akhirnya berkata.

"A-Apa? H-HAMIL!?" Milla berteriak, terkejut mendengarnya. Ia sama sekali tidak menyangka akan mendengar kabar baik ini darinya. "Nona Caroline, apa ini benar? Kau... kau tidak sedang mengerjaiku, kan?"

"Hmm, ini benar, Bibi... Apakah Bibi mau bertemu dokter kandungan bersamaku?" tanya Caroline. Ia membutuhkan seseorang untuk menemaninya bertemu dokter, ia merasa gugup menemui dokter baru di rumah sakit ini. Karena ini bukan rumah sakit yang biasa ia kunjungi.

"Ya, Nona, tentu saja, aku mau—" kata Milla dengan penuh semangat. Ia merasa sangat bahagia bisa menemani Caroline menemui dokter kandungan, namun sedetik kemudian, ia mengerutkan kening ketika sesuatu terlintas di pikirannya.

Milla merasa bingung.

Tadi, Caroline mengatakan William menceraikannya karena ia tidak bisa mengandung. Namun sekarang ia mengatakan dirinya hamil. Jadi, mengapa mereka tetap memutuskan untuk bercerai?

"Nona, kau sudah hamil tapi tetap bercerai. Kenapa?" tanya Milla.

Caroline menarik napas dalam-dalam. Ia sebenarnya ingin memberi William kesempatan untuk melanjutkan pernikahan mereka, tetapi gosip yang ia dengar sebelumnya benar-benar mematikan rencananya. Ia tidak pernah membayangkan harus berbagi suaminya dengan wanita lain. Lebih baik ia pergi dan membesarkan anaknya sendiri tanpa William.

"Bibi Milla, William sudah punya wanita lain untuk menghangatkan ranjangnya," kata Caroline sambil tersenyum. Meski begitu, di dalam hatinya, ia merasakan sakit yang menusuk. "Dan wanita itu juga sedang hamil..."

Caroline melanjutkan menceritakan pada Milla tentang apa yang ia dengar dari perawat.

"Jadi, perceraian adalah satu-satunya pilihan untuk menyelesaikan semua ini. Aku memutuskan untuk tidak memberitahunya tentang kehamilanku. Aku akan membesarkan anakku sendiri. Dan aku berharap Bibi bisa membantuku..." kata Caroline dengan tulus.

"Aku akan membantumu, Nona, tapi apakah kau langsung mempercayai mereka sebelum memastikan gosip itu benar?" tanya Milla.

Caroline tidak langsung menjawab. Pikirannya kembali pada kejadian tadi malam. Awalnya ia ragu dengan rumor yang ia dengar, hingga ia menyelidikinya lebih jauh dan memastikan bahwa William dan Mary memang mengunjungi rumah sakit kemarin.

"Aku sudah memeriksa gosip itu, dan itu benar, Bibi..." Caroline tetap mempertahankan senyumnya, meskipun di dalam hatinya ia berjuang menahan rasa sakit yang kembali menggerogoti.

"N-Nona..." ujar Milla sambil tersenyum tipis membalas Caroline, namun hatinya terasa perih untuknya. Ia merasa sangat marah, bagaimana mungkin William melakukan hal seperti itu pada Nona mudanya?

Melihat ekspresi penuh simpati dari Bibi Milla membuat Caroline merasa terhibur, sejenak mengalihkan pikirannya dari rasa sakit di hatinya.

"Tidak apa-apa, Bibi Milla. Bibi tidak perlu menatapku seperti itu, aku baik-baik saja sekarang," kata Caroline dengan tenang. "Apa yang William lakukan tidak akan melemahkanku. Justru aku akan menjadi lebih kuat. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk melupakannya. Pria itu tidak akan punya tempat di hatiku dan masa depanku—"

Caroline tidak bisa menyelesaikan kalimatnya ketika ia melihat Milla bergegas menghampirinya dan memeluknya erat. Ia tersenyum ketika Milla menangis di pelukannya.

"Nona Caroline, aku menangis bukan karena sedih, tapi karena aku sangat terharu kau memasukkanku dalam rencanamu. Terima kasih banyak," kata Milla di sela-sela tangis bahagianya.

Milla merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena ia bisa memenuhi janjinya pada mendiang nenek Caroline untuk menjaga Caroline.

"Nona Caroline, aku berjanji padamu, aku akan selalu menjagamu dan anakmu..." lanjut Milla.

"Terima kasih, Bibi," kata Caroline, matanya berkaca-kaca, namun ia berusaha untuk tidak menangis. Ia masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan dalam waktu singkat. "Baiklah, sekarang Bibi bisa melepaskanku... aku merasa sesak dengan pelukan Bibi."

Seketika, Milla melepaskan pelukannya dan berdiri di hadapan Caroline.

Milla menyeka sisa air mata di pipinya sebelum berkata, "Nona, aku akan menyiapkan sarapan. kau pergi ganti baju," desaknya pada Caroline. Ia sangat bersemangat untuk menemani Caroline menemui dokter kandungan.

Caroline mengangguk padanya.

Setelah berganti pakaian, Caroline mendapati Milla belum kembali. Ia mengambil ponselnya dan menekan nomor Marcus. Namun, ponsel Marcus tetap tidak aktif meskipun ia mencoba beberapa kali.

Caroline teringat bahwa Marcus pernah mengatakan padanya bahwa jika ia sedang menjalankan misi militer, ponselnya pasti mati atau tidak bisa dihubungi.

"Apakah dia sedang bertugas sekarang!?" gumamnya sambil menatap layar ponselnya. Setelah berpikir sejenak, ia memutuskan untuk mengirim pesan.

[Caroline:] Terima kasih, Marcus, atas bantuanmu.

[Caroline:] Aku mencoba meneleponmu, tapi sepertinya kau sedang bertugas. Tolong hubungi aku jika kau memiliki waktu.

Setelah mengirim pesan pada Marcus, Caroline memeriksa panggilan tak terjawab, dan hanya menemukan dari Bibi Milla.

Caroline merasa lega karena keluarganya belum mengetahui tentang perceraiannya. Ia memang belum berencana memberi tahu mereka, ia ingin menghindari penilaian mereka. Ia berencana meninggalkan negara ini secara diam-diam.

...

Dengan waktu yang terbatas, Caroline menghubungi beberapa orang untuk mengurus dokumen-dokumen yang ia perlukan untuk tinggal di negara lain.

Setelah selesai, pintu terbuka, mengejutkan Caroline ketika ia melihat Bibi Milla membawa kantong belanjaan di tangannya.

"Bibi, kenapa Bibi membeli begitu banyak barang?"

"Nona, ini semua makanan sehat..." jawab Milla sambil mengeluarkan barang-barang tersebut ke atas meja makan.

Caroline mendekat, kagum dengan seberapa cepat Milla membeli semuanya.

Tanpa berkata apa-apa, ia mulai memakan apa yang telah disajikan Milla.

Setelah sarapan, Caroline membagikan rencananya untuk sementara kembali ke apartemen lamanya.

"Aku tidak pernah membayangkan kita akan kembali kesana lagi..." ucap Milla. Selama empat tahun terakhir, setiap akhir pekan, ia membersihkan apartemen lama Caroline, tempat Caroline dulu tinggal sebelum menikah dengan William.

"Tempat itu istimewa karena aku membelinya dengan uangku sendiri."

"Kau benar. Bahkan keluargamu pun tidak tahu tentang tempat itu. Berapa hari kita akan tinggal di sana?"

"Sampai semua dokumen yang diperlukan siap."

Milla terdiam sebelum bertanya lagi, "Nona, negara mana yang akan kita tuju?"

"Swedia!”

1
Hanifah 76
Luar biasa
Aidil Kenzie Zie
mampir
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Will kalau memang kamu ingin rujuk karna cinta kenapa ga bilang langsung pada Carol... sudah berulang² kamu mau rujuk hanya karna Leo jadi wajarlah Carol ga bisa nerima lagi kamu karna kalau urusan anak mah tanpa bersatu lagi juga bisa saling kasih perhatian kamu sama Leo.
kasihan Carol kalau harus balikan tapi ga dicintai jadi buat apa
kakdew12: Jangan lupa baca cerita terbaruku yang berjudul
Sistem Papa Terkuat.
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Thor bingung Aku dwnger panggilan Leo kadang ayah kadang daddy padahal manghil Carol mama.🤭🤭

ambyar kemana², mohon di koreksi lagi biar pembaca nyambung dan nyaman bacanya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Noh jawab pertanyaan anakmu Will coba jelaskan yang sebenarnya jangan sampai Leo mendengar dari orang lain dan makin membencimu.

oya Thor Carol sudah bukan Gadis lagi namanya karna dia wanita yang sudah menikah bahkan mempunyai anak jadi ga pas nerapin panggilan itu, maaf kalau tiap komenku banyak protes... Aku hanya sekedar ngasih tau saja kalau soal di dengar atau tidaknya itu terserah Author yang punya cerita.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
panggilan Leo harusnya Papa untuk William kan Thor biar pas dengan sebutan Mamah pada Carol.🙏🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lagian aneh rumah sebelahan saja sampe pake mobil segala.. hadeuuhh Carol.🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝚋𝚎𝚗𝚊𝚛 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝙲𝚊𝚛𝚘𝚕𝚒𝚗𝚎 𝚜𝚎𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚌𝚊𝚖𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚜𝚎𝚖𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚐𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚒 𝚗𝚎𝚖𝚞𝚒𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚗𝚐𝚒𝚛𝚒𝚖 𝚙𝚎𝚗𝚐𝚊𝚌𝚊𝚛𝚊 𝚍𝚊𝚗 𝚖𝚠𝚗𝚎𝚕𝚊𝚗 𝙲𝚊𝚛𝚘𝚕 𝚊𝚐𝚊𝚛 𝚜𝚎𝚌𝚎𝚙𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚖𝚞 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚕𝚎𝚙𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊... 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚜 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑𝚊𝚗.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jelaskanlah tentang hubunganmu dengan si Mery dan anknya karena kalau kamu ga menjelaskannya mungkin Carol akan terus menghindar kecuali urusan kamu dengan Leo.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pecuma kamu terus mengejar Caroline kalau kamu masih tunduk pada orang tuamu Will karna sampai kapanpun kalian ga akan bisa bersama selama kendalimu berada di tangan lain.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkk... kamu kayak orang gila Will selama ini kamu hidup di mana , kenapa baru sadar sekarang...🤣🤣🤣

terus tuh siluman Mery Mery gimana kelanjutannya, bukannya kamu ada hubungan dengannya sampai kamu konsul ke dr kandung4n di saat ga tepat.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kiWill sok akrab padahal selama pernikahan ga pernah seperhatian itu tapi tiba² karna ada maunya, jangan kasih celah Carol biarkan dia berjuang kalau memang ingin bertemu anaknya tapi kalau urusan hatimu itu di pikirkan lagi karna ada Marcus yang sedang berjuang.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
diihh kamu sendiri yang bersi keras menceraikan Carol tanpa memberi jeda untuk dia kasih tau kamu tapi kamu langsung yang ingin cepat cerai tapi sekarang kenapa nyalahin Carol... nemuin dia saja kamu ga sudi, datang di saat butuh selebihnya kamu kemana saja baru ingat dia sekarang.. perlu di getok cobek biar inget.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kosong sesuai keinginan mu dari 5tahun lalu Will jadi kerasanya sampe sekarang setelah apa yang menjadi milikmu pergi... makanya jangan sia²in apa yang kamu punya hanya karna ego dan nafsu semata.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Carol serba salah, Leo di dewasakan keadaan yang selama ini di jalaninya bersama ibunya dan lingkungannya jadi tanpa sosok ayah dia harus kuat karena merasa sebagai anak laki² dan ga mau nyakitin ibunya kalau dia sebenarnua butuh figur pelindung seorang Ayah.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 serba salah ya Carol.. maklum kakekmu terlalu bahagia jadi dia ingin selalu mengikuti cicitnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Leo jenius, akan seru kalau dia berdebat dengan William nanti.🤣🤣🤣
bakal jadi lawan yang seimbang...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
maaf Thor kalau bisa tentukan lagi penyebutan Carol dari Leo mau manggil Carol Mama atau Ibu biar lebih enak bacanya.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
cuma berharap semoga Marcus cepat kembali dan keluarganya mau menerima Carol dan Leo dengan tulus
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmm kakek terbaik yang dukung Carol.👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!