NovelToon NovelToon
The Dark Lord

The Dark Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Vampir
Popularitas:555
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Arthur Fabian Kell adalah vampir yang dianugerahi kekuatan terlarang dari Lucifer. Bukannya dipuja, ia justru dibenci oleh klannya sendiri dan ditolak oleh ayahnya, pemimpin Dark Moon.

Saat sang ibu mengorbankan nyawanya demi menyelamatkannya, Arthur berubah menjadi sosok kejam yang hidup hanya untuk membalas dendam. Untuk menyempurnakan kekuatan hitamnya, ia harus meminum darah manusia yang diberkahi.

Setelah berabad-abad menunggu, Arthur akhirnya bertemu Sonja, gadis yang memiliki darah tersebut. Namun, alih-alih membunuhnya, ia justru jatuh cinta.

Kini Arthur harus memilih, menyempurnakan dendamnya atau mempertahankan satu-satunya orang yang mampu menghidupkan kembali hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Sonja

Semak berduri menggores kaki telanjang gadis kecil itu. Namun, gadis itu terus berlari mengikuti wanita paruh baya yang masih menggenggam erat tangannya. Walaupun kelelahan terlihat jelas di wajah mungilnya, dia terus berlari. Mereka masuk lebih jauh ke dalam hutan. Kening gadis kecil itu berkerut bingung, hatinya sedang dipenuhi dengan banyak pertanyaan.

Kenapa ibunya terus saja berlari seperti ini?

Apakah ada yang sedang mengejar mereka?

Karena dilanda rasa penasaran yang sangat besar, gadis itu pun menoleh ke belakang.

Sepi.

Tidak ada siapa pun."Ibu, aku sangat lelah. Bisakah kita berhenti sejenak?" Gadis kecil itu mulai merengek. Dia sudah tidak bisa berkompromi dengan tubuhnya.

Lelah.

Dia juga merasakan perih di kakinya yang sudah dipenuhi dengan banyak goresan.

"Tidak, tidak, Sonja. Kita harus terus berlari." Kemudian wanita itu mengangkat tubuh kecil putrinya ke dalam pelukan.

"Kita akan selamat, Sonja ... Ibu akan menyelamatkanmu. Kita akan selamat."

"Ibuuuuuuuuu..." Gadis itu terbangun dengan napas yang tersengal. Kemudian dia diam sejenak untuk menormalkan deru napasnya.

Mimpi itu lagi.

Sonja bangkit dari ranjangnya dan berjalan dengan lesu menuju meja makan untuk mengambil segelas air, menenggaknya sampai habis. Dia terlihat memejamkan mata seolah berusaha menikmati saat cairan dingin itu masuk dan mengalir di tenggorokannya.

Mimpi itu, kenapa selalu saja datang mengganggu tidurnya? Tapi terkadang, ada kalanya Sonja menginginkan mimpi itu terus ada di tidurnya, karena hanya lewat mimpi dia bisa melihat paras elok sang ibu.

Lalu gadis itu memutuskan untuk kembali menaiki ranjang empuk miliknya. Walaupun, mungkin matanya tidak akan bisa terlelap tapi biarlah. Tubuhnya membutuhkan istirahat, setelah seharian bekerja.

***

Pagi itu cukup sunyi. Mentari pun sepertinya malu untuk keluar dari peraduan. Tetapi gadis mungil itu sudah berada di dalam kafe tempatnya bekerja. Setiap hari dia selalu datang lebih awal dari pada pegawai lainnya.

"Pagi, Sonja," sapa seorang pria muda yang baru saja datang. Pria itu juga salah satu pegawai kafe.

"Pagi, Andrian," jawab Sonja sambil menampakkan senyum manis miliknya.

"Apa kau sudah sarapan?" tanya pria yang bernama Andrian itu, kemudian dia terlihat menghampiri Sonja yang masih sibuk membersihkan meja-meja yang terlihat kotor dan berantakan.

"Sudah." Sonja masih mengulum senyum tipis.

Kafe tempat Sonja bekerja memang selalu ramai pengunjung karena letaknya yang ada di pusat kota. Setiap harinya, gadis cantik itu selalu disibukkan oleh pelanggan yang datang silih berganti. Dia bergerak ke sana kemari tanpa letih. Sonja juga merupakan pegawai kesayangan dari bosnya, karena gadis itu sangat rajin dan tekun. Tidak pernah mengeluh, walaupun kadang bosnya menyuruh lembur dadakan sampai malam. Seperti hari ini, bosnya menyuruh Sonja untuk lembur. Jadi, gadis itu baru bisa pulang ketika malam sudah sangat larut.

Di perjalanan pulang Sonja melewati trotoar yang sudah mulai sepi. Tempat tinggalnya cukup dekat dengan kafe. Jadi, cukup dengan berjalan kaki saja untuk sampai ke rumah kecilnya. Tetapi entah kenapa malam ini udara terasa sangat berbeda. Lebih dingin.

Bulu kuduknya pun terasa meremang. Namun, Sonja terus berjalan walaupun dia merasa sedikit ketakutan. Sesekali dia menengok ke belakang.

Tidak ada orang, sangat sepi. Tapi kenapa dia merasa seperti ada yang mengikutinya? Sonja pun segera mempercepat langkah kakinya.

Sedikit lagi.

Sedikit lagi sampai.

Bruuuukkk...

Tiba-tiba terdengar suara seperti sesuatu yang sangat besar terjatuh. Suara itu berasal dari lorong gelap yang ada di dekat rumahnya. Dengan langkah perlahan Sonja menghampiri lorong. Rasa penasaran yang membuncah mengalahkan ketakutannya. Dia mendekat pada lorong gelap itu. Ketika dia sampai di sana, kedua matanya langsung melebar. Gadis itu melihat seorang wanita muda dengan rambut pendek sebahu dan menggunakan pakaian serba hitam.

Wanita itu terlihat meringis kesakitan dan sebelah tangannya terus memegang bagian dadanya yang berlumuran darah dengan posisi duduk. Terlihat dari ekspresi raut wajahnya wanita itu tampak sedang menahan sakit yang teramat dalam. Walau takut tapi Sonja tetap berusaha untuk mendekat. Dan sepertinya wanita itu baru menyadari kehadiran Sonja.

"Pergi," gumam tajam wanita itu, suaranya terdengar lemah.

"Ka-kau berdarah," Sonja menjawab dengan terbata-bata. Dan dengan menahan ketakutannya, Sonja mencoba untuk duduk di hadapan wanita itu agar bisa melihat luka yang ada di dada wanita itu. "Terlihat seperti luka cakaran?" Sonja membelalak ngeri melihat luka yang begitu parah dengan darah yang terus saja mengalir.

Sesaat Sonja terdiam ketika melihat warna dari darah yang bercecer di tubuh wanita itu.

Darahnya berwarna hitam.

"Menyingkir dari hadapanku!" Kembali suara tajam itu terdengar. Lalu tiba-tiba saja kedua matanya berubah warna menjadi merah, Sonja juga melihat ada sepasang taring di bibir wanita itu.Tidak salah lagi, wanita ini adalah vampir.

Sonja tidak bergeming dari posisinya yang sangat dekat dengan wanita vampir itu, walaupun ketakutan sedang menjalar ke seluruh tubuhnya. Ini bukan pertama kalinya Sonja melihat dan bertemu dengan vampir. Mahluk yang bagi sebagian orang hanyalah mitos belaka itu, pernah dia jumpai sebelumnya. Dan dia juga sudah sedikit mengerti tentang makhluk buas peminum darah ini. Wanita itu tidak akan mampu untuk melukai Sonja karena dia sedang terluka parah.

"A, aku akan mengobatimu," ucap Sonja tergagap. Gadis mungil itu sangat tahu apa yang dibutuhkan oleh vampir ketika dia sedang lemah.

"Menyingkir kubilang!"Berulang kali wanita itu mengusir dan berusaha membuat Sonja pergi. Tapi Sonja malah terlihat semakin mendekat. Kemudian Sonja mengambil sesuatu dari dalam tas miliknya, sampai akhirnya dia menemukan benda tajam yang ia cari. Lalu Sonja mengiris pucuk jari tangannya yang sontak membuat tetesan darahnya langsung keluar. Dengan segera Sonja memasukkan jarinya ke mulut wanita yang sudah mulai hilang kesadarannya itu.

Perih.

Sangat perih...

Seketika itu juga Sonja merasakan tubuhnya melemas. Perlahan gadis mungil itu ambruk tak sadarkan diri.

1
Firkoh
menegangkannya dapet, cepet update ya kaka author
Saasaa: Terimakasih 🙏 Update tiap hari
total 1 replies
Firkoh
ngeri banget loe thur
Firkoh
kaaaaan bener
Firkoh
ikut tegang Cuy
Firkoh
jangan2 Arthur nih pangeran kegelapannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!