Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Kepala
Pagi harinya....
Abraham membuka matanya melihat jam di dekat tempat tidur yang menunjukkan pukul 06.45 hari ini Abraham harus mengantar dua orang perempuan satunya ke sekolah dan yang lain ke kampus yang jaraknya cukup berjauhan.
Setelah mandi dan berpakaian dengan rapi Abraham melangkah menuju kamar Kiara untuk membangunkan dua orang tukang tidur.
Tok... Tok... Tok...
(mengetuk pintu kamar Kiara)
"Siapa..!? " ucap seseorang dari dalam kamar
"Ini aku Abraham"
"Tunggu sebentar kak... Kiara dan Kak luc sedang mencari baju yang cocok" kata kiara membuat Abraham menghela napas .. Ia tau bahwa mereka berdua akan memakan waktu yang cukup lama.
"Kalian berdua cepat. Nanti Kalian terlambat kakak menunggu 15 menit jika tidak.. Aku akan meninggalkan kalian berdua "
"Iya kak.. "
-15 menit kemudian..
Ketika hendak memanggil Kiara dan Lucia.. Abraham melihat dua orang wanita sedang menuju ke arahnya dengan senyuman lebar..
Lucia begitu cantik dengan Baju putih lengan panjang dan celana warna abu-abu di tambah rambut yang kucir dengan rapi Abraham sempat takjub dengan Tunangannya itu yang memang sudah cantik.
"Kak.. Ayo cepat.. Oh iya mana bekalku dan kak lucia"
Ucap kiara mengalihkan pandangan Abraham.
"Sudah Ada di mobil.. Mama dan papa tadi sudah mempersiapkan semuanya"
Abraham melangkah menuju mobil miliknya dan di ikuti oleh Kiara dan Lucia yang sudah mengekor di belakangnya.
Di dalam mobil Lucia dan Kiara tidak henti-hentinya berbicara sambil tertawa dengan keras sesekali Abraham melirik keduanya yang tampak seperti saudara yang saling menyayangi. Hingga tidak menyadari bahwa Abraham sudah menghentikan mobilnya di depan sekolah Kiara.
"Kiara kau sudah sampai.. Masuk lah dan jangan buat masalah kali ini" kata Abraham karena adiknya itu masih berbicara .
"Eh.. Sudah sampai.. Kalau begitu sampai jumpa kak dan kakak ipar"
"Cup cup cup"
Abraham mencium kening dan kedua pipi adiknya sebelum keluar dari Mobilnya..
***
Sekitar 20 menit Abraham melajukan mobilnya ke kampus Lucia ...
"Kak... Terima kasih telah mengantarku ke kampus "
"Tidak masalah Luc lagipula ini adalah tugasku nanti aku akan menjemputmu telepon saja jika kuliahmu selesai dan satu lagi ini.. "
Ucap Abraham memberikan sebuah bekal dan jaket miliknya kepada Lucia.
"sampai jumpa kak.. Nanti kakak tidak perlu menjemputku hari ini aku akan pulang dengan temanku"
"Oh.. Kalau begitu masuklah nanti kau terlambat"
Lucia tersenyum bahagia ketika Abraham memperhatikan dirinya. Lucia masuk ke dalam kampusnya pandangan Abraham tidak pernah lepas hingga Lucia sudah tidak kelihatan dari jangkauan matanya.
Abraham kembali melajukan mobilnya ke perusahaan papanya karena hari ini paman Deret barada di sana dan Papanya sudah meminta agar Ia menemani Deret hingga Papanya selesai dengan rapat di tahunanya.
Di perusahaan Johan..
Deret baru kembali dari London sudah 3 tahun lamanya Ia menetap di sana bersama dengan kakaknya Donio.
"Paman.." panggil Abraham ketika melihat Pamanya duduk di sofa ruangan kerja Papanya.
"Wah.. Keponakan paman tambah ganteng aja.. "
"Bagaimana kabar kalian bertiga.. Apa Kiara sudah tidak nakal lagi" tanya Deret.
"Hahaha... Paman Kiara dan Lucas hanya bisa membuat kami semua sakit kepala mereka tidak pernah berubah hampir setiap hari pasti akan ada masalah baru yang di timbulkan mereka berdua bahkan kemarin malam Kiara dan Lucas keluar membuat kekacauan di jalan raya"
Ucap Abraham panjang lebar..
"Ha.... Mereka benar-benar.. Padahal mereka berdua sudah dewasa tindakannya tidak pernah berubah.. Untung kau sudah tidak seperti mereka" kaget Deret mendengar Ucapan dari Abraham.
Abraham dan Deret melanjutkan percakapannya tentang kelakuan dari Lucas dan Kiara yang sudah di luar kendali semenjak Donio dan Deret ke London mengurus perusahaan di sana... Memikirkan kelakuan Kiara dan Lucas kepala Abraham dan Deret akan menjadi pecah.
.
.
.
.
Tbc.. .???
Lucia Joshua Ken 20 tahun