Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
Antonio menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk pintu kayu jati berukir di hadapannya.
Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya, ada rasa tidak tenang sejak Boni memberi tahu tentang pergantian kuasa proyek.
Tok! Tok! Tok!
"Silakan masuk," terdengar suara Siska dari dalam, terdengar formal dan dingin.
Antonio memutar kenop pintu. Begitu pintu CEO terbuka lebar dan ia melangkah masuk, langkahnya langsung terhenti. Matanya memicing.
Di atas kursi kebesaran CEO yang biasanya ditempati Siska, kini duduk seorang wanita lain.
Wanita itu menyandarkan punggungnya dengan santai, namun memancarkan aura intimidasi yang kuat. Sementara Siska, wanita yang selama ini ditakuti seluruh karyawan sebagai pimpinan tertinggi, justru berdiri tegak di samping kursi itu dengan sikap hormat.
Wanita misterius itu mengenakan topi pantai bertepi lebar yang sengaja agak diturunkan, dipadu dengan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian besar wajahnya.
Kacamata itu begitu mengecoh pandangan, menyembunyikan sebagian wajahnya.
Antonio terpaku di tempatnya. "Postur tubuh itu... gestur itu..."
"Dia benar-benar mirip Grizla..." batin Antonio, dadanya tiba-tiba bergemuruh. "Tapi tidak, itu tidak mungkin Grizla. Si bodoh itu mana punya nyali duduk di kursi seperti ini? Tapi sial, kenapa rasanya kebetulan sekali? Kemarin malam Grizla tidak pulang setelah kami bertengkar, dan hari ini tiba-tiba muncul Nyonya G sebagai pemilik asli perusahaan ini?"
Grizla, dari balik kacamata hitamnya, tersenyum sinis melihat kepanikan yang terlintas sesaat di wajah suaminya.
Ia sengaja sedikit mendongakkan kepala, membiarkan Antonio menatapnya, layaknya wanita misterius.
Melihat Antonio yang malah melamun dan terus menatap atasannya dengan tidak sopan, Siska berdeham keras.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak Antonio? Mengapa Anda berdiri saja di sana?" tanya Siska.
Nada suaranya dijaga agar tetap sopan secara profesional, meskipun ada rasa muak yang mendalam.
Siska tahu betul bagaimana bajingan di depannya ini memperlakukan Grizla selama ini.
Antonio tersentak, tersadar dari lamunannya. Ia segera memperbaiki posisi berdiri dan berdeham, mencoba mengembalikan wibawanya.
"Ah, maaf. Anu... begini, Bu Siska," Antonio melangkah dua tindak lebih dekat ke meja kerja, mencoba mengabaikan sosok wanita bertopi di tengah. "Saya datang ke sini ingin meminta kejelasan terkait draf proyek kerja. Bukankah selama berbulan-bulan ini saya yang menyusun dan mengurusnya dari nol?"
"Lalu?" tanya Siska pendek, melipat tangan di dada.
"Kenapa hari ini tiba-tiba draf itu dialihkan dan diberikan kepada Boni? Dia itu asisten saya! Kenapa pihak manajemen, atau bahkan Anda sendiri, tidak berdiskusi atau memanggil saya terlebih dahulu sebelum menyerahkan proyek besar itu? Ini benar-benar tidak adil bagi kerja keras saya!" kata Antonio, suaranya sedikit naik karena merasa harga dirinya diinjak-injak.
Siska tidak langsung menjawab. Ia melirik sekilas ke arah Grizla yang memberikan kode berupa anggukan kecil yang nyaris tak terlihat.
"Pak Antonio. Keputusan ini bukan diambil sepihak oleh saya, melainkan langsung disetujui dan diperintahkan oleh Nyonya G selaku pemilik tunggal perusahaan ini. Beliau menginginkan Boni untuk memegang kendali penuh, mengawasi proyek dari awal mulai hingga akhir nanti," kata Siska angkat bicara, suaranya tenang namun menekan.
"Tapi Boni itu tidak punya pengalaman sebanyak saya, Bu Siska! Proyek ini taruhannya nama baik perusahaan!" potong Antonio defensif.
"Boni memiliki analisis yang jauh lebih bersih dan berbakat dalam menangani bidang ini dibanding Anda yang belakangan ini sering tidak fokus," balas Siska tajam.
"Dan tolong ingat posisi Anda, Pak Antonio. Anda adalah karyawan di perusahaan ini, digaji oleh perusahaan ini. Sementara Nyonya G... adalah pemilik mutlak dari tempat Anda mencari nafkah. Beliau memiliki hak veto penuh untuk memberikan, memindahkan, atau mencabut proyek itu dari siapa pun. Termasuk dari Anda," kata Siska dengan sengaja mengulurkan tangan ke arah wanita di sampingnya.
Antonio mengepalkan tangannya di sisi tubuh. Rasa malu dan amarah bercampur aduk. Ia memberanikan diri menatap langsung ke arah wanita bertopi pantai itu.
"Nyonya G. Saya menghormati posisi Anda sebagai pemilik perusahaan. Tapi sebagai karyawan yang sudah berdedikasi di sini, saya rasa saya berhak mendapatkan alasan yang lebih masuk akal. Mengapa saya disingkirkan begitu saja?" tanya Antonio, mencoba mengetuk sisi profesionalitas sang pemilik.
Ruangan itu hening sesaat. Antonio menunggu dengan napas memburu.
Tiba-tiba, wanita yang duduk di kursi CEO itu terkekeh pelan. Suara itu... terdengar begitu familier di telinganya, namun dengan nada yang jauh lebih tegas dan berkuasa di banding dengan suara istrinya di rumah.
Grizla sengaja memajukan tubuhnya, menumpukan kedua tangannya di atas meja, lalu berbicara dengan nada rendah yang penuh penekanan.
"Alasan?" tanya Grizla, memalsukan intonasi suaranya sedikit lebih berat agar suaminya tidak langsung mengenali seratus persen.
"Alasannya sederhana, Pak Antonio. Karena saya tidak suka melihat proyek berharga saya dipegang oleh orang yang terlalu sombong hingga melupakan posisinya. Mengapa? Apa Anda merasa keberatan dengan keputusan saya?" Grizla balik bertanya.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..