Novel ini penuh air mata ya say...kalau tidak kuat Melo, tinggalkan saja...!
Penolakan sang suami untuk mengakui keberadaan putranya membuat Adis menyerah. Ia harus membesarkan putra semata wayangnya seorang diri.
Namun penderitaan makin sempurna yang harus ia alami saat putranya di vonis dokter mengalami sakit jantung membuat ia harus berpikir keras untuk mencari uang tambahan.
"Ya Allah. Dari mana aku harus mendapatkan uang 500 juta dalam sebulan?" desis Adis sambil mengelus dadanya yang terasa sangat sesak lagi sakit.
Bagaimana kisah ini selanjutnya antara Adis, suaminya Panji serta putra mereka Rian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Malaikat Tak Bersayap
Asisten Andre menunggu kedatangan Adis. Ia duduk di antara bangku yang ada di dalam lobi rumah sakit itu tepat di pintu masuk.
Ia sengaja datang lebih awal hanya untuk menemui Adis. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
"Alhamdulillah. Pucuk dicinta akhirnya ketemu juga," lirih Andre siap menyambut Adis saat pintu otomatis lobi itu terbuka.
"Selamat malam suster ...!" sapa asisten Andre ramah.
"Malam...!" Adis tersenyum ramah pada asisten Andre.
"Maaf. Apakah benar saya bicara dengan suster Adis?"
Adis menghentikan langkahnya dan menatap wajah tampan asisten Andre. "Apakah ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya Adis.
Andre mengeluarkan kartu namanya lalu menyerahkan pada Adis sambil bicara." Kenalkan nama saya Andre dan saya dari agensi salah satu model iklan. Saya sedang mencari seorang model dan anda cocok untuk model iklan yang kami butuhkan saat ini.
"Model...? Apakah anda tidak salah memilih saya jadi model untuk agensi anda, tuan?"
"Tentu saja tidak karena kami sudah melakukan observasi beberapa hari ini di tempat ini," ucap asisten Andre sedikit berbohong.
"Tapi pekerjaan saya adalah perawat di rumah sakit ini," ucap Adis.
"Saya tahu suster. Tapi anda kerja shift. Berarti ada waktu luang untuk anda ambil bagian dari kerja sampingan ini. Honor yang anda dapatkan lumayan besar. Sekali sesi pemotretan dan pembuatan iklan sekitar 300 juta. Belum tambahan yang lainnya jika anda di kontrak," ucap asisten Andre.
"Tapi waktu luang saya untuk putra saya. Dengan waktu segitu sempitnya saya juga butuh istirahat untuk bisa memulihkan tenaga saya untuk bekerja seperti saat ini. Lagi pula tidak ada orang yang bisa saya titip anak saya," ucap Adis yang tidak begitu tergiur dengan uang karena waktu sekecil apapun semua itu untuk putranya semata.
Apa lagi untuk siang hari putranya lebih banyak bermain kecuali saat tidur siang, ia baru bisa tidur bersama putranya selama mungkin.
"Suster tidak perlu memberikan jawabannya sekarang. Suster bisa memikirkannya lagi sebelum mengambil keputusan besar ini," ucap Adis.
"Baiklah. Terimakasih untuk tawarannya. Aku akan hubungi anda siap dan tidaknya. Putraku masih terlalu kecil untuk ditinggal sendirian," ucap Adis.
"Kami bisa mencarikan baby sitter untuk putra anda. Tentunya yang profesional," tawar asisten Andre.
Adis tertawa canggung. Lalu menatap wajah asisten Andre sambil menarik nafas dalam.
"Untuk makan dan berobat putraku saja, aku harus ekstra pelit. Bagaimana aku bisa ...-"
"Gaji untuk baby sitter akan kami yang urus. Dan honor untuk anda tidak diganggu. Kami benar-benar butuh anda karena waktu kami sudah sangat sempit.
Tolong dipertimbangkan lagi. Saya kasih waktu anda hanya dua hari untuk memutuskan ikut bergabung di agensi kami atau tidak."
Deggggg...
"Ya Allah. Apakah ini bagian bentuk dari pertolonganmu? Kalau benar, tolong tunjukkan kebenaran untukku agar aku tidak memberikan keputusan yang salah," batin Adis.
"Suster Adis...!" tegur asisten Andre menyadarkan Adis dari lamunannya.
"Oh iya. Insya Allah, saya akan menghubungi tuan secepatnya," ucap Adis.
"Panggil saja saya Andre. Tidak usah pakai embel-embel tuan karena saya juga karyawan di agensi model itu," ucap asisten Andre merasa canggung dengan panggilan Adis padanya.
"Baik Andre. Kalau begitu saya permisi dulu mau bertugas," ucap Adis yang masih menggunakan baju biasa karena belum mengganti baju dinasnya.
"Silahkan suster...! Maaf sudah menahan waktu anda lama," ucap asisten Andre tidak enak hati.
"Tidak apa...! Aku justru sangat excited saat ini mendapatkan tawaran yang fantastis. Tapi putraku yang menjadi pertimbanganku saat ini karena waktu untuk bersamanya akan berkurang." Adis berlaku pergi dari asisten Andre yang sempat termenung mendengarkan keluhan Adis yang ada benarnya.
"Benar juga katamu suster Adis. Usia balita lebih membutuhkan ibunya sampai usia mereka mencapai 5 tahun. Jika sudah masuk usia sekolah, figur ibu makin berkurang karena perhatiannya Leni kepada teman sebayanya," batin asisten Andre lalu meninggalkan rumah sakit itu menuju mobilnya di mana Galih sudah menunggunya di mobil mewah miliknya.
Pintu mobil dibuka oleh asisten Andre. Wajahnya begitu berbinar cerah walaupun belum tahu keputusan Adis mengenai tawarannya.
Galih hanya menunggu asistennya ini bicara walaupun dia cukup kesal karena Andre terlalu lama bicara dengan wanita pujaannya.
"Tuan. Ternyata pilihan anda benar dan tepat. Itu karena suster Adis sangat cantik saat dilihat dari dekat. Aku sangat kagum padanya, tuan. Dia seorang ibu yang sangat mementingkan kebahagiaan putranya hingga tidak begitu tergiur dengan besarnya nilai uang yang aku tawarkan padanya. Padahal uang sebesar itu sudah membuat dirinya tertolong untuk melakukan operasi pada jantung putranya," ucap asisten Andre.
"Apakah dia menolak tawaran kita?" tanya Galih.
"Bukan menolak. Tapi lebih tepatnya mempertimbangkan kembali tawaran kita. Ia hanya memikirkan putranya. Waktu untuk putranya akan tersita jika mengambil pekerjaan sampingan ini," tutur asisten Andre.
"Aku hanya butuh memotretnya sekitar satu jam saja. Selebihnya, dia bisa menemani lagi putranya," jelas Galih.
"Baik tuan. Kita tunggu kabar darinya selama dua hari ini," ucap asisten Andre.
"Tapi sebelumnya itu, pastikan putranya dioperasi dengan baik dan selamat. Siapkan semua kebutuhannya dengan fasilitas termewah yang ada di rumah sakit itu.
Aku ingin putranya tidak mengalami kesulitan apapun. Dan rahasiakan amal baikku ini darinya Jangan sampai dia tahu. Kamu mengerti?" ucap Galih lugas.
"Siap Tuan."
"Kita pulang sekarang...!" titah Galih.
Adis terlihat kurang fokus saat melayani pasiennya karena pikirannya terpusat pada tawaran asisten Andre.
"Aduhhh...sakit suster..!" pekik salah satu pasien yang merasa Adis mencabut jarum infusnya tidak hati-hati.
"Oh ...maaf ibu ..! Maafkan saya...!" ucap suster Adis gemetar ketakutan.
"Hati-hati dong...! Masa sedang bertugas malah melamun," sungut sang pasien begitu jutek.
"Mohon maaf ibu. Saya lagi kepikiran dengan putra saya yang sedang sakit. Itu yang saat ini sedang menganggu saya," ucap Adis agar sang pasien mengerti kesusahan hatinya.
"Sudah tahu anak sakit kenapa masih bekerja?" ketus sang pasien.
"Masalahnya putra saya sakit jantung dan harus dioperasi. Sementara usianya baru tiga tahun dan saya sendiri membesarkannya," jelas Adis lagi.
Kali ini sang pasien tidak lagi menggerutu. Ia akhirnya memahami keadaan Adis. Adis lalu pamit saat melepaskan atribut alat medis yang terdapat ditubuh sang pasien karena pasien ingin pulang.
Adis duduk di meja kerjanya dan mengeluarkan ponselnya ketika sedang sepi. Ia akhirnya membalas tawaran asisten Andre padanya.
"Sepertinya aku tidak bisa meninggalkan putraku. Keadaannya yang sewaktu-waktu kambuh pada jantungnya yang membuat aku begitu takut dia sakit aku tidak ada di sampingnya," tulis Adis di chating WA pada asisten Andre.
"Ya Allah. Apakah aku harus kasih tahu dia kalau urusan operasi putranya akan segera ditangani oleh bosnya dengan dokter ahli di rumah sakitnya yang saat ini Adis bekerja?" batin asisten Andre terlihat gelisah dengan keputusannya saat ini.
mbulet kyk kentut
alurnya susah ditebak 👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕
mampus kau panjul👻😆
kangen katanya 🤦
hei dulu kemana kamu woiiii😤
noh Gilang seharusnya kamu berterimakasih sama Dina yg bisa membujuk Adis jd model 😎
hedeh si Panji sdh di tolong disembuhkan dari kecanduan, malah menggigit orang yang menyembuhkan nya👎🏼😤