NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: tamat
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:880.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Baru saja membuka pintu, Naka langsung disuguhi pemandangan yang membuat bibirnya melengkung ke atas. Entah kenapa, hatinya terasa adem melihat Zea yang sedang menyuapi Arka sambil nonton TV dan ketawa-ketawi. Namun sayangnya, pemandangan itu hanya berlangsung sekejab, ekspresi bahagia Zea seketika hilang saat melihat kedatangannya.

"Nonton apa, keliatannya seru banget?" sambil membawa 2 keresek besar, Naka berjalan ke arah Zea dan Arka.

"Nonton kartun, Om," sahut Arka, beberapa saat kemudian, ia kembali tertawa melihat adegan lucu di TV.

Naka tersenyum, Arka yang ketawa, tapi ia rasanya ikut senang. Tawanya Arka kayak nular, bikin yang melihat ikut bahagia.

"Aku beliin bubur ayam buat kamu." Naka meletakkan keresek warna putih ke atas meja nakas, berisi bubur ayam dan teh hangat. "Buat Arka, Om bawain jajanan yang banyak," membuka kantong keresek minimarket, menunjukkan isinya pada Arka lalu meletakkan di hadapannya.

"Wow, banyak sekali," mata Arka berbinar melihat berbagai macam jajanan di depannya. Ini sih bukan banyak lagi, tapi banyak banget, melebihi banyaknya pas di rumah Om Rizal dulu. "Makasih, Om," mengambil sebungkus sus coklat, namun tangannya tiba-tiba ditahan sang Ibu.

"Makan jajannya nanti, habisin dulu makannya," Zea kembali menyuapi Arka. Tak nyaman Naka berdiri tepat di sampingnya begitu dekat, bahkan gerak dikit aja sikunya nyenggol, ia pindah ke sebelah lain, duduk di sisi ranjang.

Naka agak kaget juga, segitunya Zea jaga jarak.

"Ibu udah," rengek Arka yang selera makannya memang belum pulih.

"Dikit lagi ya, dua suapan," bujuk Zea.

Arka menutup mulut sambil menggeleng, "Gak enak, hambar."

"Itu karena Arka masih belum sembuh total. Kalau pingin sembuh, ya harus dipaksa makannya. Katanya pengen pulang, pengen sekolah, pengen ketemu teman-teman dan Bu guru. Makan lagi ya, Nak," bujuknya, mendekatkan satu sendok makanan ke mulut Arka.

Namun Arka tetap menggeleng, "Aku pengen udang krispi buatan Ibu."

"Iya, nanti kalau sudah sembuh, sudah pulang, Ibu buatin. Sekarang, makan ini dulu ya. Ini enak loh, ada ayam, wortel, bakso," menunjuk makanan ransum dari RS. "Kata Ustadzah gimana, buang-buang makanan, itu do_"

"Sa," lanjut Arka.

"Tuh pinter. Ak dulu ya, Nak."

Arka mengangguk, lalu membuka mulutnya.

Diam-diam, Naka yang melihat senyum-senyum sendiri. Urusan bujuk membujuk, Zea memang juaranya. Dulu awal mula Zea menjadi susternya, ia juga menolaknya, namun wanita itu tidak kehabisan akal, selalu ada saja cara untuk mendekatinya. Hingga akhirnya setelah hampir 2 bulan Zea bekerja, ia bisa benar-benar nyaman dengannya. Ia teringat kejadian dimana akhirnya ia luluh pada Zea.

Pyarr

Naka kaget saat sedang makan, tak sengaja tanganya menyenggol gelas di atas meja hingga jatuh dan pecah.

"Tidak apa-apa, biar saya bereskan dan ambilkan minum yang baru," ujar Zea, meninggalkan Naka di meja makan untuk mengambil air di dispenser dapur. Ia berusaha untuk bekerja segercep mungkin. Namun saat kembali, matanya dibuat melotot melihat tampilan meja makan. Mangkuk makan Naka sudah terguling, isinya tumpah.

Pyarr

Belum hilang kaget Zea, ia kembali dibuat syok sekaligus geram melihat kelakuan Naka. Laki-laki yang emosi karena kesulitan makan itu, mengambil mangkoknya lalu membanting ke lantai. Sungguh, kelakuannya bikin jantungan dan ngelus dada.

Kerja belum genap sebulan rasanya sudah mau nyerah. Tiap hari dihadapkan dengan Naka yang tantrum karena kesulitan melakukan hal-hal kecil termasuk seperti barusan, makan.

"Payah, aku memang payah!" teriak Naka dengan nafas memburu. Sesuatu yang biasanya amat mudah, sekarang jadi terasa sulit karena tak lagi bisa melihat. Kebutaannya membuatnya frustasi berat, dunianya seperti runtuh, hilang seketika. Sudah seminggu lebih ia belajar makan dan melakukan apapun sendiri, tapi hasilnya selalu payah, susah sekali melakukan apa-apa tanpa melihat.

"Nanti kalau terus belajar, InsyaAllah akan bisa. Semua butuh dibiasakan," ujar Zea yang berdiri agak jauh darinya, takut kena lemparan sesuatu. Dulu, awal-awal kerja ia sudah kena lemparan HP hingga kepalanya benjol.

"Diam kamu!" Naka makian naik darah. "Kalau gak tahu apa yang saya rasakan, gak usah ngomong." Ia meraba-raba, mencari tongkat yang tadi ia letakkan di sampingnya, disandarkan pada meja makan. Namun benda itu sepertinya sudah pindah tempat, terbukti saat ia raba cukup lama, tak kunjung menemukannya.

Zea yang faham dengan gerak-gerik Naka, langsung mengambil tongkat yang tergeletak di lantai, lalu menyodorkan padanya. "Ini, Tuan mencari tingkatkan?" memegang telapak tangan Naka untuk membantunya menggenggam tongkat. Namun alih-alih mendapatkan ucapan terimakasih, ia malah mendapatkan amukan. Naka marah, melemparkan tongkatnya.

"Saya gak butuh benda itu, saya gak butuh bantuan kamu!' bentak Naka. Ia bangkit dari duduknya, berjalan tanpa tongkat, berbekal ingatan tentang tata letak meja makan. Namun baru beberapa langkah, kakinya menabrak kursi, hingga akhirnya.

" Awww!" Naka terjatuh, dan sialnya telapak tangan kanannya yang menyentuh lantai, malah terisa perih sekali, seperti tertusuk sesuatu. "Sakit," desisnya, menyentuh bagian yang perih itu dan mendapati sesuatu menancap disana. "Sus, Suster!" teriaknya yang kesal karena tak ada yang menolong. "Suster!" teriknya lagi karena hening, tak ada sahutan. Ia yang kesakitan, berusaha mencabut sendiri pecahan beling di telapak tangan kanannya. "Suster!" terus berteriak, gemetar menyentuh telapak tangannya basah, sepertinya darah.

"Ada apa?" sahut Zea tenang. Sebenarnya sejak tadi ada disana, hanya saja menahan diri untuk tidak membantu.

"Ada apa kamu bilang hah? Matamu buta, tak bisa melihat aku terluka?"

"Lalu, saya harus apa?"

"Bangsaaat, sialan!" Naka yang kesal terus mengumpati Zea, bahkan jika dikumpulkan, hewan yang ia sebutkan bisa membentuk kebun binatang.

Naka merasakan sebuah tangan menyentuh pergelangan tangannya, lalu lukanya diusap menggunakan tisu.

"Sekarang fahamkan, anda butuh bantuan."

1
Aghitsna Agis
kayanya bapanya naka vuman fitnah nara aja biar naka nga mau lagi sm nara jilang kadih 1 m kalau iya fikasih dehitu nga aoan jualan es teh naranya dan pphmya maka ngaku2 ufah pernah tidur sm nara apa mga malu ya
Aghitsna Agis
arka kan nga tahu aps2
Ila Lee
Alhamdulillah keluarga akhirnya bersatu ❤️❤️❤️
Ila Lee
akhirnya tuan very sedar kesilapan nya yakek arka mahu tambah adik biar rumah ramai
Ila Lee
ya betul jdi ibu atau ayah kakek atau nenek jgn pilih kasih kasian anak atau cucu jdi rendah diri rasa terasing 😭😭😭😭
Ila Lee
Alhamdulillah munkin papavery mahu melihat arka cuci satunya lelaki dan juga dia dari cucu lelaki nya di makbulkan tuhan ingin ngajak kakek jalan2 dengan arka❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
orng yg menang kerana tamak tak akan lama berdoa lh biar papa very cepat sembuh keputusan ada di tangan tuan very 💪💪💪💪
Ila Lee
kalau yg itu memang tidak boleh di buat2 santai kalau burung masok sangkar cepat2 delus2 kepalanya 🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
wah kakak atau bu dhe🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
sedih ketemu menantu dan mertua 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ila Lee
wahdu sombong amat jadi orang kita ini manusia tak lebih baik dari yg di aras jdi ingat2 lh khitly
Ila Lee
jgn Karina lelaki yg baik tidak akan membiar kn isteri nya bermusuh sesama adik beradik tidak akan gila harta mertua itu baru lelaki gentleman bodoh amat jadi isteri
Ila Lee
semoga papa very cepat sedar jgn sampai perusaan yg bertahun2 di bagun papavery musnah di buat Alex ayuh Naka semagat 💪💪💪💪
Ila Lee
mna cukup k sekali paling dua kali atau tiga kali kn sudah lama puasa ulat cobra byk bisanya mahu disembur lagi biar nanti arka ada teman bermain gitu
Ila Lee
mna boleh tidur itu ulat cobra Naka sudah bagun dulu mahu cari gua hangat untuk c sembur bisanya🤣🤣🤣
Ila Lee
layan suami zea kn belon MLM pertama setelah nikah soseewt 0❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
wah cemburu bikin orng jdi gila marah tak tenpasal pokoknya Semua salah cita buat orng jadi gila❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
wahdu ayah Naka merajuk tu arka🤣🤣🤣
Ila Lee
Karina benar2 gila harta' dan kedudukan peragai MCM setan 😈😈😈
Ila Lee
wahdu papa very belum mati sudah bicara soal harta warisan begitu menyedihkan kehidupan papa very punya anak dan menantu lelaki yg tamak bukan mahu melihat orang yg sakit malah saling menyalahkan di ini kasian Naka malah isteri nya direndah 2 kan lagi😡😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!