pernikahan yang amelia putri jalani bersama irfan hakim awalnya berjalan baik dan nampak harmonis meskipun masih belum mendapat restu dari ibu mertua, seiring berjalanya waktu usaha yang dirintis bersama sama secara perlahan mulai berkembang dan sukses dengan cepat.
setelah sukses irfan mulai berulah dengan kembali menjalin hubungan secara diam2 dengan mantan kekasihnya dan mendapat dukungan dari ibu tercinta.
siapa mantan kekasihnya irfan...?? bagaimana reaksi amelia setelah tau suaminya selingkuh...?? autor ikuti terus jalan ceritanya ya...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KANS J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
008
" APAAA....!."
Teriak bu melisa melengking hingga membuat irfan melonjak kaget sambil ngusap2 kedua telinganya karena merasa pengang.
" Buseeet dah....." Kira2 dong bu teriaknya, kebiasaan sekali lho ibu ini suka sekali teriak, mana teriaknya ngalahin toa level 9 lagi."
" Salah kamu sendiri kenapa bikin ibu terkejut," bukan melisa namanya kalau mau menyesali apa yang sudah dia lakukan meskipun salah.
" Tapi itu beneran apa yang kamu bilang tadi, kenapa bisa irfan, maksud ibu kenapa bisa wanita bodoh itu menjual rumah dan mobil2mu."
" Itu namanya pencurian, kamu jangan cuma diam saja dong, enak saja mau jual rumah dan mobilmu, ibu tidak terima, ayoo kita kantor polisi sekarang buat laporan."
" Tidak perlu bu, buat apa pakai lapor polisi segala, toh yang menjual kan istri aku sendiri dan uangnya juga istriku sendiri yang pakai, biar sudah bu saya ikhlas kok mungkin ini bagian dari karma yang harus aku terima."
" Lagian sekarang aku juga tidak tau di mana amel tinggal, apakah dia baik2 saja bersama an.."
" Kamu jangan gila irfan. "
Potong bu melisa cepat karena tidak suka dengan sifat anaknya yang akan membiarkan saja apa yang amel lakukan.
" Ibu tidak pernah rela ya kalau wanita bodoh itu sampai menjual rumah dan mobilmu, ibu akan lakukan apapun untuk menggagalkan rencana busuknya itu," tekat melisa dengan menggebu gebu.
" Astaga bu.... Apa yang mau ibu gagalkan, rumah dan mobil sudah laku terjual dan 3 hari lagi aku harus meninggalkan rumah ini bu, karena pemilik barunya akan menempati rumah ini, makanya aku bila..."
" Tidak bisaaa...., ibu tidak bisa terima semuanya, kamu kira rumahmu ini murah dan lagi mobil mewahmu itu ada 5 irfan masak dia jual semuanya dan berapa milyar coba uang yang dia dapat dari hasil menjual semua itu dan uangnya dia telan sendiri, yang benar saja."
" Ciiih ibu tidak menyangka ternyata wanita bodoh itu sangat licik, dia pandai sekali mengambil kesempatan didalam kesempitan disaat kita lengah, benar2 wanita culas," tanpa sadar dirinya sendiri lebih licik dan culas.
" Mobil cuma 4 yang dijual bu, bukan 5, kan yang satu masih irfan pakai, lagian yang dijual kan rumah irfan, mobil irfan, yang irfan dapat saat masih bersama amel, bukan punya ibu, kenapa jadi ibu yang sewot coba, ibu ini aneh tau gak.."
"APA KAMU BILANG....!."
" Ibu sewot, ya iya lah ibu sewot karna wanita bodoh itu sudah dengan lancang mencuri hartamu."
" Kamu itu jadi laki2 jangan bodoh irfan, kamu itu seorang CEO dari perusahaan sukses lho, kenapa bisa bodoh begitu," melisa merasa geram dan putranya yang pasrah2 saja.
" Sudahlah bu, irfan capek berdebat terus dengan ibu yang tidak ada habisnya, lebih baik ibu pulang sana kasihan bapak sendirian dirumah, irfan juga mau istirahat badanku rasanya capek sekali."
" Kamu ngusir ibu....?, durhaka kamu irfan, berani sekali kamu memperlakukan ibumu seperti ini, kamu mem.."
" Ini sudah malam bu, lebih baik ibu pulang, irfan mohon bu badan irfan rasanya capek sekali, kasihan bapak juga dirumah sendirian itu, besok irfan akan usahakan pulang cepat saat bude sudah datang, " putus irfan tegas sehingga mau tidak mau bu melisa pulang dengan hati yang dongkol.
setelah ibunya menghilang dibalik pintu irfan langsung mendesah berat huuffhhhh.
Kamu sebenarnya di mana amel, kenapa kamu tidak mengamuk, melabrak, memaki atau memukul aku sampai kamu puas, aku lebih suka kamu melakukan semua itu dari pada marahmu kamu tunjukan dalam diam dan tenang.
Apa yang kamu lakukan sukses membuatku jadi mayat hidup sayang, sumpah demi allah aku menyesal, menyesal mengikuti kemauan ibuku dan berani bermain api dibelakangmu pada hal aku tau betapa tulusnya hatimu, hiks hiks hiks tolong jangan hukum aku dengan cara seperti ini, tolong jangan pisahkan aku dengan anaku, aku mohon hiks hiks hiks.
Mbok yati yang melihat tuanya terpuruk dalam penyesalannya diam2 merekam dan mengirimkan ke amel, entah apa tanggapan amel mbok yati tidak tau yang jelas ia hanya menjalankan tugas yang diberikan kepadanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Kriiing
Kriiing
Kriiing
" Hallo... " Jawab irfan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
" Hallo beb... Kenapa dari kemaren2 ditelpon susah sekali, kadang nyambung tapi tidak diangkat, kadang malah tidak aktif, mana kamu tidak pernah nelpon aku lagi."
" Harusnya kamu kan tidak boleh begitu beb, sebagai suami yang punya istri 2 harus bersikap adil dong, aku kan istrimu juga punya hak yang sama seperti yang istri kampunganmu itu dapatkan, jangan pilih ka.."
" TUTUP MULUTMU VIONA..." Bentak irfan dengan suara tinggi sehingga membuat viona langsung bungkam diseberang sana.
" Lancang sekali kamu ngatain istriku kampungan, punya hak apa kamu buat menghina istriku hah...!,"
Irfan marah saat mendengar apa yang dikatakan viona, ada rasa tidak terima saat ada yang menghina amel, entah kenapa hatinya terasa sakit.
" Kamu lupa kalau aku juga istrimu hah...!."
" Bahkan sampai sekarang kamu belum menyentuhku, dan kamu maen pergi begitu saja tanpa meninggalkan aku uang sama sekali, transfer pun tidak kamu lakukan."
" Harusnya kamu bersikap adil dong dengan istri2mu, jangan berat sebelah," jawab viona dengan nada tinggi pula karena terpancing emosinya.
" Tidak usah sok menceramahiku, dan jangan coba mengaturku."
" Apa kamu lupa bagaimana caramu untuk mendapatkanku hingga akhirnya aku menikahimu hmm...?," tanya irfan pelan tapi menusuk tepat diulu hati.
" Soal nafkah lahir kamu tidak usah kuatir aku akan tetap bertanggung jawab jadi kamu tidak akan kelaparan setiap harinya, tapi untuk nafkah batin maaf... aku tidak bisa dan kamu tau pasti apa alasanya bukan...! Tut."
Aaarrrrgghhh... Brengsek kamu irfan, emosi viona semakin menjadi saat irfan memutuskan telponnya secara sepihak, tega sekali kamu bikin aku begini, rupanya kamu ingin ber main2 denganku irfan, seringai licik terlihat diujung senyum smriknya saat terlintas ide gilanya.
Wanita kampung... tunggu kehancuranmu, aku mau lihat apa yang akan kau lakukan saat tau suami yang kau anggap setia itu ternyata memiliki istri lain.
Ting...
Mendengar ada suara notifikasi viona buru2 membuka hp nya untuk melihat pesan apa yang masuk, dan mata viona langsung membola dengan sempurna saat melihat isi notif yang masuk.
Brengseeek, dasar laki laki sialan bisanya cuma transfer 20 juta saja dan apa katanya itu untuk jatah sebulan, cih yang benar saja mana cukup uang segitu untuk sebulan, kalau sehari ya mungkin saja cukup, saat viona mencoba untuk menelpon kembali ternyata nomornya sudah tidak aktif lagi.
Aaarrrgghh dasar brengsek brengsek kau irfan..... umpat viona dengan wajah kesal.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Ini bos yakin mau ngambil pinjaman sebesar ini hanya dalam jangka waktu 5 tahun...?, " tanya juan saat selesai membaca surat perjanjian yang diberikan oleh irfan.
" Yakinlah, kenapa tidak, yang penting dalam pemakainya nanti harus kita awasi dengan ketat, jangan sampai disalah gunakan."
" Jadi dengan tambahan modal yang besar itu kita bisa beroperasi lagi dengan leluasa menyelesaikan proyek2 besar kita yang tertunda tanpa harus bergantung pada AP GROUP DAN MITRANYA itu."
" Dengan begitu kita bisa menunjukan kepada mereka bahwa kita baik2 saja, aku bayangkan pasti mereka akan kaget dan syok setelah mendengar berita ini, mereka pasti tidak menyangka kita bisa mendapatkan pinjaman 100 milyar dalam waktu singkat, " ucap irfan dengan bangga tanpa irfan sadari kalau dirinya sudah masuk dalam perangkapnya dika.
" Iya juga sih, apa yang bos bilang ada benarnya juga, tapi ngomong2 bos tau dari mana soal perusahaan itu, sepertinya aku baru dengar nama perusahaan itu...?," tanya juan penasaran.
" Oo itu seusai pertemuanku sama assistennya dika saat aku duduk santai menghabiskan kopi secara tidak sengaja aku ketemu sama yuzak teman SMU kita dulu, kamu ingat tidak..?."
" Yussak.....? Ooo0h yussak yang badanya kurus tinggi kalau jalan agak bungkuk itu ya."
" Betul sekali, dari dialah aku tau, kat..."
" Kenapa bisa...?, Potong juan saat irfan belum selesai bicara, apakah itu perusahaan milik yussak...?, Waah hebat juga ya si jangkung itu, kapan2 aku juga pengen ketemu ah."
" Heeeii....!. "
" Apa sih bos, brisik tau gak, bos cukup jawab pertanyaanku saja tidak perlu teriak2 segala, karena telingaku masih berfungsi dengan baik."
Irfan menatap juan dengan tatapan membunuh sedangkan juan yang mendapat tatapan hanya bisa mengangkat kedua bahunya sambil nyengir kuda.
Kriiiing
Kriiiing
Kriiiing
emosi irfan mereda saat terdengar nada dering di hp miliknya, saat melihat nama ibu dilayar ponselnya irfan segera menekan tombol hijau.
" Ha.."
" Irfan budemu sudah datang, kalau bisa usahakan pulang cepat, budemu kangen katanya, tut."
Mulut irfan menganga saat belum selesai bicara sudah dipotong dan dimatikan secara sepihak oleh ibunya.
Melihat wajah cengo bosnya tawa juan pun pecah
" Wkwkwkwk.... Sabar bos sabar, jangan emosi, tarik nafas pelan lalu lepas."
" JUANTOROOOO..... KAU MAU MATII HAH....! "
" Wkwkwk.... Kabuuuuurrrr, " tawa juan semakin ngakak dan memilih kabur dari pada dapat amukan dari bos tengilnya.
" Setan kalian yaa.... " Tidak sahabat tidak ibu sama saja kelakuan sama2 kayak setan, " maki irfan tanpa sadar dan saat tersadar dari ucapanya
Waduuuh... !, Kalau ibuku setan berarti aku anak setan dong hiiii.... irfan seketika bergidik ngeri, tidak tidak tidak aku manusia bukan setan, enak aja tampan begini jadi anak setan hahaha... Irfan menertawakan dirinya karena merasa konyol dengan pikiranya sendiri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Siapa sih sore2 begini datang bertamu, apa jangan2 itu irfan ya karena merasa bersalah makanya dia datang, viona buru2 keluar dari ruang keluarganya menuju ruang tamu untuk membuka pintu..
Ce'klek....
" Kamu ini bikin apa saja sih, buka pintu saja lama sekali, jangan bilang kamu lagi malas2an dikamar iya...?."
" mami ini apaan sih, datang2 langsung ngomel kayak nenek2 kehabisan daun sirih saja."
Mendengar itu mami vio langsung mendelik tidak terima disamakan dengan nenek2.
" Kurang ajar sekali kamu nyamain mami dengan nenek2," protes mami vio..
" Kan memang mami sudah mau jadi nenek tidak lama lagi, bahkan tinggal nunggu sekitar 6 bulanan saja," jawab viona cuek meskipun dapat pelototan dari maminya.
" Kenapa hari itu kamu tidak transfer uang yang mami minta hah, setelah banyak uang trus mau belajar pelit sama mami, mau jadi anak durhaka iya."
" kamu tau gara2 kamu tidak transfer uang itu mami dipermalukan sama teman2 mami di mall, mami malu sekali vio, sangat malu, harga diri mami di injak2 disana tanpa bisa berbuat apa2, dan semua itu karena kamu." Tunjuk mami vio di depan muka viona sambil meneteskan air mata palsunya.
" Sudah selesai ngomelnya," tanya viona.
" Viooo... Jangan kurang ajar kamu ya.!."
" Mami sendiri yang cari masalah, sudah tau lagi tidak ada uang kenapa mau ke mall segala, giliran ada yang mempermalukan, mami marah2 ke vio, uang saja tidak ada bagaimana vio mau transfer coba, " jawab vio cuek.
" APAAA....!, TIDAK ADA UANG...!, kamu yang benar saja vio, kamu pikir mami percaya dengan alasan konyolmu itu."
" Suami kamu itu pengusaha sukses jadi kalau kamu bilang tidak ada uang itu sangat tidak mungkin vio, jangan coba bohongi mami ya, mami bukan wanita bodoh !."
" Tapi itu memang kenyataanya mi, vio tidak bohong, kalau mami tidak percaya ya itu urusan mami, ini saja kepalaku ada sakit sekali gara2 irfan cuma transfer 20 juta dan dia bilang itu untuk jatah sebulan.."
" WHAAAT....!, Lelucon macam apa itu viona, kamu tidak lagi maen drama dengan mami kan...?."
" Sangat tidak masuk akal kalau kamu hanya dijatah 20 juta sebulan, sementara kamu itu istri yang sangat dicintainya meskipun kamu hanya istri ke dua, apa lagi kalian sebentar lagi akan punya anak.."
Deg....
Gawat mami pasti akan marah besar kalau sebenarnya irfan sudah tau sandiwara mereka selama ini, ucap viona dalam benaknya.
" Sudahlah mi, mungkin irfan lagi butuh dana banyak untuk membuka cabang perusahaanya."
" Makanya sementara vio di kasih nafkah segitu dulu, kan mami bilang vio harus bisa mengerti keadaan suami, " vio berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Iya juga sih, tapi tidak 20 juga kali, paling sedikit itu ya 100 juta lah minimal, apa lagi tidak lama lagi anak kalian akan lahir pasti butuh banyak uang."
Mami vio menyayangkan keputusan menantunya yang memberikan jatah bulanan sangat sedikit menurutnya.
" Masih lama mi 6 bulan lagi, jadi masih ada waktu, siapa tau 2 atau 3 bulan kedepan ada perubahan, " ucap vio mulai jengah dengan sikap ibunya yang selalu ingin menyetirnya.
" Ya sudahlah mau bagaimana lagi, kalau begitu sini kasih mami dari uang simpa.."
" Tidak ada mam, vio tidak punya simpanan sama sekali, adapun cuma sedikit itu buat pegangan vio sendiri, " potong via cepat.
Mami vio mendelik mendengar apa yang dikatakan putrinya.
"yang benar saja kamu vio, sebelum menikah kamu kan dikasih uang banyak sekali sama irfan, sehari kadang kamu dikasih sampe 300 juta, dikali hampir 8 bulan harusnya kan sudah ada berapa milyar uang yang kamu simpan."
" Jadi kamu jangan bohongi mami, kalau mami tidak kepepet tidak akan minta sama kamu, " mami vio tidak percaya dengan alasan putrinya.
" Ck.... mami ini kalau dikasih tau ngeyel banget sih, kalau vio bilang tidak ada ya tidak ada mam, gak percayaan banget sih sama anak sendiri, " bentak vio karena sudah jengah dengan sikap maminya.
Pllaaakk
Satu tamparan mendarat dengan mulus dipipi vio, siapa lagi pelakunya kalau bukan maminya sendiri.
" Berani sekali kamu bentak mami vio, mau jadi anak durhaka kamu hah...!, "
Dada mami vio kembang kempis nahan emosi yang sudah sampai ke ubun2.
" Mami nampar vio.....!, " Vio syok tidak percaya saat mendapat tamparan pertama kali dari maminya.
" Mami jahat, vio benci sama mami, " vio langsung lari masuk kedalam kamarnya dengan derai air mata yang mulai ber cucuran.
Ada sedikit rasa menyesal dihatinya mami vio saat melihat putrinya menangis lari sambil memegangi pipi bekas tamparannya tadi, tapi tidak niat untuk mengejarnya.
Huuufffhh...
Sial sudah dibela belain datang ke sini malah tidak mendapatkan apapun, benar2 anak tidak berguna, percuma saja nikah sama pengusaha sukses kalau akhirnya masih tetap kere, mami vio pergi meninggalkan rumah viona tanpa pamit sambil menggerutu karena merasa kecewa tujuanya tidak tercapai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" kamu dari mana saja mam, kenapa jam begini baru pulang....?, " tanya papi vio saat istrinya baru datang.
" Papi iiihh... ngapain papi duduk disitu gelap2, " bikin kaget saja.
" Tidak usah alihkan pembicaraan, dari mana kamu, kenapa jam begini baru pulang, bukankah papi sudah bilang kurang kurangi kebiasaan kamu yang tidak berguna itu...!, " tekan papi tegas.
Melihat ketegasan suaminya membuat mami vio langsung merasa takut, takut ketahuan apa yang ia lakukan akhir2 ini.
" JAWAB....!, malah bengong, " bentak papi dengan suara menggelegar, membuat mami vio berjingkat saking kagetnya.
" Mami dari rumahnya vio minta uang," ucap mami apa adanya, namun saat sadar langsung membekap mulutnya karena sudah keceplosan bicara, MATI AKU.
" APAAAA.....!, Ngapain mami minta uang sama vio hah...!, bukankah minggu kemaren papi sudah transfer 1 milyar...?, Jangan bilang uangnya sudah habis...?, " tanya papi sambil memicingkan matanya.
" Maaf pi, uangnya memang sudah habis, makanya mami minta sama vio, tapi malah tidak dikasih alasanya vio tidak punya uang, " jawab mami jujur apa adanya, sudah terlanjur basah mandi saja sekian pikir.
" Ck ck ck ck.... Luar biasa kamu ya mam uang 1 milyar tidak sampai seminggu sudah habis, malah mau porotin anaknya lagi, apa mami tidak mikir vio itu dapat uangnya hanya dari irfan suaminya, tidak sumber lain selain itu..?."
" Halaaah papi jangan munafik deh, papi juga kan sering minta sama irfan dengan alasan untuk tambahan modal, " jawab mami tak kalah menohok.
" Memang iya, lalu salahnya dimana minta sama menantu sendiri, lagian alasan papi tidak sepenuhnya bohong, sebagian memang papi pakai untuk tambahan modal diperusahaan kita."
" kamu pikir tanpa bantuan irfan perusahaan kita masih bisa beroperasi...?, dan uang yang papi kasih ke kamu itu uang dari mana kalau bukan dari irfan menantu bodoh idamanku itu," ucap papi dengan bangga karena bisa menguasai menantu bodohnya.
Ting....
Seketika mami vio mendapatkan ide saat suaminya bicara panjang lebar, dengan senyum misteriusnya mami vio mulai menyusun berbagai rencana yang akan di jalankannya.
" Heeeh kenapa mami senyum2 begitu, mami tidak sedang merencanakan sesuatu kan...?," tanya papi curiga.
" Apaan sih pi, curigaan mulu deh jadi orang."
Waaah ide apa ya yang dipikirkan mami vio....? Akankah idenya berjalan sesuai rencananya....?
Lalu bagaimana reaksinya irfan saat menyadari kalau dirinya hanya menantu yang dimanfaakan....??
Penasaran kan....... yuk ikuti terus ceritanya.
Alvaro harus tegas contoh kak Bayu dan keluarga
Di lanjut kak author