NovelToon NovelToon
Mas Kulkas

Mas Kulkas

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:993.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Pengkhianatan oleh adik sepupunya membuat dia, Gavin Agha Wiguna menjadi manusia kulkas berjalan. Hatinya sudah membeku dan sangat sulit untuk mencair.


Hingga pada sebuah kesempatan yang tak direncanakan, dia bertemu dengan perempuan yang pernah dia isengi sewaktu dia masih remaja. Perempuan itu semakin cantik dan manis. Sayangnya, perempuan itu dikabarkan sudah menjadi pacar dari adik sepupunya.

Akankah kejadian tujuh tahun lalu akan terulang lagi? Dengan cerita yang berbeda, di mana Gavin Agha Wiguna yang menjadi pengkhianatnya? Ataukah dia yang terus mengalah dan menjadi semakin dingin seperti kulkas empat pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Antara Percaya Dan Tidak Percaya

"Kok aku deg-degan, ya," ujar Salju sembari memegang dadanya.

"Padahal, aku sudah sering bertemu dengan mereka."

.

Agha mematung untuk sesaat ketika melihat perempuan yang akan menjadi pendamping adik sepupunya. Senggolan di sikunya membuat Agha tersadar.

"Cantik kan?" tanya Apang sembari tersenyum.

Agha masih diam. Dia masih belum percaya dengan apa yang dia lihat di depannya. Sampai acara selesai pun Agha seperti orang linglung. Antara percaya dan tidak. Hingga acara selesai, Agha masih belum mempercayai semuanya.

"Bermalam di sini aja, Mas."

Sang paman yang sudah menganggap Agha seperti putra pertamanya ingin melepas rindu dengan sang keponakan.

"Makasih, Uncle. Mas istirahat di rumah aja."

Semenjak dia dan Ahlam bertengkar, rumah itu terasa asing untuk Agha. Dia juga seakan menjaga jarak dengan si kuartet. Rasa sakitnya tidak ingin dia luapkan kepada para saudaranya yang tak bersalah..

Tibanya di rumah, Agha segera masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Pikirannya masih tertuju pada sosok perempuan calon pendamping Dalla.

"Lalu siapa--"

Suara pintu terbuka. Agha menoleh ke arah pintu dan sang ayah sudah berjalan mendekat ke arah putranya.

"Kantor Wiguna Grup di Singapura butuh kamu."

Agha yang mendengar kalimat sang ayah langsung menegakkan tubuhnya. Menatap sang ayah dengan begitu serius.

"Ada masalah kecil di sana. Daddy yakin kamu mampu mengatasinya."

Sorot penuh harap sang ayah berikan kepadanya. Tanpa berpikir panjang Agha pun segera mengiyakan. Sang ayah sudah memberikan dua tiket kepadanya. Dahi Agha mengkerut, tapi sebelum Agha melontarkan pertanyaan Aksa mengeluarkan kalimat yang tak bisa dibantah.

"Kamu akan ditemani Reksa."

Agha hanya bisa mengangguk. Dia akan mengikuti apa yang diperintahkan sang ayah. Dia juga harus menyiapkan semuanya. Agha sudah terbiasa mandiri. Jadi, semuanya pun akan dia siapkan sendiri.

Ketika pagi datang, Reksa sudah duduk di meja makan bersama keluarganya. Namun, ada pemandangan yang aneh di mata Agha ketika melihat Reksa dan Ghea yang hanya saling diam. Biasanya mereka akan selalu adu mulut bagaikan tikus dan kucing.

"Jaga putra Mommy, ya."

"Pasti, Tante."

Reksa menjawabnya dengan begitu sopan. Senyumnya pun tak pernah pudar. Itulah yang Riana suka dari Reksa. Anak itu sedari dulu sampai sekarang selalu menularkan virus bahagia.

Agha dan Reksa berpamitan kepada Riana, Aksa dan Ghea. Mereka diantar oleh sopir pribadi rumah Aksara. Tibanya di bandara, Agha dan Reksa harus segera menuju pesawat karena mereka hampir terlambat. Tak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Dua lelaki jangkung itu seakan tengah bergelut dengan pikiran mereka masing-masing.

Tibanya di bandara Singapura, mereka sudah dijemput sopir kantor Wiguna Grup. Mereka langsung menuju kantor. Tak ada sambutan spesial untuk Agha karena Agha meminta kepada sang ayah untuk tidak memberitahukan jikalau dia adalah putra dari Aksara. Aksa pun setuju dan menyembunyikan identitas sang putra. Nama Wiguna di belakang nama Agha pun tidak dipakai di sana.

Tatapan sinis Agha terima. Terlihat jelas petinggi di sana menganggap remeh Agha. Ya, dia adalah perwakilan petinggi yang paling muda di ruangan tersebut. Tak berselang lama, seorang pria muda seusianya datang dengan gaya yang membuat Agha tersenyum tipis.

"Selamat datang Tuan Alex Anderson."

"Alex Anderson."

Agha mengingat nama dan wajah lelaki itu. Sedangkan Reksa sudah mulai mencari tahu tentang siapa Alex Anderson. Rapat pun dimulai. Agha mengikuti dengan baik dan banyak hal yang dia tangkap di sana. Arogansi seorang pemimpin terlihat begitu jelas. Agha tak berbicara apapun. Dia seperti sedang mengikuti alur yang mereka buat. Mengikuti permainan yang sedang mereka mainkan. Sebelum rapat, salah seorang di sana bertanya kepada Agha dengan nada yang sedikit mengejek.

"Apa Anda mengerti, Bapak Gavin?"

Agha pun membalas pertanyaan itu dengan seulas senyum penuh makna. "Tentu."

Selesai rapat, Agha dan Reksa menuju hotel di mana mereka bermalam untuk beberapa hari ke depan. Agha baru saja membuka laptopnya, Reksa.sudah menyerahkan data kepada Agha dengan wajah serius. Agha pun membaca dengan seksama.

"Felix Anderson," ucap Agha. Reksa mengangguk.

Agha pun tersenyum licik. Dia tahu siapa Felix Anderson. Waktu kecil dia sering melihat pria itu bersama sang ayah. Bisa dikatakan dia adalah teman baik sang ayah. Namun, para teman sang ayah tidak pernah melihatnya. Agha selalu bersembunyi, tapi selalu mengawasi.

"Rubah tidak akan bisa mengelabuhi singa," ujar Agha.

Felix Anderson adalah orang kepercayaan sang ayah yang memiliki jabatan tertinggi di Wiguna Grup Singapura. Dia akan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, tapi akan menyuruh anaknya untuk menggantikan posisinya. Padahal, semua itu tidak bisa dilakukan. Akan tetapi, semua petinggi di sana malah setuju.

.

Agha sudah memakai pakaian santai. Reksa yang masih asyik dengan laptopnya menatap bingung ke arah sang sahabat.

"Gua mau nyari angin dulu."

"Ke mana?" tanya Reksa yang kini kembali fokus pada layar segiempat di depannya.

"Jangan belaga be go," sungutnya.

"Lu bukan manusia polos," lanjut Agha lagi. Reksa pun tertawa cukup keras.

Agha berhenti di sebuah restoran halal. Tiba-tiba perutnya lapar. Aroma masakan yang disuguhkan pun tercium sangat nikmat. Agha memesan apa yang dia inginkan. Tengah asyik menunggu makanan, dia melihat lelaki di ruang meeting ada di sana juga. Awalnya lelaki itu sendiri, tak lama ada seorang perempuan cantik dan seksi datang. Mencium lelaki itu dengan mesra. Agha masih mengamati.

Sambil menyantap makanan yang dia pesan, pandangannya masih tertuju pada lelaki itu. Dia meyakini jika perempuan itu adalah kekasih dari si lelaki tersebut.

Agha menghentikan kunyahannya ketika melihat dua orang itu mulai berdiri. Meninggalkan restoran itu. Agha pun tak berniat untuk mengikuti karena hanya membuang waktunya saja. Tengah asyik menyantap makanan, terdengar suara keributan di luar. Agha yang memang memunggungi pintu keluar tak mengindahkan.

Di depan restoran, seorang wanita tengah menghadang seorang lelaki tampan yang menggandeng seorang perempuan seksi. Terlihat betapa marahnya wajah wanita itu.

"Siapa dia? Kenapa kalian begitu mesra?"

Perempuan seksi yang bersama si lelaki malah tersenyum tipis mendengar pertanyaan itu. Dia malah membuang ludah seakan merendahkan si wanita yang tengah murka di depannya.

"Kamu tidak perlu tahu siapa dia. Dan jangan pernah mencampuri urusanku!"

Lelaki itu pergi dengan si perempuan seksi. Namun, si wanita itu mengejarnya dan menarik belakang kemeja si lelaki. Erangan kesal terdengar dan dengan penuh tenaga dia mendorong tubuh si wanita itu hingga dia tersungkur beberapa meter ke belakang.

"Kita hanya PACARAN! Jadi, jangan coba-coba mengatur kehidupanku lagi!"

Lelaki itu mengeluarkan kalimat penuh kegeraman sambil mencengkeram pipi si wanita yang tersungkur tersebut. Terdengar ringisan kesakitan dari si wanita.

Rahang seorang pria yang baru keluar dari restoran mengeras ketika melihat drama nyata di depannya. Terlihat dia sangat tidak terima..

"Berengsek!!"

Di tengah rasa sakit pada fisik dan hati yang wanita itu alami, dia mencoba untuk berdiri sambil menahan rasa sakit pada tulang ekornya. Tubuhnya limbung dan untungnya ada yang menangkap tubuhnya dari belakang. Dia menoleh ke arah kiri di mana wajah orang yang menolongnya terlihat begitu jelas. Sorot mata tajam penuh kecemasan membuat matanya berair. Seketika air matang mengalir begitu saja..

...***To Be Continue***...

Komen dong ...

1
Visencia Alingga
semangat dan sukses selalu ❤❤❤
Visencia Alingga
yg di rasain agha itu bkn drama, itu bentuk dr rasa sakit yg udh kependem lama sebuah tuduhan tak berdasar yg di awali penghianatan dr org terdekat jg dr sebuah tuntutan keluarga utk selalu jd pelindung dan jd org terkuat di keluarga, di tuntut utk selalu memberi contoh yg baik(biasanya trauma seperti itu 80% nya di alami oleh anak sulung). jd ya wajar merasa seperti itu 💪💪💪
aryani
😍😍😍
aryani
y gt nasib anak bungsu
aryani
hahahaha reksa esmoni😁😁😁
TEGUH Liliana
MANTAAPPPP. Bener cewek ga tau diri dan bersyukur serta ga punya urat malu ngapain dialusin?!
Violet
Agha bukan tdk mau ataupun tdk bisa move on tp karna terkejut kecewanya itu dtg dr kluarganya sndiri yg dimana slalu mengagungkan kluarga adl yg paling utama apalg Agha slalu ditekankan utk slalu mengalah lalu tiba2 di suruh mengalah lg pdhal jelas2 saudaranya sndiri yg berulah ya makin menumpuk lah rasa kecewanya
dwi'x
Luar biasa
Elly Setia Ningsih
bagus
Ginchin_✧
mas agha(xu Kai)
🌿wing2bo_27
Luar biasa
Niviey Erilvi
aku bingung bukannya salju tunangannya dalla ya lah kok ada di Singapura trus pacaran dg Alex,bingung apa aku yg gak faham Ama alurnya ya
Nay Nayla
...
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
kok gea?
jgn kebanyakan pake kata ganti thor, bikin agak bingung
Kusii Yaati
mas agha penuh dengan kejutan tp juga bikin emosi 😂
Kusii Yaati
reksa jiwa keponya meronta-ronta 😂
Kusii Yaati
modusnya mas agha ihhhh bikin gemes 😍
hìķàwäþî
rudal rusia? apa itu berurat juga?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!