Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.
Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.
Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Tetua Lembah Racun
Berikut adalah hasil rombakan dan penyuntingan Bab 22: Tiga Tetua Lembah Racun dengan gaya penulisan khas platform Noveltoon. Formatnya disesuaikan untuk layar HP dengan paragraf pendek dinamis, aksi yang memicu adrenalin (high-gratification), serta plot twist emosional di bagian akhir.
BAB 22: Tiga Tetua Lembah Racun
WUUUNG!
Tiga sosok berkaus jubah abu-abu pekat mendarat dengan sangat anggun di area mulut tebing. Namun, tepat pada fraksi detik ketika telapak kaki mereka menyentuh permukaan tanah... fenomena mengerikan terjadi. Hamparan rumput hijau di sekeliling mereka seketika menghitam, layu, dan membusuk dalam hitungan milidetik.
Udara di sekitar mendadak pekat, dipenuhi oleh kepulan aroma racun korosif yang teramat menyengat hingga menusuk rongga hidung.
Tetua Bai seketika mengernyitkan dahi dalam-dalam, mundur setengah langkah. "Orang-orang dari... Lembah Racun!"
Han Lie dari Sekte Iblis Darah juga menyipitkan sepasang mata sedingin esnya. "Jadi faksi pembunuh bayaran kalian akhirnya juga tidak tahan untuk tidak ikut mencicipi bagian dari kue warisan ini, huh?"
Sesosok figur yang berdiri di posisi tengah rombongan abu-abu itu ternyata adalah seorang wanita tua berambut seputih salju. Tangannya menggenggam sebilah tongkat kayu purba berkepala ular cobra emas, sementara sepasang matanya berkilat tajam bak burung elang yang mengintai mangsa. Di sisi kanan dan kirinya, mengekor dua orang tetua pria paruh baya dengan raut wajah kaku tanpa ekspresi fana.
Wanita tua itu menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kelicikan. "Kalian berdua silakan saja saling membantai demi memperebutkan sisa pusaka menara kuno tersebut. Namun... hukum Lembah Racun kami hari ini menetapkan... bahwa jiwa bocah jubah abu-abu itu... mutlak harus diserahkan menjadi hak milik faksi kami!"
Yu Chen mengembuskan napas panjang yang teramat lelah di balik perlindungan batu. "Hebat sekali nasibku hari ini. Sekarang bertambah lagi satu rombongan monster tua yang mengincar leherku."
Di dalam kesadaran spiritualnya, suara berat Roh Menara kembali bergema penuh urgensi. "Waspadalah secara maksimal, Shen Yu! Metode pembantaian dari Lembah Racun berkali-kali lipat lebih menjijikkan dan licik dibandingkan aliansi mana pun. Mereka tidak akan pernah menjagalmu menggunakan sebilah pedang terang... melainkan mereka akan menyusupkan spora racun tak kasat mata ke dalam aliran meridianmu bahkan tanpa pernah kausadari!"
Tetua Bai mendengus kasar, memancarkan aura pedangnya. "Liu Gui! Sejak kapan faksi racun kelas rendah kalian memiliki nyali untuk mencampuri urusan logistik Sekte Pedang Awan-ku, huh?!"
Wanita tua bernama Liu Gui itu meletuskan tawa pelan yang teramat kelam. "Tentu saja sejak detik di mana tetua faksi kami berhasil mengonfirmasi satu kenyataan gila... bahwa sosok Pewaris Tunggal dari Sekte Dewa Kuno yang melegenda itu ternyata masih hidup dan bernapas di tempat ini!"
Manik mata Yu Chen seketika menyipit tajam, dadanya berdesir hebat. "Sialan... mereka benar-benar telah berhasil membongkar identitas darah asliku secara total."
Han Lie memutar tombak hitamnya di udara, memercikkan hawa beku. "Sudah tidak ada urgensi bagi kita untuk saling membuang kata-kata di tempat ini. Hukum rimba yang berlaku tetap sama: Eksistensi siapa yang terkuat di akhir duel... maka dialah yang berhak menyeret bocah itu pergi!"
Tetua Bai menganggukkan kepalanya dengan dingin. "Setuju!"
Mendengar dirinya dijadikan sebagai objek taruhan konfrontasi secara vulgar, Yu Chen hanya menggelengkan kepalanya perlahan seraya menyeringai tipis. "Sekumpulan monster tua yang teramat sombong. Kalian berbicara seolah-olah diri ini sudah resmi terkunci menjadi seekor domba tawanan di bawah kaki kalian."
Liu Xue yang bersembunyi di balik kerapatan semak belukar karavan tampak menggigit bibir bawahnya erat-erat hingga berdarah. Jantungnya berdegup kencang karena cemas. Ia sangat memiliki hasrat untuk melompat keluar membantu Yu Chen, namun logika ranahnya berteriak bahwa basis kultivasinya yang terlalu rendah hanya akan berakhir menjadi beban daging yang merepotkan.
Tepat pada detik kritis ketika atmosfer pertarungan segitiga mencapai titik didih... suara Roh Menara mendadak bergema dengan nada super serius:
"Shen Yu... sudah saatnya. Lepaskan dan hancurkan belenggu Gelang Pemberat fisikmu sekarang juga!"
Yu Chen tertegun sejenak di sebalik topeng perernya. "Apa kau yakin, Kakek? Ini terlalu cepat dari estimasi semula. Jika aku melepas belenggunya di detik ini... maka riak fluktuasi energi fisik asliku akan terekspos sepenuhnya di bawah mata mereka."
"Jika kau tetap bersikeras mengunci tubuhmu dengan beban 5.000 jin itu sekarang... jangankan untuk menang, bahkan untuk sekadar mengerahkan Langkah Bayangan Ilusi demi melarikan diri pun kau mutlak tidak akan pernah memiliki probabilitas selamat!" balas Roh Menara telak.
Yu Chen menatap tajam ke arah tiga faksi master di depannya, lalu mengalihkan pandangannya mengunci pada gelang besi hitam polos yang melilit pergelangan tangannya. Kedua jarinya perlahan bergerak, menggenggam titik tuas pengunci gaib gelang tersebut.
Sementara itu, di tengah arena tebing, Tetua Bai, Han Lie, dan Liu Gui mulai secara serentak melepaskan seluruh tekanan aura Foundation Establishment mereka secara massal. Kubah langit di atas lembah seketika berubah warna menjadi gelap pekat, dan bumi terus bergetar hebat.
Namun, tidak ada satu pun dari tiga kekuatan besar tersebut yang menyadari... bahwa sesosok pemuda kerempeng jubah abu-abu yang mereka anggap sebagai target mangsa tak berdaya... saat ini sedang bersiap untuk meletuskan wujud asli kekuatan monsternya!
Klik.
Tuas pengunci Gelang Penekan Bobot Fisik berbunyi samar.
Klik!
Tuas mekanisme kuno terbuka sepenuhnya. Yu Chen menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan. "Lepas."
DUUUUMMM!!!!!
Tepat pada detik ketika kedua gelang besi hitam itu terlepas dari kulit pergelangan tangannya dan jatuh menghantam tanah berlumpur tebing... sebuah ledakan gelombang kejut yang teramat gila meletus seketika!
Meskipun ukurannya hanya sekecil gelang biasa, namun bobot padat 5.000 jin mentah yang dikandungnya seketika membuat permukaan tanah tebing amblas ke bawah membentuk lubang kawah, meremukkan seluruh bebatuan cadas di sekitarnya hingga hancur menjadi serpihan debu jalanan bagai dijatuhi dua gunung kecil!
Wush!
Ketiga ahli ranah tinggi dan monster ular di tengah pertempuran seketika menghentikan sirkulasi gerakan mereka secara instan, menolehkan kepala mereka dengan sepasang mata membelalak sempurna penuh keterkejutan.
Tetua Bai menyipitkan matanya tajam, dadanya berdesir hebat. "Beban gravitasi apa itu...?!"
Han Lie mengangkat sebelah alisnya dengan wajah penuh syok yang tak bisa disembunyikan. "Mustahil... Jangan bilang... selama drama pertarungan dan pelarian dari bawah tadi... bajingan cilik itu bergerak sambil memikul objek seberat ribuan jin di kedua tangannya?!"
Yu Chen secara perlahan menggerakkan dan memutar poros kedua bahunya. Detik itu juga, ia merasakan bobot tubuh fisiknya mendadak menjadi seringan helai bulu unggas.
Aliran energi Qi Kekacauan Purba meletus hebat, mengalir deras tanpa ada hambatan satu milimeter pun melewati 108 jalur meridian yang terbuka sempurna, menyelimuti setiap sel dagingnya.
Ia mengepalkan telapak tangan kanannya secara santai di udara kosong.
Bukk!
Hanya sebuah gerakan kepalan tangan ringan tanpa tenaga, namun densitas tekanan fisiknya sudah cukup untuk memicu ledakan sonar udara kasat mata yang teramat nyaring!
Roh Menara menyunggingkan senyum kepuasan yang teramat sangat dari balik dimensi cincin. "Hahaha! Inilah wujud asli kapasitas fisik superioritas yang sesungguhnya! Mulai detik ini, Shen Yu... kau telah berhak untuk melepaskan seluruh tirani tenalamu tanpa batas!"
Han Lie meletuskan tawa kelam yang dipenuhi oleh kilatan keserakahan baru. "Menarik! Sungguh teramat sangat menarik! Semakin banyak bakat monster yang kausembunyikan, Bocah... maka artinya nilai jual dari kepala botakmu akan menjadi berkali-kali lipat lebih agung di hadapan Rajaku!"
Tanpa memberikan ruang waktu satu milidetik pun bagi Yu Chen untuk beradaptasi, Han Lie mengerahkan kecepatan maksimalnya, melesat maju menusukkan tombak hitamnya secepat kilat.
SWISH!
Namun kali ini... konklusi pertahanan Yu Chen berubah total. Ia sama sekali tidak mengambil opsi melompat mundur ataupun menghindar. Yu Chen justru mengambil satu langkah lebar maju ke depan menyongsong serangan!
CLAAANG!!!!!
Bilah pedang besi tua di tangan kanan Yu Chen berbenturan secara frontal dengan ujung mata tombak hitam Han Lie tepat di udara tebing.
Sebuah gelombang kejut berskala masif meletus dari titik benturan, menyapu bersih seluruh vegetasi pepohonan di sekitarnya hingga rata dengan tanah. Manik mata Han Lie seketika membelalak sempurna penuh horor. Ia merasakan kedua lengan tangannya bergetar hebat menahan daya tolak fisik Yu Chen yang mendadak berubah menjadi sekokoh dinding baja purba.
"Bagaimana bisa... kecepatan refleks dan kapasitas tenagamu melonjak se-ekstrem ini dalam satu kejutan?!" seru Han Lie kaget.
Yu Chen menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang sarat akan dominasi. "Sederhana saja, Tuan Han Lie. Karena sejak detik ini... aku sudah secara resmi berhenti menahan diri untuk bermain komedi dengan kalian semua."
Flash!
Menggunakan kombinasi Langkah Bayangan Ilusi tanpa belenggu beban, sosok jubah abu-abu Yu Chen mendadak lenyap bagai asap hitam dari hadapan mata Han Lie.
Satu milidetik kemudian, ia tahu-tahu sudah termaterialisasi tegak tepat di area titik buta di belakang punggung Han Lie.
Sret!
Bilah pedang tua Yu Chen melintas horizontal dengan kecepatan suara, menyayat tipis jubah ungu tua milik Han Lie hingga robek dan meneteskan beberapa tetes darah segar.
Meskipun luka fisik yang dihasilkan tergolong tipis, namun ekspresi wajah Han Lie seketika berubah menjadi sangat muram, kelam, dan dipenuhi oleh rasa murka yang teramat pekat. "Lancang! Sepanjang sejarah peradaban, tidak pernah ada satu pun kultivator rendahan dari ranah fana Body Tempering yang memiliki kelayakan untuk melukai tubuh fisikku!"
Yu Chen hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai seraya menyarungkan kembali pedangnya. "Kalau begitu... anggap saja hari ini diriku adalah wujud dari pengecualian hukum alam pertama yang akan meremukkan kesombonganmu."
Menyaksikan demonstrasi kelincahan yang berada di luar nalar tersebut, Tetua Bai dan wanita tua Liu Gui seketika saling berpandangan satu sama lain dengan raut wajah tegang.
Otak cerdik monster tua mereka akhirnya menarik satu konklusi yang teramat menakutkan: Bahwa level bakat pemahaman dan kapasitas fisik pemuda jubah abu-abu di hadapan mereka saat ini... mutlak telah berada di tingkat monster yang menantang langit. Jika mereka membiarkan benih berbahaya ini tetap bernapas dan tumbuh selama beberapa puluh tahun ke depan, maka ia dipastikan akan menjelma menjadi teror ancaman kehancuran terbesar bagi seluruh faksi penguasa di dunia kultivasi atas!
Wanita tua Liu Gui mengetukkan tongkat ular emasnya kuat-kuat ke atas permukaan lantai batu tebing.
DUG!
"Sudah saatnya kita menyudahi drama komedi bermain-main ini, Rekan sekalian," ucap Liu Gui dengan nada suara yang teramat dingin dan dipenuhi niat membunuh mutlak. "Kita bertiga... kerahkan seluruh modal kekuatan ranah kita dan serang bocah iblis ini secara serentak bersamaan sekarang juga!"
Tetua Bai menganggukkan kepalanya dengan raut wajah kelam penuh penegasan. "Setuju. Demi menghindari potensi malapetaka besar di masa depan... hari ini, bocah pembawa sial ini... mutlak harus dilenyapkan dari muka bumi!"
Han Lie menyunggingkan senyuman dingin yang teramat kelam, mengunci aura tombaknya. "Sungguh ini adalah wujud dari momen pertama seumur hidupku... di mana aku memiliki keselarasan pendapat yang sama dengan kalian, sekumpulan orang tua munafik."
BOOOOMMMM!!!!!
Tiga pilar aura energi makro berskala tirani dari tiga ahli ranah atas mendadak meletus hebat secara serentak, menyatu membentuk kubah tekanan gravitasi spiritual kolosal yang mengunci mati ruang tebing. Hantaman auranya begitu masif, seketika membuat sistem pernapasan Yu Chen tersedak parah, dadanya terasa sesak dihimpit beban.
Roh Menara berteriak dengan nada suara yang teramat cemas langsung di kesadaran spiritual Yu Chen: "Shen Yu! Kau mutlak tidak akan pernah memiliki probabilitas peluang menang jika memaksakan diri menghadapi kombinasi keroyokan tiga master ranah Foundation Establishment Puncak sekaligus! Cepat gunakan Langkah Bayangan Ilusi-mu dan melesatlah lari menuju ke arah titik koordinat Wilayah Timur hutan ini!"
"Menurut peta memori kuno menara, di ujung hutan timur sana... terdapat sebuah kompleks situs [Runtuhan Kuno Terlarang (Ancient Ruins)]. Itulah satu-satunya koordinat pelarian yang memiliki kapabilitas untuk menyelamatkan nyawamu!"
Yu Chen menganggukkan kepalanya pelan secara rahasia, menstabilkan kuda-kuda kakinya bersiap melesat.
Namun... tepat pada fraksi milidetik sebelum tubuh jubah abu-abu Yu Chen sempat meletuskan gerakan kakinya untuk melarikan diri menembus semak belukar...
Srusuk... Srusuk...
Sesosok siluet tubuh mungil seorang gadis kecil berkaus jubah compang-camping mendadak berlari keluar dengan tergesa-gesa dari balik kerapatan tanaman belukar hutan, memotong perimeter medan perang berdarah.
Usia gadis kecil itu tampak masih teramat sangat muda—sekira baru menginjak sepuluh tahun lamanya. Seluruh wajah mungilnya dipenuhi oleh cucuran air mata yang deras dibarengi ekspresi ketakutan yang mendalam.
Gadis kecil itu berlari seraya berteriak histeris dengan suara cemprengnya: "Tolong...! Siapa pun pendekar baik hati di sana... hamba memohon kemurahan hati kalian... tolong selamatkan nyawa Kakak kandungku di dalam hutan sana...!"
Melihat kemunculan entitas asing yang teramat acak dan di luar nalar tersebut, seisi tebing seketika tertegun membisu.
Ketiga ahli ranah atas dan Yu Chen seketika membekukan gerakan sirkulasi energi mereka, dilanda keheranan yang teramat sangat. Bagaimana mungkin ada seorang anak kecil fana biasa yang memiliki kemampuan untuk menyusup masuk menembus radius area pertempuran mereka tanpa pernah terdeteksi oleh persepsi spiritual ranah Foundation Establishment mereka sejak awal?! Ini benar-benar tidak masuk akal!
Namun... pada detik kebersamaan itulah... fenomena yang jauh lebih gila meletus di dalam dimensi kesadaran spiritual Yu Chen.
Boom!
Wujud jiwa spiritual Roh Menara di dalam Cincin Penyegel Langit mendadak tersentak hebat, sepasang mata keemasannya membelalak sempurna penuh dengan horor dan keterkejutan berskala kolosal. Seluruh tubuh transparannya gemetar hebat, seraya menatap lekat-lekat ke arah sebuah objek lempengan kecil yang sedang tergantung melingkar di leher indahnya gadis kecil compang-camping tersebut. Benda itu adalah sebilah liontin batu giok berwarna ungu tua berukir relief burung phoenix kuno.
Detik berikutnya, lengkingan teriakan histeris dari Roh Menara meledak hebat dengan nada suara yang teramat gemetar parah menahan gejolak emosi purba:
"Demi Dewa Pencipta Alam Semesta...!!! Ini... ini benar-benar sebuah kenyataan gila yang teramat sangat mustahil!!!"
"Shen Yu! Gunakan seluruh persepsi mata jiwamu untuk menatap lekat-lekat ke arah sebilah liontin batu giok di leher gadis kecil itu! Relief phoenix ungu tersebut... mutlak 100 persen bukan artefak fana biasa! Benda itu adalah [Lencana Warisan Darah Ibu]... lambang otoritas tertinggi milik klan keluarga besar dari... Ibu Kandung aslimu sendiri yang selama ini kaumiskan misterinya!!!"