Khayana Saputri, gadis yang masih duduk di bangku kuliah harus merelakan kehormatannya direnggut paksa oleh sahabat kakaknya.
Askanda Alexander, penerus kerajaan bisnis AA Company harus menikahi gadis yang tidak sengaja ia tiduri saat sedang mabuk.
Aska dan Yana harus menikah setelah melewati sebuah malam panas karena Aska harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Apalagi yang Aska takutkan akan tumbuh benih di rahim Yana nanti.
***
Kalau mau tahu bagaimana cerita cinta Aska dan Yana, ikuti terus di sini ya 😉
IG: gadis_taurus15
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Ikut Suami
Setelah acara selesai, Ardi bersama dengan sahabat Aska yang lain langsung menarik Aska dan membawanya ke halaman belakang rumah. Mereka benar-benar sangat penasaran apa yang terjadi hingga Aska menikah dengan Yana. Walaupun Ardi sudah sedikit mengetahuinya dari mertuanya tetapi ia ingin mendengar sendiri dari mulut Aska.
" Apa-apaan sih kalian " ucap Aska sedikit kesal karena ditarik paksa.
" Lo harus jelasin ke kita-kita, kenapa bisa lo tiba-tiba jadi adik iparnya Tya " ucap Ilham, salah satu sahabat Aska.
" Ya bisa aja, namanya juga jodoh " jawab Aska cuek.
" Tapi gimana bisa, Aska " ucap Ahsan yang sudah sangat penasaran.
" Iya Ka, walaupun gue udah denger dari mertua tapi gue juga mau denger langsung dari lo " tambah Ardi.
Ayah dari dua orang anak itu masih sulit percaya jika sahabatnya akan menjadi adik iparnya.
Aska menghela napasnya panjang. Ia menatap para sahabatnya yang sepertinya sangat penasaran. Leon yang biasanya tidak peduli dengan orang lain kini terlihat sangat penasaran walaupun tidak mengatakan apapun.
Akhirnya Aska pun menceritakan apa yang membuatnya dan Yana harus menikah. Tidak ada salahnya menceritakan itu pada mereka, toh mereka semua sahabat baiknya.
" Jadi lo udah gak perjaka sebelum nikah? " ucap Dareen tidak percaya.
" Hmm " jawab Aska.
" Gila sih, gue kalah " ucap Dareen karena diantara yang lain hanya dia yang tidak memiliki istri atau kekasih.
" Udahlah, yang penting sekarang lo udah jadi suami. Jaga bener-bener tu adik ipar gue, dia pasti masih belum terbiasa sama statusnya yang tiba-tiba berubah jadi seorang istri " ucap Ardi menepuk pundak Aska.
Aska pun menganggukkan kepalanya karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga Yana.
***
Saat para tamu dan sahabat Aska dan Yana sudah pulang, Aska juga akan membawa Yana untuk tinggal di rumah keluarganya seperti yang sudah mereka bicarakan sebelumnya. Awalnya Aska ingin langsung mengajak Yana untuk tinggal di apartemen tetapi Mama Lili meminta mereka menginap di rumah barang sehari.
" Pak Nadi, kami pamit pulang dan kami juga izin membawa menantu kami untuk tinggal bersama kami " pamit Papa Lionel pada Ayah Nadi sekeluarga.
" Silahkan, Pak. Sudah seharusnya Yana mengikuti kemanapun suaminya pergi " jawab Ayah Nadi dengan berat hati.
Ayah Nadi harus merelakan putrinya tinggal bersama suaminya dan meninggalkan rumah yang telah menjadi tempat tinggalnya sejak bayi.
" Aska, tolong jaga Yana dan sayangi dia seperti ayah menyayanginya. Bimbing dia dan selalu nasehatin dia jika dia melakukan sebuah kesalahan, tapi tolong jaga pernah biarkan tanganmu melukainya sedikitpun walaupun kamu sangat marah. Jika kamu sudah tidak menginginkannya lagi nanti, kembalikanlah pada ayah, ayah akan dengan senang hati menjaganya " ucap Ayah Nadi kepada menantunya itu.
Yana tidak bisa membendung air matanya lagi mendengar ucapan Ayah Nadi.
" Pasti Ayah, Aska akan selalu menjaga dan menyayangi Yana. Ayah tidak perlu khawatir lagi " jawab Aska tanpa ragu.
" Ayah " ucap Yana langsung memeluk Ayah Nadi dengan erat.
Ayah Nadi pun membalas pelukan putrinya itu lalu memberikan kecupan di kening Yana.
Yana juga memeluk wanita yang telah melahirkannya dan ia merasa berat untuk meninggalkannya karena selama ini ia tidak pernah jauh dari ibunya.
" Jaga dirimu baik-baik ya, Sayang. Jangan merepotkan keluarga suamimu dan bersikap baiklah pada mereka karena mereka juga keluargamu sekarang. Jadilah istri yang baik dan patuhi semua perintah suamimu selagi itu baik " ucap Bu Sari mengusap kepala Yana.
" Iya Bu " jawab Yana dengan mengusap air matanya.
Semua orang yang ada di sana membiarkan Yana puas berpamitan kepada keluarganya sebelum ia pergi ke rumah keluarga suaminya.
" Jangan menangis lagi, kamu akan menjadi kehidupan baru. Jadi mulai semua itu dengan kebahagiaan " ucap Tya pada adiknya.
" Iya Kak " jawab Yana.
Yana memeluk kakaknya sebelum mereka harus berpisah kembali karena Tya dan keluarga kecilnya harus segera kembali ke Jakarta hari itu juga.
" Aska, jaga adikku. Jangan pernah kamu sakiti dia " ucap Tya pada Aska.
Aska pun menganggukkan kepalanya.
Yana memeluk kedua keponakannya sebelum ia benar-benar pergi meninggalkan rumah yang menjadi saksi kehidupannya selama dua puluh tahun terakhir.
" Kami pamit dulu. Assalamualaikum " ucap Papa Lionel sebelum pergi.
" Walaikumsalam " jawab mereka semua.
Mama Lili merangkul pundak Yana dan memintanya memasuki mobil karena Yana terlihat begitu berat meninggalkan rumahnya.
" Jangan sedih, Sayang. Kamu masih bisa mengunjungi kedua orang tuamu nanti " ucap Mama Lili saat mereka sudah berada di perjalanan.
" Iya Ma " jawab Yana.
Yana merasa sedih bukan hanya karena ia harus tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya tetapi juga karena ia tidak yakin bisa menjalani kehidupannya bersama dengan Aska nantinya. Ia takut jika rumah tangganya akan hancur karena tidak diawali dengan cinta.
Aska hanya melirik Yana yang duduk di sampingnya. Ia tahu Yana berat harus meninggalkan rumahnya tetapi bukankah seorang istri harus ikut kemanapun suaminya pergi.
" Semoga nanti Yana akan terbiasa dengan semua ini " ucap Aska dalam hati.
Aska menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya karena jujur saja ia sangat lelah. Apalagi kemungkinan hidupnya tidak akan tenang harus tinggal bersama ayahnya yang sangat keras kepalanya.
Sesampainya di kediaman keluarga Alexander, mereka semua pun langsung turun dari mobil. Mama Lili menuntun Yana memasuki rumah itu. Sedang Aska berjalan di belakang mereka dengan membawa koper milik Yana.
" Selamat datang di rumah kami, Sayang. Mulai sekarang ini juga rumah kamu " ucap Mama Lili pada Yana.
" Terima kasih, Ma " jawab Yana tersenyum.
" Aska, ajak istri kamu ke kamar untuk istirahat. Kalian bisa turun saat makan malam nanti " ucap Mama Lili pada Aska.
" Iya Ma " jawab Aska.
" Yana, ayok " ajak Aska.
Aska berjalan lebih dulu untuk menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
" Ma, Pa, Yana istirahat dulu " pamit Yana pada kedua mertuanya.
" Iya Sayang " jawab Mama Lili, sedangkan Papa Lionel hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah itu Yana langsung mengikuti langkah Aska untuk menuju ke kamar Aska yang mungkin akan menjadi kamarnya juga mulai sekarang.
" Masuklah, ini kamarmu juga mulai sekarang" ucap Aska membuka pintu kamarnya.
Yana menganggukkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar itu. Kamar yang didominasi dengan warna biru dan abu-abu menandakan jika Aska bukan pria dingin dan datar.
" Di sana ada ruang ganti dan kamu bisa meletakkan baju-baju kamu di sana " ucap Aska setelah meletakkan koper milik Yana di depan pintu ruang ganti.
" Iya Kak " jawab Yana dengan suara pelan.
Aska hanya menghela napasnya karena mungkin Yana seperti itu karena takut kepada dirinya sebab ia sudah menorehkan kenangan yang buruk kepada istrinya itu.
Setelah itu Aska pergi ke ruang ganti untuk mengambil handuk dan pakaian ganti sebelum ia pergi ke kamar mandi. Ia harus membuat Yana merasa nyaman berada di kamar itu.
" Aku akan mandi " ucap Aska lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Yana mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di kamar itu setelah Aska pergi ke kamar mandi.
" Aku harus bisa menjalani ini semua. Aku harus mulai membiasakan diri " gumam Yana harus menerima jika hidupnya akan berubah mulai sekarang.
Yana menyandarkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan tanpa ia sadari lama-kelamaan Yana pun tertidur.
Aska yang baru keluar dari kamar mandi melihat Yana yang tertidur di sofa. Karena tidak tega, Aska pun memindahkan Yana ke atas tempat tidur agar bisa tidur dengan nyaman.
" Dia pasti sangat lelah " gumam Aska menyelimuti tubuh Yana.
" Maafkan Kakak, Yana " ucap Aska memandang wajah gadis yang masa depannya sudah ia renggut dan sedang ia berusaha perbaiki.
Setelah itu Aska memilih duduk di sofa dan memeriksa ponselnya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Mengejar Cinta Pertama, Menikahi Ayah Nadia, dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
Aku takutnya biasanya di awal2 hubungan mulus2 bae,Hujungan2 banyak masalah..Moga aja gak gitu ya..
Mampir thor, 🙋