NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Aku, Kamu Dan Kisah Lucu Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Teen
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Annaaluvv

Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.


seperti kisah Jovandra dan adelliana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 17

Liana terdiam lalu Liana pun segera menjawab pertanyaan perempuan di depannya itu " Gue temen Joan, juga temen Yolanda " Jawab Liana.

perempuan itu malah balas dengan tatapan mata tak suka lalu berbalik membelakangi Liana

" bagus kalo gitu " Kata perempuan itu lalu pergi.

Liana mengerutkan keningnya kebingungan " apa sih, gajelas banget " Gumam Liana lalu kembali ke dapur dan lanjut menyiapkan makanan untuk Joan bersama Bu nami.

setelah menyelesaikan tugasnya Liana pun segera bergegas menuju kamar Joan dengan membawa nampan, di kamar Joan sudah di penuhi teman temannya termasuk dua perempuan tadi.

Liana menyimpan nampan di meja nakas dekat ranjang Joan " Nih di makan ya, gue lanjut bantuin bi Nami di bawah " ujar Liana hendak pergi.

" eh jangan li " Tahan Joan lalu Joan mencolek Yolla yang duduk di sampingnya, memberikan sebuah isyarat dengan kedipan mata.

Yolla yang langsung mengerti pun langsung mendekat ke arah Liana " Kaa, sebelumnya tuh ka Joan tangan kanannya kena pukul baseball sama aku, tangannya sakit deh, ka Liana suapin yah aku gamau suapi ka Joan lagian aku lagi ada lukisan yang lagi aku kerjain, Tolong yaa ka Liana " Ujar Yolla lalu bergegas menuju pintu " Suapin ya ka Liana " Ujar Yolla lalu menutup pintu kamar dan pergi dari kamar Joan.

Liana terdiam sejenak mencernah apa yang di ucapkan Yolla tadi, Apa? Dirinya sekarang harus suapin Joan di depan banyak orang? Ga mungkin sangat tak mungkin, Liana malu apalagi harus di lihat banyak orang.

Liana menoleh pada Joan, kini Joan hanya tersenyum pada Liana yang membuat Liana tak habis pikir Joan tak menolak sama sekali.

" Serius Jo? " Tanya Liana dengan nada berbisik pada Joan, Joan hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Liana.

" Jir, manja bener lu Jo, bayi bukan Dugong iya lu " Celetuk bram membuat Dika di sebelahnya tak bisa menahan tawanya.

berbeda dengan perempuan yang berbicara dengan Liana tadi, raut wajahnya menunjukkan bahwa dirinya tak suka.

" Ayo li, laper nih " Kata joan meminta pada Liana agar segera menyuapinya, Liana di sana terlihat kesal, walaupun begitu akhirnya Liana pun menyuapi Joan walaupun raut wajahnya masam.

Joan yang tengah di suapi oleh Liana kini melirik ke arah Yesa, Joan seakan akan kini tengah menyombongkan sesuatu, Yesa di sana melihat itu dan Yesa akhirnya tau bahwa Joan memang ada sesuatu dengan Liana.

Mungkin itu yang jadi alasan mengapa Liana menolak dirinya.

Alhasil itu membuat Yesa pun bersuara dan membuat orang orang yang ada di ruangan itu melirik ke arah Yesa " Lu berdua keknya Deket banget sekarang yaa "

lalu di buat terkejut oleh jawaban Joan " Kalo memang iya, kenapa? " Ujar Joan, kini lirikan beralih pada Joan " Kalo gua ada hubungan sama Liana memangnya kenapa? "

Liana memukul pelan tangan Joan " Jo apaan sih, jangan bikin rumor yang ngga ngga jo " Ujar Liana mencoba untuk tak membuat suasana di ruangan itu canggung.

" Lo yakin jo? Sama cewe itu? " Tanya perempuan yang kini berdiri di dekat jendela, Dia Kinan, teman Joan dan perempuan yang berbicara dengan Aluna.

Ucapan itu membuat Liana merasa kini dirinya tengah di rendahkan? sebenarnya maksud Kinan apa berbicara seperti itu.

" CK udah udah, kita ngumpul buat ngobrol bareng bukan debat bareng masalah ini itu " Celetuk Yohan dengan suara yang sedikit besar " Alihin pembicaraan, ngobrol yang ga bikin kita debat " Ujarnya lagi.

Dan akhirnya obrolan mereka pun beralih setelah Yohan bersuara, Liana di sana tak ingin memikirkan lebih jauh dan melanjutkan tugasnya menyuapi Joan hingga makanannya habis.

Yesa masih dengan tatapan irinya, memperhatikan Liana yang tengah menyuapi Joan.

dan Kinan yang tengah memperhatikan Joan dan Liana bergantian

Kini Kinan menatap lekat Liana " Kalo sampai dia jadi salah satu penghalang gua sama Joan, Gua buat nyesel hidup Lo " Ujarnya dalam hati

...----------------...

4 jam kemudian

Sekarang sudah pukul delapan malam, Liana bersiap untuk pulang, di sana masih ada teman teman Joan jadi Liana mungkin lebih tenang meninggalkan Joan karna sudah ada yang menemani Joan.

Liana bangkit, di sisinya sudah ada Yolla yang bilang ingin mengantar Liana sampai depan rumah " Gua pulang yaa, cepet sembuh" Ujar Liana, Di sana raut wajah Joan berubah menjadi tak mood saat Liana izin untuk pamit pulang.

" Kenapa ga nginep? " Celetuk Joan.

" Wehhhh" kaget Dika.

" Woi bujang ngadi ngadi lu " Pekik bram.

Joan sampai lupa kalau ada teman temannya di sana, Joan menggaruk rambutnya sembari menyengir " Eumm, Yauda li, hati hati yaa " Ujar Joan di balas anggukan oleh Liana.

Liana melirik ke arah teman teman Joan dan berpamitan, walaupun kedua perempuan di sana sama sekali tak merespon atau pun menoleh Liana.

Yesa bangkit dari duduknya " Lo pulang sendirian li, mau gua anter? " Ujar Yesa.

Joan disana menatap sini Yesa, kenapa juga harus menawarkan tumpangan pada Liana di depan dirinya.

Liana menggelengkan kepalanya " Gausah Yesa makasih tawarannya, tapi gue udah di jemput Minggu " Balas Liana.

Yesa merasa kecewa, tapi ya mau bagaimana lagi, niatnya baik tak ingin seorang perempuan malam malam pulang sendirian, tapi sayangnya sudah ada yang mengantarkan Liana ternyata.

Liana pun pergi dari sana di antara oleh Yolla meninggalkan Joan dan yang lainya di ruangan itu.

Sesampainya di depan rumah Liana berpamitan dengan Yolla dan bergegas pergi dari rumah Joan.

" Gu, gua tuh sebenernya cakep ga sih? Gue sejelek itu ya gu? " Celetuk Liana.

Membuat Minggu yang lagi mengendarai motornya melirik ke arah Liana lewat kaca spion sesaat, Minggu bingung ini gak biasanya Liana tanya hal hal kaya gini, muka Liana yang biasanya happy, ceria, galak, suka marah marah mendadak lesu.

" kenapa nanya gitu li? Jelas dong lu cakep yang suka lu banyak lu aja yang gak tau, minusnya lu galak " Jawab Minggu, Minggu mendadak lupa kali Liana itu gak suka di katain galak, Minggu mendeham " Ekhmm, kenapa li? Ada problem? "

Liana ternyata gak marah, dia di belakang cuma diem melirik ke arah jalanan di sisi kanannya

" Gapapa gu nanya aja " Jawab Liana.

" Gue tuh lagi bingung gu, gue tuh kepikiran dia tuh sebenernya bersikap kaya gitu cuma bercanda atau serius, gue takut baper takut malah ga sesuai sama apa yang gua harapkan " Ujar Liana mencurahkan isi hatinya, Minggu memang selalu jadi teman curhatnya bahkan masalah apapun pun Liana selalu bercerita pada Minggu dan juga Jihan

" Dia tuh membingungkan kan, ga bisa di tebak orangnya kadang gini kadang gitu " Ujar Liana.

Minggu sepertinya tau apa yang Liana maksud

" Lu coba cara dari gue, mau? ini bisa pastiin dia serius apa ngga " tawar Minggu

Aluna melirik Minggu " Kalo sesat gue gak mau "

Minggu berdecak lagi lagi di anggap dirinya itu punya pikiran jelek " Ck,,,Gue serius Liana, lu jangan mikir yang jelek jelek dulu Napa denger usulan gue aja belum "

" Yaudah apa tu? "

...TO BE CONTINUED ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!