Kondisi keluarga membuatku harus bekerja sebagai pengasuh di sebuah rumah konglomerat kaya menggantikan ibuku yang harus merawat ayahku yang kecelakaan dan tidak bisa berjalan.
Namun siapa yang tahu jika wajah yang ku miliki mirip dengan mendiang istri sang konglomerat hingga akhirnya aku terjebak antara cinta dan masa lalu.
apakah pria itu mencintai aku atau ia mencintai aku sebagai masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkenang
Kini Anisa dan Danang menatap Dua amplop coklat diatas nakas, mereka sujud syukur karena di kelilingi orang baik
"Sungguh keluarga yang baik ya bun. mama sama anak nya sama-sama berhati mulia. beruntung banget wanita yang bisa menjadi pendamping nak Abi.
Sudah tampan, baik hati pula. semoga anak kita bisa dapat suami seperti itu ya bun" ucap Danang berharap
"amiiiiinnnn" jawab Anisa meng amini
"ya sudah yah, bunda mau ke ruang dokter dulu
tadi suster panggil ibu untuk keruangan dokter. mudah-mudahan an hasilnya bagus ya yah"
"semoga bun. ayah sudah gak betah dirumah sakit" jawab ayah
"Harus betah atuh yah, Ayah harus sehat dulu mikirin pulang, lagi pula Luka ayah masih belum kering, baru juga selesai di operasi sudah pengen pulang" omel Anisa membuat Danang hanya nyengir
"Ayah enggak suka rumah sakit bunda"
"Siapa jug ayang suka rumah sakit yah?? Dokter sama perawat doang yang suka" ucap Anisa membuat Danang tertawa.
"Ketawa lagi"
"Habis bunda lucu" ucap Danang senang melihat istrinya cemberut. Saat kecelakaan ia hanya berfikir tidak bisa bertemu istri dan anaknya lagi, namun Allah berkata lain, ia selamat dan masih di beri umur panjang, walaupun ia yakin cidera di kakinya lumayan parah. Walaupun Anisa tam mengatakannya, namun ekspresi istrinya yang sedih bisa terbaca dengan jelas.
"Dien-diem disini, bunda mau ke ruang dokter dulu"
"Emangnya ayah mau kemana bunda...
Lihat nih kaki dua-duanya di perban, kepala di perban, tangan kanan di perban, persis mummi di film.
Kalau ayah mau kabur masa ngesot, nanti di kira suster ngesot eh pasien ngesot dong" ledek Danang membuat Anisa tertawa
"Maksud bunda tunggu ya yah, sebentar aja" ucap Anisa
"Jangan lama-lama bunda, aku rindu kamu" Goda Danang manja
"Ayah...
Malu-maluin ih" ucap Anisa malu, wajahnya merona merah, ia buru-buru pergi
"Ya Allah terima kasih kau memberikan aku pendamping yang sebaik dan se sholeha Anisa, Semoga hamba bisa menjadi imam sekaligus ayah yang baik untuk keluarga kecil hamba, dan kuatkan hamba atas cobaan yang engkau berikan, amiiinnn"
Sementara di tempat lain
Monica sedang duduk termenung di sebuah Cafe,
Cafe itu terletak di depan rumah sakit, Monica merasa masih shock.
Wajahnya yang cantik juga terlihat pucat, ia meneguk minumannya membasahi tenggorokan nya yang terasa kering, sesekali terdengar ia menghela nafas ambil menggelengkan kepala.
Sesekali tangan tuanya menghapus air mata yang keluar tanpa di undang dari sudut matanya,
tangan nya terlihat gemetar ketika beliau menyeruput kopi yang tersedia di hadapan nya
Bahkan Monica tak menyadari saat seorang gadis muda menghampirinya
"mam... are u ok? ada apa mommy suruh Dita kesini? tanya Anandita.
Monica masih tak bergeming, ia masih hanyut dalam lamunannya
"Mom, mommy, are u ok???" ulang Dita terlihat khawatir pada mamanya
Lamunan. Monica pun buyar lalu menatap putri bungsu nya
"sayang mommy seperti habis melihat kakak ipar mu" ucap Monica dengan suara bergetar
"mom please deh kak Sarah meninggal mom.
dia sudah tenang di alam sana. please mom wake up" ucap Dita merasa hatinya tertusuk duri,
Bukan hanya mommy nya yang kehilangan Sarah, menantu keluarga Herlambang, namun semua orang.
Sarah adalah wanita sekaligus menantu yang baik hati.
"sayang mama tidak berkhayal. siang ini di rumah sakit mama melihat nya. wanita itu sangat mirip dengan sarah. wajah nya, hidung, mata, mulut, sampai suara nya pun mirip" ucap mama menerawang mengingat pertemuan dengan Suci
"memang mama liat siapa yang mirip sama almarhumah kak Sarah???"tanya Anandita penasaran
" anak tante Anisa"
" apa mom? anak tante Anisa??"
"Iya sayang"
"apa sebegitu miripnya kah mommy sampai terkejut seperti ini?????"gumam Anandita dalam hati
"mom... kita harus ikhlas kak Sarah sudah tenang di sana. lagi pula kak Sarah anak tunggal gak mungkin kembar mom.
lebih baik kita ke rumah kak Abi.
hari ini ulang tahun Clarissa yang pertama"ucap Anandita mengalihkan pembicaraan
"oh iya mommy lupa. ayo cepat habiskan coffee mu kita temui cucu kesayangan mommy"ucap Monica menunjuk minuman yang sudah ia pesankan untuk putri bungsunya
Setelah itu mereka bergegas pergi menuju kediaman Abimanyu.
sesampai nya dirumah Abimanyu
monica di sambut cucu nya yang baru belajar berjalan
"eh cucu oma tersayang" Monica mengangkat dan menciumi pipi cucu nya yang chubby
Padahal ya lumayan bagus ceritanya...
Walau lebih bagus yg klan benedicto..
Tetap semangat thor..
Senoga bs di endingkan yang ga gantung..
aku menunggu loh
aku mampir ni Thor❤️💪
semangat thor
pdhl lg penasaran kelanjutan nya gmna ko malah gak lanjut sih
ayo dong Thor dilanjut