NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI

ISTRI PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

ADELIA YHOSEP yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakanya ADELIN YHOSEP yang seorang model papan atas. Wajah mereka bak pinang dibelah dua tapi nasip mereka berdua sangatlah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, Adelia selalu jadi nomor dua. Semua orang hanya memuji kakaknya, Adelin—padahal Adelin yang jahat dan sering bikin masalah, tapi Adelia yang harus menanggung salahnya. Saat hari pernikahan Adelin dengan Gyantara—pria paling tampan, kaya, dan terkenal sangat mencintai kakaknya—Adelin malah kabur. Agar keluarga tidak malu, Adelia dipaksa menggantikan posisi kakaknya. Dia harus menikah dengan pria yang hatinya milik orang lain. Bisakah dia menyembunyikan kebenaran selamanya? Dan mungkinkah hati Gyantara yang dingin perlahan berubah pada dirinya? ---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

.

Tiga hari lagi acara makan malam resmi pengantar pertunangan dengan keluarga Raharja akan digelar. Rumah keluarga Yhosep kembali sibuk luar biasa—bunga-bunga impor mulai dihias di sudut ruangan, koki khusus didatangkan dari hotel bintang lima, dan Belinda Yhosep sibuk memeriksa daftar tamu satu per satu. Bagi mereka, malam itu adalah ajang pamer kemewahan sekaligus mengukuhkan posisi Yhosep Group di jajaran pengusaha teratas.

Bagi Adelia, ini berarti satu hal: ia harus bersembunyi lebih rapat dari biasanya.

Siang itu, Belinda masuk ke kamar Adelia tanpa mengetuk pintu dulu. Ia meletakkan sebuah kantong belanja besar di atas meja belajar Adelia dengan bunyi berisik.

"Besok sore kamu harus ikut kami ke acara makan malam," ucap Belinda datar, membuat Adelia tertegun tak percaya.

"Aku... ikut? Tapi Bu, biasanya Ibu menyuruhku tetap di kamar saat ada tamu penting..."

"Kali ini beda," potong Belinda singkat. "Nanti banyak kerabat jauh yang datang. Kalau kamu tidak muncul sedikit saja, nanti mereka malah bertanya-tanya kenapa kami menyembunyikanmu. Jadi kamu harus ada di sana, tapi jangan banyak bicara, jangan berdekatan dengan Adelin, dan jangan menarik perhatian siapa pun. Cukup anggap kamu ada, lalu minggir."

Adelia mengangguk pelan, hatinya bercampur aduk. Ia senang sekadar diakui keberadaannya sebentar, tapi ia tahu itu hanya formalitas belaka.

"Dan ini pakaianmu," lanjut Belinda sambil menyodorkan kantong itu. "Adelin bilang dia sudah tidak mau memakai gaun ini lagi. Pas sekali ukurannya sama denganmu, jadi pakai saja."

Setelah ibunya pergi, Adelia membuka kantong itu perlahan. Di dalamnya tergeletak gaun malam berwarna biru muda yang sangat indah—namun matanya langsung menangkap bekas lipatan yang dalam, sedikit noda samar di bagian ujung kain, dan label nama Adelin yang masih terselip di bagian dalam kerah. Ini benar-benar gaun bekas yang sudah tak disukai kakaknya.

Malam harinya, Adelin datang ke kamarnya sambil terkekeh pelan saat melihat gaun itu sudah tergeletak di tempat tidur.

"Cantik kan? Aku memang suka sekali gaun itu dulu," ujar Adelin sambil memutar-mutar jari di tepi pintu. "Tapi kemarin aku sudah beli gaun baru yang jauh lebih mahal dan eksklusif khusus untuk malam besok. Jadi yang ini sudah tidak ada gunanya lagi. Sayang sekali kalau dibuang, kan?"

Adelia menatap gaun itu dengan perih. "Aku bisa pakai baju sederhana saja, Kak. Tidak perlu ini."

"Jangan menolak pemberianku," potong Adelin tajam. "Kamu mau mempermalukan kami dengan baju lusuhmu? Pakai saja. Lagipula, meskipun kamu pakai gaun semahal apa pun, kamu tetap tidak akan bisa bersinar sepertiku. Ingat, kamu hanya boleh terlihat, tidak boleh lebih menonjol dariku."

Adelin pergi meninggalkan kamar dengan senyum kemenangan, meninggalkan Adelia yang menatap pantulannya di cermin kecil. Ia menyentuh kain gaun itu—mahal, lembut, tapi terasa seperti beban berat di pundaknya. Ia tahu, memakai gaun ini berarti ia kembali mengakui bahwa ia hanyalah penerima sisa kehidupan kakaknya.

Sore berikutnya, saat semua orang bersiap, Adelia berdiri di sudut ruangan belakang. Gaun itu memang pas di tubuhnya, bahkan terlihat sangat cantik—sampai-sampai pelayan yang lewat sempat menatapnya takjub sebelum segera menunduk malu. Namun Adelia tak merasa cantik. Ia merasa seperti boneka yang dipakaikan baju bekas milik orang lain.

Saat ia berjalan perlahan menuju ruang makan utama, tak sengaja ia berpapasan dengan Gyantara Raharja yang baru saja keluar dari ruang tamu untuk mengambil minum. Pria itu berhenti melangkah, matanya menatap lekat wajah Adelia, lalu beralih ke gaun yang ia pakai.

"Maaf," ucap Gyantara pelan, nadanya sedikit bingung. "Saya kira Adelin ada di sana. Tapi... gaun ini?"

Adelia tersentak mundur, wajahnya memucat. Ia segera menundukkan pandangan. "Maaf Pak... saya... saya bukan Nona Adelin. Saya hanya..."

Belum sempat ia selesai menjelaskan, Adelin tiba-tiba muncul di sampingnya dan langsung merangkul lengan Gyantara erat. "Ah, dia adik jauh kami, Tantara. Dia datang dari luar kota. Kebetulan saja dia memakai gaun yang mirip dengan koleksiku." Adelin lalu melirik tajam ke arah Adelia, memberi kode agar ia segera pergi.

Adelia segera berlalu menjauh, dadanya terasa sesak luar biasa. Ia bersembunyi di balik tiang besar, menahan isak tangisnya. Di hadapan pria itu pun, ia tak boleh menjadi dirinya sendiri. Ia harus menjadi siapa pun yang dikehendaki kakaknya—bahkan sekadar adik jauh yang tak dikenal.

Malam itu berjalan dengan panjang dan melelahkan. Adelia menghabiskan waktunya berdiri di sudut ruangan, menatap pesta kemewahan yang tak pernah benar-benar miliknya. Gaun mahal di tubuhnya tak mampu menghapus kenyataan pahit: di rumah ini, di mata semua orang, dan bahkan di punggungnya sendiri, ia hanyalah orang yang memakai sisa kehidupan orang lain.

1
Adi sudiro Dero
ini Adelia bukan anak TK atau anak SD terlalu menjijikan menurut aku dia udah biasa hidup yg keras tapi kayak nggak punya otak /Awkward//Awkward//Doubt//Doubt/
Tere Rere
watak Adelin menurun dari kedua orang tuanya yg otaknya cuman separuh 😡
Tere Rere
bersyukur masih ada Tama dan Julian di saat Adelia terpuruk🥹
Tere Rere
GYANTARA bangke😡
Tere Rere
Adelin jahat banget😡😭
Tere Rere
Adelin sialan😡
Tere Rere
ao ao😍🤭
Binar Jingga
Huhuhu 🥹
Tere Rere
yg pengen nangis cuslah baca ISTRI PENGGANTI karya Binar jingga. nyesek banget jadi Adelia🥹
Binar Jingga: Wah terimakasih kak atas supportnya🥹🤗
total 1 replies
Tere Rere
Adelia🥹
Hasbia n Hasbia nn
pusing bcanya😮‍💨
Binar Jingga: Pusing kenapa kak?🙏🏻
total 1 replies
Tere Rere
ada orang tua yang sangat jahat seperti si Belinda dan YHOSEP ini/Sleep/
Binar Jingga: Huhuhu jahat yah…. Semoga ini terjadi cuman d dalam novel saajaa
total 1 replies
tia
jangan banyak omong suami durhaka 😁
Binar Jingga: Mohon bersabar😂🤣🤣🤣
total 1 replies
tia
jgn mao kembali dulu Adelia ,,,biarkan di hukum penyelan 😁
tia
kapok suami durhaka 😁
tia
keluar gila banget
tia: siap thor
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!