Dibayangi rasa penyesalan pada kejadian masa lalu membuat setiap malam Kane Serana Sylvester, sang Prince Mafia dan Ceo yang sempurna di bayangi mimpi buruk.
Hingga suatu hari, Elyshia Cassandra atau sosok gadis yang menjadi tokoh dalam mimpi buruknya kembali hadir dalam kehidupan sebagai Flora Levannia, wanita yang mendaftar sebagai calon salah satu karyawannya. Namun, bukan tawaran kerja yang Kane berikan melainkan tawaran untuk menjadi kekasih kontraknya.
Dan di saat bersamaan Kane di hadapkan dengan pernikahan bisnis dengan mantan kekasihnya yaitu Stella Edith Salvatore yang membuat dirinya hidup dalam mimpi buruk sebuah penyesal selama ini.
Apakah Flora akan menerima tawaran menjadi kekasih kontrak dari atasannya itu atau malah menolaknya? Dan Akankah sosok Flora Levannia memang benar Elyshia Cassandra?
Lalu bagaimana dengan pernikahan bisnis yang datang pada Kane dari mantan kekasihnya, Stella?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat Dan Ketentuan
“Tolong beritahu saja padanya kalau Flora Levannia ingin menemuinya,” pinta Flora yang sontak langsung mendapatkan tatapan penuh menyelidik dari resepsionis tersebut.
“Ouh, … Baiklah! Tolong tunggu sebentar,” ujar Resepsionis itu yang langsung menekan beberapa nomor dan tak lama panggilan tersebut terhubung.
“Maaf, Tuan Kevin! Ada seorang wanita bernama Flora Levannia yang ingin menemui Tuan muda, _...”
“Apa?! Wanita itu sudah datang!” Terdengar seruan dari sang penerima telepon tersebut.
“Tunggu! Aku yang akan menjemputnya sekarang,” lanjut Kevin, lalu langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.
Petugas resepsionis itu tampak terlihat kebingungan, apalagi asisten pribadi dari pimpinannya sendiri yang akan menjemput wanita yang kini berdiri di depannya itu. Tak lama kemudian, Kevin benar-benar tiba di sana dengan napas yang sedikit terengah-engah.
“Haaah, … Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Kevin pada Flora yang menatapnya bingung.
Hingga sebuah suara kembali menyadarkan lamunannya, “Aku tahu kau tertarik dengan tawaran dari Tuan mudaku! Bagaimana kalau kita bicarakan semuanya dengan nyaman di ruangan Tuan muda saja?”
“Ke-kenapa harus di ruangannya? Dia tidak akan melecehkan aku seperti kemarin, bukan?” cecar Flora yang kembali memperlihatkan raut wajah takutnya.
Kevin menampilkan sebuah senyuman hingga hampir tertawa terbahak-bahak ketika melihat reaksi ketakutan dari wanita bernama Flora itu. Hingga membuat Flora semakin merasa tidak nyaman di buatnya.
“Kau akan tahu nanti! Tenanglah, Tuan mudaku tidak akan memakanmu,” goda Kevin masih terkekeh pelan melihat Flora yang penuh kewaspadaan.
“Sekarang ayo kita bicarakan sisanya di ruangan Tuan mudaku,” sambungnya meminta Flora untuk mengikutinya.
Sontak saja membuat semua fungsi otak Flora seolah membeku. Flora hanya bisa mengikuti langkah Kevin, hingga keduanya tiba di sebuah ruangan yang berada di lantai paling atas bangunan megah itu.
Jaxon yang selalu berjaga di depan ruangan Kane, tentu saja terkejut melihat kehadiran Flora di sana. Sedangkan Kevin hanya memberikan isyarat untuk dia juga masuk ke dalam ruangan Kane.
Tok, … Tok, ….
“Masuk!” sahut Kane yang masih focus pada dokumen pekerjaannya yang masih menumpuk.
“Tuan muda, dia ingin menemuimu!” ujar Kevin begitu masuk ke dalam ruangan itu di ikuti Flora dan Jaxon di belakangnya.
“Siap, _....”
Kane langsung terdiam begitu melihat kehadiran Flora di sana dengan sikap penuh kewaspadaan.
“Silahkan duduk dengan nyaman di sini,” ujar Kevin membiarkan Flora untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangan tersebut.
Ruangan yang sangat mewah bagi Flora yang baru saja melihatnya. Kini Flora sudah duduk di salah satu sofa panjang yang ada di dalam ruangan Ceo milik Kane.
Tentunya dengan Kane yang duduk tepat berhadapan dengannya, sedangkan Kevin dan Jaxon duduk di sisi lain sebab keduanya akan menjadi saksi perjanjian kekasih kontrak yang akan mereka buat.
“Apa kau serius dengan imbalannya, jika aku setuju untuk menjadi kekasih kontrakmu?” tanya Flora memulai pembicaraan, karena sejak tadi Kane tetap diam dan hanya memperhatikan dirinya saja dengan tatapan penuh menyelidik.
“Tentu! Kau bisa menambahkan imbalan lainnya, jika kau mau!” jawab Kane masih dengan sikap santainya.
“Aku ingin membuat kontrak perjanjiannya secara tertulis!” ujar Flora.
“Vin, siapkan surat perjanjian kontraknya!” Kali ini Kane memberi perintah agar Kevin yang mengurusnya.
“Tentu, Tuan muda! Silahkan jelaskan isi kontraknya,” ujar Kevin yang sudah siap dengan sebuah laptop di depannya.
“Isi perjanjiannya mengatakan bahwa Nona Flora Levannia bersedia untuk menjadi kekasih kontrak dari Kane Serano Sylvester selama 6 bulan. Lalu sebagai imbalannya, Kane serano Sylvester akan membayar semua biaya rumah sakit Ibu. Bahkan meski masa perjanjiannya telah habis, Kane Serano Sylvester tetap akan menanggung semua biayanya.” Kane membacakan isi perjanjian intinya saja.
“Apa kau ingin menambah imbalannya?”
Kane lalu kembali memastikan, apakah Flora akan menambahkan sesuatu yang lain. Sekaligus Kane ingin menguji sifat Flora, apakah matre seperti wanita pada umumnya atau dia malah seperti Shia nya yang dulu.
“Iya!” jawab Flora dengan yakin membuat Kane dan dua sahabatnya sedikit kecewa. Sebab Shia yang mereka kenal tidak pernah menginginkan kekayaan apapun.
“Katakan!” perintah Kane memberikan kesempatan untuk Flora bicara.
“Aku ingin menambahkan syarat yang jelas juga di tulis dalam surat kontraknya,” ujar Flora.
“Syarat?” Kane jujur saja tidak mengerti dengan arah pembicaraan Flora kali ini.
“Iya, aku memiliki beberapa syarat yang akan menjadi batasan kita melakukan sesuatu kedepannya ketika kekasih kontrak ini berjalan,” jelas Flora dengan maksud keinginannya.
“Baiklah, katakan syarat darimu?” Kane kembali mempersilahkan Flora untuk mengutarakan syaratnya.
“Tidak saling mencampuri hubungan pribadi satu sama lain! Tidak ada pengaturan seperti apa yang perlu di pakai atau yang tidak! Dan tidak ada skin ship di antara kita berdua selama kontrak berlangsung.”
Flora mengatakan semua syarat yang dia pikirkan dengan matang itu. Kane, Kevin dan Jaxon tampak terdiam dengan syarat tidak masuk akal yang di minta oleh Flora. Karena sepasang kekasih harus saling mengetahui satu sama lain, sedikit mengatur pasangannya dan melakukan skin ship.
“Haah, … Jika kau memiliki beberapa syarat, maka aku juga memiliki beberapa ketentuan yang harus kau hargai juga!” ujar Kane yang tidak mau kalah menanggapi syarat dari Flora. Kane merupakan seorang pebisnis hebat, maka dia tidak akan menyetujui syarat itu begitu saja.
“Ketentuan apa maksudmu?” tanya Flora yang tidak mengerti.
“Untuk syarat mu yang pertama aku memiliki ketentuan untuk terlibat dalam Batasan tertentu dalam hubungan pribadimu. Sebab kau tahu sendiri aku ini seorang Ceo perusahaan besar, tentunya aku tidak mungkin membiarkan kekasihku ini mencemarkan nama baikku,” ujar Kane dengan di sertai sedikit penjelasan.
“Dan untuk yang kedua, aku sepertinya tidak keberatan! Tapi syarat yang ketiga, aku tidak bisa menerimanya. Karena para kekasih pada umumnya akan saling berpegangan tangan, pelukan, ciuman dan bahkan sampai ke adegan ranjang, _....”
“Yakh, …!” bentak Flora menghentikan perkataan Kane.
Flora sungguh tidak habis pikir bagaimana bisa Kane sampai berpikiran sampai sejauh itu. Sedangkan yang di tawarkan Kane sejak awal hanya sebatas kekasih kontrak saja, bukan istri kontrak.
Sontak, hal itu kembali memancing emosi Flora yang sedang berusaha dia tekan akan tidak lepas kendali.
“Hahahaa, … Aku hanya bercanda soal adegan ranjang, tapi selebihnya aku serius menetapkan ketentuan seperti itu,” ujar Kane yang tidak bisa menghentikan tawanya akan reaksi Flora.
Bahkan Kevin dan Jaxon juga diam-diam menertawakannya, Flora menyadari hal itu dengan sangat jelas. Melihat Kane yang seperti ingin mempermainkannya, Flora pun berniat untuk mengakhiri pembicaraan itu sampai di sini saja. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya untuk pergi meninggalkan ruangan itu.
Bersambung, .....