NovelToon NovelToon
The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

The Last Golden Rose: Kebangkitan Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: SweetMoon2025

​"Bagaimana setangkai mawar membalas dendam saat kelopaknya ditarik habis?"

​Dicap kutukan karena berambut red wine dan bermata storm silver, Annaline diusir dan kamarnya dibakar oleh keluarga kandungnya. Namun, pelarian ke Imperium Aethelgard justru membangkitkan rahasia darah 400 tahun lalu: Thread Magic, sang Sihir Benang Takdir.

​Bersama prajurit misterius bermata perak yang menyimpan otoritas tertinggi, Annaline mulai merajut jaring perang dan bisnis lewat butik barunya.

​Siapakah pria itu sebenarnya? Dan rahasia kelam apa yang akan terkoyak saat sang putri terbuang mulai menarik benang kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SweetMoon2025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Godaan Pria Lain

​"Turunkan senjata kalian sebelum aku memutuskan untuk memenggal kepala komandan kalian saat ini juga."

​Suara Aethan bergetar rendah, namun tekanan Mana yang keluar dari tubuhnya begitu pekat hingga membuat beberapa Ksatria Hukum Istana di baris depan refleks melangkah mundur. Sepasang mata peraknya berkilat berbahaya. Di sampingnya, Anna mencengkeram erat keranjang rajut berisi Mimi, merasakan atmosfer di gerbang Ibukota yang mendadak sedingin es.

​Komandan Ksatria Hukum menelan ludah, mencoba mempertahankan harga dirinya di bawah tatapan sang predator puncak Kekaisaran. "Tuan ... Panglima Aethan, ini adalah titah resmi dari Dewan Agung. Rakyat biasa yang memegang kemampuan magis harus melalui Paviliun Penguji demi keselamatan Istana Kekaisaran. Jika Anda menolak, Anda menentang hukum resmi Kekaisaran yang sudah berjalan berabad-abad."

​Aethan mengepalkan tangannya kuat-kuat, kalau dia menghancurkan pasukan ini di sini itu hal mudah, namun itu akan merusak seluruh skenario penyamaran politik yang telah ia bangun bertahun-tahun sebelum waktunya. Faksi musuhnya pasti di istana memang sengaja memancingnya untuk berbuat makar hari ini.

​Aethan menoleh ke arah Anna. Sebelum para ksatria itu sempat menyentuh pembatas kereta, tangan besar Aethan meraih jemari kanan Anna dan dengan gerakan cepat yang tidak bisa dibantah, ia menyematkan sebuah cincin perak berukir lambang kuno, siluet elang bersayap kembar ke jari manis Anna.

​"Pegang ini dan ingat jangan pernah melepasnya," bisik Aethan teramat lirih di telinga Anna, sebuah perintah tegas dari seorang Pangeran yang memberikan jaminan keselamatan tertinggi melalui artefak pribadinya. "Aku akan menjemputmu secepatnya."

​Anna menatap cincin dingin di jarinya, lalu mengangguk tanpa mempertanyakan banyak hal. "Aku mengerti, Tuan."

​Anna diturunkan dari kereta dan digiring dengan ketat melewati lorong-lorong batu penyangga istana yang megah namun terasa mencekam, hingga akhirnya tiba di Paviliun Penguji. Ruangan itu luas, dingin, dengan dinding-dinding batu hitam yang diukir dengan simbol penolak sihir hitam.

​Di tengah ruangan, duduk sesosok pria dengan jubah perwira kelabunya yang elegan.

Ksatria Gideon.

​Begitu pintu besi berat di belakang Anna tertutup rapat, Gideon bangkit dari kursinya. Senyum menawan namun sarat akan obsesi gila terukir di wajahnya. "Kita bertemu lagi lebih cepat dari perkiraan, Nona yang manis. Selamat datang di Ibukota, tempat di mana rakyat biasa seperti kalian bisa hancur dalam sekejap tanpa pelindung yang tepat."

​Anna tetap berdiri tegak, memeluk keranjangnya dengan tenang. "Saya datang karena titah Kaisar, Ksatria Gideon. Bukan untuk mendengar ancaman Anda."

​"Ancaman? Oh, bukan. Ini adalah tawaran, Nona," Gideon melangkah mendekat, memotong jarak di antara mereka sembari meletakkan sepasang mata cokelatnya langsung pada wajah Anna. "Panglima Aethan mungkin sosok kuat di perbatasan sana, tapi di Istana ini, dia tidak memiliki cakar politik yang cukup untuk melindungimu dari Dewan Tetua. Menetaplah di Ibukota sebagai penjahit pribadiku, Nona. Aku bisa menjamin keselamatanmu dan keluargamu di Solmara."

​"Dan jika saya menolak?" tanya Anna dingin.

​Gideon terkekeh rendah, lalu berbalik menuju sebuah meja batu. Di atasnya, terhampar sebuah jubah sutra emas milik selir agung. Namun, kondisi jubah itu mengerikan—kainnya menghitam, terkoyak, dan mengeluarkan uap keunguan yang pekat akibat kutukan korosi magis tingkat tinggi yang mematikan.

​"Dewan Tetua menuduh butikmu menyebarkan sihir hitam terselubung. Tugasmu di Paviliun Penguji ini adalah membuktikan sebaliknya," ucap Gideon dengan kilatan mata yang kejam. "Perbaiki jubah sutra emas ini dalam waktu satu jam menggunakan kemampuanmu itu. Jika gagal ... kau akan langsung diseret ke tiang eksekusi atas tuduhan sebagai penyihir hitam."

​Anna melangkah mendekati meja. Ia bisa merasakan aura kutukan itu sangat pekat, tipe kutukan yang dirancang untuk menghancurkan Mana penyihir biasa yang mencoba menyentuhnya. Namun, di balik keranjang, Mimi mendelikkan mata biru safirnya, memberikan sinyal siap bertarung.

"Bisakah Tuan Ksatria meninggalkan saya sendirian?"

"Tidak. Aku harus memastikan semuanya sendiri."

​Anna hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan duduk di kursi penguji, jemari lentiknya perlahan menyentuh permukaan kain yang menghitam. Mengaktifkan Thread Magic super senyap, Anna menarik benang Mana merah anggurnya yang paling murni yang ia bawa, menyusupkannya di antara serat-serat emas jubah agar tidak terdeteksi oleh segel dinding ruangan.

​Dari bawah meja, Mimi bergerak tak kasat mata. Cakar kecil magis milik kucing putih itu memancarkan pendaran cahaya suci, dengan sangat presisi memotong dan memutuskan benang-benang kutukan hitam yang mengikat kain sutra tersebut setiap kali jemari Anna bergerak merajut. Kerja sama mereka berdua luar biasa rapi. Dalam waktu empat puluh lima menit, uap keunguan yang beracun itu lenyap, digantikan oleh jubah sutra emas yang kembali utuh, berkilau, dan memancarkan pendaran suci yang menakjubkan.

"B-bagaimana b-bisa?" lirih Gideon yang berdiri di sudut ruangan seketika terperangah.

Sepasang matanya melebar tak percaya menatap mahakarya di depan matanya. Ketertarikan fisiknya pada pandangan pertama di Solmara kini meledak menjadi obsesi gila yang tak terbendung. Gadis ini bukan sekadar penjahit; dia adalah keajaiban yang bisa menaklukkan kutukan istana yang bisa membuatnya berada di jalur yang aman saat menjabat sebagai menteri atau panglima nantinya.

​"Luar biasa ... kau benar-benar sebuah permata, Nona," gumam Gideon dengan napas memburu. Ia melangkah cepat, kehilangan kendali dirinya, lalu dengan lancang mencengkeram pergelangan tangan Anna dengan kuat, berniat menarik gadis itu ke dalam pelukannya untuk mencium tangannya sebagai simbol kepemilikan. "Kau harus menjadi milikku!"

​"Lepaskan saya, Ksatria Gideon!" pekik Anna, mencoba menyentak tangannya, sementara Mimi sudah bersiap melompat dari bawah meja dengan cakar terhunus.

​BOOOM!!!

​Detik itu juga, seluruh dinding batu Paviliun Penguji yang tebal hancur lebur menjadi serpihan debu. Hantaman gelombang energi Mana perak raksasa yang luar biasa kuat dan mematikan meledak di dalam ruangan, melemparkan Gideon hingga terhempas mundur dan melepaskan cengkeramannya dari Anna.

​Asap tebal membubung tinggi, dan dari balik puing-puing runtuhan, sesosok pria bertubuh raksasa melangkah masuk dengan zirah perang lengkap. Aethan Cassian Solaris berdiri di sana, memegang pedang peraknya yang dialiri aura membunuh setingkat dewa perang yang siap membantai seluruh isi istana. Sepasang mata perak sang Pangeran yang menyamar itu menyala murka, menatap Gideon dengan pandangan tirani yang teramat mengerikan.

​Aethan menarik Anna ke belakang punggung tegapnya, lalu menodongkan ujung pedang besarnya tepat di depan tenggorokan Gideon yang masih terbatuk darah di lantai.

​"Lepaskan tangan kotormu dari wanitaku, Gideon," desis Aethan dengan suara bariton yang menggetarkan fondasi Paviliun. "Atau kau ingin aku menghancurkan seluruh keluargamu malam ini juga?"

1
WidBy
lanjut kak
Anne Soraya
lanjut
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: siap kaka 😍🫶
total 1 replies
Razi Maulidi
awal bab yang indah kk.... ceritanya bikin sedih di awalnya.... semangat....
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih kak 🫶🤗
total 1 replies
WidBy
Lanjut kak 🤭
Mutiara
Kok belum up lagi?
Mutiara
5 bab Thor? keren bnget. besok 5 bab LG kan? 🤭
WidBy
lanjut thor
한스 |HANSEN|
aku hadir mom!
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Yes, dear. Thankyouuu 🫶🫶🫶
total 1 replies
Vhin Ananta
Sweet yang nggak Sweet karena bikkn mewek 🫣..
lanjut yaaaaa
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Terimakasih Kak Vhin 😘😘😘
total 1 replies
Mutiara
makin seru ni. keren la pokknya. jadi cermin itu apa y?
WidBy
Aetan mulai tertarik ke Ana ya? 🤭
Cutiepie18
Di bab awal udah sedih banget ya, di tambah di akhir makin kena fitnah, pasti ini cewek kuat banget ngadepin semua itu, dan pas waktu perkataan itu, gue penasaran, siapasih tunangan yang di rebut itu. emgnya dia pantas direbutkan?... lanjuuut...😍
Cutiepie18: sama2 kakak, 😍😍😍... keren bgt novel novel kakk👍
total 2 replies
Mutiara
Aku mau saputangana 😍
Mutiara
wih paman Paul keren banget Weh. ternyata ya ternyata 👍🤭
WidBy
rumah siapa y? ayo bangkit An, tunjukkan k keluarga Virelle
Asley Naynay
makin penasarn rumah siapa yg di tempati? semoga aja mary sm paul g jahat
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Rumah siapa ya hmmm ikuti terus ya, Kak 😆🫶
total 1 replies
Asley Naynay
Nyonya Rosa 😭🫶🏼 bikn trharu
Asley Naynay
siapa yang sangka ternyata Paman Paul 😱👍💪
Mutiara
sialan. apes banget jadi Analin. lawan ayo lawan
Mutiara
anjg di usir. pdhl anak kandung. woilah
Sweet Moon |ig:@sweet.moon2025: Sabar, Kak sabar 😆🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!