NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Semalaman penuh, Cia menolak untuk memejamkan mata. Ia mengerahkan seluruh kemampuan analisisnya untuk menguliti informasi mengenai Dixon Luca Alessandro. Ia menelusuri artikel koran digital, majalah gaya hidup kaum elit, hingga rumor-rumor di forum bisnis tersembunyi.

​Hingga menjelang subuh, Cia akhirnya berhasil menyusun sebuah pola. Ia menemukan daftar tempat-tempat eksklusif yang sering didatangi oleh sang miliarder. Mulai dari klub golf privat setiap akhir pekan, restoran bintang lima bernuansa lounge yang menyajikan cerutu premium, hingga sebuah bar mewah bernuansa klasik di pusat kota yang sering dikunjungi Dixon saat pria itu butuh ketenangan setelah jam kantor.

​Cia kemudian mengklik salah satu foto profil resmi Dixon yang dirilis oleh majalah Forbes. Ia

gambar tersebut, meneliti setiap jengkal wajah pria yang menjadi target utamanya.

​Dixon Luca Alessandro. Pria itu berusia 39 tahun usia yang sangat matang untuk seorang pria matang berkuasa. Di foto itu, Dixon mengenakan setelan jas buatan penjahit terbaik Italia. Wajahnya luar biasa tampan untuk ukuran pria hampir kepala empat; rahangnya tegas tertutup bayangan janggut tipis yang dicukur rapi, sepasang mata elang yang tajam dan mengintimidasi, serta aura wibawa yang begitu pekat hingga membuat siapapun akan segan hanya dengan menatap fotonya. Pria itu adalah definisi nyata dari kekuasaan mutlak.

​Melihat visual sang target, sebuah senyuman misterius yang memikat terukir di bibir Cia.

​"Pria yang seusia ini... ternyata memiliki pesona yang berbahaya," bisik Cia pada kesunyian malam.

​Dixon memang tampak seperti benteng kokoh yang mustahil untuk ditembus. Namun, bagi Cia, setiap pria pasti memiliki titik lemah, terutama seorang duda kaya yang kesepian. Cia menutup laptopnya dengan sekali gerakan tegas, memutus kilatan cahaya di dalam kamarnya.

​Ia merebahkan tubuhnya di kasur, menarik selimut, dan memejamkan mata dengan perasaan yang jauh lebih tenang dari malam-malam sebelumnya.

​"Permainan dimulai, Amora. Mari kita lihat, seberapa lama kamu bisa mempertahankan takhtamu setelah aku masuk ke dalam hidup ayahmu," batin Cia sebelum akhirnya jatuh terlelap, menyongsong hari esok dengan rencana yang telah matang di kepalanya.

​Malam akhir pekan telah tiba. Dentum musik bergenre deep house berpadu dengan remang cahaya lampu neon berwarna biru-keunguan di dalam sebuah bar paling eksklusif di pusat kota. Tempat ini bukan bar biasa; hanya kalangan jetset dan ekspatriat bertangan tebal yang bisa melewati pintu depannya.

​Di salah satu sudut meja bar yang tinggi, Cia duduk menyendiri. Malam ini, ia menjelma menjadi sosok yang sama sekali berbeda dari Valencia si pegawai kantoran yang penurut.

​Cia mengenakan rok mini ketat berwarna hitam yang mengekspos paha mulusnya yang jenjang, dipadukan dengan atasan crop top berpotongan rendah yang memperlihatkan lekuk pinggangnya yang ramping dan perutnya yang rata. Rambut hitam lebatnya sengaja digerai bebas dengan aksen sedikit ikal (wavy) di bagian ujungnya, membingkai wajah cantiknya dengan sempurna. Kesan yang dipancarkannya malam ini adalah seorang bad girl yang liar, namun luar biasa mempesona dan berkelas.

​Jujur, di dalam hati, Cia merasa sangat tidak percaya diri. Jantungnya bertalu-talu di balik dadanya. Ini adalah kali pertama seumur hidupnya ia berpenampilan seberani ini dan mendatangi tempat seperti ini. Untuk menutupi kegugupannya, Cia hanya memesan segelas jus jeruk, jemarinya berulang kali memutar-mutar sedotan di dalam gelas.

​Tepat pukul sembilan malam.

​Kring.

​Lonceng pintu masuk bar berdenting halus. Atensi Cia langsung teralihkan. Matanya yang tajam menangkap sesosok pria yang baru saja melangkah masuk melalui pintu kaca.

​Dixon Luca Alessandro.

​Pria itu tampak begitu mencolok bahkan di tengah kerumunan orang kaya. Tubuhnya tinggi tegap dengan bahu yang lebar, dibalut setelan jas hitam tanpa dasi yang kancing atas kemejanya sengaja dibuka. Rahangnya yang tegas, wajah tampannya yang seolah dipahat sempurna, serta sepasang mata elang yang dingin memancarkan aura dominasi yang sangat kuat. Di belakangnya, seorang asisten pria berpakaian rapi mengikuti dengan langkah patuh.

​Dixon tidak berhenti di area umum. Di bawah kawalan ketat, langkah kakinya yang berwibawa langsung membawanya menuju lorong eksklusif yang mengarah ke ruang VIP.

​Cia menggigit bibir bawahnya, menatap punggung tegap itu yang perlahan menghilang di balik pintu kayu mahoni yang tertutup rapat.

​“Tepat waktu. Tapi, bagaimana caraku agar bisa masuk ke sana?” batin Cia memutar otak. Ruang VIP itu dijaga oleh dua pria berbadan besar. Tanpa akses khusus, mendekat sedikit saja ia pasti akan langsung diusir.

​Sementara itu, di dalam ruangan VIP yang kedap suara dan berbau harum aroma cerutu premium, Dixon duduk dengan santai di atas sofa kulit yang empuk. Di hadapannya, beberapa botol wiski mahal berumur puluhan tahun sudah tersaji. Ia sedang menjamu dua orang rekan bisnis pentingnya.

​Meskipun dalam situasi santai, Dixon tetaplah Dixon. Pria berusia 39 tahun itu terkenal sebagai sosok yang sangat irit bicara dan berdarah dingin dalam dunia bisnis. Ia hanya sesekali mengangguk, menanggapi obrolan rekan-rekannya dengan gumaman rendah atau kalimat pendek yang lugas. Tangan kirinya yang mengenakan jam tangan mewah bernilai miliaran rupiah sesekali menggoyangkan gelas wiski, membuat es batu di dalamnya berdenting pelan.

​"Ah, Dixon. Proyek di hulu kota kemarin benar-benar sukses besar. Tidak salah memang menyerahkannya pada Luca Group," puji salah satu rekan bisnisnya, seorang pria paruh baya bernama Tuan kris, sebelum meneguk minumannya.

​Dixon hanya menyunggingkan senyum tipis yang hampir tak terlihat. "Itu berkat kerja sama tim yang baik," jawabnya singkat dengan suara bariton yang berat dan seksi.

​Tuan Kris tertawa kecil, lalu menyandarkan tubuhnya. Obrolan yang semula membahas grafik saham perlahan beralih ke ranah pribadi. "Ngomong-ngomong, Dixon... usiamu belum genap empat puluh tahun, wajahmu tampan, dan kekuasaanmu tak terbatas. Apa tidak ada keinginan sedikit pun di hatimu untuk mencari pendamping lagi? Maksudku, mencari ibu baru untuk Amora?"

​Mendengar nama putrinya disebut, gerakan tangan Dixon yang sedang memutar gelas mendadak terhenti. Sorot mata elangnya menatap lurus ke depan, terasa makin dingin dan datar.

​Dixon meletakkan gelas wiskinya ke atas meja kaca dengan ketukan yang pelan namun tegas.

​"Tidak," jawab Dixon dingin, tanpa keraguan sedikit pun.

​"Kenapa? Amora sudah dewasa, dia sudah mulai meniti kariernya sendiri. Kamu juga butuh wanita yang mengurusmu di rumah," sahut rekannya yang lain, mencoba membujuk.

​Dixon bersedekap, menyandarkan punggung tegapnya ke sofa. "Menikah lagi hanya akan merepotkan hidupku," ucapnya dengan nada acuh tak acuh. "Wanita-wanita di luar sana hanya mengincar uang dan statusku. Mereka hanya akan membawa drama tidak penting ke dalam rumahku, dan aku tidak punya waktu untuk mengurusi hal tidak berguna seperti itu."

​Bagi Dixon, fokus hidupnya saat ini hanyalah mengembangkan gurita bisnisnya dan memastikan Amora mendapatkan apa pun yang gadis itu inginkan. Baginya, wanita adalah makhluk yang rumit dan penuh dengan motif terselubung. Pria sedingin es itu telah mengunci rapat hatinya, merasa bahwa benteng pertahanannya terlalu kokoh untuk ditembus oleh wanita mana pun.

1
Hasti Asti
semangat terus kak berkata, cerita kamu bagus
sryharty
sebelum pembalasan kamu terendus Amora,,kamu harus bikin duda karatan bertekuk lutut sama kamu cia,,biar si duda ga bisa jauh2 dari kamu,,kalo jauh dari kamu langsung gila,,jadi nanti si Amora tidak bisa banyak tingkah
aku
kudukung pembalasanmu dg 🌹 go cia go!!
aku
aduh aq juga tercia cia nih 😁 gasss ciaaaa 😃
Hasti Asti
lanjut kak😍
sryharty
kenapa seh ka up nya irit banget
Shion Hin
hohoho mulai seru 🔥🔥🔥
Marsya
wah mw nambah bacanya lagi,klanjutannya pasti lbih seru🤭🤭🤭🤭
Shion Hin
ayo kak semangat... 🔥🔥🔥🙏
sryharty
kenapa up nya cuma satu2 yah
Yuyun Suprapti
crazy up dong kk thor🤭💪
Shion Hin
😍
Rahman Hayati
wow
selanjutnya rencana lebih menantang lagi Thor, mungkin buat dia belajar beladiri dikit lah
saran thor
sryharty
ka doubel up lah
sryharty
😁 pokonya kamu harus jual mahal cia,,jangan kejar2 duda karatan
biar dia yg tercia dan ga bisa jauh sama kamu
Rahman Hayati
jgn terlalu tua lah Thor yg sedang sedang saja umurnya
sryharty
semoga sampai selesai alurnya masih bagus
sryharty
si duda karatan udah mulai Ter cia2 neh
ayo cia kamu harus kuat
balas semua rasa sakitmu ke Mora..
kamu jangan gegabah tarik ulur si duda karatan biar dia penasaran sama kamu
lanjut yu ka up nya bagus loh cerita kamu
Shion Hin
huaaaa.... gk sabar deh ... 🥺
sryharty
pasti nanti cia hamil,,bawa kabur nanti anaknya cia
biar si duda karatan kelabakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!