NovelToon NovelToon
Skala Kecantikan Flora

Skala Kecantikan Flora

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:211.2k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Nilam Sari

Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung menggelora dengan cepat.

Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Menuju Amunisi

Flora langsung bergegas menuju mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan hingga sampai di tujuannya. Pintu mobil ia buka dan langsung masuk ke pintu yang ia masuki kembali.

Tidak peduli dengan reaksi orang-orang yang melihat dirinya. Flora terus masuk hingga sampai di kamarnya. Dengan cepat, tangannya mengambil sesuatu dari lagi cukup besar itu dan langsung ia dekatkan di dada nya. "Hampir saja aku lupa. Selamat ulang tahun mama." Flora menatap foto Mama nya dan juga beberapa peninggalan sang Mama yang akan dibawanya keluar dari neraka ini.

Setelah mendapatkan yang dia inginkan, Flora melangkah keluar. Tapi tampaknya pintu yang tadinya terbuka sudah tertutup dan ruang tamu yang kosong tampak diisi oleh beberapa sosok.

"Bukankah sudah mengatakan tidak akan datang lagi? Lalu apa ini?" Flora tentu langsung menghentikan langkahnya.

"Aku hanya lewat, dan pergi lagi."

"Begitu? apa ini tempat singgah? Atau pom bensin?"

"Aku tidak bilang begitu, tapi jika penghuni nya yang mengatakan maka mungkin saja." Jawaban Flora tentu membuat wanita itu meradang.

"Flo jaga bicaramu."

"Memang aku bicara apa pa? Apa ada yang salah?" Tampak Antoni segera menepis rasa marahnya dan mendekati putrinya itu.

"Papa ingin tanya sesuatu."

"Ya, tanyakan saja. Karena aku tidak bisa berlama-lama." Wajah Flora yang tidak terlihat karena membelakangi para penanya membuat Antoni memilih tetap dengan posisinya dan hanya memangkas jarak.

"Apa kau membuat sesuatu kepada Jessi." Floral yang tadinya berpikir sesuatu mengenai ulang tahun mama nya ternyata harus membuang jauh-jauh pemikiran itu karena nyatanya tidak.

"Aku tidak melakukan apapun. Sesuatu seperti apa?"

"Kau membuat Jessi menangis dengan mengatainya hal buruk. Kalian kan bersaudara..."

"Dia bukan saudaraku! Dan aku perjelas.... Disini aku tidak akan pernah membuang kata-kata ku untuk hal semacam itu. Lagipula dari wajah saja, sudah terlihat sangat berbeda."

"Flo!"

"Jessie menangis dan hampir menyakiti dirinya, aku tidak masalah kalau kau tidak menganggap ku sebagai mommy mu, tapi Jessi dia..." Flora yang sudah merasa panas memilih pergi, lagipula apa yang akan ia dapatkan disini.

Flora semakin melangkah tapi, Bena yang tidak terima dan penasaran langsung berlari cepat hingga menabrak Flora yang membawa foto Mama nya dan tentunya langsung terjatuh karena ulah Bena.

Pecahan kaca itu membuat Flora mematung, Fofo mama nya menjadi pecah dan juga sebuah gelang ikut rusak. "Astaga, aku tidak sengaja... Flo..." Dengan gaya drama nya, dia tentu berakting sebaik mungkin.

Antoni yang mendengar bunyi pecahan langsung melangkah lebih dan juga ikut termenung. "Jangan sentuh! Tangan kotor mu itu jangan pernah berani menyentuh barang Mama ku!"

"Flo!"

"Flora, aku tidak sengaja."

"Tutup mulut mu! Kau pikir dengan kematian Mama ku dan merusak barang peninggalan nya, kau akan menjadi nyonya disini? Tidak! Meskipun kau menikahi Papa ku dan membawa anak mu itu, kau tidak akan berubah menjadi berlian! Kau dan anak mu itu hanya batu kali! Beraninya kau!" Tamparan keras langsung mendarat di wajah itu dan membuat wajah yang tadinya ingin bangkit kembali tertutupi.

Flora tentu tidak menyangka, tangan yang menemani dirinya berjalan dan penuh kelembutan akan berubah menjadi panas dan sakit. "Papa tidak menerima ucapan seperti itu. Kau sangat keterlaluan...."

"Antoni sudah.... Kau menyakitinya." Bena tentu saja tidak akan melewatkan adegan baik nya, padahal hatinya sangat senang.

Mendengar keributan itu, Jessi akhirnya keluar dan tentu tak lupa hatinya tersenyum melihat adegan di depannya.

"Papa tidak pernah mengajarkan ucapan dan sikap seperti itu. Kau tidak dewasa, tapi seperti anak kecil yang harus diajari menghormati orang lain." Flora masih diam mendengarkan ucapan Papa nya, dan juga membiarkan rasa sakit itu semakin masuk ke ruang rasa sakitnya.

"Papa sungguh kecewa dan hari ini jangan pernah menginjakkan kaki serta ke restoran lagi. Kau terlihat tidak membutuhkan siapapun di hidup mu, jangan kembali sebelum sikap buruk itu hilang, aku tidak memiliki putri yang berkelakuan preman seperti itu."

"Aku juga tidak memiliki papa yang dulunya menemani ku berjalan dan menunjukkan dunia berubah menjadi main tangan. Aku juga tidak memiliki papa yang tidak mengingat apapun lagi tentang istri yang slalu ia ucapkan kata cinta dan tidak akan pernah lupa. Aku tidak memiliki Papa yang lebih percaya omongan anak orang lain dibandingkan darah dagingnya sendiri. Dan aku tidak memiliki Papa yang tidak mengetahui apapun tentang pertumbuhan putrinya sendiri. Hari ini namaku bukan lagi Flora Antonio Conte. Namaku adalah Flora Sarah Mahendra, hari ini aku bukan lagi putri seorang pengusaha dan pemilik restoran sukses di Italia, aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ku lagi disini dan tidak akan pernah datang ke restoran itu." Sekarang semuanya bergantian terpaku melihat wajah yang sudah ditutupi oleh rambutnya dan juga rasa sakit yang akan menjadi pacuan untuk pembalasan nya.

"Sarah...."

'Wajah nya, seperti wanita desa itu.'

Antoni langsung berhenti ketika melihat Flora yang ingin ia dekati memilih mundur. "Terimakasih atas apa yang telah diberikan padaku. Dan aku tidak akan pernah melupakannya." Dengan air mata yang sudah mengering, Flora pergi dengan pecahan kaca yang melukai tangan dan hatinya.

Melangkah sedikit, ia berhenti sejenak. "Kau bisa tertawa sekarang, kau bisa tersenyum dan merasa menang. Tapi nanti, aku akan membuat senyum, tawa dan percaya diri mu itu serta putrimu berubah menjadi air mata dan rasa sakit serta rasa malu luar biasa. Hari ini tatapan takut dan kaget mu melihat wajahku akan datang dengan durasi lama sehingga kau lebih memilih menutup mata mu untuk selamanya!"

Memasuki mobilnya, Flora membawa peninggalan sang Mama dan juga membawa paspor nya karena sudah bertekad dengan pilihannya. "Aku kembali setelah membawa kesuksesan dan menyingkirkan dua wanita itu. Sekarang aku hanya memiliki Mama, tidak ada Papa lagi. Aku akan kembali mengambil apa yang menjadi milikku disini, tapi aku harus punya kekuatan lebih untuk itu. Aku akan pergi menuju tempat dimana doa dan restu Mama berada." Menaiki pesawat menuju amunisi pembalasannya, Flora menatap lekat negara yang akan ia datangi lagi dengan serangan.

Bersambung.....

Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

1
my+ng
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
nobita
Terima kasih thor utk karya yang luar biasa apik ini.. sukses selalu utk mu
Tinta Emas: terimakasih kembali kakak
total 1 replies
nobita
apa yang terjadi dengan Flora??
nobita
justru yang bersemangat atas pernikahan malah kakek nya Morgan
nobita
pertunjukan yg sangat memukau bagi Flora👍
nobita
Flo jangan berfikir negatif terus dong sama Morgan... dia itu cowok idaman🤭
nobita
emang sengaja di kunci dari luar mungkin??
nobita
bagus Flora lanjutkan...
nobita
pertemuan yang tidak terduga👍
nobita
bagus Flo dengan tekatmu.. balas dendam pada keluarga yg telah menyakiti hati mu...
nobita
semoga kesuksesan selalu menyertai mu Flo
nobita
ternyata banyak yg iri dengan penampilan barumu Flo
nobita
mahasiswa kelakuann kayak preman pasar... gak punya adab
nobita
🤣🤭 lanjutkan Flo
nobita
menyakitkan punya ibu tiri
nobita
bikin penasaran aja... hmmmm menarik
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
kurnia rahayu
Luar biasa
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
hersita maharani
makasih author ❤️❤️❤️❤️🙏🙏🙏🙏
Tinta Emas: sama-sama kakak
total 1 replies
Aisah Aisah
Luar biasa
Tinta Emas: terimakasih kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!