NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:845
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekali pukulan.

Zen terdiam. Tiga detik kemudian, dia menyetujui permintaanku. Dengan sombong aku lalu turun ke arena pertarungan. Rebo yang masih mengelap keringat dan membersihkan sisa-sisa darah dari tubuhnya tampak sangat sombong menghampiriku.

Aku yang baru saja masuk ke dalam arena itu merasa risih dengan bau keringatnya yang menyengat.

"Gadis kecil, kau ingin melawanku? Tapi di sini tidak menerima pertandingan melawan perempuan, hanya pria yang bisa bertarung disini."

"Benarkah?" Aku mendongkak ke atas menatap Zane. "Mr Zane, apa pertandingan ini hanya untuk laki-laki? Apa jangan-jangan kau takut melawan seorang perempuan?" Teriakku menggema.

Zane menyengir pahit mendengar teriakanku barusan.

"Rebo ... lawan dia .. jangan menahan tenaga hanya karena dia wanita." Ucap Zane.

 Rebo menyeringai. "Aku tidak pernah takut melawan siapapun, apalagi lawannya wanita sepertimu."

"Kalau begitu ayo bertarung denganku! Jangan sampai kalah, ya ... tuan kuda hitam!"

Rebo yang mendengar ejekanku itu pun menjadi panas, aku memang sengaja memprovokasinya agar dia mau melawanku. Mata Zein semakin berbinar. Sepertinya dia semakin tertarik kepadaku, begitu pula ketiga saudaranya yang lain.

 Aldrik memasang taruhan tinggi pada Rebo, begitu juga Markus, hanya Caspian yang kulihat tidak tertarik dengan taruhan apapun. Panitia boxing hole mengumumkan tentang pertarunganku melawan Rebo, para pengunjung memasang taruhan kepada kami, tapi hampir semua orang memasang taruhan kepada Rebo. Hanya Caspian yang memasang taruhan kepadaku secara tiba-tiba.

"Jangan bilang kau mengasihaniku tuan dingin," batinku.

Aku Berdiri tegap di ujung arena Boxing yang berbentuk bulat itu. Arena tanding tak begitu luas. Hanya kisaran 5 meter bundaran.

Sementara Rebo sudah memasang kuda-kuda tinju di depanku, kuda hitam itu bersiap melayangkan pukulan. Wasit berdiri di tengah dan berusaha menjelaskan peraturan.

"Tidak ada peraturan resmi di dalam boxing hall, peraturannya adalah terus melawan sampai lawan menyerah atau lawan tak sadarkan diri bahkan sampai mati. Apa kedua belah pihak setuju?"

Aku menyetujui hal tersebut dengan menggangguk. Sebelum pertarungan dimulai, aku diberikan beberapa berkas untukku tanda tangani, dari situ aku tahu, ternyata untuk menjadi petarung di boxing hall perlu menandatangani beberapa perjanjian hidup dan mati.

 Rupanya Zane sangat teliti di dalam hal tersebut, tentu saja jika terjadi penyelidikan mereka mempunyai bukti yang kuat bahwa pertarungan itu diadakan atas kemauan orang itu sendiri, sehingga mereka bisa lolos dari jeratan hukum. Tapi aku tidak peduli, aku tetap melancarkan aksiku.

 Mike terus menjerit di telingaku.

"Apa yang kau lakukan Irish? lagi-lagi kau membuat masalah, terakhir kali kau memukul Johnny di Bar, membuat organisasi membayar kerugian property."

"Tapi itu berhasil menarik perhatian keempat Taipan itu, kan?" balasku bergumam.

"Tapi sekarang bagaimana jika kau terluka dan kalah? kau malah akan menghancurkan seluruh penyelidikan."

"Apa kau tidak mengenalku, Mike? Lihat dan saksikan saja." Bisnisku kepada Mike, dan tentu saja hanya dia yang bisa mendengarnya.

"Bukan itu yang aku takutkan. Bagaimana jika seranganmu membunuhnya? kau akan semakin dicurigai, teknikmu itu adalah teknik rahasia organisasi. Aku tidak pernah takut kau kalah, tapi bagaimana jika lawanmu terbunuh? kau akan mengungkap Jati dirimu."

"Oh ... my god ... Mike ... jika kau terus mengoceh aku akan mematikan chips ini."

Mike terus saja menjerit dan menggerutu di dalam telingaku. Jika saja aku bisa mencabut chip di dalam telingaku ini sudah aku lakukan sejak tadi, aku sedikit kesal, namun aku juga ingin menantang dan membuat malam ini menjadi sesuatu yang lebih menarik lagi.

Aku melihat pergerakan lincah kuda-kuda dari Rebo. Langkah kakinya terlihat gemetar, sepertinya kakinya pernah terluka sehingga di bagian itu menjadi titik lemahnya. Rebo beberapa kali melancarkan tinjuan ke udara namun wasit belum juga meniupkan peluit tanda pertarungan dimulai. Aku sudah tidak sabar ingin menghajarnya, aku membuang nafas panjang.

Huffffff. Aku melihat ke atas balkon, tampak ke-4 pria itu sangat menantikan pertarungan kami. Mereka sangat ingin melihatku menunjukkan aksi yang tak biasa, namun aku juga ingin menekan kekuatanku agar identitasku tak diketahui dengan mudah. Aku semakin kesal melihat Rebo yang terus saja menampilkan aksi konyol yang seolah dia bisa mengalahkanku.

Pruuuuuuiiiiiiiitttttt....

Tiupan panjang dari peluit itu menandakan bahwa pertandingan sudah dimulai. Dengan cepat dan sekuat tenaga pria hitam itu beraksi, berbagai triknya di tampilkan seolah menarik perhatianku saja. Rebo pun melancarkan serangan. Hiaaaaaaattttt.

Rebo berlari ke arahku sambil bersiap melancarkan pukulan. Dari jarak kurang lebih lima meteran pria hitam itu berlari. Aku hanya menggeleng melihatnya, aku menajamkan mata. Tatapanku datar. Sesaat sebelum dia berhasil menjangkau ku, aku menendang dadanya.

Braaaaaakkkk. Tendangan itu membuatnya melesat jauh keluar Arena. Rebo memuntahkan darah segar. Hanya sekali tendangan, aku berhasil merubuhkan pria yang di juluki kuda hitam.

Wasit langsung bergegas memeriksa keadaannya Rebo. Kuda hitam itu pingsan. Matanya rapat. Tak ada tanda-tanda bisa bangkit lagi. Suasan arena hening. Tiba-tiba kesunyian mencekam sekelilingku.

Pruuuuuuiiiiiiiitttttt.... Rebo dinyatakan kalah irlh wasit. Setelah beberapa kali memeriksa denyut nadinya, dia tak mampu bangkit lagi. Rebo tak sadarkan diri. Aku menepis pakaianku seolah kotoran dari keringat Rebo membuatnya bau.

Bahkan wasit telah menghitung beberapa kali memberinya jeda.

 "Apakah dia bisa melanjutkan pertandingan atau tidak?" Teriak operator yang menyiarkan lajunya pertarungan.

"Rebo ... kalah telak hanya dengan satu tendangan di dada." Ucap wasit.

"Iris... apa kau membunuhnya?"

"Tenanglah Mike, aku hanya menendang tepat di saraf jantungnya yang terluka. Dia akan bangun dalam waktu lima hari,"

"Astaga ... Irish ... kau benar-benar menahan kekuatanmu."

"Apa ini pujian?" gumamku pada Mike.

Ternyata hanya dengan satu kali tendangan berhasil merubuhkan juara bertahan boxing hall. Bahkan kekalahannya itu sangat memalukan di hadapan seluruh penonton yang telah memasang taruhan besar kepadanya. Rebo yang ambruk di bawa keluar dari area pertandingan, aku melihat ke balkon.

Zane malah tertawa terbahak begitun pun Markus.

"Fantastik... kau keren sekali Irish.. sekali tendangan... kau bisa merobohkan kuda liarku. 50juta ... hadiah yang pantas kau dapatkan ..." Ucap Zane kegirangan.

Aku tersenyum sinis.

"Bukan itu yang kuinginkan Mister Zane. Aku ingin bertarung melawan petarung terkuat mu di sini." Aku menunjuk ke arahnya.

Kali ini aku benar-benar menantang Zane, si petarung terkuat itu. Hanya saja dia tidak menanggapi dengan serius. Lagi-lagi Mike menjerit di kupingku.

" Irish... Apa yang kau lakukaaaaaannn??? dengan begini kau malah akan membongkar kedokmu."

"Bukankah kau adalah hacker terkuat di Amerika? kau pasti bisa menyembunyikan identitasku dengan baik,"

"Bukan seperti itu. Tapi di sana ada Aldric..dengan kau menarik perhatian seperti ini dia malah akan menggali informasi lebih lanjut kepadamu. Setelah kejadian di bar, aku mati-matian menutupi seluruh catatan masalalumu. Seorang hacker anonim meretas data international... itu pasti dia!"

" Aduh ... berisik sekali ... Kau benar-benar membuatku pusing, aku tidak peduli, aku akan melakukan segala cara untuk menarik perhatian keluarga Starling."

"Irish ....Iris... jangan melangkah terlalu jauh.."

"Blokir saja semua data-dataku."

"Irish. .. hentikan kegilaanmu. Cukup ambil uang lima puluh juta itu lalu kembali."

"Diamlah Mike... biarkan aku berkeja!"

Arena boxing menjadi ramai. Sorakan penonton bergemuruh. Once more ... Once more ... sorakan mereka menintaku bertanding sekali lagi terus bergemuruh.

Wasit mendekatiku.

"Siapa yang ingin kau tantang selanjutnya, nona?" tanya wasit halus.

" Zane!" aku menunjuk ke arahnya, dia terbelalak, senyumnya menyeringai licik, dia memecahkan pagar kayu balkon dengan tinjauannya.

"Kau menantangku nona kecil???" Tekanan dari kata-kata itu membuat tulang-belulangku terasa dingin. Aku tau, provokasi yang ku layangkan membuatnya membara.

Mike terus memperingatkan aku, Zane bukan laki-laki seperti Rebo yang mudah di kalahkan. Aku tak peduli, bagiku, setiap orang punya kelemahannya masing-masing.

"Apa kau takut Mr Zane?"

"Hahahahhaa... aku hanya akan bertarung jika hadiahnya setimpal!"

"Jika aku kalah, aku bersedia menjadi wanitamu malam ini!"

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!