NovelToon NovelToon
Baby Berondongku

Baby Berondongku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Romansa / Berondong / Tamat
Popularitas:195.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Abbey Florence, Senior Sekretaris di perusahaan ternama. Usianya tak lagi muda, tetapi dia fokus pada kariernya. Hingga suatu hari teman-teman Senior High School mengadakan reuni. Mereka mengejek Abbey lantaran di usia 36 tahun tak kunjung menikah.

Ejekan demi ejekan dilontarkan. Tidak hanya dari teman-teman, tetapi juga mantan kekasihnya, Thanos Shem yang sudah beristrikan seorang model.

Abbey merasa resah. Sebenarnya dia mau sekali menikah, tetapi loyalitas di perusahaan selalu dipertanyakan. Akhirnya, Abbey memutuskan untuk resign dan menjalani kehidupan barunya. Dia pun mencoba peruntungan untuk menemukan jodohnya. Namun, siapa sangka sosok Rylee Rexton mampu mengobrak-abrik jiwa raganya.

Mampukah Abbey menjalani cinta tidak biasa itu? Akankah Rylee setia mengingat perbedaan usianya jauh sekali?

Yuk, ikuti kisah wanita berumur dan berondong bertato.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Memeras Thanos

Rylee duduk manis di meja makan. Melihat Abbey memasak dengan cekatan, tidak lupa mencoba merayu wanita itu. Walaupun pada akhirnya berujung pertengkaran, Rylee tidak peduli.

"Kamu sangat cocok, Abbey," ujar Rylee.

"Cocok bagaimana?" Fokus Abbey pada spatula dan penggorengan.

"Cocok menjadi wanita yang akan melahirkan anak-anakku."

"Omong kosong, Rylee! Jangan mencoba merayuku. Kamu masih kecil. Tidak pantas berpikiran sedewasa itu," cibir Abbey.

"Ck, merendahkan sekali! Aku kecil, tapi aku bisa membuat bayi. Kamu paham, kan?"

"Jangan kurang ajar di apartemenku! Jaga batasanmu karena aku tidak akan terlena oleh bujuk rayumu," ujar Abbey sambil meletakkan dua piring di meja makan.

Orak-arik telur dan sayuran mendarat sempurna di sana. Selain itu, ada sebotol saos sambal di letakkan di sampingnya.

"Mana sup ayam? Katamu mau buat itu."

"Kamu tidak lihat kalau aku sedang membuatnya." Abbey juga kelaparan sehingga memutuskan membuat makanan tercepat sepanjang sejarah hidupnya.

"Oh, baiklah, Sayang."

Bahkan Abbey tidak melakukan protes saat berulang kali Rylee memanggilnya sayang. Setelah sup ayam telah siap, Abbey meninggalkan Rylee untuk mengambil ponselnya. Dia ingin melihat pemandangan segar di pagi hari, yaitu mendapatkan transfer secara cuma-cuma dari Van.

"Dari mana?"

"Mengambil ponselku. Katamu aku harus segera menghubungi Van. Bukankah kita akan mendapatkan uang dari sana?" tanya Abbey dengan senyum merekah di bibirnya.

Pemandangan sempurna di pagi hari. Ternyata Abbey jauh lebih cantik dengan senyumannya seperti itu.

Abbey lekas mendial nomor mantan bosnya itu. Kalau menunggu lama lagi, Abbey khawatir dipermainkan seperti sebelumnya. Maka dari itu, sesegera mungkin Abbey harus mengingatkannya.

Panggilan pertama tidak direspon. Abbey mencoba panggilan kedua. Masih sama dan hampir saja Abbey kesal.

"Kenapa?" tanya Rylee.

"Belum diangkat."

"Coba lagi, Sayang! Mungkin dia belum bangun. Semalam dia kan pergi ke bandara mengantar Anne."

Abbey hampir lupa. Van tidak mungkin mau melakukan itu tanpa sebuah alasan. Bos brengseknya itu sudah bisa terbaca dengan mudah, tetapi Helen selalu mengagungkannya dan menganggap Van sosok bos yang bijak.

Akhirnya, pada panggilan ketiga, sebuah suara serak khas pria yang baru bangun tidur.

"Halo, ada apa? Ini masih pagi dan kamu sudah menggangguku," protes Van di seberang sana.

Rylee bisa mendengar karena Abbey menekan tombol loud speaker. Jelas sekali suara pria itu masih bermalas-malasan di atas ranjang.

"Maaf, Tuan Van. Aku hanya bermaksud mengingatkan reward yang sudah dijanjikan istrimu semalam. Jadi, kapan aku bisa menerimanya?" tanya Abbey.

Bukannya mendapat jawaban, Abbey malah mendengar suara yang lain. Suara wanita yang tidak asing di telinganya.

"Siapa yang mengganggu sepagi ini, Sayang?" tanya wanita itu pada Van.

Abbey semula tertegun. Beberapa detik kemudian dia baru menyadari kalau itu adalah suara Anne. Tidak salah lagi.

"Wah, Tuan Van. Kejutan apalagi ini? Apakah aku perlu menyampaikan kabar ini pada Nyonya Helen?" tanya Abbey lagi.

"Tunggu, Abbey! Aku minta maaf. Aku berjanji akan segera mentransfer uangnya 2 kali lipat. Cuma aku tidak mau kamu mengatakan pada Helen ataupun Thanos." Terdengar kalau Van sangat panik sekali.

"Itu tergantung kami, Tuan," sahut Rylee. Dia sepertinya sangat senang mendapat mainan baru.

"Abbey? Rylee? Kalian!" pekik Van di balik teleponnya.

"Tidak masalah, Tuan. Asalkan transfer masuk hari ini, semuanya akan aman," ujar Rylee kemudian memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

"Kenapa dimatikan, Rylee? Kita belum mendengarnya," sesal Abbey.

"Itu lebih dari cukup, Baby. Kenapa kamu lebih nakal daripada aku? Memeras adalah pekerjaan mudah, bukan? Kita punya tambang emas sekarang. Jadi, apakah kamu tidak ingin seperti Anne?"

Abbey meletakkan ponselnya. Dia kembali memegang sendok untuk menikmati sarapan paginya yang tertunda.

"Kamu pikir aku punya cita-cita menjadi orang ketiga di dalam hubungan Van dan Helen. Tidak, Rylee. Itu bukan tipeku sama sekali. Walaupun Van pernah merayuku, tetapi aku terus saja menolaknya."

"Wow, wanita baik-baik. Kurasa aku sangat beruntung bisa mengenalmu, Abbey. Seperti sebuah kebetulan atau bisa dibilang takdir. Aku laki-laki baik-baik dan kamu adalah wanita yang baik. Klop dan kita jodoh!" seru Rylee.

Rylee terlalu percaya diri. Walaupun dia tidak terlihat kurang ajar, lama-lama Abbey merasa nyaman. Merasa satu frekuensi dan memiliki kesamaan tujuan. Mungkinkah ini pertanda bahwa Abbey akan serius dengan Rylee? Sementara status laki-laki berondong itu saja tidak jelas.

"Rylee, bolehkah aku bertanya padamu?" Abbey menunduk.

"Tentu saja. Itu pun kalau aku bisa menjawabnya."

"Sebenarnya kamu siapa? Berasal dari mana? Tujuanmu apa?" Rentetan pertanyaan itu langsung dilontarkan oleh Abbey.

"Aku Rylee. Asalku dari mana saja. Tujuanku hidup dengan seorang wanita yang bisa membuatku berubah. Jujur aku sangat menyukai hubungan yang sangat intim dari para gadis di luaran sana. Cuma setelah aku bertemu denganmu, ternyata mendapat wanita itu tidak seperti yang kujalani sebelumnya. Cuma kamu yang belum berhasil aku taklukkan. Makanya aku bertahan di sini. Kenapa? Apakah aku sangat misterius?"

Abbey mengangguk. "Terlepas dari itu semua, aku sangat penasaran padamu, Rylee."

"Lupakan saja. Tidak penting siapa aku. Urusan yang paling penting sekarang, kita pergi ke rumah Thanos dan meminta uangnya."

"Hah? Ide apalagi itu, Rylee?"

"Minta uangnya sekarang atau dia akan melupakan ucapannya semalam."

Justru dengan kedatangan Abbey secara mendadak membuat Thanos terkejut. Dia baru saja bangun dari tidur. Rasanya berat sekali, tetapi setelah beberapa tahun tidak pernah didatangi Abbey, Thanos merasa bangga pada dirinya sendiri.

"Pada akhirnya kamu juga mencariku, Abbey," gumam Thanos.

Padahal Abbey datang bersama Rylee, tetapi laki-laki itu sengaja membiarkan wanitanya masuk sendiri.

"Halo, Abbey. Apa kabar? Senang rasanya kamu datang. Ada apa? Apakah kamu merindukan aku?" tanya Thanos yang terlihat seperti baru bangun tidur.

"Mungkin saja, Thanos. Bukanlah waktu yang singkat untuk melupakan pria yang pernah menjadi bagian terindah dalam hidupku. Rasa cinta itu pasti masih ada, tetapi kamu yang sudah menutupnya bersama Anne. Aku tidak cemburu, tetapi aku sangat bodoh percaya pada pria sepertimu."

Thanos tertawa kecil. "Mau bagaimana lagi. Aku mencintai Anne. Dia seorang model. Cantik, menarik, muda, dan berbakat."

"Wow, sesempurna itu Anne di matamu. Lalu, bagaimana denganku? Tidak adakah rasa cinta sedikit pun untukku?"

"Pernah ada, tetapi sebelum Anne masuk ke dalam kehidupanku. Dia gadis muda yang berhasil membawaku terbang ke awang-awang dengan kebersamaan kami."

"Ya, aku paham. Cuma aku yang tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan. Oh, ya, aku ke sini selain untuk bertemu denganmu. Aku juga berharap kamu tidak melupakan kesepakatan kita semalam. Kamu janji akan memberikan uang, bukan? Kamu kalah dari Rylee!" jelas Abbey.

Thanos memang ingat, tetapi sepertinya dia enggan memberikan uang itu karena merasa dicurangi. Namun, Abbey tidak kekurangan akal. Dia memanfaatkan nama Anne untuk mendapatkan uang.

"Kurasa kamu enggan sekali memberikan uang itu. Tidak masalah, tetapi kamu akan menerima kabar yang jauh lebih besar lagi ketimbang merelakan uangmu untuk diberikan pada Rylee karena menang taruhan semalam," lanjut Abbey.

"Apa maksudmu? Aku tidak mungkin melepaskan uangku hanya untuk permainan murahan semalam. Tidak akan!" tegas Thanos.

"Oh, ya? Bagaimana kalau ternyata Anne selingkuh di belakangmu?"

1
andrana maula
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
Ran Aulia
Luar biasa
Meyke Joyce Rantung
gampang sekali seorang istri di negara X mengucapkan kata cerai kepada suami jika merasa jengkel atau marah kepad suaminya
Meyke Joyce Rantung
waduh...Abbey itu Flo, yang dijodohkan dgn Eric, kakakx Rylle
Bzaa
Si Van PD banget ya 😉
Bzaa
hadir aku tor...
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... happy ending
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆
Halo pembaca setia Baby Berondongku. Author mau minta saran, dong. Kalau misalnya author bikin karya baru lagi, kira-kira mau dibuatkan apa? Semoga kakak bisa memberikan saran untuk Author yang mulai kehilangan arah ini. terima kasih 🙏🥰
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: wah, kayaknya seru ini
total 2 replies
ari sachio
semoga bayinya jd malaikat penolong keluarga.mjd pemersatu keluarga mjd penghancur kerasnya ego mereka.stlh ini smg kehidupn mreka akn lbh baik g ad acara paksa memaksa .saling menghormati d penuh kasih sayang
ari sachio
rylee mengalahlah sedikit turunkan egomu contohlah sedikit sifat kakamu yg selalu bs menyelesaikn masalah tnpa pake urat d otot klo km ign mempertahankan rumah tangga km.
ari sachio
aduhhh kapan kalian berubah sihhh....ego pada digedein.yg tua kek ank kecil yg kecil udh jd org tua tp tetep blm bs bersikap dewasa. g bs ap saling terbuka ,saling memahami,saling percaya,saling menghormati, bukanya slalu menyalahkan d memojokan.
*buat abbey klo memang g ada cinta d g bs memahami d menghormati suami lbh bk cerai.
* buat rylee berubahlah jgn slau emosi yg digedein.krn km akn rugi sendiri akn kehilangan segalany.sdh posisi km di dpn ortu km g ad nilai plusnya trus ank istri akn ikt meninggalkn km. berusahalan bersabar d ushakan setiap ad masalah bicara baik2 dg lawan bicara agr km bs menemukan solusi yg baik.
* buat para ortu.jgnlah selalu mendikte kehidupn ank2 apalagi mereka sdh pya keluarga sndiri biarkan mereka bertanggung jawab dg ms dpn mereka kalian cukup memberikan nasehat yg bijak bila mereka salah d menolong mereka bila mereka punya masalh tnpa menyalahkan, mereka.jgnlah selalu mencampuri apalag mengompori masalah mereka hingga masalah makin parah.
jujur y jika ak jadi rylee klo slalu dibanding2kan dg kakakny d dgr mertuany tdk mengharapkn dia jd mantuny tp lbh ingn kakakny yg jd mantuy jujur pasti kecewa d sakit hati.
seharusnya mertua rylee dan ortu rylee sekali2 bs mendengarkan keluhan dr rylee ap yg dia mau d inginkan bila tak sesuai baru memberi nasehat d masukan yg baik d bijak
Setiaji Muhammad
bagus banget prbinor dan pelakor unjuk taring
Setiaji Muhammad
esmosi aku baca nya jadi baper
Ainisha_Shanti
pasangan dan keluarga ego semua
Setiaji Muhammad
ih ga jelas banget sih padahel kan raile dah mau tanggung jawab yang bener dobg thor jalan ceritanya
Setiaji Muhammad
uh dag dig dug nih ternyta flo itu Abbey
Setiaji Muhammad
gasken hellen jangan kasih kendor van
Rahma
kok ada wanita seperti abbay sih thor,
Setiaji Muhammad
dasar jalang anne dan jaelangkung van
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!