NovelToon NovelToon
Mencintaimu Sekali Lagi

Mencintaimu Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senajudifa

Andaikan waktu bisa kuputar kembali, aku ingin bertemu denganmu di saat yang tepat dan di waktu yang tepat untuk bisa mencintaimu sebagai manusia seutuhnya dan bukan hanya sekedar menjadi bayanganmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senajudifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Penglihatan Yang Tak Biasa

"Mamak hari ini nggak narik ojek??" tanya Dini.

"Nggak nak, mamak capek sekali!!" jawabku.

"Kita pergi kepantai aja yuk mak...mumpung kita libur!!" ajak Juan.

Aku tersenyum menatap kedua anakku.

"Baiklah...kita akan pergi, tapi mamak mandi dulu ya!!" kataku.

"Hore...." teriak mereka berdua kegirangan!!

************

"Rama....sedang apa kamu di pinggir pantai begini?? ayo kita masuk!!" Rani mendatangi adiknya yang sedang duduk termenung sambil memandang ombak yang bergulung sampai ketepi pantai.

"Nggak apa-apa kak, Rama senang dengan hawa pantai...dulu saat Dini dan Juan masih kecil mereka sangat senang Rama ajak tamasya ke pantai walaupun itu hanya sebulan sekali." Ucap Rama sambil matanya menerawang jauh menembus cakrawala.

"Iya...kakak ingat!!! kedua anakmu itu termasuk anak-anak yang penurut, apa yang dikatakan oleh mamak mereka selalu mereka ikuti!!"

Rama hanya tersenyum mengenang kebersamaannya dengan Sena dan anak-anak sebelum ibunya membawa Aida yang dulu juga teman masa SMP nya.

Ibu Rama dan ibu Aida adalah teman baik, dulu mereka sempat ingin menjodohkan Aida dan Rama. Tetapi Rama dan Sena keburu menikah, padahal keluarga Rama tak ada yang setujunya kecuali bapaknya yang tak pernah mau ikut campur urusan anak-anaknya.

Rama sendiri tidak tau, setan apa yang telah mempengaruhi dia sehingga tega meninggalkan istri dan kedua anaknya bahkan dia sampai tidak tau bahwa pada saat itu Sena tengah mengandung anak ketiganya.

Matanya sudah di butakan dan telinganya sudah ditulikan oleh nafsu sesaat.

Lima tahun lalu sebelum dia kecelakaan, dia sempat membeli rumah di dekat pantai.

Dulu Sena dan anak-anak sangat menyukai pantai dan laut, walaupun Aida sangat tidak menyukai hawa laut

Hulululululu.....

"Juan...tunggu adiknya!!" teriakan itu membuat Rama yang sedang ditinggalkan oleh Rani masuk kedalam rumah jadi membeku di tempatnya.

"Suara itu??" gumamnya sampai-sampai tak berani berpaling kearah sumber suara.

"Hore...hore....!!" kata suara yang lain.

"Itu suara Sena dan anak-anak!!" kata Rama perlahan.

"Mak kita di sebelah sana aja yuk...pasirnya lebih lembut!!" kata Dini lalu menarik tangan Sena menjauh dari Rahman yang sedang duduk membelakangi mereka.

Suara mereka menjauh dan membuat Rama bisa bernapas sedikit lega.

Dari sudut matanya dia melirik mantan istri dan ketiga anak-anaknya yang sudah pada besar-besar.

Sepuluh tahun sudah mereka berpisah tetapi Sena tetap berjuang sendiri tanpa menikah lagi untuk menghidupi ketiga anak-anaknya membuat Rama bangga sekaligus terharu pada sang mantan istri yang merupakan wanita super tangguh yang pernah dia kenal.

Sementara itu...

Saat ketiga anak-anaknya bermain air dan pasir, mata Sena tak sengaja melirik kearah tower yang tak jauh dari tepi pantai.

"Apa yang dilakukan wanita itu di tepi tower yang tinggi itu?? dia tidak berniat mau melakukan harakiri kan?? sementara di bawah tower menanti batu-batu karang yang runcing dan tajam." Gumam Sena sambil terus memperhatikan wanita berambut panjang itu.

Tiba-tiba....

"Jangan......"

Sena berteriak nyaring lalu lari kearah tower yang dia lihat untuk melihat wanita yang terjun bebas tadi.

"Mak...mamak mau kemana??" teriak Dini, Juan dan Syifa berbarengan.

Mendengar suara ribut-ribut di kejauhan mau tak mau Rahman menoleh.

Dilihatnya Sena lari kearah sisi pantai sebelah kiri yang banyak batu karang terjalnya dengan dikejar oleh ketiga anak-anaknya.

Ada apa dengan Sena, apa yang dia kejar??" kata Rama.

"Mak...mamak...mau apa kesana??" teriak Dini dan Juan.

"Apa kalian nggak lihat???" tanys Sena berteriak panik.

"Lihat apa???" Dini dan Juan balik berteriak melawan kerasnya suara ombak.

"Ada orang yang kecebur di tower sebelah sana itu??" teriak Sena lagi.

"Mamak ini mimpi atau mengigau sih?? mana ada tower di sana...tower yang mana??" teriak keduanya.

Tak lama Sifa datang bersama seorang lelaki tua sepertinya dia sering merengge ikan di sekitar tepi laut itu.

"Ada apa mbak?? apa yang mbak lihat??" tanya bapak tua itu.

"Saya tadi melihat ada seorang perempuan berambut panjang berbaju putih berdiri di atas tower itu lalu tak lama dia melompat ke laut...kalau dibiarkan dia bisa mati tenggelam pak....secara arus air di sana sangat deras juga banyak terdapat batu karang yang terjal dan curam." Kata Sena berapi-api.

"Mbak tenang ya...!!" kata bapak itu.

"Tenang opo tho pak sampean iki...??" bahasa jawanya langsung keluar karena Sena jadi ikutan kesal pada orang tua itu.

"Mak...nggak ada tower di sana!! jadi nggak mungkin ada orang yang melompat di sana!!" jelas Dini meyakinkanku.

"Anaknya mbak ini betul, memang sekitar lima tahun lalu ada tower mercusuar di sana tapi setelah ada dua kali kejadian bunuh diri di tower itu, maka tower tersebut dirobohkan...coba mbak lihat lagi baik-baik!!" kata orang tua itu.

Sena menoleh sekali lagi dan benar tak ada apapun di sana hanya batu-batu karang dan sisa-sisa reruntuhan tower saja.

Sena bersimpuh di pasir sambil menutup wajahnya.

"Apa sebenarnya yang telah terjadi padaku?? aku bisa melihat rangkaian kejadian masa lalu!!" aku bergumam.

"Sebenarnya siapa perempuan yang bunuh diri itu pak??" tanyaku.

Bapak tua itu menarik napas panjang sesaat.

"Dia putri saya!!" jawabnya dengan sedih.

"Apakah putri bapak berkulit putih berambut panjang sepinggang dan ada tahi lalat di bawah dagu kirinya??" tanyaku.

"Ba...bagaimana ka..mu bisa tau??" tanya orang tua itu.

"Dia sekarang berdiri di belakang bapak dengan bersimbah air mata!!" jawabku.

"Tini...maafkan bapak ya...bapak tidak sempat mengabulkan permintaanmu untuk membelikanmu ponsel...bapak waktu itu belum punya uang yang cukup!!" isak orang tua itu.

Sena memegang tangan orang tua itu dan menghadapkannya pada sosok.wanita yang dipanggil Tini itu.

"Maafkan Tini pak...Tini egois dan bodoh...mestinya Tini sadar kita orang tak punya, Tini malu dengan keadaan hidup kita yang miskin dan Tini malu karena diejek terus oleh teman-teman sebagai anak nelayan...yang akhirnya Tini mengambil jalan pintas untuk bunuh diri dari atas tower itu!!"

Hantu wanita itu menangis dan pak tua tersebut juga menangis.

"Sekali lagi maafkan Tini, pak...Tini tidak bisa pergi dengan tenang sebelum mendapat maaf dari bapak atas semua perbuatan Tini di masa lalu."

"Bapak sudah memaafkan kamu Tini, pergilah dengan tenang anakku!!" kata pak tua tersebut.

Dia memeluk putrinya hingga perlahan sosok itu menghilang setelah sebelumnya dia menganggukan kepalanya pada Sena sambil mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih juga mbak telah mempertemukan saya pada putri saya!!" kata pak tua itu.

"Sama-sama pak!!" jawabku.

Lalu mereka berpisah di situ. Sena dan ketiga anaknya kembali bermain air dan pasir di pantai itu tanpa tau bahwa Rama sejak tadi memperhatikan kebersamaan dan kegembiraan mereka dengan sedih.

*

*

***Bersambung...

Lanjut ke next episode ya reader🙏🙏

1
Nur Syamsi
Berarti Antony dmsudah bisa masuk dirumah Sena
Nur Syamsi
deg degan terus bacanya
Nur Syamsi
Siapa Sena sbnarnya ya, knpa mrk pada jatuh hati pdanya sprt Anthony, Baron, Firre dan Bian....
Nur Syamsi
Bagaimna nasibnya roh Ningsih ...
Nur Syamsi
🙈🙈🙈🙈🙈
Nur Syamsi
deg degan terus bacanya thor
Nur Syamsi
Tabrani, RT yg menumbalkan warganya, ayo Paman usir pak RT mu dg Pirre
Nur Syamsi
seraaaaam thor
Nur Syamsi
Tdk ada penyesalan didepan yg ada hanya pembukaan, makanya berfikir sblum bertindak,
Nur Syamsi
Bagus Sena itulah jawaban yg tepat PD keluarga yg Tdk tanggung jawab, ayo Sena panggil Antony biar dihajar tu Mertuamu dan anaknya
ulni wati
bagus ceritanya...tapi ngeri² sedep😀
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
Fenti
laaahhhh
Fenti
setangkai bunga 🌹 mendarat 😁
Fenti
setangkai bunga 🌹 mendarat 😁
Fenti
ada apa tuu???
Fenti
heeee kayak dia masih muda saja🤭🤭
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
Fenti
ya ampyuuun masih aja bertengkar😅😅
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut like 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!