Blurb :
"Aku rela berkorban demi dirimu, Mas. Bahkan, dengan sukarela memberikan uang gajiku kepadamu. Tapi kenapa, teganya dirimu memberikan semuanya kepada selingkuhanmu!"
Airin benar-benar merasa kecewa atas apa dilakukan oleh Aldi suaminya. Airin merasa di lecehkan dan tidak dihargai.
Hingga Airin berpikir untuk mengakhiri pernikahannya dan berniat untuk balas dendam.
Akankah rencananya berhasil atau ia berubah pikirannya dan menerima Sonia untuk jadi istri kedua suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Yah, Malah tidur
Kini Airin berada di dapur dengan segera mengambil nasi berserta lauk pauknya. Wanita itu pun segera kembali ke kamar dimana suaminya berada.
"Ini makanannya udah siap, Mas," ucap Airin saat sudah berada di dalam kamar.
Wanita itu menghembuskan nafasnya dengan kasar saat melihat sang suami ternyata sudah tidur di atas ranjang.
'Gimana ini? Makanannya sudah siap tapi Mas Aldi udah tidur. Mau aku bangunin tapi enggak tega liatnya.' gumam Airin.
Wanita itu pun memilih kembali ke dapur untuk menyimpan makanannya. Airin tidak tega bila harus membangunkan suaminya karena dia merasakan gimana rasanya bekerja.
Saat akan menyimpan makanan di dapur, Airin melihat paruh bayu sedang mengorek-ngorek tong sampah. Wanita itu membukakan pintunya, kemudian memanggil pria paruh baya itu.
"Pak, sini ...." panggil Airin pada pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu pun berjalan menghampiri Airin. "Iya, ada apa, Mbak?" tanya pria paruh baya itu.
"Ini ada makanan masih utuh, sayang bila harus di buang," ucap Airin.
Pria paruh baya itu matanya berbinar dan sangat tidak menyangka ada orang baik hati memberikan makananya. Jujur saja, pria itu belum makan dari tadi pagi hanya meneguk segelas air putih.
"Makasih banyak, Mbak. Maaf, apakah bisa di bungkus nasinya?" tanya Pak Badrol.
Pria itu ingin memberikan makananya pada sang istri dan cucunya. Pak Badrol takut bila mereka belum makan.
"Buat apa nasinya di bungkus, Pak?" tanya balik Airin.
"Saya ingin memberikannya pada sang istri dan cucuku. Saya takut bila mereka disana belum makan," jawab Pak Badrol.
Sebenarnya Pak Badrol malu bila mengatakan yang sebenarnya. Akan tetapi, demi keluarganya dia pun harus jujur mengatakannya.
Airin tiba-tiba meneteskan air matanya saat mendengar perkataan pria paruh baya itu. Dia merasakan gimana jika dirinya berada disisi beliau.
"Bentar Pak, aku bungkus dulu ya."
Airin pergi menuju menuju dapur untuk mengambil kertas nasi. Saat sudah beres wanita itu pun segera pergi menuju pria paruh baya itu.
"Ini nasi serta lauk pauknya, Pak," ucap Airin.
Betapa terkejutnya Pak Badrol saat melihat nasi yang di berikan wanita itu. Bagaimana tidak, Airin membuatnya lima bungkus nasi serta lauk pauknya serta memberikan amplop yang isinya uang sebesar satu juta.
"Makasih atas semuanya, Mbak. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan yang Mbak berikan sama saya. Maaf, saya hanya bisa mendoakan saja," ucap pria paruh baya itu.
"Iya, sama-sama. Makasih atas doanya, pak. Semoga bermanfaat untuk Bapak dan keluarga ya, Pak," ucap Airin tersenyum pada Pak Badrol.
"Pasti ini sangat bermanfaat untuk keluargaku. Kalo gitu saya permisi, Mbak," ucap pria paruh baya itu.
"Iya, silahkan, Pak."
Pak Badrol pun segera pergi meninggalkan Airin disana. Dia sudah tidak sabar untuk memberikan makanan serta uang untuk sang istri.
Saat pria paruh baya itu sudah tidak terlihat, Airin segera menutup pintu dapur dan berjalan menuju kamar untuk tidur malam.
'Dia nyenyak sekali tidurnya. Mungkin cape kali ya sehingga dia begitu nyenyak tidurnya.' gumam Airin sambil menatap sang suami yang kini sudah tertidur pulas.
Wanita itu berjalan menuju ranjang dan kebetulan dirinya sangat mengantuk. Airin segera memejamkan matanya dan kini berada di alam bawah sadarnya.
*
*
Keesokan harinya.
"Ini Mas makanannya sudah siap," ucap Airin pada sang suami yang baru saja tiba di meja makan.
"Iya, makasih," Aldi menatap sang istri.
Mereka pun kini sedang menikmati sarapan paginya. Saat sudah selesai mereka segera berangkat pergi ke kantor.
Di tengah jalan, Airin di pinta untuk turun oleh sang suami dan wanita itu terkejut karena Aldi menyuruhnya untuk turun.
"Turun aja ya disini," ucap Aldi sambil menatap Airin.
"Loh, kenapa suruh untuk turun disini?" tanya Airin mengerutkan keningnya merasa heran.
"Aku harus buru-buru ke kantor karena ada acara rapat sekarang! Lagian jalan ke kantor kita beda," jawab Aldi.
"Oh, gitu ya, Mas. Terus nanti aku naik apaan?" tanya Airin lagi.
Aldi pun merasa kesal pada sang istri karena banyak bicara, bukannya langsung menuruti perintahnhya.
"Banyak ngomong banget jadi orang! Lagian bisakan naik gojek online, taksi online gitu aja ribet sih!" sentak Aldi menatap sang istri.
Airin menundukan kepalanya karena merasa bersalah telah membuat sang suami marah.
"Baiklah kalau begitu, Mas," ucap Airin.
Wanita cantik itu segera keluar dari mobilnya dan Aldi segera pergi meninggalkan Airin sendirian disana.
"Gojek, Neng," ucap sang ojek online yang lewat.
"Syukurlah, akhirnya ada ojeg lewat."
Wanita itu merasa bersyukur ada ojeg online lewat dan beruntung dirinya tidak akan kesiangan kerja.
#Aldi pun kini sudah sampai di kantor. Pria itu segera keluar dari mobilnya dan berjalan menuju tempat kerjanya.
Aldi baru saja duduk di kursi kerjanya, tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.
"Selamat pagi ...." sapa seseorang.
Aldi langsung menatap wanita cantik dan seksi sedang berdiri di depannya. Pria itu tiba-tiba terhipnotis pada wanita itu.
Gila, ini cewek benar-benar sangat cantik! Idamanku nih cewek kayak dia batin Aldi.
Tiba-tiba seseorang datang dab berdehem dengan keras.