NovelToon NovelToon
Dendam Aqila

Dendam Aqila

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.

Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.

Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.

Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Jika bersama ku akan membuat mu terluka, pergilah. Karena aku jauh dari kata sempurna. Perihal bagaimana hati ku setelah ini, biarlah menjadi urusan diriku. Luka dan derita ku adalah takdir yang harus aku jalani.

Sesaat Bram keluar dari pintu belakang mobilnya kemudian ia mengunci kembali mobilnya itu dengan remote control yang ada di tangannya. Ia lakukan hal itu agar Aqila tak bisa keluar dari mobil bagian belakang nya.

Bram terlihat merapikan jasnya dan berjalan dengan tenang ke pintu sebelah kanan mobilnya. Ia kunci kembali mobilnya dan membalikkan tubuhnya melihat Aqilla yang menatap dengan kesal.

"Kau tahu aku tak suka di paksa Mas?" Ucap Aqilla pada Bram yang tak perduli dengan ucapannya.

"Aku tahu, kau tak suka di paksa Aqilla. Tapi saat ini memaksa mu adalah jalan terbaik untuk ku." Balas Bram yang kemudian membalikkan tubuhnya kembali.

Ia menyalakan mesin mobil dan keluar dari parkiran rumah sakit dengan membawa Aqilla. Ia melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi keluar dari parkiran rumah sakit, ketika tanpa sengaja netranya mendapati Dito tengah berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit. Ia tak ingin Aqilla melihat Dito, begitu pula dengan Dito.

"Aku tak mau di bawa ke hotel mu, Mas!" Tolak Aqilla yang menyangka Bram akan membawanya ke hotel miliknya.

"Kemarilah, duduklah di sampingku!" Pinta Bram yang mengulurkan tangan kirinya sedikit ke belakang.

"Kau dengar Mas, aku tak mau kau bawa ke hotel mu." Ucap Aqilla lagi, berharap Bram menjawab keinginannya yang tak mau di bawa ke hotel.

"Ya aku dengar, aku tak akan membawa mu kesana. Tapi aku akan membawa mu ke rumah kita." Balas Bram yang membuat Aqilla diam dan berpikir saat ia mendengar ucapan Bram mengenai rumah kita.

"Rumah kita? Apa maksud mu, Mas?" Tanya Aqilla seraya mendekatkan kepalanya pada kursi pengemudi bagian depan mobil. Ia ingin mendengar dengan jelas penjelasan Bram padatnya.

"Kemarilah! Duduklah di sampingku! Aku akan menjelaskan pada mu tentang rumah kita yang aku ucapkan barusan." Jawab Bram yang malah meminta Aqilla untuk duduk di sampingnya.

"Qilla...!!" Panggil Bram yang merasa tak ada pergerakan dari Aqilla.

Aqilla begitu enggan untuk duduk berdampingan dengan Bram. Ia diam dan malah menyenderkan tubuhnya kembali ke jok kursi belakang.

"Hemm..." Sahut Aqilla yang malas menanggapi permintaan Bram.

Berat baginya untuk melangkah pindah ke kursi bagian depan. Hatinya merasa ia tak pantas untuk duduk berdampingan dengan Bram.

Jujur saja ketika bersama Bram, ia merasa menjadi wanita yang sangat kotor dan menjijikan. Bayang-bayang masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam tentang bagaimana Bastian merenggut kesuciannya kembali terlintas di kelopak matanya, baik saat memejamkan mata ataupun saat matanya terjaga seperti saat ini.

"Kemarilah! Jangan terlalu banyak berpikir dan melamun! Tak akan ada yang menyakiti mu selagi kau bersama ku." Pinta Bram lagi yang seakan meyakini Aqilla.

"Kau tak akan menjaga ku selama dua puluh empat jam Mas. Pasti ada celah bagi mereka untuk melukai ku." Jawab Aqilla yang menatap wajah Bram dari pantulan cermin.

"Tak akan ada celah bagi mereka untuk menyakiti mu, karena aku akan membinasakan mereka dengan tangan ku, agar kau puas dan merasa tenang." Balas Bram dengan intonasi yang menggebu-gebu.

"Kemarilah! Duduklah di sampingku atau aku tabrakan mobil ini." Ancam Bram yang membuat Aqilla terpaksa melangkahkan kakinya pindah ke kursi depan.

"Ternyata kau harus terus diancam agar mau menurut dengan ku ya Qilla?" Tanya Bram ketika melihat Aqilla sudah pindah ke kursi depan dan sedang sibuk menggunakan sabuk pengaman.

"Ini karena aku tak mau mati sebelum dendamku terbalas." Jawab Aqilla tanpa menatap wajah Bram, Pandangannya lurus ke depan, menatap jalanan dengan mobil-mobil yang berlalu lalang.

Cittt.... [Suara rem mendadak berbunyi.]

Bram menghentikan tiba-tiba laju kendaraannya. Untungnya suasana jalan tak terlalu ramai. Jika saja ada mobil di belakang dapat dipastikan kecelakaan beruntun akan terjadi.

"Katakan pada ku! Kau dendam pada siapa saja hum? Aku akan membantu mu membalaskannya, tanpa kau perlu repot-repot mengotori tangan dan tubuhmu ini." Pinta Bram yang membuat Aqila tersenyum sinis padanya.

"Sekarang kau mengakui tubuhku ini kotor kan Mas. Jika kau jijik pada ku, pergilah! Lupakan masa lalu kita, hiduplah dengan istri mu dengan bahagia." Balas Aqilla yang membuat Bram membulatkan matanya.

"Aku tak akan pernah bahagia jika bukan hidup bersama mu Qilla." Ucap Bram seraya meremas pelan kedua lengan tangan Aqilla.

"Aku tak akan bisa membahagiakan mu, Mas. Apalagi dengan keadaan ku yang seperti ini," Sahut Aqilla.

"Keadaan mu yang seperti apa hum? Kau tak kurang satu apapun Aqilla. Kau nampak sempurna di mata ku. Kau hanya kehilangan percaya diri mu." Balas Bram yang kemudian kembali melakukan kendaraannya.

Selama tiga jam perjalanan, mobil yang di kendarai Bram sudah sampai di sebuah rumah megah dengan beberapa penjagaan yang super ketat.

Aqilla yang kelelahan tertidur dengan nyenyak di kursi samping pengemudi. Ia tak menyadari jika mobil yang dikendarai Bram sudah berhenti di sebuah rumah mewah dan megah yang disebut Bram dengan rumah kita.

Bram mengangkat tubuh mungil nan seksi milik Aqilla. Ia menggendong Aqilla masuk ke dalam sebuah kamar utama di rumah tersebut. Bram membaringkan Aqilla yang nampak kelelahan. Ia matikan lampu kamar itu tanpa membuka tirai jendela yang akan membuat sinar matahari pagi membangunkan Aqilla.

Bram keluar kamar dan menemui kepala pelayan agar menyiapkan makanan untuk dirinya dan juga Aqilla nanti. Ia memberi tahukan semua menu makan kesukaan Aqilla dan juga menyebutkan beberapa menu makanan yang tak disukai Aqilla pada kepala pelayan itu.

Ketika dirasa kepala pelayan sudah paham dengan apa yang ia sampaikan. Bram pergi meninggalkan kepala pelayan itu kenuju ruang kerjanya.

Di sisi lain Angel yang merasa kehilangan teman kerja sekaligus sahabatnya dilanda kepanikan. Ia terus mencari keberadaan Aqilla. Tak hanya mencari ke ruang prakteknya, ia juga pergi ke tempat parkir.

Namun sayang ia tak menemukan Aqilla di sana. Dengan langkah ragu, ia akhirnya memutuskan keruang rawat Cella. Ia yakin Dito ada di sana, ia akan menanyakan keberadaan Aqilla.

Kini langkah Angel telah berhenti tepat di depan pintu ruang rawat Cella. Ia dapati sosok Dito yang terlihat dari kaca yang berada di tengah cermin.

"Mas Dito sendirian di sini, terus Qilla sama siapa dong?" Gumam Angel saat tak mendapati sosok Aqilla di dalam ruang rawat pasiennya.

Curiga. Ya Angel tengah curiga pada Dito yang ia anggap sudah menyembunyikan Aqilla dari wajah tenangnya yang ia lihat.

1
Mama Gezkara
aku suka ceritanya kaaakkk
Orang Pinggiran
ceritanya bagus terus gimana kalau mau lanjut ngebacanya?🙏🙏
Ricka Monika
kisahnya drama banget 👍
Ricka Monika
wah Dito kayaknya mau bundir nih
Ricka Monika
apa yg di bilang td sm Bram,hellooo perbuatan mu itu salah tau salah besar😡
Ricka Monika
lah gak sadar diri,cermin mana cermin🪞
Ricka Monika
beh egois cinta tp menelantarkan istridi saat badai menghantam nya kalo gak ada Dito udah KO istrimua
Ricka Monika
jelaslah kau saja TDK mau menyelamatkan istrimu dr ortu mu yg gila itu, wajar dia melupakanmu bercerminlah🤧😡
Ricka Monika
istri orang hanya status tapi TDK di nafkahi sm Bram berarti sudah bisa dibilang bercerai Krn TDK di beri nafka lahir dan batin,
Ricka Monika
dendam Aqila terbayar sudah,tapi kenapa Dito tau ya Aqila melakukan balas dendam terhadap keluarganya 🤔dan anehnya si Dito Mala menyetujui tindakan Aqila hanya gara" puas dngn pelayanan Aqila di ranjang 🙄😏🤨
Ristieriswanharti
bener² nyesek
Ristieriswanharti
sebenarnya dito sudah mencintai qila
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
Ristieriswanharti
ini sebenarnya alurnya mau di bawa ke mana thor
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
Ristieriswanharti
sebenarnya aku ga mudeng blas alur ceritanya tapi udah terlanjur baca sampai disini nanggung kalo ga di terusin
Ristieriswanharti
owalah dasar qila goblok
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
Ristieriswanharti
ini sebenarnya gimana si qila
Ristieriswanharti
cerita muter ga karuan
Ristieriswanharti
aq kok sebal dengan si Bram laki² gak punya ketegasan bisanya menangis menangis dan menangis serta meratap
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
Ristieriswanharti
cerita ini kebanyakan pemeran jadi kadang pemeran lain sampai hilang gitu aja
Ristieriswanharti
ngeri yaa
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!