NovelToon NovelToon
Deadly Cold Woman

Deadly Cold Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Kaya Raya / Time Travel / Chicklit
Popularitas:494.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aozyrin

Hidup dalam sebuah kepura-puraan membuat dirinya begitu sangat tersiksa, biasanya orang-orang yang memiliki keluarga lengkap justru bisa membuat hidup sang anak menjadi bahagia.

Tapi berbeda dengan dirinya, ia memiliki kedua orang tua yang lengkap sama seperti anak lainnya, tapi yang membuatnya berbeda adalah, ia hanya mendapatkan cinta kasih dari sang ibu, sedangkan sang ayah justru sangat membenci dirinya.

Hidup ibu dan anak itu sangatlah sulit, dan setelah kepergian ibunya sang ayah bahkan terus-menerus menyiksa serta mengurung nya sampai ajal menjemput.

Disisa kehidupan nya, ia berdoa agar bisa melihat sang ibu kembali.

Kini mata yang tertutup rapat itu mulai terbuka dengan perlahan, terlihat sebuah ruangan yang sangat luas, mata indah itu perlahan-lahan mulai menyusuri ruangan, dan tatapan nya terhenti di sebuah kalender yang bergantung di dinding.

"Tahun 1998?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebingungan Keluarga

"Setelah memasuki tubuh ini, aku mendapatkan apa yang belum pernah aku rasakan. Ternyata seperti ini mendapat kasih sayang dari seorang paman," gumam Valia sambil menatap mobil Xander yang semakin menjauh.

Saat menjadi Silyena, ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang atau pun cinta dari orang lain.

Satu-satunya yang bisa memberikan cinta dan kasih sayang hanyalah sang ibu, ia bahkan teringat dulu bagaimana dulu Granov terus menyiksa Carmila.

Tak terasa, cairan bening itu mulai menetes di pipi Valia. "Aku sungguh menyesal ibu, aku benar-benar sangat menyesal karena tidak pernah membantumu saat diri mu di siksa oleh ayah," gumam Valia sambil menatap lurus ke depan.

"Karena itu, aku berdoa untuk bisa melihat ibu lagi dan meminta maaf padamu, tapi aku tidak menyangka bahwa aku bisa kembali ke zaman dimana kita bisa menjadi teman satu kampus. Walau seperti itu, aku tetap harus bersyukur, karena aku bisa melampiaskan amarahku dari masa lalu pada Granov dan yang lainnya!." lanjut Valia sambil menggeretakkan giginya.

Valia pun mulai menghapus cairan bening yang sudah menumpuk di kelopak matanya, dan ia mulai memasuki mansion itu.

Valia langsung berjalan ke arah dapur, ia berjalan dengan langkah gontai.

Nisia yang baru saja tiba, justru melihat sang anak terus menunduk di meja makan, ia terlihat binggung melihat eskpresi Valia yang menampilkan sebuah kesedihan.

Nisia pun dengan cepat menghampiri Valia, lalu ia pun menyapanya sambil menepuk pundak sang anak "Valia," sapa Nisia sambil tersenyum.

Spontan hal itu membuat Valia terkejut dan langsung menoleh kearah Nisia "Ah, ibu," ucap Valia sambil membalas senyuman Nisia.

Setelah melihat wajah sang nak dengan teliti, untuk pertama kalinya Nisia melihat rambut Valia yang begitu rapi, ia pun mulai heran melihat sang anak yang tiba-tiba mengubah penampilannya.

Nisia berdiri di samping Valia dan memegang rambutnya, "Ada apa dengan rambutmu?, bukankah kau sangat suka dengan model yang berantakan?" tanya Nisia dengan heran.

Valia melirik dan ikut memegang rambutnya yang sudah sangat rapi, "Aku tidak menyukainya model itu lagi ibu, itu sudah menjadi trend lama, dan aku menyukai model rambutku yang sekarang, ini tampak terlihat sangat segar" ucap Valia sambil tersenyum.

Nisia yang mendengar itu merasa sangat bersyukur karena sang anak susah mau merubah penampilannya, "Benarkah?, tapi kamu memang terlihat jauh lebih cantik karena menggunakan gaya rambut seperti ini" ucap Nisia sambil mengelus pucuk kepala sang anak, lalu ia pun menciumnya dengan angkat lembut.

Setelah itu, Nisia seperti merasa mencium aroma yang tidak sedap, lalu ia melihat pakaian yang di gunakan Valia terlihat sudah berlumuran noda merah.

Nisia mengernyitkan dahinya, "Valia!, ada apa dengan pakaian mu?, apa ini darah?" ucap Nisia sambil memegang pakaian Valia dan melihat wajah anaknya secara bergantian.

Valia mula menunduk kan kapalnya dan ia melihat pakaiannya sudah di penuhi oleh noda berwarna merah.

"Ah ... ini, aku melihat kucing mati di jalan, lalu aku memungutnya dan menguburnya ibu," jawab Valia dengan tenang.

Nisia tampak terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna, "Apa?!, kenapa kau ada disini?, pergi dan mandi lah, aroma mu sungguh sangat tidak sedap" ucap Nisia sambil menutup hidung dan menjauhkan dirinya dari Valia.

Valia yang memiliki ide mulai berdiri dan mendekati Nisia "ayolah ibu, aku ingin ibu memelukku" ucap Valia sambil merentangkan tangannya agar Nisia mau memeluknya.

"Menjauh lah dari ibu Valia," usir Nisia sambil membuat gestur mengibaskan tangannya.

Melihat raut wajah sang ibu, membuat Valia mulai tertawa terbahak-bahak "Haha ... ayolah ibu, aku sangat merindukan ibu" ucap Valia disela tawanya sambil mengejar Nisia.

Nisia terkejut karena melihat Valia mengejarnya "Tidak!, menjauh lah Valia!" teriak Nisia yang berlari menjauh dari Valia.

Sedangkan Javier yang baru saja datang terkejut melihat Valia mengejar Nisia sambil merentangkan tangannya.

"Valia!" panggil Javier dengan suara pelan namun menggema ke seluruh mansion.

Valia langsung berhenti dan ia pun menoleh kearah Javier, seketika saja tubuh Valia terasa kaku.

"Apa dia marah padaku, seperti ayah ku yang dulu?" batin Valia sambil melotot kan matanya dan tubuh itu pun mulai gemetar.

Javier berjalan menghampiri Valia dan ia pun menjewer telinga Valia "kau anak nakal, beraninya mengganggu ibumu" ucap Javier dengan tegas.

Awalnya Valia menutup matanya, tapi ternyata ketika tangan Javier berada di daun telinganya, ia justru tidak merasakan sakit sama sekali, lalu Valia melihat kearah Javier yang sedang menatapnya dengan tajam.

"Tidak sakit, tapi kenapa ayah menatapku seperti itu" batin Valia sedikit ketakutan.

Nisia melihat ketakutan Valia, ia merasa tidak tega melihat sang anak ketakutan, "Apa yang kau lakukan pada anakku?, kenapa kau menatap Valia seolah ingin memakannya?" ucap Nisia sambil mencubit lengan Javier.

Javier terkejut melihat sang istri melotot kearahnya, "Tidak, tidak, aku hanya memberinya sedikit pelajaran saja" ucap Javier yang merasa sakit di lengannya.

Melihat pertengkaran itu, seketika saja, Valia tertawa dengan keras "Haha ... ada apa dengan kalian berdua?, kenapa kita saling mencubit satu sama lain" ucap Valia di sela tawanya.

Javier dan Nisia cukup terkejut melihat Valia tengah tertawa keras, keduanya bahkan saling memandang satu sama lain.

Biasanya Valia tidak pernah tertawa pada mereka, karena hal itu lah yang membuat keduanya tampak terdiam dan merasa canggung.

Binggung?, tentu saja. Perubahan yang di berikan Valia mampu membuat Javier dan Nisia tampak kebingungan.

"Valia?, apa benar ini kau, nak?" tanya Nisia dengan cairan bening yang tampak mulai tumpah.

Tawa Valia terhenti, ia melihat kedua orang tuanya tengah menatapnya dengan wajah yang sangat sulit di artikan.

Tapi, mau tidak mau, ia tetap harus menghadapi situasi sulit yang mungkin akan terjadi, "tentu saja ini aku ibu" ucap Valia sambil merentangkan tangannya lagi.

Javier melepaskan tangannya dari daun telinga Valia, dan Nisia juga melepaskan tangannya dari lengan Javier.

Nisia terkejut dan ia pun bersiap-siap untuk melarikan diri "Tidak!, menjauh lah Valia" ucap Nisia yang berusaha lari mengelilingi sofa.

Javier yang melihat itu merasa tidak percaya, keduanya tampak seperti kucing dan tikus, dan perubahan Valia justru membuat keduanya tampak terlihat senang.

"Haha .... " Javier pun mulai tertawa.

Lalu Valia menghentikan langkahnya dan mulai menatap kearah Javier, "aku juga sangat ingin memeluk ayah" ucap Valia yang kini tengah berlari kearah Javier dan langsung memeluknya.

"Valia!" teriak Javier dengan keras.

"Haha ... , ayo terus peluk ayah mu, Valia." ucap Nisia Yanga tertawa terbahak-bahak.

Kini didalam pelukan javier, Valia tengah tersenyum sumringah "dulu aku berharap bahwa ayah dan ibu akan seperti ini, tapi semua harapanku tidak pernah terkabulkan, dan sekarang aku bisa mendapatkan kedua cinta dari mereka berdua. Ini benar-benar sangat hangat" batin Valia yang terus memeluk Javier dengan kuat.

Bersambung ....

1
Ratu Laut
kak mana lanjutnya 😔😔😔😔😔
Ayang ayang Channel
kerennnnnnnn
Ayang ayang Channel
kak thor mana lanjutannya,,ceritanya seruuuuu
Ratu Laut
kak thorrr lanjuttttt
Frando Wijaya
up lg Thor 😃.... next Thor 😃
Frando Wijaya
btw next Thor 😃
Frando Wijaya
spa mereka??
btw Thor...dh 2 bln lebih gk up....skrg Bru up....kmna aja lo Thor???
R@3f@d lov3😘
hampir lupa kak aq sama ceritanya 😔
R@3f@d lov3😘: semangat selalu kak 🤗
total 2 replies
R@3f@d lov3😘
lnjuut kak,, semngat
Frando Wijaya
akhirny up jg lo Thor 😃.....
btw next Thor 😃...jgn kelamaan up Thor 😃
idaman
adu duh thor, kemana aja sich....

hehe kayak aku juga sering up aja hehe

aku juga sama thor dah lebih sebulan gak up karena kesibukan yg benar2 suwibuk hahaha

lanjuy thor tetep semangat up ya
Dianra Malakut
lanjut Thor, jangan lama2 up nya
Frando Wijaya
akhirny up jg lo Thor....kmna aja lo Thor?
btw next Thor 😃
#AleX
lanjut dong thor
wonder mom
hilang ato hiatus, thor? udh 2 bulan lho
#AleX
lanjutnya mana?
yuniar wulandari
lanjut thor....!
idaman
Zyrin kemana nihhhhh
yuniar wulandari
kapan up lagi thor...
idaman
seru seru... ayo lanjut lagiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!