Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: PAGI HARI
Di malam yang sama, seorang remaja laki-laki tampak terbaring di ruang perawatan VVIP DLHospital—rumah sakit bertaraf internasional terkemuka di Indonesia yang merupakan milik keluarganya sendiri.
Ingatan remaja itu kembali terlempar pada insiden beberapa jam lalu saat ia disergap oleh musuh secara tiba-tiba. Akibat lengah, ia harus menerima luka tusuk yang lumayan dalam di perut bagian kiri. Namun, bukan rasa sakit itu yang menjadi fokus utamanya saat ini, melainkan sosok gadis berparas cantik yang datang menolongnya. Seorang gadis remaja ramping yang dengan begitu mudah mampu menumbangkan enam orang pria berbadan besar sekaligus.
"Sial, kenapa gue gak nanya namanya tadi," decaknya sebal pada diri sendiri.
"Vic..." panggil laki-laki yang terbaring di brangkar tersebut.
"Hmm," jawab pemuda di sofa tanpa menoleh, masih sibuk menatap layar ponsel pintarnya.
"Ck." Decakan sebal itu akhirnya berhasil menghentikan fokus Victor dari ponselnya.
"Ada yang lo butuhin?" tanya Victor ganti menatap Kenzo.
Ya, laki-laki misterius yang diselamatkan oleh Athena adalah Kenzo Nathaniel. Sementara laki-laki yang datang menjemputnya setelah dihubungi oleh Athena adalah Victor, sahabat sekaligus sepupu dekat Kenzo.
"Cari tahu cewek itu," jawab Kenzo singkat.
"Cewek mana? Bisa gak sih lo kalau ngomong itu yang jelas dikit? Gue bukan Dante yang paham sama maksud omongan irit lo, Ken!" gerutu Victor yang mendadak kesal dengan tabiat sepupunya.
"Cewek yang nolong gue," desis Kenzo malas, menatap Victor dengan pandangan dingin yang mengintimidasi.
"Iya, iya... besok hasilnya udah lo dapet," jawab Victor pasrah.
"Sekarang!" Perintah itu terdengar mutlak, tanpa bantahan.
"Ck, iya! Ini gue cari!" Victor memutar bola matanya malas.
Jari-jari Victor langsung menari lincah di atas papan ketik laptopnya yang segera dipenuhi deretan kode angka rumit. Namun, setelah lima menit mencoba menembus basis data pertahanan siber seseorang, dahi pemuda ahli IT itu berkerut dalam.
‘Sulit sekali. Siapa dia sebenarnya sampai data pribadinya seketat ini?’ batin Victor mulai tertantang. ‘Sialan... cuma ini yang bisa gue dapetin?’
Pikiran Victor berperang dengan rasa penasaran yang membubung tinggi. Proteksi data gadis itu sangat kuat, hampir tidak menyisakan celah kecuali informasi-informasi standar.
"Athena Clarissa Mahendra. Anak bungsu keluarga Mahendra, lahir di Jakarta, umur 17 tahun, kelas 11. Dan... dia bersekolah di De Luca International High School. Dia satu sekolah sama kita, Ken," ucap Victor membacakan data yang berhasil ia retas. "Cuma itu yang bisa gue temuin. Sisanya terkunci rapat dan gue gak bisa nembus pertahanan datanya."
Mendengar penjelasan dari Victor, Kenzo terdiam sejenak. Jika seorang Victor yang merupakan genius IT saja tidak mampu membuka data penuh gadis itu, maka siapa sebenarnya Athena?
‘Kau sungguh misterius, baby,’ batin Kenzo. Seulas senyum miring yang sarat akan ketertarikan terukir di bibir seksinya.
"Menarik," gumam Kenzo rendah. Victor hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sepupunya yang jujur saja baru pertama kali ia lihat seumur hidup.
***
Malam berlalu dengan cepat, digantikan oleh embus angin pagi yang segar.
Tepat pukul 06.30 WIB, Athena melangkah turun dari kamarnya. Ia mengenakan seragam sekolah yang pas dan rapi di tubuh indahnya, tidak ketat dan mini seperti pakaian yang biasa dikenakan sebelumnya. Rambut pendek sebahu dengan ombre biru barunya dibiarkan tergerai bebas, menciptakan kontras yang sangat memukau.
"Pagi, Kak Thea!" sapa Ayusita dengan nada riang yang dibuat-buat saat melihat kedatangan kakaknya di ruang makan.
Athena hanya melirik sekilas dengan tatapan dingin tanpa minat, lalu melanjutkan langkahnya lurus menuju ke arah dapur.
Melihat Ayusita diabaikan begitu saja, Nyonya Arina langsung naik pitam. "Kau tuli, Thea?! Apa kau tidak dengar sapaan Sita?!" geram sang mama menatap tajam anak kandung yang amat ia benci itu.
Apakah Athena peduli? Tentu saja tidak. Dan sikap abai itu seketika memantik kemarahan Tuan Mahendra yang duduk di kepala meja.
"Sita sudah berbaik hati menyapamu, tapi kau dengan tidak tahu dirinya malah mengabaikannya, Athena?!" bentak Tuan Mahendra, suaranya menggelegar di ruang makan.
Mendengar teriakan ayahnya, Athena justru berhenti melangkah. Dengan santai, ia malah mengorek telinganya menggunakan jari kelingking seolah-olah mengusir dengungan yang mengganggu.
"Berisik," ucapnya remeh.
"Dasar anak tidak tahu diri! Pergi kau sekarang juga dari rumah ini. Jangan harap aku akan memberimu uang saku hari ini!" ancam Tuan Mahendra murka.
Ayusita yang mendengar ancaman itu diam-diam menyunggingkan senyum kemenangan di dalam hati. Ia yakin Athena akan menderita kelaparan di sekolah nanti.
"Saya tidak butuh uang receh Anda, Tuan Mahendra. Bahkan jika saya mau, saya bisa membeli nyawa anak kesayanganmu itu saat ini juga," jawab Athena tenang sembari menunjuk Ayusita.
Ayusita seketika melotot marah karena terkejut, namun sedetik kemudian ia buru-buru memasang kembali wajahnya yang teramat sedih dan ketakutan.
"Anak kurang ajar kau, Athena!" Teriak Tuan Mahendra, emosinya benar-benar tersulut.
"Santai, gak usah teriak-teriak. Gue gak tuli," ucap Athena sambil menggosok telinganya, berpura-pura kesakitan. "Ck, meladeni kalian cuma bikin mood pagi gue berantakan."
Athena membalikkan tubuh dan melangkah masuk ke dapur, menghampiri Bi Mina. "Bibi, apa bekal Thea sudah siap?" tanyanya dengan nada suara yang mendadak melunak dan lembut, meski pandangan matanya tetap tenang.
"Ini, Non. Jangan lupa dihabiskan ya, Non. Hati-hati berangkat sekolahnya," ucap Bi Mina dengan mata berkaca-kaca penuh rasa sayang.
"Thea berangkat ya, Bi," pamit Athena tulus pada satu-satunya pelayan yang tulus merawatnya.
Mendengar perubahan suara Athena yang begitu lembut dan sopan saat berbicara dengan Bi Mina—sangat berbanding terbalik saat berbicara dengan mereka—hati Nyonya Arina mendadak berdenyut nyeri.
‘Apa aku salah karena membenci putriku sendiri? Tapi dia selalu berlaku buruk dan bahkan tega mencelakai Sita yang begitu polos ini,’ batin Arina bimbang, batinnya berkecamuk hebat.
Sementara itu, Kenzie yang duduk di meja makan hanya bisa memandang punggung Athena dengan tatapan sendu. ‘Kamu sungguh berubah, Dek. Abang harap kamu selalu bahagia, adik kecilnya Abang,’ batinnya lirih.
Saat Athena kembali berjalan melewati meja makan tanpa berniat berpamitan pada kedua orang tuanya, otak licik Ayusita kembali berputar mencari celah memprovokasi.
"Kakak... kenapa Kakak tidak berpamitan pada Ayah dan Mama, tapi malah berpamitan sama pembantu?" tanya Ayusita dengan raut polos yang dibuat-buat, mencoba memancing kemarahan orang tua mereka lagi.
Namun, sebelum kedua orang tua mereka menyahut, Kenzie lebih dulu menggebrak meja dengan pelan namun tegas. "Sita, jaga ucapanmu!" tegur Kenzie dengan kilatan mata tajam. "Apa seperti itu caramu menghormati orang yang lebih tua, walaupun dia seorang ART di rumah ini?!"
Mendengar teguran keras dan tiba-tiba dari Kenzie, Ayusita langsung gelagapan. Wajahnya memucat seketika. "A-Abang... ak-aku tidak bermaksud seperti itu," jawabnya terbata-bata penuh gugup.
Melihat anak kesayangannya gemetar ketakutan, Nyonya Arina buru-buru pasang badan membela. "Kamu ini kenapa sih, Bang? Sita benar! Kenapa Athena justru berpamitan pada Bi Mina tapi tidak dengan kita? Dia itu tidak sopan dan tidak bisa menghormati orang tuanya sendiri!" bela Arina berang.
Athena yang menyaksikan pembelaan itu justru terkekeh geli. Ia menghentikan langkahnya, berbalik menghadap meja makan, lalu mengangkat tangan kanannya ke pelipis.
"Woww... Siap hormat🫡, Nyonya dan Tuan Mahendra yang terhormat!" jawab Athena dengan nada sarkas yang terdengar lucu, memberikan sikap hormat kepada sepasang orang tua yang dibutakan oleh kasih sayang palsu tersebut.
‘Menggemaskan...’ batin Kenzie tanpa sadar. Sepasang matanya menatap lekat sang adik dengan senyuman tipis yang menyembul samar di sudut bibirnya.
"Dahlah, mending gue berangkat daripada harus terus-terusan liat drama 'Keluarga Cemara' yang menjijikkan ini," pungkas Athena dingin, lalu membalikkan badan dan melenggang pergi meninggalkan mansion.
Skip
***
Setelah drama keluarga melelahkan yang diciptakan oleh Ayusita, Athena memilih fokus melajukan motor sport besarnya membelah jalanan kota Jakarta yang mulai padat di pagi hari, menuju ke sekolah barunya, De Luca International High School (DIHS).
Disinilah Athena sekarang, berada di area parkiran sekolah yang sangat luas. Bahkan saat ia belum membuka helm full-face hitamnya, kasak-kusuk dan bisik-bisik dari para murid yang berada di sekitar area parkir sudah terdengar jelas di telinganya.
"Ehh, siapa tuh? Murid baru kah? Gila... motornya keluaran terbaru, mahal banget itu!"
"Kalau dilihat dari bentuk bodinya sih, kayaknya cewek deh."
...----------------...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
orng mh malu2 meong,ni mlah malu2 setan....🤣🤣🤣
mau blang dia bdoh,tp dia ky gt ada alasannya....tp mlai skrng,jgn jd pngmis lg y thea....luka saat ini jd luka trakhir untkmu,abs tu ksih mreka blsan yg stimpal.....gemes aku tuuhh....pgn nabok....😠😠😠😡
Aku udh mmpir,slm knal....
btw,mskpn aku udh prnh bca crta yg sma tp aku ttp bca ko....aku suka cwek kuat dn tgas,ga yg ratu drama ky yg onoh....😁😁😁....
Aku tnggu up'ny y....smngttt....