NovelToon NovelToon
A Man In Disguise

A Man In Disguise

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:618.8k
Nilai: 5
Nama Author: Althamira Frishka

Ganteng tapi galak. Euh, punya manager gitu bikin nggak betah di kantor nggak sih?

Kerja di luar negeri memang enak. Punya banyak teman dari negara lain plus memiliki kesempatan untuk dapat calon laki yang H.O.T banget

Tapi apa daya jadi budak corporat startup, sebagai copywriter, Dania Daneswara cuma bisa duduk di balik komputer sambil di marahin sama manager super duper galak yang bikin hari tambah runyam di negeri asing.

"Ganteng mah bebas ya," pikirnya setiap kali si manager berkoar-koar di balik mejanya.

Keagan O'Malley, pria berdarah campuran Indonesia-Jerman. Sebagai manager, ia kerap dianggap galak dan tidak berperasaan.

Tapi ketika bertemu Dania, pelan-pelan pribadinya berubah. Lebih usil dan tengil.

IG : @althamirafrishka

Saran dan kritik sangat diterima. Terimakasih sudah membaca 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althamira Frishka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Bukan Kevin

BRAK!

Keagan menampis map yang dikerjakan Dania. Dia membetulkan kacamatanya yang sedikit turun. Kacamata berbingkai silver yang hanya dia pakai di kantor saja.

“Apa saya bilang? Soft seling! Dania! Soft selling! Ini juga detail produk perusahaan kurang lengkap. Apa itu, kamu hanya menggambarkan perusahaan ini hanya sampulnya saja,” papar Keagan.

Dania hanya tertunduk di depan meja Keagan dan sesekali mencuri pandang. Menatap Keagan dengan laser matanya.

Padahal kemarin Keagan menyuruhnya untuk tidak terlalu mendiskripsikan perusahaan dengan detail. Hanya beberapa garis besar dan mengkonsepnya secara eyecatching.

Amarahnya tertahankan dan hanya bisa menatap Keagan dengan mata yang siap untuk menguliti ayam.

“Yang lain sudah bisa jalan sendiri. Kamu sudah berapa bulan di sini kenapa masih perlu saya untuk mengoreksi ini semua. Kapan kamu bisa meng-handle sendiri?” ucap Keagan berdiri dan memukul pelan kepala Dania dengan map keras berwarna biru tua itu.

Dania mendesis sambil terus menatap mata Keagan dengan mata lasernya.

“Apa? Saya salah?!” tantang Keagan dan hanya mendapat respon tatapan mata Dania.

Mereka beradu mata dan Keagan hendak meninggalkan ruangan. “Perbaiki itu lagi nanti sore saya koreksi. Siang ini kamu pergi ke Hotel A dan ambil materi mereka,” titah Keagan.

Mau tidak mau Dania menuruti perintah manajernya. Dia melihat jam tangan kulitnya, sebentar lagi saatnya makan siang. Ketika dilihatnya Keagan sudah tidak ada di kantor, ide itu muncul begitu saja.

Aha! Kenapa nggak sekalian pergi sekarang saja? Toh, nanti siang aku akan menghabiskan waktu di luaran sana. Sekalian saja cabut sekarang.

Walau jam masih menunjukkan pukul 11.00 Dania tetap nekat. Dia mengemas barang-barangnya. Bersiap melipir keluar.

“Mau kemane awak ni?” tanya Rio ternyata sudah disebelah kubikelnya. Memergoki Dania yang tengah mengendap-endap seperti menyembunyikan sesuatu.

“Kerja kan nggak harus di kantor,” ucapnya mengejek.

“Paling cari laki baru kan. Kencan buta,” kata Rio sambil mengerlingkan matanya ke arah Lee Nan.

“Iri saja orang satu ini. Mentang punya mantan yang lebih milih datuk kaya daripada dia,” ejek Dania lagi.

“Sialan,” mau tak mau Rio terbahak-bahak diikuti kolega lainnya. Ketika melihat Roki juga turut tertawa, Rio menyipitkan matanya, “Eh, Roki jangan pula awak ni ikutan. Lupa kah mantan awak yang apa tu, yang suka bawak barang berharga awak waktu kalian se-atap,” kata Rio memanas-manasi.

“Hei, aku cuma meramaikan suasana. Jangan cari kambing hitam!” teriak Roki tidak terima dari kubikelnya yang sedikit jauh dari kubikel Dania.

“Ada perlu apa kemari?” tanya Dania sambil memicing curiga ke Rio.

“Oh iya, hampir lupa,” Kata Rio menepuk jidatnya.

“Dengar ya dengar, buat lelaki bujang,” bisik Rio. Untung Keagan lagi nggak ada.

Dania langsung mencelos dan meninggalkan kubikelnya.

“Britania si gadis seksi dari divisiku baru putus!”

Wohoooo! Teriakan para handsome menggelegar hingga keluar ruangan. Dania hanya menggeleng-geleng kepala dan melanjutkan langkah kakinya.

Nggak sadar apa aku juga cewek cantik, pikir Dania senewen. Tapi nggak terlalu bohay juga sih.

🍃🍃

“Maaf sudah menunggu lama,” jabat Keagan kepada kepala cabang Morris.

Pertemuan Keagan dan Morris terbilang mendadak. Pasalnya, pertemuan itu seharusnya diadakan di kantor dua hari lagi. Tapi karena beliau mendadak harus dikirim tugaskan keluar negeri besok, alhasil Keagan tidak datang tepat waktu di restoran Hotel A, tempat Morris duduk sambil menyesap teh camomile nya.

"Saya tidak ada waktu. Langsung ke intinya saja. Berhubung saya ditugaskan keluar negeri selama dua minggu mulai dari lusa, saya butuh kamu untuk merekap kinerja divisi copywriter di cabang Indonesia," kata Morris.

"Apa ada masalah di sana?"

"Ya. Saya tidak tahu mengapa, tapi beberapa klien di sana mengajukan complain dan itu di sampaikan ke kita sebagai cabang perusahaan pertama untuk menyelesaikan lebih dulu sebelum pusat menangani. Saya harap kamu bisa menyelesaikannya," tutur Morris.

"Beri saya tiga hari untuk menyelesaikan lima proyek yang sedang di revisi lagi," tawar Keagan.

"Tiga hari dan kamu harus langsung terbang ke sana. Ajak satu orang di divisimu yang bisa di ajak kerja sama denganmu," kata Morris. Setelah itu Morris menghabiskan tehnya dan bergegas pergi.

Keagan menghela nafas. Kunjungannya ke Indonesia seperti akan menjadi ramai kali ini. Dia hendak keluar. Sebelum Keagan melihat anak buahnya yang paling pemberontak sudah datang.

Masih terlalu dini wanita di sini, pikir Keagan sambil melihat Dania sudah duduk di restoran hotel tempat dia menyuruh Dania untuk mengambil materi sambil cengar-cengir.

Keagan pun tak jadi beranjak dari kursi dan memperhatikan Dania dari kejauhan.

🍃🍃

Alunan musik klasik terdengar begitu Dania menjajakkan kaki di restoran Hotel A. Setelah menemui bagian operasional, Dania sudah mendapatkan materi yang diperlukan untuk membuat web design hotel ini. Dia juga sudah berkeliling untuk me-review langsung dan mengambil beberapa foto.

Sebenarnya Dania begitu ingin untuk makan di restoran ini karena menyediakan makanan khas Vietnam yang di kelola dengan baik. Jadi, dia tidak keberatan dengan tugas seperti ini. Bisa kuliner sekaligus cuci mata kan.

Dania membaca dengan teliti setiap menu yang disajikan. Maklum kadang makanan ekstrim juga turut dihidangkan.

Dania melihat pada menu "Goi Chuon" yang paling ingin dia cicipi. Lihatlah, betapa menggiurkannya sejenis lumpia yang tidak di goreng itu. Lebih seperti gulungan salad khas Vietnam yang di isi dengan udang atau daging dengan kulit tembus pandang dan cocolan bumbu kacang.

Dania memanggil waiters dan memesan satu porsi untuknya. Sambil menunggu, dia melihat-lihat interior restoran yang memakai konsep tradisional. Dania mencatat beberapa poin penting yang diunggulkan restoran untuk masuk ke dalam deskripsi nantinya.

Setelah meminta izin manager restoran, Dania dipersilahkan berkeliling dapur namun tetap menjaga protokol kebersihan dan keamanan.

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kan. Cengirnya setelah memotret beberapa kali koki yang sengaja menampilkan pertunjukan fire kitchen kepadanya dan mengerling menggoda Dania.

Dania keluar dari dapur. Namun apa yang dia lihat? Kevin berbalut jas rapi dan menggandeng seorang wanita berlipstik maroon itu, berambut pirang itu. Dania langsung bersembunyi dan berusaha mendengar percakapan mereka ketika keduanya duduk di salah satu meja tamu. Dania memasangkan telinganya agar bekerja seperti corong panjang yang bisa menangkap pembicaraan dua sejoli itu.

Setelah yakin dengan apa yang Kevin perbuat, Dia tidak segan untuk mendatangi Kevin di mejanya. Kevin tampak mesra dengan wanita itu. Memegang jemari wanita itu yang terbungkus cincin permata.

Sekali dayung apaan. Dia nih yg sekali dayung dua tiga pulau terlampui.

"Oh, jadi ini alasan kamu kemari?" tanya Dania dengan tangan bersedekap.

Wanita yang tidak mengerti bahasa kami hanya memandangnya dengan penuh tanya. Kevin tampak syok dengan kedatangan Dania.

"Kenapa? Kamu sendiri? Kamu ke sini dengan para gig*lo kamu?" balas Kevin melemparkan pertanyaan sarkastik ke Dania lagi.

"Jaga ucapan lo, Kev!" Dania tidak menyangka Kevin akan menghina rekan-rekannya seperti itu. Apalagi pernyataannya menggambarkan dirinya sebagai pela*ur tidak pernah luput.

Nafas Dania memburu, tangannya sudah terkepal. Ingin rasanya dia melempar kamera di tangannya dan melukai wajah tampan Kevin.

Kalau saja ini bukan kamera kantor, pikirnya sambil menjejakkan buku-buku tangannya hingga memutih pada kamera yang ia pegang.

Dania mulai berpikir apa selama ini Kevin seperti ini? Kevin yang ini ia tidak kenal sama sekali? Dia bukan Kevin yang dulu selalu berhati-hati bersikap di depan Dania. Apa selama ini Kevin berpikir seperti itu tentang dirinya? Pela*ur yang lebih berteman dengan laki-laki daripada perempuan?

Pikiran-pikiran itu terus menghantui Dania. Tak terasa air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. Pandangan Dania mulai buram. Dia bersiap meneteskan air mata.

Tidak! Dania lo nggak cengeng di depan laki-laki brengsek! ucap Dania berulang kali di dalam hatinya untuk menahan air matanya.

Tangannya yang memegang kamera mulai gemetar. Dengan sekali sentakan, tangan Dania yang gemetar di genggam Keagan.

"We're done here." ucap Keagan setengah berbisik di telinga Dania. Namun tetap terdengar Kevin dan wanita berlipstik maroon di sampingnya. Keagan menatap Kevin dan membawa Dania pergi.

🍃🍃

1
Lasmining Firdasya
🤣🤣🤣🤣🤣
しょへい
moco bab siji urung mudeng, iki ketone tipe tipe novel ag kudu diwoco berkali lagek mudengke 🤭
Miqolatte
Part yang paling ku suka adalah ini. Closed manis dari author. Keren ih!
A.F: thx besti 🫰
total 1 replies
mamaqe
dua kali membaca dan msh keren
Devi Safitri
dania yg mnahan air mata,tp air mata ku yg g bisa ku tahan😭😭😭😭
Quinza Azalea
bagus
Hikmah saja
good
Air
Luar biasa
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
yakin..
Dania bukan selera kamu keagan 😁
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
Defenisi patah satu tumbuh satu lagi wkwkwk..

mangats Dania..keagan layak diperjuangkan 😀
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren ceritanya
aku suka..aku suka 😀
Dimpi
mampir setelah lama ga baca si ntoon
RithaMartinE
sudah ku duga Le Nan samai Mai 😍😍 berasa kurang kak .udh end aja 😅
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭😭
RithaMartinE
😁😁😁
Al Fatih
bagus bngt ceritanya,, keren, sampe maraton bacanya saking penasaran terus...,, terus kelanjutannya gimana,, keren abis,, baru tau ad cerita sebagus ini,, makasih Kaka utk karyanya
A.F: sama² ya semoga bisa menghibur 💃
total 1 replies
Al Fatih
sudah abis tho.....,, berasa kuraaaaang kaka
A.F: hehehe gimana dongs
total 1 replies
Al Fatih
cerita ini super super keren....,, semoga ke depannya akan banyak yg mampir k sini utk membacanya,, www
A.F: Amiin trima kasih doa dan semangatnyaa 🫶
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!