Bagi orang lain, mendapat warisan adalah jalur cepat menjadi kaya. Namun, berbeda dengan Budiman. Warisan yang ia dapat, malah membuat hidupnya nelangsa karena mendapat warisan toko kelontong yang mau bangkrut karena hutang warga yang tak kunjung dibayar.
Lelah menagih dan kesal setiap hari ditipu janji manis, Budiman justru berharap warung itu bangkrut saja. Ia ingin menutupnya dan bekerja sebagai karyawan biasa, hidup tanpa pusing memikirkan hutang orang lain.
Namun, takdir berkata lain.
Saat ia benar-benar mencoba menghancurkan warung peninggalan orang tuanya dengan menjual murah semua, menolak pembeli, bahkan membiarkan stok habis, sebuah suara aneh tiba-tiba muncul di kepalanya:
[ Sistem Kompensasi Finansial 'Makin Bangkrut Makin Kaya' Resmi Diaktifkan! ]
Bagaimanakah kisah Budiman yang berusaha bangkrut tetapi tak kunjung sukses? Ikuti alur cerita ini yah ....
#kehidupandidesa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. Sistem Mulai Bingung
"Bagi pengusaha pengecut, emang iya. Tapi bagi awak? Ini adalah penetrasi pasar tingkat tinggi!" balas Budiman mantap, membalas tatapan dingin Vilmey dengan mata yang berkilat menantang.
Dalam hati, Budiman sudah bersorak kegirangan.
'Iya! Kita memang sedang bunuh diri! Itu dia tujuan utama awak, Nona Muda! Bakar saja semuanya! Habiskan sampai tak bersisa!'
Budiman mencondongkan tubuhnya ke depan meja, mengetuk-ngetuk jemari dengan ritme konfiden.
"Aplikasi kalian hampir mati karena tidak ada trafik, kan? Sekarang Ambo kasih trafik raksasa. Urusan sistemnya error karena tidak kuat menampung serbuan pengguna, itu bonus! Yang penting uang Ambo keluar dan langsung berubah jadi potongan harga untuk rakyat jelata!"
Elimar yang duduk di sebelah Anto langsung menyenggol lengan suaminya, lalu berbisik pelan.
"Tengoklah Uda Budiman awak, Bang ... visi bisnisnya sudah menembus langit ketujuh. Kita yang otaknya pas-pasan mana paham taktik bakar uang level dewa begitu."
Anto mengangguk kagum dengan mulut penuh makanan.
"Benar, Mar. Karisma Uda malam ini agak mirip-mirip aktor drakor yang sering kau nonton dulu, kan?"
Vilmey beralih menatap dokumen di tabletnya, lalu kembali menatap Budiman. Hawa dingin lewat tatapan yang biasanya membuat para pengusaha lokal bergetar, kini sama sekali tak mempan di depan pria di hadapannya ini.
Alih-alih melihat kebodohan seorang Budiman, Vilmey justru menangkap sebuah aura kepercayaan diri yang sangat absolut dari pria ini. Ini merupakan kegilaan yang hanya dimiliki oleh para taipan besar sebelum mereka menguasai pasar monopoli.
'Dia sengaja mengabaikan kestabilan sistem ... karena dia tahu psikologi netizen zaman sekarang,' analisis Vilmey dalam diam, jantungnya kembali berdesir aneh.
'Dengan membuat aplikasi ini jebol dan viral karena diskon gila-gilaan, nama marketplace NagariShop kami akan langsung memuncaki trending topik nasional tanpa perlu membayar biaya iklan agensi yang mahal.'
'Dia mengorbankan tiga miliarnya sendiri untuk menaikkan valuasi saham startup keluarga kami secara instan ... Kenapa dia bisa seberani ini? Apakah ini dilakukan demi saya?'
Vilmey menarik napas dalam-dalam, mencoba meredakan debaran tipis di dadanya. Dia meletakkan tabletnya kembali ke meja.
"Baik. Saya terima tantangan gilamu, Saudara Budiman," ucap Vilmey, suaranya mulai sedikit lembut dan terdengar elegan.
"Keluarga kami akan menyiapkan slot integrasi sistemnya malam ini juga. Besok pagi, draf kontrak kerja sama digital Budiman Mart dan NagariShop akan dikirim oleh tim legal saya."
Vilmey mengulurkan tangan kanannya yang putih mulus di atas meja.
"Mari kita lihat, seberapa hancur dunia digital lokal setelah kamu mengacak-acaknya besok."
Budiman tersenyum lebar, langsung menjabat tangan Vilmey dengan erat tanpa ragu sedikit pun.
'Hancur! Pasti hancur sehancur-hancurnya! Tiga miliar awak bakal lenyap, aplikasi kau bakal crash total, dan Sistem gilo ini akhirnya akan menderita kekalahan keduanya! Hahaha!'
[ Ding! ]
[ Sistem mendeteksi rencana pengalihan aset kas aktif sebesar Rp3.000.000.000 ke sektor Digital-Venture berisiko tinggi tanpa jaminan fisik! ]
[ Menghitung probabilitas kegagalan investasi ... ]
[ Menghitung variabel ... ]
Mendengar suara Sistem yang kali ini terdengar sedikit "berpikir lebih lama" dari biasanya, Budiman menahan diri untuk tidak bersiul gembira.
'Kau bingung kan, Sistem? Kau tidak punya celah lagi sekarang! Besok pagi adalah hari kebangkitan kemiskinanku!' batin Budiman menantang balik layar hologram yang berkedip di sudut matanya.
Namun, Budiman tidak menyadari satu hal. Saat dia sedang asyik memaki Sistem dalam hati dengan penuh tekad yang besar.
Vilmey yang tangannya masih digenggam belum terlepas oleh Budiman diam-diam memperhatikan raut wajah tegas pria itu. Semburat merah tipis mendadak muncul di kedua pipi putih sang gadis Pecinan nan cantik itu. Tanpa sadar membuat wajah dinginnya malam itu terlihat jauh lebih manis dibanding biasanya.
[ bersambung ]