NovelToon NovelToon
Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Aku Bertahan Untuk Membalasmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

"Aku bertahan bukan karena masih mencintaimu. Tapi, aku bertahan untuk memastikan kalian menyesal."

Alena selalu berusaha menjadi istri yang sempurna, setia, penurut dan, selalu percaya pada suaminya.

Namun, sejak setahun terakhir, Arsen selalu bersikap dingin padanya. Dia masih bisa berpikir positif, jika semua itu karena pekerjaan. Dan, dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan sepenuh hati.

Sampai, ia menemukan ponsel kedua milik Arsen dan mengetahui bahwa pria yang ia cintai selama ini ternyata telah mengkhianatinya.

Lucunya, semua orang tahu tentang perselingkuhan itu, kecuali dirinya.

Dan, sejak saat itu, Alena berubah. Ia menghapus air matanya, berhenti menjadi istri yang bodoh. Dan, mulai membangun hidupnya sendiri.

Dalam hati, ia bersumpah akan membalas suami dan selingkuhannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 Kita Adalah Saingan

Setelah seluruh perwakilan perusahaan menyelesaikan presentasi mereka, Arga dan tim penilai meminta waktu untuk melakukan diskusi dan menentukan pemenang.

Untuk sementara, seluruh peserta diminta menunggu.

Ada yang memilih keluar ruangan untuk mencari udara segar, ada yang pergi ke kantin untuk makan siang, dan ada pula yang tetap bertahan di ruangan tersebut.

Namun, satu hal yang sama mereka rasakan adalah ketegangan dan rasa penasaran.

Semua datang dengan harapan yang sama, yaitu menjadi pemenang.

Begitu pula dengan Alena dan timnya. Tapi, mereka memilih tetap berada di ruangan sambil membahas presentasi para pesaing.

"Perusahaan tadi cukup bagus," ujar Ridwan sambil membuka catatannya. "Konsep mereka unik."

Silvi mengangguk. "Dan, perusahaan yang kedua juga tidak kalah mengesankan. Mereka bisa menjawab semua pertanyaan dengan sangat baik."

Doni tersenyum tipis. "Semua yang hadir di sini bukan perusahaan sembarangan."

Alena ikut mengangguk. Ia juga mengakui bahwa setiap perusahaan memiliki kelebihan masing-masing.

Meski mereka berhasil menjawab semua pertanyaan dari tim penilai, bukan berarti peluang mereka seratus persen aman. Tapi, mereka tetap optimis.

Siapa pun yang nantinya memenangkan tender ini, mereka akan menerimanya dengan lapang dada. Karena mereka percaya, pihak Atma Group akan memilih proposal terbaik dan tidak akan merugikan pihak mana pun.

Namun, tanpa Alena sadari, sepasang mata sejak tadi terus menatapnya tajam.

Arsen.

Pria itu mengepalkan tangannya. Semakin lama, rasa penasaran dan amarah di dalam dirinya semakin sulit ditahan.

Akhirnya, ia berdiri dan berjalan menuju tempat Doni dan timnya berada.

Melihat itu, Erina refleks bangkit dan menyusulnya.

"Tuan Doni," sapa Arsen sambil tersenyum tipis. "Lama tidak bertemu."

Doni segera berdiri. "Oh, Tuan Arsen. Lama tidak bertemu. Bagaimana kabar Anda?"

"Baik." Tapi, saat mengucapkan itu, pandangan Arsen justru tertuju pada Alena.

Wanita itu bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arahnya dan hanya memandang dokumen di tangannya, seolah ia tidak ada di sana.

Hal itu membuat rahang Arsen mengeras.

"Tim Anda benar-benar hebat," ucapnya tiba-tiba. "Bahkan, Anda sampai mempercayakan seorang karyawan baru untuk ikut melakukan presentasi."

Doni tersenyum tipis. "Bagaimana Anda tahu kalau dia karyawan baru di perusahaan kami?"

Arsen terdiam sesaat sebelum menjawab santai. "Aku hanya menebak."

"Begitu, ya." Doni melirik Alena sejenak. "Ya, meskipun masih baru, dia memiliki kemampuan yang luar biasa."

Pria itu lalu sedikit mencondongkan tubuhnya. "Aku harap, Anda tidak berniat merebutnya dari kami."

Arsen terdiam sesaat. Kemudian, ia tertawa pelan. "Apa yang Anda katakan?" ujarnya santai. "Itu tidak mungkin."

Tatapannya kembali tertuju pada Alena. "Lagipula, meskipun dia berhasil melakukan presentasi dengan baik, kita masih belum tahu siapa yang akan dipilih."

Doni terkekeh kecil. "Ya, Anda benar."

Suasana kembali hening.

Arsen terus menatap Alena secara terang-terangan. Tapi, wanita itu sama sekali tidak menghiraukannya dan memilih berbincang dengan Ridwan dan Silvi sambil sesekali tersenyum tipis, seolah-olah ia hanyalah orang asing.

Sikap itu membuat dada Arsen dipenuhi amarah. Kedua tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Oh, ya..." Tiba-tiba, perhatian Doni beralih pada Erina. "Bukankah Anda seorang model?" tanyanya ramah. "Kenapa Anda bisa datang bersama Tuan Arsen?"

Erina tersenyum. "Sekarang saya bekerja di ASN Group. Saya sekretaris baru Tuan Arsen," jawabnya dengan bangga.

"Oh, begitu." Tatapan Doni perlahan turun pada lengan Erina yang melingkar erat di lengan Arsen, membuat sudut bibirnya sedikit terangkat.

"Tapi, sepertinya hubungan kalian tidak sesederhana hubungan atasan dan sekretaris."

DEG!

Ekspresi Arsen langsung berubah. Ia mengikuti arah pandang Doni dan baru menyadari bahwa Erina masih memeluk lengannya.

Akhirnya, dengan cepat, ia melepaskan diri.

"Tuan Doni, jangan menyebarkan rumor yang tidak benar," ucapnya sambil melirik Alena.

Doni mengangkat kedua tangannya. "Ah, maaf. Aku tidak bermaksud seperti itu."

Sementara itu, wajah Erina terlihat tidak nyaman. Ia kembali memeluk lengan Arsen, kali ini lebih erat.

"Ayo kita pergi dari sini, Arsen," bisiknya pelan.

Arsen menoleh. Ia bisa merasakan ketegangan di wajah wanita itu. Tapi, belum sempat mengatakan sesuatu, tiba-tiba Alena berdiri.

"Maaf, saya ke toilet sebentar."

Arsen memandang punggung Alena yang semakin menjauh, hingga wanita itu menghilang di balik pintu. Setelah itu, pandangannya beralih kepada Doni.

"Oh, kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Doni."

"Ah, ya. Silakan," jawab Doni sambil mengangguk.

Arsen membalas anggukan itu. Ia kemudian menyingkirkan tangan Erina yang masih melingkar di lengannya.

"Tunggu di sini sebentar."

"Arsen, aku—"

Namun, sebelum Erina sempat menyelesaikan ucapannya, pria itu sudah melangkah pergi.

Erina menghentakkan kaki dengan kesal. Kedua tangannya mengepal erat.

"Dia pasti mengejar wanita itu," gumamnya geram.

Di toilet, Alena berdiri di depan wastafel. Ia menghela napas panjang, lalu membasuh wajahnya dengan air dingin. Setelahnya, ia mengangkat kepala dan menatap pantulan dirinya di cermin.

Sebenarnya, ia hanya ingin menghindar dari Arsen dan wanita itu.

Melihat keduanya berdiri berdampingan secara terang-terangan membuatnya muak. Rasanya, ia ingin segera mengakhiri semuanya.

Tapi, dengan kekuatan yang ia miliki saat ini, ia masih belum mampu mengalahkan Arsen karena pria itu terlalu licik.

Dan hari ini akan menjadi permulaan.

Setelah proyek ini dimulai, ia akan menghadapi situasi yang jauh lebih besar dan lebih rumit. Karena itu, ia tidak boleh lengah.

Alena menarik napas panjang sekali lagi sebelum akhirnya memutuskan kembali ke ruang pertemuan. Tapi, baru saja ia keluar dari toilet, seseorang tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya. Tubuhnya ditarik dengan cepat menuju lorong yang sepi.

"Lepaskan aku!"

Brukh!

Tubuhnya terdorong cukup keras hingga membentur dinding.

Alena meringis pelan. "Kamu—" Ucapannya terhenti saat melihat sosok di hadapannya.

"Arsen?" lirihnya. Sedetik kemudian, sorot matanya langsung berubah dingin dan tajam.

Sebaliknya, Arsen justru menyunggingkan senyum tipis yang terlihat sinis.

"Tatapan macam apa itu?" tanyanya.

"Apa mau mu?" balas Alena datar.

Arsen menyilang kan kedua tangan di depan dada. "Aku baru tahu kalau kamu bergabung dengan WIN Group." Ia menatap Alena lekat-lekat. "Kenapa? Kamu ingin melawanku?"

Alena tersenyum miring. "Kenapa memangnya? Apa kamu merasa terancam?"

Kalimat itu membuat Arsen terdiam beberapa detik. Wajahnya mengeras.

Alena melanjutkan dengan nada tenang, "Pak Arsen yang terhormat, ini adalah perusahaan orang lain. Kalau ada yang melihat kita seperti ini, rasanya tidak pantas."

Arsen mengerutkan kening. "Kenapa tidak pantas? Kamu istriku."

"Itu hanya status di atas kertas," potong Alena tanpa ragu. "Di dunia bisnis, kita adalah dua orang yang berbeda. Dan saat ini, kita adalah saingan."

Tatapan Arsen semakin tajam. "Begitu rupanya."

Ia tersenyum tipis, tetapi sorot matanya berubah dingin. "Baiklah. Kalau itu mau mu, kita lihat saja nanti siapa yang akan menang."

Setelah mengucapkan itu, Arsen berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi. Langkahnya terdengar berat, menandakan amarah yang sedang ia tahan.

Sementara, Alena masih berdiri di tempatnya. Ia memejamkan mata sejenak, lalu menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Untungnya, ia sudah mempersiapkan mental sejak awal. Dan, semua itu berkat Doni yang sebelumnya memberitahunya bahwa perusahaan Arsen juga ikut dalam tender proyek ini.

Pria itu bahkan sempat berpesan kepadanya untuk bersikap profesional.

"Aku bisa menghadapinya sekarang. Tapi, bagaimana dengan nanti?" gumam Alena

1
nunik rahyuni
dimulai drama ikan terbang hati suami yg terkuyak karena kesadaran istri🤣🤣🤣
klo istrinya bodoh diem damai hatimu..sekaramg istrimu sudah sadar dia pintar dan berguna bukan orng bodoh yg cima diam tak berdaya di perlakukan semena mena..tunggu langkah selanjutnya
atik
Dasar suami durjana, cuekin aja Alena gk penting juga ngobrol ma Arsen
atik
Kamu pasti bisa Alena mengalahkan suami laknatmu itu
nunik rahyuni
baru sadar klo istrimu itu pinter..biarpun kamu kurung dirumah dg berteman sepi klo pinter ya pinter aja✌️✌️
atik
Rasain kamu Arsen
makin seru thor, lanjut...
Ade Chubi
kasihan istri nya di bohongin
atik
Ayolah kenan turuti ja keinginan kakekmu biar kamu bisa bahagia
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Tidak semudah itu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
atik
Kapok, ibu mertua tak tau diri dicuekin menantunya semoga segera setruk gara2 darah tinggi
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pikiranku berkelana karena setruk. Aq pikir tadi Truk kendaraan. 🙏🤧
total 1 replies
atik
Puas2in senyum kalian para penghianat sebelum perselingkuhan terbongkar
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Applaud//Applaud//Applaud/
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu, kak💜
total 1 replies
atik
gak sabar nunggu Arsen hancur
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Hohoho... Pelan-pelan aja, kak. banyakin sabar🤭
total 1 replies
atik
Seru
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu, kak 💜
total 1 replies
atik
lanjut thor, semangat 💪
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap
total 1 replies
Ma Em
Alena lbh baik pura2 tdk tau saja , semoga Alena cepat mendapatkan pekerjaan dgn gaji yg besar agar Alena bisa cepat berpisah dgn Arsen .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Cepet dapat CEO kaya juga,🤭
total 1 replies
Neng Saripah
ikut deg2an Thor 🤭🤭
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Itu tandanya kakak sedang jatuh cinta 🤭
total 1 replies
Nining damayanti
nggk buat CS bru thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Maaf, kak. soalnya sekarang cs gak bisa kontrak.
total 3 replies
Neng Saripah
belum apa2 udah nyesek euy...kira2 sanggup lanjut ga ya aku 😱
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Pasti sanggup, kak. Semangat 💪🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!