NovelToon NovelToon
LEGENDA SANG PENGUASA

LEGENDA SANG PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Cintapertama / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Abdullah Perwira Ginting

Hallo semuanya, Namaku TANG LIN. Beberapa dari kalian mungkin sudah mengenalku, tapi itu setelah aku menjadi seorang penguasa dan telah memiliki tiga putri dan satu putra.


Dan ini adalah kisahku yang sebenarnya, kisah dimana aku dibuang oleh ayah kandungku hanya karena jantungku lemah dan aku tidak bisa berkultivasi, kisah dimana aku aku bangkit dari keterpurukan dan berjuang melawan takdirku, kisah dimana aku berjalan dijalan para pendekar dan membuat seluruh alam semesta tunduk dibawah kakiku!.


Dan sekarang aku telah menjadi seorang legenda yang sangat terkenal, namun seperti yang kalian tau bahwa aku adalah seorang sampah dulunya. Tapi ini bukan hanya kisah dimana aku menjadi seorang legenda, namun juga ini adalah kisahku bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan LING YUAN sebagai istriku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 08 "Tugas Seorang Ayah.. "

Suara langkah kaki Tang Jun mendekat kearah San Lin dan Tang Yu. Tang Yu dengan cepat melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya, ia malu di lihat oleh suaminya. Itu karena sebelumnya ia berkata membenci San Lin, tapi lihatlah sekarang, ia tertangkap basah sedang memeluk anak itu.

"Apa yang kau lihat!? Kau mau mengejekku? Menertawakan ku!?.. " Cecar Tang Yu pada suaminya. Sebelum suaminya itu mengejeknya maka lebih baik dia memarahinya duluan, ini adalah salah satu strategi para betina mau di dunia nyata sekalipun.

Dan hasilnya jangan ditanya, pria yang dimarahi akan langsung meminta maaf seolah-olah dia bersalah, padahal tidak melakukan kesalahan apapun.

Melihat suaminya yang diam seraya tertawa cengengesan, Tang Yu beralih ke San Lin dan memegang kedua pundaknya.

"Lin'er ingatlah ini baik-baik! Seorang ibu tidak akan pernah membenci anaknya, meskipun anak itu jelek, sampah atau seburuk apapun itu. Seorang ibu, memiliki kasih sayang tiada tara kepada anaknya. Bahkan jika harus mengorbankan nyawanya seorang ibu akan melakukannya untuk sang anak! Paham?.. " Jelasnya seraya menatap lekat-lekat mata San Lin.

San Lin mengangguk mengerti lalu bertanya kembali, "Lalu bagaimana dengan seorang ayah?.. "

Sekarang Tang Yu bingung harus menjawab apa, ini bukan bagiannya untuk menjawab tetapi suaminya. Lantas ia pun menoleh kearah suaminya dan Tang Jun pun mengerti apa yang di maksud oleh istrinya.

"Seorang ayah, adalah sahabat dan teman pertama bagi seorang anak laki-laki, dan seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Seorang ayah memiliki sebuah tugas untuk menafkahi, melindungi, dan menjadi contoh untuk anak-anak dan istrinya. Seorang ayah adalah tulang punggung keluarga, kasih sayangnya seharusnya tidak kalah dengan seorang ibu. Seorang ayah layaknya sebuah benteng yang kokoh, mempertahankan serangan dari segala arah, benteng yang harus tetap berdiri dengan gagah untuk anak-anak dan isterinya. Tapi khusus untuk ayahmu, dia tidak layak disebut demikian! Dia lebih mirip seperti binatang dan bahkan lebih rendah dari itu! Kau tidak pantas menangis hanya untuk seekor binatang!.. Simpanlah air matamu Lin'er, seorang pria sejati tidak akan mengeluh apa lagi menangis dengan semua masalahnya!.. "

Tang Jun menjelaskan panjang lebar dengan harapan San Lin dapat mengerti dan menyudahi kesedihan nya itu. Seperti yang dikatakan oleh Tang Jun, untuk apa menangisi seekor ANJING yang tidak patuh pada tuannya?.

San Lin mengangguk mengerti, benar apa yang dikatakan oleh Tang Jun, tidak pantas baginya untuk menangisi anjing itu. Sudah saatnya dia mengakhiri kesedihan itu, lupakan segalanya dan berbahagialah dengan keluarga barunya.

"Terima kasih ibu dan... A-ayah?.. " San Lin berterima kasih, namun pada saat menyebut Tang Jun ayah, ia sedikit canggung. Namun didalam kecanggungan nya sangat menunggu reaksi kakek tua itu.

"Tidak masalah!.. " Jawab Tang Jun dengan senyuman lebar dan membuat hati San Lin berbunga-bunga. Keluarga ini memang miskin, namun San Lin mendapatkan apa yang tidak bisa ia dapatkan di keluarga asalnya.

Keluarga asalnya memang kaya, dan memiliki banyak fasilitas mewah, tidak San Lin pungkiri jika ia juga menikmati fasilitas mewah itu. Namun satu hal yang harus diketahui, kekayaan dan kemewahan tidak menjamin kebahagiaan seseorang.

Setelah itu San Lin pun melanjutkan makannya dengan disuapin oleh ibu barunya yaitu Tang Yu. San Lin merasa sangat senang, seolah-olah dia adalah orang yang paling berbahagia didunia ini!

Setelah selesai makan, Tang Yu lekas memberikan obatnya, San Lin pun meminumnya tanpa sisa. Ekspresi San Lin ketika minum obat itu sangat lucu dikarenakan sangat pahit. Tang Yu dan Tang Jun tidak tahan melihat itu dan akhirnya tertawa lepas.

"Beristirahatlah agar cepat sembuh.. " Ujar Tang Yu seraya memakaikan selimut San Lin. Anak itupun mengangguk dan memejamkan matanya.

Tang Yu tersenyum, ternyata anak ini tidak susah di atur dan sangat penurut, sedikit berbeda dengan putranya yang telah mati karena putra kandungnya itu sangat jahil dan nakal.

Siang hari, San Lin terbangun dari tidurnya karena mendengar suara anak-anak lain yang tertawa riang. San Lin yang merasa sudah lebih baik, kemudian berjalan dengan tertatih-tatih keluar kamar. Ia ingin lihat siapa anak yang sedang tertawa itu.

Searaya keluar San Lin memperhatikan sekelilingnya. Rumah yang ia tempati sekarang ini memang kecil dan sudah tua. Terdapat beberapa bagian yang sudah dimakan rayap, serta setiap sudutnya yang dipenuhi sarang laba-laba.

"Dimana ayah dan ibu?.. " Batinnya karena ia tidak melihatnya dari tadi. Lantas ia pun mencarinya dan akhirnya menemukan Tang Yu yang sedang menjahit di teras rumah.

Tang Yu menjahit seraya memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di teras rumahnya. Perhatianannya seketika teralihkan karena melihat San Lin keluar dengan tertatih-tatih. Dengan perasaan khawatir Tang Yu langsung membopongnya.

"Lin'er! Kenapa kamu keluar? Seharusnya kamu dikamar saja, kamu masih belum sembuh.. " Ucapnya khawatir dan mendudukkan San Lin di sebelah kursinya sebelumnya.

"Tidak apa-apa bu, aku sudah lumayan baik. Aku hanya merasa sedikit bosan terus berbaring dikamar.. " Jawab San Lin dengan senyuman lebar. Hati San Lin sekali lagi menghangat ketika melihat Tang Yu yang mengkhawatirkan dirinya, selama ini tidak ada yang pernah mengkhawatirkan nya.

Tang Yu pun menghela nafas, ia juga harus memaklumi ini. Tidak mungkin bagi anak sekecil San Lin terus berdiam diri dikamar, ia pasti bosan. Jadi Tang Yu memilih untuk membiarkannya, lagi pula akan lebih bagus jika San Lin menemaninya menjahit, itu bisa memperdalam hubungan mereka.

Baru juga duduk, tiba-tiba perut San Lin berbunyi karena lapar. San Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya tertawa cengengesan, ia merasa malu.

Tang Yu tersenyum gemas, ingin sekali ia mencubit pipi anak ini, namun ia harus menahannya, karena anak ini masih belum sehat.

"Kamu lapar?.. "Tanya Tang Yu lembut.

"I-iya hehehe... " Jawab San Lin malu-malu.

"Tunggu sebentar disini dan jangan nakal, ibu akan ambil bubur dulu.. " Ujar Tang Yu seraya mencolek hidung San Lin.

San Lin mengangguk, seperti yang di perintahkan oleh ibunya, San Lin duduk manis dan tidak melakukan apapun. Ia hanya menunggu buburnya seraya memperhatikan anak-anak yang sedang bermain di halaman rumah itu.

San Lin tertawa melihat ada anak yang terjatuh karena kejahilan temannya, namun anak itu tidak menangis melainkan menjahili kembali temannya. Melihat itu saja, ingin sekali rasanya San Lin berasa di posisi itu. Memiliki teman untuk bermain dan tertawa bersama, namun meskipun ia ingin, ia tidak berani untuk menghampiri. Masa lalu dimana tidak ada anak yang mau menemaninya apa lagi bermain dengannya, membuatnya trauma dan takut akan penolakan anak-anak itu.

1
Tony Sutjicorp
Bagus
Putra Cikal
semangat Thor lanjuuut
Dzikir Ari
up nya lambat tor
mbah bin aja
🤔🤔🤔
Ardian Syah
mntappp
Ardian Syah
mn smbungannya min
Sulthan Master Wing
Ceritanya bagus.. tapi kenapa gak sampai selesai... sayang....
Dimas Setiawan
marconah
Dimas Setiawan
🤣🤣🤣
Dzikir Ari
lanjut Tor .,.. semakin seru saja
Dzikir Ari
lanjut Tor....
Dzikir Ari
lanjut Tor....
smoga ada kejutan
Dzikir Ari
makin menarik lanjut Tor...👍
Abi
lanjut
Dzikir Ari
smoga alurnya Bagus Tor.... akan kusimak lanjutannya...🙏
solehudin
gas gas has
solehudin
mulai nyimak thor..
opik
lanjutkan author
cerita ini lebih seru dr pd cerita anaknya yg manja itu..
Andy Awaludin Khusofi
biar banyak reader nya coba crazy up dong thor.... banyakin up load nya..
opik
lanjut bg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!