NovelToon NovelToon
Ustadz & Si Gadis Polos

Ustadz & Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta Murni / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita
Popularitas:307.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ditaa

❗️EKSKLUSIF HANYA DI NOVELTOON❗️

Seorang Pria yang di paksa sang Ayah untuk menikahi Gadis yang tidak tahu asal-usul nya, pernikahan itu di dasarkan karena suatu perjanjian sebelum rekan Ayahnya menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya.

Memang benar, mencintai paksa orang yang tidak di cintainya benar-benar sangat sulit, tetapi dengan selalu berdekatan di antara keduanya akan membuahkan benih-benih cinta. Akan tetapi, apakah mereka benar-benar berhasil mencintai satu sama lain?

-----------

Yukk kepoin ... jangan lupa tambahkan favorite. Like, komen positive & vote nya juga ya bestie😍🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung Ke Pondokan

Kaira pergi ke rumah Bu Amirah dan Adiba menggunakan Vestik kepunyaannya, Kaira melihat rumah Adiba begitu sepi dan lampunya juga masih mati padahal hari mulai gelap.

Tok ... Tok ... Tok ...

"Assalamualaikum Kak Adiba ... Bu Amirah ..." seru Kaira di ambang pintu.

"Assalamualaikum ..." Tidak ada sahutan dari dalam, Kaira mengintip dari jendela depan dan memang di dalam tidak ada siapa-siapa.

Kaira yang sedang mengintip di kagetkan dengan tangan yang sudah ada di pundaknya.

"AAAAAAAA!!" Kaira berteriak sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.

"Heii Kaira! ... Jangan berteriak." ujar Adiba terkekeh yang sudah berhasil mengerjai Kaira.

"Dek Kaira, masuk dulu." ujar Bu Amirah sambil membuka pintu dengan kunci di tangannya.

Kebetulan sore ini Adiba dan Ibunya sedang membeli kebutuhan di pasar untuk membuat nasi yang akan di jual Bu Amirah besok pagi.

"Ka Adiba ngagetin aja," ucap Kaira yang masih mengelus dada nya.

"Maaf ya Kai ..." Adiba masih saja tertawa kecil.

Bu Amirah datang sambil membawa minum di tangannya, lalu Kaira berdiri dan mencium tangan Bu Amirah.

"Kak, Ini ada baju dari Kak Fabian katanya buat tunangan nanti di pakai, ada baju buat Ibu Amirah juga." kata Kaira sambil memberikan paper bag kepada Adiba, Adiba menerimanya sambil tersenyum.

"Ya Allah terimakasih ... " ujar Bu Amirah terharu.

"Terimakasih ya Kai ... Kakak suka." Adiba memeluk Kaira.

"Iya dong, kan di beliin sama calon suami Kakak." Kaira tertawa lepas melihat Adiba yang tersenyum kikuk.

"Kalau begitu Kaira pulang dulu ya Kak, Bu Amirah ... Nanti kita ketemu lagi, Assalamualaikum ..." sambung Kaira berpamitan.

"Oh iya Kak, Ada salam dari Kak Fabian." Kaira mengedipkan matanya.

"Ish ada-ada saja, kalau begitu salam balik deh." Adiba menutup mulutnya untuk menahan tawanya.

"Haha oke Kak!" Kaira menunjukkan kedua jempolnya.

"Waalaikumsalam ... Hati-hati ya Dek Kaira ..." Bu Amirah dan Adiba melihat kepergian Kaira dari depan rumahnya.

***

"Assalamualaikum ..."

"Waalaikumsalam, Adek udah nganterin bajunya?" tanya Pak Alzam yang masih fokus untuk menerjemahi kitab yang akan di ajarkan di pondok untuk pembelajaran malam ini.

"Udah Bi, Umi mana?" Kaira masih belum puas karena belum melihat Umi nya.

"Di dapur, Lagi masak, Adek bantuin sana."

"Kalau Kakak?" tanya Kaira sambil mendudukkan dirinya di samping Pak Alzam.

"Masih di kamar kayaknya, dari tadi Abi belum lihat Kakak mu."

"Ya sudah deh, Kaira ke dapur saja mau temani Umi." Kaira pergi meninggalkan Pak Alzam yang masih di ruang keluarga.

"Umii ..." teriak Kaira.

"Adek! Jangan teriak-teriak, berisik tau!" ujar Fabian yang tertutup pintu kulkas di dapur.

"Loh ada Kakak juga. Umiiii, Adek mau bantuin Umi masak." Kaira berdiri di samping Bu Aisyi.

"Sudah Adek duduk saja, nanti kalau adek ikutan Umi jadi nggak fokus masaknya." ujar Bu Aisyi sambil mengaduk masakan di atas kompor.

"Sini, Adek duduk sama Kakak sambil nunggu mateng." seru Fabian sambil meneguk air putih dingin yang memang dari kulkas.

"Enak saja langsung makan! Sholat dulu, ngaji dulu." sahut Bu Aisyi.

"Iya maksud Kakak itu Mi,"

"Affa iyah?" Kaira memutar bola matanya malas.

"Dah ah bye!" Kaira terlebih dahulu menyenggol bahu Fabian dan berlari keluar dapur.

"Astagfirullahalazdim KAIRAA!" Fabian mendengus kesal.

"Sudah Kak, Ayo sholat dulu, sebentar lagi maghrib." Bu Aisyi menepuk pundak Fabian yang masih terduduk di meja makan.

"Kakak mau ikut Abi ke pondok." Fabian menghampiri Abi nya yang sudah bersiap di depan.

"Abiii ... Kakak ikut." sahut Fabian sambil mengambil sorban dan menyampirkan ke bahu nya saja.

"Ayo ... Adek mau ikut? Atau mau sama Umi saja disini." tanya Pak Alzam yang melihat putrinya lagi memainkan Handphone nya.

"Sama Umi saja dirumah."

"Oke deh, Umiii ... Abi sama Kakak berangkat dulu ya?" seru Pak Alzam berpamitan.

"Yaa Abi ... Hati -hati ..." Teriak Bu Aisyi dari dalam.

"Dih Kakak tumben ganteng, pasti mau narsis ke santri Putri ckckckc." Kaira berdecak menyindir.

"Kakak mah emang ganteng dari lahir." Fabian memuji dirinya.

Fabian mengikuti Pak Alzam ke pondok dan mungkin akan pulang malam karena Pak Alzam juga pulang malam karena mengajar terlebih dahulu.

Untuk ke beberapa kali nya Fabian mengunjungi pondok Abah nya, karena memang Fabian hanya sibuk untuk pulang pergi luar negeri saja.

Di dalam perjalanan Fabian dan Pak Alzam hanya saling berdiam diri dan fokus pada pikirannya masing-masing.

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari rumah nya, sampailah ke pondokan dengan nuansa kayu serta ber cat abu-au gelap.

Fabian berjalan di belakang Pak Alzam sambil berulang kali memakai peci nya karena rambutnya yang sudah mulai panjang.

Di sana, Para santri Putri berteriak histeris melihat Fabian dengan pakaian rapih dan sikap cool nya menambah kenikmatan bagi siapa saja yang memandangnya.

"Itu Ustadz Fabian ..."

"MasyaAllah Ustadz Fabian cakep banget ..."

"Mau dong di jodohin sama Ustadz Fabian ..."

"Aku nggak sabar mau dengerin ceramah nya Ustadz Fabian!"

Dan masih banyak lagi suara-suara para santri yang memuji Fabian di Surau.

"Ustadz Biann! ..." teriak salah satu dari barisan santri putri, Fabian mendengar tapi hanya diam saja sambil mengikuti langkah Pak Alzam.

...🌹🌹🌹...

...Jangan lupa baca novel Author yang satu nya juga yaa ... 😍💃...

1
Erni Zahra76
masyaa alloh br up lg nh💪
Erni Zahra76
alhamdulillah...sdh sekian purnama br up lg...semangat kk author 💪💪🙏
Erni Zahra76: ihhh aq g punya hehee
total 2 replies
Siwi nur Asih
Luar biasa
Purwadi
lanjut thor
Eka Mardika Banchin
Tulisan yang bagus
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut dong Thor...
kairin
ceritanya bagus.tpi syang blom ada lanjutannya.
pelajaran yg bisa di ambil.ustadz hanyalah gelar saja.tpi orangnya tetap manusia biasa yg TDK terlepas dari khilaf.tetapi kmudian kembali ke jalan Allah SWT
Erwin Cuantiq
Luar biasa
kairin
kapok bian, jgn di maafkan dulu, kasih pelajaran buat bian
kairin
gobloknya bian.ih...bikin emosi...
kairin
udah panas dingin nih....
kairin
udah mulai greget nih
Zuny Achmad
alhmdulillah lnjut kak
Helda Watie
syukur alhamdulillah..akhir nya dpt juga kmi membaca sambungan nya..terima kasih banyak2 wahai sang penulis..god jop..terbaik
Helda Watie
lanjut kn lh..lama kmi menunggu..sambungan nya..cerita yg mantop.harus ada ending nya..terus kn lh berkarya .jng berhenti..semoga anda tetap maju dlm karya mu..berapa kli sudah aku membaca cerita ini.tanpa jemu..sehingga setiap episod sudah ku hafal..🤣🤣🤣..kmi tunggu sambungan nya .wahai penulis..
Ditaa: Siap Kak hehehe🤗🤗
total 1 replies
Helda Watie
mana sambungan nya..lama sudah menunggu.sayang sekali.jln cerita sudah bagus tapi sayang seribu kli sayang cerita nya tergantung...lama sudah kmi pembaca menunggu sambungan nya..
Ditaa: Stay tune ya kak😁
total 1 replies
Roudhotul Zannah
Lumayan
Roudhotul Zannah
Biasa
micha_chaa
next kak
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!