NovelToon NovelToon
Sembilan Tahun Pelarian

Sembilan Tahun Pelarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Demi menyelamatkan diri dan bayinya, Arin memilih pergi dari suaminya dan mengubur rapat masa lalu kelam mereka. Ia mengungsi ke sebuah kampung terpencil dan menyambung hidup sebagai tukang cuci keliling demi membesarkan putra semata wayangnya.

Tapi, Takdir membawa Arin berhadapan kembali dengan laki-laki dari masa lalu yang paling ia benci dan tak ingin ia temui lagi seumur hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Sinar matahari menerobos dinding rumah kayu Arin, membentuk garis-garis pantulan cahaya. Sejak pagi buta dia sudah bangun dengan mata memerah karena kurang tidur.

Setelah mencuci kembali baju-bajunya Bu Tini, Arin langsung menyetrikanya. Untungnya semalam cuaca cerah dan pakaian itu bisa kering kembali.

Pukul enam pagi Arin menata sarapan di atas menjadi kayu, hanya dia piring nasi goreng kampung. Dengan bumbu garam dan bawang seadanya tanpa telur mata sapi.

Pintu kamar terbuka perlahan, Zayyan keluar dengan langkah gontai sembari mengucek matanya. Bocah itu belum memakai seragam merah putihnya, pakainya masih sama dengan yang semalam. Zayyan berjalan begitu saja melewati Arin tanpa meliriknya.

" Zayyan udah bangun, gimana semalam tidurnya nyenyak ngga. Kan biasanya Zayyan tidur di peluk ibu." sapa Arin, melempar senyum terbaiknya.

"Ayo mandi dulu, biar airnya ibu timba. habis itu sarapan. Nanti telat lagi ke sekolah."

Zayyan tak menjawab. bocah itu diam saja dan berjalan ke sudut ruangan, menyalakannya tv lama mereka disana.

Arin menghela nafas panjang, lalu berjalan dan duduk di samping putranya. Ia tahu dia salah dan harus meminta maaf pada putranya.

"Zayyan mandi dulu yuk, habis itu sarapan. Seragam Zayyan juga semalam udah ibu cuci lagi. Jadi udah bersih sekarang." bujuk Arin menyentuh pundak kecil Zayyan dengan lembut.

"Zayyan ngga mau sekolah." ucapnya dengan nada datar. Matanya masih tetap tertuju pada acara yang di tampilkan di televisi.

"kenapa ngga mau sekolah. Kan Zayyan udah kelas dua bentar lagi ujian dan naik kelas tiga. Emang Zayyan mau tinggal kelas."

Zayyan menoleh dengan cepat, menatap ibunya dengan penuh luka.

" Ibu sengaja yaa, nyuruh aku sekolah. Biar aku di ejek sama teman-temanku." Suara Zayyan kembali meninggi, meski tak sekuat semalam.

"Aku ngga mau ke sekolah lagi, mereka selalu hina aku ngga punya ayah. Mereka selalu panggil Zayyan anak haram"

"Zayyan......"

"Ibu ngga tau rasanya jadi aku. Sakit Bu. Zayyan selalu takut pergi sekolah. Di kelas ngga ada yang mau deket-deket sama Zayyan cuma Ujang yang mau. Pas istirahat juga ngga ada mau main sama Zayyan mereka bilang jangan dekat sama dia, dia lahir ngga punya ayah. Zayyan sakit hati Bu." Zayyan berdiri dengan dada naik turun.

"Aku ngga mau sekolah lagi."

Setelah mengatakan itu Zayyan langsung berlari masuk ke dalam kamar.

BRAK....

Pintu itu kembali tertutup rapat, meninggalkan Arin yang terduduk lemari di ruang tamu. Andai ia punya sedikit uang sudah pasti Arin akan membawa putranya pergi jauh dan hidup normal.

Sarapan yang ia buat dengan penuh hati kini telah dingin. Arin tersadar jika luka yang di rasakan putranya ternyata jauh lebih sakit dari yang ia kira, apalagi dia masih kecil dan belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

Arin menatap pintu yang tertutup rapat, hatinya sakit sekali mendengar pengakuan putranya. Kali ini dia tak akan diam saja, Arin harus segera minta maaf dan menyembuhkan luka putranya.

Dengan langkah pelan Arin membuka pintu kamar itu. pemandangan di dalam membuat hatinya semakin sakit. Zayyan tengah berbaring di kasur tipis mereka dengan wajah di telungkupkan ke bantal menahan Isak tangisnya.

Arin melangkah mendekat, dengan hati-hati. Tanpa aba-aba dia langsung mendekap kuat tubuh putranya.

"Lepasin. Lepasin Zayyan. Zayyan ngga mau dipeluk ibu." Zayyan langsung memberontak, berusaha melepaskan dekapan ibunya. Tangannya memukul-mukul dada Arin dan kakinya berusaha menjauh melepaskan diri.

" Ibu dengar ngga sih, aku ngga mau dipeluk sama ibu." teriak Zayyan.

Namun Arin tak menggubrisnya, malah semakin mendekapnya dengan erat. Entahlah dia takut sekali jika melepaskan pelukannya Zayyan akan pergi menjauh darinya.

Arin menciumi ujung kepala Zayyan. Dan mengelus punggung putranya.

"Ibu minta maaf ya, ibu banyak salah sama Zayyan." Bisik Arin dengan air mata yang susah membasahi pipinya.

Zayyan terus meronta. "Ngga mau. Aku ngga mau maafin ibu. Gara-gara ibu aku ngga punya ayah. Gara-gara ibu juga aku selalu di hina dan ngga punya teman."

"iya...ini smua salah ibu. Ibu yang salah." Arin mendekap kepala Zayyan, dan mengelus-elus punggung bocah itu yang bergetar.

" maafin ibu ya, ibu belum bisa ngasih Zayyan kehidupan yang baik. Ibu juga minta maaf gara-gara ibu Zayyan dihina, Zayyan ngga punya teman. Ibu banyak salah sama kamu."

Begitu mendengar suara ibunya yang begitu parau dan menyesakkan. Perlahan rontaan Zayyan melemah. Amarahnya yang begitu meluap-luap di dadanya semalam meluap begitu saja, digantikan dengan rasa sedih yang teramat sangat.

Tangan Zayyan yang tadi memukul-mukul dada ibunya perlahan berganti meremas daster lusuh yang dipakai ibunya. Ia bersandar di dada ibunya dan menangis sejadi-jadinya.

"Zayyan capek Bu.......Zayyan takut..... Tiap kali kaluar rumah kalo ngga ada ibu aku selalu takut. Mereka selalu sinis sama Zayyan. Aku ngga tahu salah aku apa bu....." Isak Zayyan suaranya terdengar begitu menyakitkan.

"iya ibu tahu..... Ibu tahu baget apa yang Zayyan rasain." ucap Arin tangannya terus mengusap-usap kepala putranya.

"Tapi tolong jangan benci ibu ya.... Kalo Zayyan benci sama ibu nanti ibu sama siapa. Ibu ngga punya siapa-siapa lagi selain Zayyan. "

Zayyan perlahan mengangkat wajahnya yang sembab dan memerah, karena terlalu lama menangis.

"Apa.... Apa ayah ngga sayang sama Zayyan". tanyanya lirih.

Arin tahu cepat atau lambat pertanyaan itu harus ia jawab. Tapi sekarang dia belum bisa menjawabnya dengan pasti, ada banyak hal yang belum dia selesaikan.

" Zayyan dengarin ibu baik-baik ya. Ayah ngga ninggalin Zayyan kok. Ayah sayang sama Zayyan."

"Tapi ayah ninggalin kita kan bu. Sama kayak Jaka ayahnya ninggalin dia sama ibunya, bedanya ayahnya sering datang jemput dia." sela Zayyan dengan mata yang berkaca-kaca.

"untuk saat ini Ada banyak hal yang belum bisa ibu ceritain sama zayyan."

"kenapa?."

"Karena Zayyan masih kecil"

"kalo Zayyan udah besar" Tanya bocah itu.

"Kalo Zayyan udah besar dan udah bisa mengerti. Ibu bakal ceritain semuanya ngga ada lagi yang ibu sembunyikan dari Zayyan." ucap Arin dengan sungguh-sungguh.

"Tapi sekarang...." ucap Arin menggenggam kedua tangan putranya. "Zayyan harus tahu, ibu sangat....sayang sama Zayyan."

"Sejak ibu tahu Zayyan ada di perut ibu, ibu udah berjanji untuk jaga Zayyan seumur hidup ibu. Walau ibu kerja sampai malam. Ibu di hina orang. Hidup kita susah, tapi sekalipun ibu ngga pernah nyesal punya Zayyan."

"Tapi kenapa ayah ngga nyari kita, dia ngga kasih sama ibu. Aku aja kasihan lihat ibu di bentak-bentak orang kalo cuciannya terlambat di antar." lirih Zayyan memandangi mata ibunya.

Arin tidak bisa menjawabnya, tapi dia sudah bahagia karena Zayyan mau memperhatikan nya. Ia hanya menarik tubuh Zayyan kembali ke dalam pelukannya.

"Ibu janji.....Suatu hari nanti, Zayyan akan tahu semuanya, Dan saat hari itu datang.....Ibu berharap Zayyan tetap menjadi anak yang berhati baik."

Zayyan terdiam lama. Tangisnya mulai reda, hanya sesekali terdengar isakan kecil.

"Bu..."

"Iya, kenapa sayang."

Zayyan tertunduk menatap tangannya yang berada di genggaman ibunya. "Zayyan minta maaf, karena tadi udah bilang malu punya ibu."

Arin kembali membawa putranya ke dalam pelukannya. "iya ngga papa. Ibu udah maafin semua kesalahan Zayyan. Ibu tahu tadi Zayyan sedang terluka kan."

1
Anonim
ANJING PENGEN BUNUH REGAN ... DEMI TUHAN PENGEN BUNUH REGAN
Lina Asm
lanjut kak
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
🤣🤣 didikan mu jelek rin 🤣 pantes anak mu berontak harusnya klo ada yg nginjak lawan. bego bukan diem😒 di bully diem. ya bloon
falea sezi
lagian goblok nya harusnya pergi dr suami bawa uang banyak biar anak mu gk menderita bawa fto nikah di pajang gede biar orang kampung tau lu bersuamii😒 begooo MC nya menye
falea sezi
anak g tau diri😒 baru baca uda kesel anak gk pernah di didik. ya gini
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🌹
Mutaharotin Rotin
mampir thor 🌹🌹🌹🌹🥰🥰🥰😭😭
Mutaharotin Rotin
karya baru ya🥰🥰🥰 mampir ya 🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!