NovelToon NovelToon
After We Meet

After We Meet

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Duda
Popularitas:39.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nocturnlax

[After We Meet]

Zelma Agatha, merupakan sesosok gadis yang memiliki Toko Kue yang cukup ramai akan pembeli di kotanya, Heavent Hills. Ia membuka toko kuenya seperti biasa, hari itu ia dihampiri oleh sesosok pria yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Pria tersebut merupakan seorang Mafia ternama, Marc Lawrence. Ia juga merupakan seorang duda yang memiliki seorang anak tunggal.

Pertemuannya dengan pria tersebut benar-benar membuatnya tidak akan menyangka akan mengubah kehidupan romansanya kedepan.

Ikuti terus cerita ini, akan ada banyak kisah menarik dan hal-hal baru yang akan di hadapi Zelma selama bersama Marc!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nocturnlax, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Sentuh Dia! (Bagian Dua)

Parkiran yang tak jauh dari pintu utama menguntungkan Zelma untuk segera berlari ke arah mobilnya. Belum sempat ia meraih gagang pintu mobil, tiba-tiba lengannya ditarik kasar oleh seseorang.

Zelma terkejut dan langsung panik seketika, alih-alih orang lain ternyata itu Marc.

"Lo kenapa?" Yang ditanya hanya bisa meringis ketika lengannya masih dicengkram oleh Marc.

"Maaf." Marc melepaskan cengkramannya dari lengan gadis tersebut.

"Marc, lo kok bisa disini?" Tanya Zelma masih dengan nada yang panik.

"Gue kemari jemput anak gue, tuh dia lagi di mobil nungguin, gue gak tau kalau lo juga nonton film sore ini. Gue tadi udah mau masuk mobil tapi gue liat lo keluar dari dalam kayak orang lagi lari dikejar setan makanya gue langsung narik tangan lo." Ujar Marc memberi penjelasan terhadap Zelma.

Belum sempat ia mengucapkan kalimat, para pria yang melihatnya selama di bioskop itu keluar dan melihatnya saat mereka tiba didepan pintu utama. Raut wajah Zelma berubah semakin ketakutan.

Marc yang melihat itu mengalihkan pandangannya mengikut arah pandang Zelma. Didapatinya sekumpulan pria itu menatap mereka berdua.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, hujan mulai turun dan parkiran kala itu lumayan sepi. Hanya ada beberapa mobil dan motor yang terparkir.

Marc berdiri didepan Zelma sedangkan Zelma hanya berlindung dibalik badan kekarnya. Zelma reflek meremas baju Marc dibagian belakang dan menutup kedua matanya.

"Jadi dia perempuan yang jalan denganmu kemarin? Mana lagi satunya?" Ujar salah satu dari sekumpulan pria tadi mendekati Marc.

"David..." Rahangnya mengeras saat pria itu semakin dekat ke arahnya.

"Tidak baik menyembunyikan pasangan barumu seperti itu."

Kini mereka saling berhadapan, postur tubuh Marc lebih tinggi dari Pria yang bernama David ini. Paras yang dimiliki David juga terbilang unik, ia memiliki mata berwarna biru dengan kulit sawo matang namun tetap terlihat rupawan.

David merupakan salah satu Rival Marc, ia sudah sering sekali terlibat masalah dengan Marc terutama dalam urusan wanita. Entah kenapa sedari dulu tiap ada wanita yang mendekati Marc ia menginginkannya juga, termasuk istri Marc.

Menjijikkan. Kata itu merupakan label yang diberi Marc untuk David.

"Apa yang kau mau?" Ujar Marc dengan nada dinginnya, emosinya benar-benar sudah mendidih. Ia tidak akan segan menghabisi nyawa manusia satu ini sekarang juga.

"Oh ayolah, aku hanya ingin berkenalan dengan gadis yang bersembunyi dibelakangmu itu. Ia tampak cantik dan menggoda."

Zelma yang mendengar itu makin mempererat genggamannya pada baju Marc sehingga membuat Marc merasa bajunya ditarik dari belakang.

"Jangan coba-coba kau berani menyentuhnya!" Tegas Marc, David hanya tertawa lepas mendengar kata yang terucap dari mulutnya. Kemudian, David mengkode anak buahnya untuk mendekatinya.

"Tarik paksa gadis itu." Bisiknya memberi aba-aba pada salah satu dari mereka.

Salah satu dari mereka menyerang Marc yang mana itu memberi peluang untuk kedua anak buah David menarik Zelma paksa dari belakang Marc, Zelma hanya bisa meronta-ronta dan menangis saat diseret menjauh dari Marc.

Marc sempat tersungkur untuk beberapa detik dan kemudian bangun, diambilnya pistol jenis Glock 19 yang selalu ia bawa kemana-mana di saku celananya dan menembaki kepala anak buah David yang menyerangnya tewas ditempat saat itu juga.

Dilihatnya David dan dua orang anak buahnya memaksa Zelma masuk ke dalam mobil mereka, Marc segera berlari sembari dan memukul David dibagian perutnya.

Marc mengarahkan pistol yang ia pegang ke arah kepala David dengan akurasi bidikan yang tepat, saat pelatuk miliknya dilepaskan sontak saja peluru tersebut langsung bersarang dikepala David dan membuatnya tersungkur dengan darah segar yang mengalir.

"Untuk Hida..." Gumamnya lirih.

Kedua anak buahnya tersebut kalang kabut, belum sempat salah satu dari mereka menyalakan mesin mobil, tembakan dari Marc membuat mereka langsung meregang nyawa.

Kekacauan saat itu membuat area parkir menjadi cekam, orang-orang yang menyaksikan itu tidak berani mendekat ataupun lari. Marc membuka pintu pada kursi penumpang bagian belakang, didapatinya Zelma menatapnya penuh ketakutan dengan mata yang terbelalak.

Marc langsung menarik Zelma keluar dan langsung mendekapnya, hujan yang turun semakin deras. Marc lalu meraih ponsel dan menyuruh anak buahnya menuju lokasinya saat ini.

Tak berapa lama tiga armada mobil telah tiba ditempat, Marc memerintahkan mereka untuk segera membersihkan TKP dan menghilangkan semua barang bukti termasuk melenyapkan mayat David dan ketiga anak buahnya sebelum aparat datang.

Ia juga menyuruh anak buahnya yang lain untuk membungkam para saksi mata yang berada di lokasi saat itu. Tak peduli bagaimanapun caranya.

"Lo pulang bareng gue aja kali ini." Ucap Marc, Zelma yang masih tenggelam dalam dekapan mencoba mendongakkan kepalanya menatap Marc. Hujan membasuh kedua manusia ini hingga menembus baju yang mereka kenakan sekarang.

"What have you done, dude?" Kepala Zelma mendongak keatas menatap Marc, air matanya bercampur dengan air hujan yang turun. Marc tidak menjawab, diraihnya kunci mobil yang masih dipegang Zelma dan memberikannya pada salah satu anak buahnya.

"Mobilnya tolong kalian bawa ke Mansion ya." Titah Marc sembari melemparkan kunci mobil milik Zelma ke anak buahnya.

"Lo masuk dalam mobil, nanti gue jelasin semuanya. Malam ini lo nginep di Mansion gue." Marc melepaskan dekapannya dari Zelma, ia kemudian membukakan pintu di jok depan dan menuntun Zelma masuk. Ia tau gadis ini masih shock dengan apa yang baru saja terjadi.

Marc sudah dikursi kemudi, ia memasang sabuk pengaman. Ia beralih melihat Zelma disampingnya masih menangis dan masih shock tentunya. Ia meraih sabuk pengaman yang terletak di sebelah kiri Zelma dan memakaikannya pada gadis itu, jarak diantara mereka kali itu sangatlah dekat hingga Marc bisa merasakan nafas gadis itu yang tersengal-sengal.

"Marc..." Ujar Zelma lirih.

"Gue janji bakal ceritain ini semua pas kita udah sampe." Marc menarik badannya dari Zelma, sebelum ia memposisikan badannnya menghadap ke setir kemudi ia sempat melihat Aurellia yang ternyata tertidur dengan earphone ditelinganya, ia berharap putrinya sudah tertidur sebelum kejadian bakutembak tadi.

Sepanjang jalan mereka menuju Mansion Marc, hening memenuhi atmosfer antara mereka berdua. Zelma masih belum bisa membuka mulutnya, ia masih mencerna baik-baik kejadian beberapa menit yang lalu.

Marc juga tenggelam dalam pikirannya, ia merasa lega karena sudah menyingkirkan orang seperti David; ia memang sudah lama ingin melakukan itu tapi keberuntungan baru berpihak kali ini padanya. Dilain sisi dia merasa kasihan dengan Zelma, ia membuat gadis itu bergeming sedari tadi.

Pukul sepuluh malam mereka sudah tiba di Mansion. Saat memasuki pekarangan Mansion, nampak mobil milik Zelma terpakir tak jauh dari taman utama. Zelma masih belum membuka mulutnya bahkan setelah ia turun dari mobil Marc.

Marc beralih ke jok belakang untuk membukakan pintu sekaligus membangunkan putrinya. Tak sampai lima menit, Aurellia membuka matanya perlahan ketika pipinya serasa ditepuk-tepuk, selanjutnya ia terbangun dengan kondisi nyawa yang belum terkumpul.

Ia memposisikan badannya duduk selama satu menit kemudian beranjak keluar dari mobil. Didapatinya Zelma yang masih berdiri terpaku menatap kosong kedepan.

"Daddy ini siapa?" Tanya Aurellia dengan nada khasnya ketika bangun tidur.

"Ini teman Dad, kamu masuk duluan ya." Aurellia mengangguk perlahan dengan berjalan gontai masuk ke dalam Mansion.

Marc dan Zelma masih berada diluar. Marc kemudian meraih tangan Zelma, keringat dingin tak berhenti membanjiri telapak tangannya. Ia beralih menatap Marc yang masih berdiri disampingnya, terlihat jelas pria itu tersenyum ke arahnya.

Hujan sudah berhenti, baju yang dipakai Zelma dan Marc kering saat di perjalanan menuju Mansion.

"Ayok masuk, keburu masuk angin." Marc menuntun Zelma masuk ke dalam Mansion.

Saat mereka melewati ruang keluarga, terlihat Ibunya Marc yang sedang duduk sembari membaca majalah.

"Marc, kau sudah pulang?" Ia masih belum mengalihkan pandangannya dari majalah yang ia baca.

"Mom, aku baru saja menghabisi David dan anak buahnya." Tuturnya terang-terangan. Ibunya melepas majalah yang sedari tadi ia baca kemudian menatap Marc sejenak kemudian beralih menatap gadis yang sedari tadi berada disamping Marc.

"Marc, siapa gadis ini? She's so adoreable, is this your girlfriend? Ayok duduk dulu, Nak." Ibunya mempersilahkan Zelma untuk duduk di sofa yang berada di samping kanan Zelma dan Marc.

Perasaan was-was berkecamuk dalam dirinya saat ia menjatuhkan bokongnya di sofa. Marc masih belum melepas genggamannya daritadi bahkan saat mereka berdua duduk bersebelahan seperti ini.

"Mom, ini Zelma, dia adalah temanku." Ujar Marc memperkenalkan Zelma kepada Ibunya. Zelma reflek melepas genggaman tangannya dari Marc dan menyalim tangan Ibunya Marc.

"Ah, She's so polite just like Hida." Ujar Ibunya memuji Zelma, yang dipuji hanya bisa tersenyum tipis sedangkan Marc yang mendengar itu reflek menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.

"Kau mau minum apa, Nak?" Tawar Ibunya Marc kepada Zelma.

"Tidak usah repot-repot, bu."

"Hey, jangan panggil aku Ibu. Panggil aku Mommy ya, Nak. Walaupun kau tidak ingin merepotkan diriku, aku akan ke dapur sebentar." Ibunya Marc beranjak dari tempatnya menuju dapur meninggalkan Zelma dan Marc yang sama-sama terdiam bingung.

"Mommy lo baik banget." Ujar Zelma kemudian. Akhirnya gadis itu mengeluarkan beberapa kata dari mulutnya.

"Gimana perasaan lo sekarang?" Tanya Marc yang menatapnya dengan lembut.

"Lumayan tenang, tadi gue sempat was-was tapi udah mendingan sekarang. Lo gak apa-apa 'kan tadi? Ada yang luka gak?" Pertanyaan antusias yang dilontarkan Zelma membuat hati Marc diselimuti perasaan hangat yang tidak bisa dijelaskan.

"Uhm, baguslah kalau gitu. Well, cuma lutut gue aja yang nyeri pas jatuh tadi, tapi lo gak usah khawatir soalnya bakal ilang sendiri kok nanti." Tutur Marc lembut agar Zelma tidak terlalu mengkhawatirkannya. Jujur, ia lebih khawatir jika hal-hal buruk terjadi kepada gadis ini.

"Yakin lo bakal ilang sendiri? Gak mau dikompres gitu atau dicek? Siapa tau ada luka."

"Udah, gue gak apa-apa kok. Btw, lain kali kalau lo mau keluar jangan lupa kabarin gue, soalnya bukan cuma lo doang yang pernah diginiin sama orang-orang gila kayak gitu." Zelma terdiam sejenak hingga membuatnya berpikir terlalu jauh.

'Apa kedepannya aku akan berhadapan dengan orang-orang seperti tadi lagi selama berteman dengan Marc?'

1
Endah Winarni
fav dan like dulu kak
Nocturnlax: Makasih kak, ditunggu buat baca-baca ceritanya pas waktu senggang🌟
total 1 replies
Jiya™:彡
gk sabar nunggu lanjutannya 👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan dan CRUSH 😄
total 2 replies
•⁠ᴗ⁠• JOFENDLOTRUVE •⁠ᴗ⁠•
kan bisa tuh minta baik baik, kenapa harus pakai pistol sih
Nocturnlax: agak laen emg wkekekekeke
total 1 replies
Neyna 🎭🖌️
yeeey dilanjut lagi, semangat Nes 💪💕💕
Nocturnlax: aww maaciiw kak ney, semangat jg buat kak ney💗💗💗
total 1 replies
Zhara
Semangat thorr
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir💫
total 1 replies
Zhara
Sangar nya 🤐
Nocturnlax: Bener wkekekeke
total 1 replies
Dirgantara Danas Santoso
up dong kak aku masih nungguin😕
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah nungguin, entar malam bakal update kok, pantengin terus ya💫
total 1 replies
Achi
Haai Thor, saya sudah mampir..


semangat Thor 💪💪
Nocturnlax: Makasih kak udah mampir, semangat juga ya💫
total 1 replies
Nurul
hai Thor salam kenal, favoritkan kembali novelnya ya 🙏🙏
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
minta baik² bisa nggk😬pake nodong² pistol segala
Nocturnlax: Ngeselin emg, Nis. Wkkwkwkwk
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁɪ᥉ׅ᥉֒ɑׁ🐅⃫⃟⃤⟢
jgn galak² dong mas nya😐
HOLAAA KAK NESSS NISAA MAMPIR YA😻😸
Nocturnlax: MAACIIIW NISAA💗💗💗
total 3 replies
Dewi Melow
how you doing???
Winda Oriza Mutia
suka ceritanya
Nocturnlax: Makasih kak, stay tune terus ya buat updatean selanjutnya🌟
total 1 replies
RX LHC R4{M}4
aku tunggu episode berikutnya... siap pencet like.
Nocturnlax: Makasih banyak ya sudah mampir, stay tune ya🌟
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
seru but percakapannya kurang
Nocturnlax: Makasih kak Manami udah mampir🌟
total 1 replies
El Nurcahyani
Semangat Thor 🥳🥳🥳
Nocturnlax: Makasih banyak kak udah mampir🌟
total 1 replies
🎤K_Fris🎧
astaga, ada ya pelanggan yang smpai nodong piatol kyanya gitu🙄
gila sih
Nocturnlax: Emang bener-bener dah kelakuan anak buahnya Marc bikin geleng-geleng pala, kak🤭
total 1 replies
Rini Antika
Aku mampir kak, smg berkenan mampir jg ya ke karyaku yg msh pemula..🙏
Nocturnlax: Makasih ya kak sudah mampir, semangat🌟
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir lagi disini memberi, like....
Nocturnlax: Makasih kak sudah mampir🌟
total 1 replies
𝐏𝐨𝐝𝐤𝐚
semangat kak👏👏
Nocturnlax: Makasih banyak kak🌟
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!