follow igku @zariya_zaya
Bagaimana perasaanmu jika melihat calon suamimu berada di dalam kamar hotel dengan wanita lain dimalam pernikahanmu? Pasti nyesek senyesek-nyeseknya.
Itulah yang terjadi pada Kinan. Wanita malam itu dikhianati oleh calon suaminya sendiri dimalam sebelum acara pernikahan berlangsung. Alih-alih menadapat simpati karena tersakiti, Kinan malah di caci dan di cemooh karena bertubuh gendut dan berwajah pas-pasan.
Banyak hal yang tejadi dan Kinan hampir bunuh diri, tapi seorang pemuda desa menyelamatkannya dan membantu mengatasi maslahnya. Kinan mulai menjalani program pengurusan berat Badan dengan pemuda desa bernama Pram. Ia ingin membuktikan pada mantan yang mengkhianatinya, si Andra, kalau Kinan juga bisa berubah jadi cantik seperti wanita lainnya.
Apakah Kinan berhasil? Simak kisah Kinan dan ikuti terus ceritanya.
Seperti apa kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8 Tawaran
Kinan sudah tidak peduli pada Andra yang tak mau pergi meninggalkannya. Ia harus mengambil surat tanah dan memberikan pada temannya untuk segera di jual dan mendapatkan uang secepatnya. Andra yang mengetahui hal itu tak setuju dan mencegah niat Kinan.
"Mau kau apakan surat itu?" tanya Andra yang sejak tadi menunggu Kinan di ruang tamu dan menghadang jalan Kinan ketika ia tahu, mantan calon istrinya ini keluar dengan membawa berkas-berkas.
"Minggir! Apa kau tidak tahu malu, ha? Masih berani kau menampakkan batang hidungmu didepanku! Jangan ikut campur urusanku!" bentak Kinan sambil melotot. Ia sudah tak bisa bersabar melihat wajah Andra yang kini sangat ia benci.
"Berapa uang yang kau butuhkan? Akan aku berikan, tapi jangan jual rumah ini!" tandas Andra.
Setelah apa yang pria didepannya ini lakukan pada Kinan dan keluarganya, beraninya Andra bicara seperti itu pada Kinan. Mulut Kinan semakin bergetar. Ingin sekali ia mengeluarkan seluruh nama kebun binatang dan melontarkannya pada Andra. Sayangnya Kinan tidak bisa, ia hanya ingin secepatnya mendapatkan uang agar ayahnya segera dioperasi, tapi bukan uang dari Andra.
"Huh, aku tak butuh uangmu! Kau tak punya hak apapun padaku, mau aku jual rumah ini atau tidak, itu sama sekali bukan urusanmu." Mata Kinan berkaca-kaca seolah ia sudah tak bisa menahan rasa marah dan kepedihannya.
Dalam hati ia menjerit, kenapa harus jadi seperti ini. Kebahagiaan yang sudah Kinan impikan sejak lama, kini musnah dan hancur lebur menjadi abu.
"Ayah pernah bilang padaku, rumah ini adalah warisan satu-satunya keluarganya. Jika kau menjualnya, sama saja kau menjual jiwa ayah."
"Ini semua tidak akan terjadi jika kau tak mengkhianati cinta tulusku padamu, Ndra! Kau pikir salah siapa aku harus menjual rumah ini? Salahku? Salah jika aku gendut dan jelek? Kau tidak tahu bagaimana rasanya, sakit Ndra! Tapi sekarang aku tahu, kamu itu ternyata nggak pantes buat aku," tandas Kinan dan Andra mencoba mendekatinya. Tentu saja Kinan menolak dan menjauh dari Andra. "Pergi dari sini. Jangan dekat-dekat! Aku benar-benar muak melihatmu! Pergi! Atau aku bakal teriak!" bentak Kinan hampir kalap.
Melihat penolakan Kinan, membuat Andra sedikit naik pitam. Ia sudah mencoba bersikap baik, tapi Kinan malah memperlakukannya dengan buruk.
"Oke! Aku akan pergi, jika kau tak mau uangku, maka jual saja rumah ini padaku. Akan kuberikan 10 M untuk rumah ini. Dan juga ... kau harus ... tidur denganku sebagai bonus." Andra dengan entengnya melakukan tawar menawar dengan Kinan.
Sebuah tawaran yang sangat mengejutkan sekaligus menunjukkan seperti apa Andra sebenarnya. Ia sama buruknya dengan pria hidung belang pada umumnya.
"Apa?" mata Kinan terbelalak antara percaya dan tidak percaya mendengar tawaran Andra yang benar-benar super gila. "Kau bilang apa tadi? Tidur denganmu?" Mulut Kinan menganga lebar. Ia sungguh tidak menyangka ternyata pria yang dipacarinya selama 8 tahun adalah pria paling bejaat yang pernah Kinan temui di dunia ini.
"8 tahun bersamamu, masa aku nggak dapat apa-apa darimu, Nan. Lihat rumah ini, masih dihiasi bunga dan janur kuning. Harusnya hari ini menjadi malam pertama kita dan aku ingin menikmati bagaimana rasanya tidur dengan wanita gendut sepertimu. Aku yakin kau juga merasakan hal sama, kan? Aku akan memberimu uang 10 M tunai tepat setelah kau tidur denganku.
"Ah, begini saja, aku juga akan menyewakan rumah ini padamu. Jadi kau dan keluargamu tak perlu pindah dari sini. Kau juga tak perlu susah payah mencari pembeli rumah lain. Aku bisa memberimu lebih dari yang bisa mereka beli. Kita sama-sama enak kan?" mata Andra menatap tajam wajah Kinan yang hanya bisa tertegun mendengar setiap kata-kata tak bermoral itu keluar dari mulut Andra.
Kinan terpaku, ia kehabisan kata-kata untuk diucapkan. Andra benar-benar kelewatan. Jelas sudah seperti apa belangnya Andra, cowok itu sama sekali tidak pantas mendapatkan cinta dari seorang Kinan.
"Huh, sepertinya ... aku terlalu baik untuk pria bangsaat sepertimu," gumam Kinan lirih. Ia sudah tak mampu terkejut lagi. "Oke, kau tunggu di sini!" ujar Kinan dengan nada suara gemetar.
Andra tersenyum senang mendengar jawaban Kinan. Dalam hati, ia bersorak sorai menang karena sebentar lagi ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Tadinya ia kira, Kinan bakal menolak tawarannya, tak disangka mantan pacarnya ini malah menyetujuinya.
"Aku akan menunggu sampai kau siap, lagipula kau sudah jadi istriku kalau saja kau tak buat keributan di KUA tadi. Aku harap, setelah ini hubungan kita takkan berakhir."
Kinan tak menggubris ucapan Andra dan berjalan gontai ke dalam dengan pandangan mata tak bisa didefinisikan dengan kata-kata. Tak berselang lama, Gadis itu kembali dengan berganti pakaian kasual sambil membawa sapu lantai ditangannya. Ia berjalan pelan dan berdiri tepat dihadapan Andra.
"Kau sudah siap? Untuk apa sapu itu? Apa kau mau bersih-bersih rumah dulu? Kau tak perlu melakukannya. Kita masuk saja ke dalam kamar." Andra mengatakan itu dengan gaya sombongnya sehingga semakin marahlah Kinan, tapi gadis itu masih mencoba menahan sabar.
"Sapu ini, bukan kugunakan untuk membersihkan rumah, tapi ... kugunakan untuk membersihkan sampah bejaat sepertimu!" Kinan mengayunkan sapunya dan langsung memukulkannya pada Andra. "Dasar Bedeebah! Jahanaam! Tidak tahu malu! Beraninya kau menginjak-injak harga diriku, ha? Kau pikir aku wanita murahan sama seperti si Riri yang hanya bisa tergiur akan uangmu! Jangan pikir dengan keterpurukanku sekarang, kau bisa seenaknya saja padaku!" cerocos Kinan sambil terus memukuli tubuh Andra tanpa henti. Bisa dibilang, Kinan benar-benar ngamuk sekarang.
Cowok itu bergidik kesakitan dan kepalanya juga langsung bocor akibat pukulan keras sapu Kinan. Darah segar mengalir dipelipis dan hidung Andra akibat diserang dengan brutal oleh mantan calon istrinya sendiri.
"Kinan! Hentikan! Apa kau sudah gila!" teriak Andra sambil menghalau serangan Kinan, tapi gadis yang menyerangnya bertubi-tubi itu jauh lebih kuat karena tubuhnya besar sehingga membuat Andra kualahan.
Sepertinya Andra juga mulai mengalami keretakan tulang kaki dan punggungnya. Memar dan lebam merata disekujur tubuh Andra. Kasihan sekali dia, salah sendiri, siapa suruh ia membangunkan singa yang sedang tidur.
"Kau yang gila! Dasar tidak punya malu! Bedeebaah sepertimu harusnya mati saja! Aku sudah memperingatkanmu untuk pergi meninggalkanku, tapi kau tidak mau dan malah buat penawaran edaan begitu? Dasar brengseek kau! Ngidam apa ibumu dulu sampai punya anak ibliis bejaat sepertimu, ha!" teriak Kinan sekencang-kencangnya dan Andra lebih memilih melarikan diri keluar rumah Kinan daripada nyawanya melayang. Cowok itu lari tunggang langgang dengan kondisi tubuh penuh luka. Kakinya juga pincang.
Kinan sangat menyeramkan kalau sedang ngamuk. Bahkan semua barang disekitarnya langsung pecah berserakan dimana-mana. Emosi Kinan sudah tak terbendung lagi. Ia benar-benar membenci Andra dan semua hal yang berhubungan dengan pria yang kini sudah menjadi mantannya. Kinan berharap setelah ini, Andra tak mengganggu lagi kehidupannya.
BERSAMBUNG
***
ceritanya Keren👏aq suka..
pengajaran: jangan pernah memandang hanya berdasarkan luaran sahaja.. sebenarnya d novel ini tuu banyak pengajaran yg bisa d ambil...
Terima kasih author udah bikin novel yg bagus ini...yg paling bikin seneng itu, HAPPY ENDING 😍💖...
#SUKSES SELALU AUTHOR ✨🌹