NovelToon NovelToon
Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Aku Tidak Jelek(Your'E So Preetty)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa Modern / Berubah manjadi cantik / Peningkatan diri -peningkatan kecantikan / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:121.6k
Nilai: 5
Nama Author: pipihpermatasari

*Cinta datang saat semuanya keadaan dalam tidak baik-baik saja*

Aku memang pantas kamu benci, karena dulu aku pernah menyakitimu dan membuat luka di dalam hatimu! Tapi aku tidak akan menyerah mendapatkanmu Aleena! Karena aku sadar, kamu begitu berarti dan telah membuat aku jatuh cinta dan tidak ingin berpaling darimu.

Berhasilkah Juna mendapat cinta Aleena dan menyakinkan kalau dirinya tulus mencintainya?

Atau akan memilih Veri, sahabat Juna yang sudah banyak membantu dirinya?

kepoin yuk ceritanya hanya disini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipihpermatasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08.Siapa Wanita Cantik Itu

Lalu Veri pun kini membawa Aleena masuk ke dalam sebuah kamar yang berada dihotel. Kemudian mengambil handphone dari saku celananya dan dengan segera menelpon seseorang.

Kini Aleena pun, merasa takut dan merasa bersalah mungkin dirinya sudah mempermalukan Tuan Veri karena penampilannya. Apalagi tadi semua tamu undangan yang hadir terbahak- bahak menertawakan dirinya. Hingga tidak terasa airmata Aleena kini mulai membasahi pipinya.

Setelah Veri selesai menelpon seseorang, dengan segera Veri pun berjalan mendekati Aleena.

"Aleena." Panggil Veri.

"I-iya Tuan. Saya benar benar minta maaf Tuan, tadi saya sudah mempermalukan Tuan. Saya pun tidak tahu kalau dandanan saya seperti ini. Karena saya merasa tadi sudah sesuai dengan apa yang dilihat dari youtobe. Tapi nyatanya saya malah seperti badut hiks hiks," Aleena sambil terisak menangis.

"Aleena sudah kamu jangan menangis lagi. Lagian saya tidak mempermasalahkan tentang dandanan kamu kok. Cuma saya kesal saja sama mereka, yang bisanya cuma menertawakan orang lain, dan merasa dirinya paling oke," Veri sambil menatap Aleena dan mengusap airmatanya yang mengalir dipipinya.

"Tu-tuan tidak marahkan?" tanya Aleena.

"Tentu saja tidak Aleena, ngapain harus marah sih? Lagian saya merasa tidak dirugikan oleh kamu kok." Veri sambil tersenyum terhadap Aleena.

Lalu Aleena pun menatap tidak percaya terhadap Veri, dan sangat beruntung ternyata Veri orangnya sangat baik, juga perhatian.

"Aleena," ucap Veri menyadarkan lamunan Aleena.

"Eh iya Tuan, kenapa?" tanya Aleena sambil menatap Veri.

"Kamu kenapa, tiba tiba kok melamun sih." Ucap Veri.

"Tidak apa apa kok Tuan. Oya Tuan, saya permisi ya mau pamit pulang," ucap Aleena.

"Mau pulang? Lagian kenapa harus pulang lagi Na, kan acaranya belum selesai dan belum dimulai." Veri sambil menatap Aleena.

"Tapi Tuan, saya rasa harus benar benar pulang. Saya tidak mau mereka menertawakan lagi penampilan saya yang seperti ini. Nanti Tuan tambah malu loh." Aleena sambil menundukan kepalanya.

"Aleena-" ucapan Veri terputus saat seseorang datang dan masuk ke dalam kamar.

"Kak Veri mau ngapain sih, menelpon saya dan menyuruh saya segala untuk datang kesini. Terus malah pakai ngancam ngancam lagi," gerutu Amoy adik kandung Veri.

"Ya sengaja, kakak ngancam kamu biar bisa datang kesini," ucap Veri sambil menatap adiknya.

"Ya mau ngapain emangnya sih kak," ucap Amoy sambil menatap kakaknya lalu menatap wanita yang berdiri di belakang Veri.

Humppzz ... Amoy sengaja menahan tawanya saat melihat seorang wanita dibelakang Veri.

"Kakak sengaja nyuruh kamu buat dandani dan ubah penambilan dia," ucap Veri sambil menunjuk Aleena.

Hahaha ... Amoy langsung tertawa terbahak-bahak dan langsung bersuara karena tidak dapat lagi menahan rasa ingin tertawanya saat melihat Aleena.

"Amoooyy!" Panggil Veri.

"Eh iya kak, maaf. Habisnya lucu dandanannya sih kayak badut," Amoy sambil cengengesan.

"Ya sudah sekarang kamu dandani dia, kakak mau keluar dulu nih untuk menyambut para tamu yang datang. Nanti kakak kembali lagi harus sudah siap." Veri sambil menatap Amoy.

"Siap kak," jawab Amoy. Lalu dengan segera Amoy pun mendekati Aleena. Veri pun pergi meninggalkan Aleena dan Amoy berdua dan berjalan menuju ruangan pesta, untuk menyambut para tamu undangan yang hadir.

"Maaf ya kak, saya terpaksa nih buat dandani kakak dan maaf ya bukannya tidak sopan." Amoy sambil membuka ikat rambut dan kacamata Aleena.

"Iya tidak apa apa kok. Oya kamu siapanya Tuan Veri?" tanya Aleena.

"Saya adiknya kak Veri," jawab Amoy yang kini sedang menghapus riasan yang Aleena dandani dan dengan segera mendandani dari awal.

"Saya pernah lihat kamu, tapi dimana ya? Oya saya baru inget kamu bukannya seorang Designer dan Mua yang terkenal itu di dalam telivisi, iya kan?" tebak Aleena merasa yakin.

"Iya kak," jawab Amoy.

"Ya ampun mimpi apa saya ini, sampai di dandani sama seorang yang designer dan mua yang terkenal. Ternyata kamu sangat cantik," puji Aleena sambil menatap Amoy yang kini sedang mengcreambath rambutnya.

"Sudahlah kak, jangan terlalu banyak memuji. Oya kak, nama kakak siapa? Terus apa hubungannya dengan kak Veri?" tanya Amoy dengan beberapa pertanyaan.

"Nama saya Aleena. Saya bekerja sebagai sekretaris di PT. Alaska group. Kalau nama kamu siapa?" tanya balik Aleena.

"Saya Amoy kak. Oh ... jadi bekerja sebagai sekretaris kakakku. Oya kak, emangnya kak Aleena belum pernah sama sekali berdandan ya?" tanya Amoy hati hati takut menyinggung.

"Belum. Makanya ketika saya berdandan untuk pertama kalinya malah ditertawakan, padahal saya merasa sudah sesuai apa yang dilihat dari youtobe. Dan saya gagal dan tidak mau berdandan lagi," ucap Aleena merasa kecewa.

"Sudahlah kak, jangan pantang menyerah. Apa salahnya dengan kegagalan jadi pelajaran dan terus berusaha belajar berdandan. Nanti juga terbiasa kok dan bisa. Nah lihat nih kak, hasil riasan saya dan coba lihat cermin kak." Amoy sambil memberikan cermin berukuran sedang. Lalu dengan segera Aleena pun mengambil cermin tersebut dari tangan Amoy dan betapa terkejutnya saat menatap cermin.

"Gimana kak? Cantikkan kak. Sebenarnya kak Aleena itu tidak jelek, cantik banget kok malahan. Asal bisa berdandan saja, dan sering-sering seminggu sekali perawatan dan creambath biar hasilnya tambah wow," ucap Amoy.

"Iya terima kasih Amoy sarannya. Terima kasih juga, sudah mendandani saya. Saya benar benar tidak menyangka ternyata aku tidak jelek."

"Iya kak. Sekarang nih pakai high heels kak." Amoy sambil memakaikannya langsung ke kaki Aleena.

"Saya tidak bisa memakai high heels, Amoy." Protes Aleena.

"Belajar mencoba dulu kak berjalan. Kak Aleena pasti bisa kok. Ayo berdiri kak, Amoy sambil bantu nih." Amoy sambil memegang tangan Aleena membantu untuk berdiri dan berjalan.

Lalu Aleena mencoba berdiri dan berjalan dengan memakai high heels. Baru saja melangkah sudah terjatuh.

"Amoy, sudah ah saya menyerah, saya tidak bisa." Aleena sambil berdiri dan dibantu oleh Amoy.

"Kak Lena, belum mencoba lagi. Ayolah pasti bisa. Masa sudah cantik tidak bisa pakai high heels," sindir Amoy.

"Baiklah kalau begitu," ucap Aleena kembali mencoba belajar melangkah pakai high heels. Entah sampai berapa kali mencoba nya, selalu gagal dan terjatuh lagi. Dan akhirnya kini Aleena mampu berjalan memakai high heelsnya.

"Tuh kak, sudah bisa. Ayo belajar lagi untuk melancarkan berjalannya." Amoy menyemangati Aleena.

Lalu Aleena pun berjalan kembali sesuai apa yang dikatakan Amoy. Hingga kini bisa berjalan memakai high heelsnya, meski tidak lancar-lancar banget yang penting tidak kaku dan nyaman memakai high heels tersebut.

Lalu seseorang pun datang memasuki bedroom, dimana Aleena dan Amoy berada.

"Gimana Moy, sudah bereskan?" tanya Veri kepada adiknya.

"Tentu saja sudah kak. Kakak bisa lihat sendiri tuh bagaimana sekarang penampilan kak Aleena," ucap Amoy.

"Ya sudah, ayo Na kita-" ucapan Veri terputus saat melihat Aleena memalingkan wajahnya menghadap ke arahnya dan berjalan menghampiri dirinya. Dan Veri pun merasa tidak percaya apa yang dilihatnya dan tiba tiba merasa terhipnotis dengan perubahan Aleena yang membuat Veri kehilangan kesadarannya.

Lalu Aleena pun semakin berjalan menghampiri Veri dengan begitu anggun. Sehingga  Veri hampir tidak berkedip sama sekali menatap Aleena.

"Aleena, your'e so preetty," Veri tanpa sadar mengucapkan perkataan seperti itu saat Aleena kini sudah berada didepan Veri. Lalu Aleena pun hanya tersenyum dan pipinya memerah karena malu.

Ehem ... ehem ... "Dari tadi menatap mulu kak Aleena ya, cie kayaknya ada yang jatuh cinta nih," ucap Amoy menyadarkan kakaknya yang dari tadi diam mematung.

"Eh, Ih apaan sih Amoy kalau bicara suka ngawur ya," gerutu Veri saat sudah sadar dan sambil menatap Amoy.

"Ck, kak Veri ini kenapa tidak mengakuinya saja," Amoy sambil menatap kakaknya.

"Apaan sih Moy, sudah ah jangan ngawur mulu. Ayo Na, kita pergi dari sini dan acaranya mau dimulai sekarang," ucap Veri.

"Baik Tuan," jawab Aleena. Lalu Aleena dan Veri pun berjalan menuju ruangan yang dimana, disana banyak tamu undangan yang hadir diantaranya para sahabat, para rekan rekan kerja, keluarga besar dari Alaska group serta para pengusaha yang hadir dan siapa juga boleh ikut masuk untuk memeriahkan pesta yang diadakan oleh PT. Alaska group.

Setelah sampai di tempat tesebut, para tamu undangan yang hadir pun merasa terpesona dan terhipnotis saat melihat wanita yang kini berdiri disamping Veri. Bagaimana tidak, kini wanita yang berdiri di samping Veri terlihat begitu sangat cantik, wajahnya yang putih, dengan manik matanya yang berwarna coklat, hidungnya yang mancung, bulu matanya yang lentik, serta bibir tipisnya yang dipoles tipis dengan lipstint berwarna pink dan rambutnya yang terurai panjang sehingga siapa pun pasti akan terpesona, apalagi Aleena tidak terbiasa dan baru berdandan sehingga kelihatan pangling dan tidak banyak menyadari kalau dirinya Aleena. Kini Aleena pun bagaikan primadona didalam pesta tersebut.

Acara pun sudah dimulai, kini Veri pun dengan segera menyambut pemulaian acara tersebut. Setelah sambutan selesai, dengan segera Veri pun memperkenalkan wanita yang ada disampingnya.

"Oke semuanya, saya akan memperkenalkan wanita yang kini ada disamping saya. Dia adalah Aleena Santika, orang yang sangat berperan penting dalam perusahaan saya. Dia juga orang  yang mampu membuat perusahaan saya menjadi maju dan berkembang pesat seperti sekarang." Veri sambil tersenyum terhadap Aleena.

Lalu para tamu undangan pun menatap tidak percaya kalau wanita tersebut Aleena, wanita yang tadi dihinanya dan ditertawainya karena penampilannya yang sangat lucu. Kini para tamu yang hadir pun menjadi bungkam tanpa ada yang bebicara dan masih menatap kecantikan Aleena yang begitu sangat cantik.

Setelah Veri memperkenalkan Aleena, kemudian Veri pun mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati makanan dan minumannya yang sudah tersedia. Begitu pun Aleena dan Veri dengan segera berjalan  untuk mengambil makanan dan minumannya.

"Ayo Na, kita kesana." Ajak Veri.

"Baik Tuan," jawab Aleena. Lalu dengan segera Aleena dan Veri pun berjalan menuju tempat makanan dan minuman yang tersedia. Tapi mereka hanya mengambil minuman saja. Lalu datanglah sahabat sahabatnya dan para rekan kerja untuk menghampiri mereka untuk memberikan ucapan selamat. Termasuk disana juga ada Juna Prakasa dan Olin yang ikut berbincang bincang dengan Veri dan yang lainnya. Sekilas  Juna pun menatap Aleena yang kini sedang berbincang dengan temannya.

"Tuan, saya permisi mau ke toilet dulu sebentar," bisik Aleena kepada Veri.

"Iya silahkan Na," jawab Veri.

Lalu dengan segera Aleena pun melangkah pergi untuk menuju toilet, namun sayangnya ketika mau melangkah tiba tiba Aleena pun terjatuh dan merasa licin jalannya.

Ahhh ... teriak Aleena.

Lalu dengan segera seseorang pun datang dan menyelamatkan Aleena. Sehingga kini tubuh Aleena beruntung tidak terjatuh, karena ada seseorang yang menahan tubuhnya. Aleena pun tidak percaya, kini orang yang menyelamatkan dirinya.

Mata hitam mereka saling bertemu, sehingga kini mereka saling menatap satu sama lainnya. Dan pria tersebut merasa tidak percaya dan malah terpesona dengan kecantikan Aleena.

Aleena, your'e so preetty batin juna sambil menatap wajah cantik Aleena.

Ehem ... ehem ... Olin pun berdehem sekeras mungkin untuk menyadarkan mereka.

"Eh maaf Tuan," ucap Aleena sambil menghempaskan tangan Juna yang menahan tubuhnya, kemudian berdiri.

"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Olin kepada Juna lalu menatap tidak suka Aleena.

"Jangan salah paham dulu sayang. Tidak tahu kenapa saya juga tiba tiba malah menolong dia. Sudahlah sayang ayo kita makan, disana pada nunggu kita tuh." Ajak Juna terhadap kekasihnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang kekasihnya untuk menuju tempat makan Dan sekilas menatap Aleena. Dan Aleena pun langsung memalingkan wajahnya saat Juna menatap dirinya.

'Benar benar menyebalkan Juna Prakasa,' gerutu Aleena sambil berlalu pergi menuju toilet.

1
Rahma Putri
Luar biasa
Sugianti Yanty
kalo boleh saran pakai kata aku aja klo saat ngobrol dengan sahabat nya klo pake saya itu terlalu formal tor
vhieh: makasih atas masukannya, Kakak🙏
total 1 replies
Aidul Putra
pembalasan ny KURANG INTRIK.... jd kesan yg GW DAPAT DATAR2 AJA..... GAK GREGET ATAU GAK MENGGIGIT....
Roseanne
Alena trlalu gegabah ngambil kptsn
falea sezi
bahas donk soal. ciuman sama mantan gampang bgt maafin
falea sezi
oh ini veri yg nikah ma adek nya Alena y
vhieh: iya, Kak😁
total 1 replies
Indah Yanti
bukannya mereka di puncak ya?
🌹🪴eiv🪴🌹
buanyak buanget typo
maaf ya ceritanya tidak menggambarkan suasana pengusaha, kaya dialok orang di pasar 🙏
🌹🪴eiv🪴🌹: semangat 🤩
total 2 replies
🌹🪴eiv🪴🌹
Weh, sombong 😂
🌹🪴eiv🪴🌹
ide kamu diluar nurul ,alena 🤣
kok aku merasa lucu bukannya kasihan ya,, apakah aku aneh 🤭🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗
Nadja 🎀
Veri suka bressengsek bgt 🙄 dia cuma memanfaatkan adiknya Aleena ckck
Arya Umam
Kebanyakan kata HAH thor
Semangat 💪💪💪😘
vhieh: Nanti aku revisi lagi kak, terima kasih sudah kasih sarannya🙏😘
total 1 replies
Novianti Ratnasari
Juna kah
Novianti Ratnasari
bgs Alena orang yg kaya gt emang harus di kasih pelajaran
Novianti Ratnasari
apa Veri ga ada rasa ama Alena.
Novianti Ratnasari
semoga Alena mendapatkan jodoh yg baik
Novianti Ratnasari
meski km berubh menjadi cantik, tapi jangan berubah menjadi jahat ttp baik hati
Novianti Ratnasari
Veri bantu Alena dari ejekan para tamu
Novianti Ratnasari
pilih yg benar2 tulus am alena
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!