PENDEKAR LEGENDA
Novel ini diperankan oleh pemuda yang bernama Zhou Shiyue, ia adalah tuan muda kedua dari keluarga bangsawan Zhou.
Sejak lahir Zhou Shiyue tidak pernah mendapatkan keadilan dari keluarganya, semua orang dari keluarga bangsawan Zhou memandang dirinya dengan sebelah mata bahkan kepala keluarga Zhou yang merupakan ayahnya sendiripun memperlakukannya dengan buruk, mungkin itu karena sang ayah merasa bahwa ia telah kehilangan istrinya karena melahirkan Zhou Shiyue.
Hingga pada suatu masa Zhou Shiyue tak sengaja melukai adik tirinya membuat dirinya dalam masalah besar, dan diusir dari keluarga Zhou.
Sejak hari itulah ia menjalani kehidupan nya yang penuh liku-liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulia Puja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkultivasi (S1)
Tanpa basa-basi Zhou Shiyue langsung menyerap seluruh inti kristal yang ia dapat. Dengan cara sesuai yang ada di dalam catatan Ling Xifeng.
Zhou Shiyue duduk bersila diatas tanah langsung, di dalam genggaman tangan kanannya ada inti kristal berwarna jingga. Ia menutup kedua matanya berusaha mengalirkan energi Qi kedalam inti keistal tersebut.
Inti Kristal itu pun bersinar terang hingga perlahan memudar dan…
BOMMM!!!
Zhou Shiyue telah berhasil menyerapnya, dan kekuatannya pun sedikit meningkat ke tingkat bumi level awal.
(Setiap tingkat kekuatan memiliki tingkatan masing-masing pertama level awal, menengah, dan puncak, barulah setelah level puncak ada yang namanya penerobosan ke tingkat kekuatan selanjutnya.)
Zhou Shiyue tidak merasa rendah diri karena peningkatannya sedikit. Ia paham bahwa meraikh kekuatan tak semudah memanjat pohon.
Ia kembali menggunakan inti Kristal kedua yang berwarna biru. Ia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya hingga ledakkan kembali terdengar. Tetapi lebih keras dari sebelumnya.
Ia menatap takjub pada dirinya sendiri karena ia langsung sampai pada tingkat bumi level puncak. Itu artinya dia akan menerobos ke tingkat selanjutnya.
“Inti Kristal miliki kucing roh itu ternyata memiliki khasiat yang bagus.” Pujinya mengingat intri Kristal berwarna biru itu adalah milik kucing roh.
“Aku akan kembali melanjutkan kultivasi kalau begitu.” Gumamnya sambil menggenggam kembali inti Kristal berwarna merah milik harimau roh.
Ia melakukan cara yang sama seperti sebelumnya hingga beberapa saat kemudian terdengar kembali bunyi ledakkan yang sangat keras. Bahkan Zhou Shiyue juga merasa gejolak aneh di tubuhnya.
Ia membuka matanya dan melihat inti Kristal merah itu telah hancur yang artinya ia berhasil. Namun anehnya kekuatannya tetap berada pada tingkat bumi level puncak dan ia tidak menerobos ke tingkat selanjutnya.
Namun di balik gagalnya menerobos, ia merasa pendengarannya semakin jelas dan penglihatannya juga sangat tajam. Penciumannya juga terasa sangat sensitif. Bahkan semut kentut pun seolah terdengar olehnya.
“Mungkin inti Kristal merah itu meningkatkan pendengaran, penglihatan, dan penciumanku.” Pikirnya, dalam hati ia sangat bersyukur.
Tanpa menunggu lama, ia kembali melanjutkan proses kultivasinya. Kali ini ia menggemnggam dua sekaligus dari inti Kristal yang tersisa.
Porses kali ini cukup lama dari sebelumnya, Rasa sakit juga mulai menjalar ke setiap sendi tubuhnya. Hingga beberapa saat kemudian ledakkan yang sangat-sangat keras bahkan berkali-kali lipat dari sebelumnya terdengar.
Zhou Shiyue membuka matanya ada perasaan aneh yang ia rasakan. Ia telah berhasil menerobos dan sekarang tingkat kekuatannya berada pada tingkat langit level awal.
“Perkembanganku memang bagus” ucapnya tersenyum bangga dengan diri sendiri.
Ia pun kembali melanjutkan langkahnya untuk menemukan hewan roh lainnya. Dengan kekuatannya sekarang ia yakin bahwa ia cukup mampu untuk melawan 5 hewan roh sekaligus yang memiliki kekuatan setingkat singa roh yang sebelumnya ia hadapi.
Ditengah perjalanan ia melihat pohon besar dengan buah persik yang lebat. Matanya berbinar kegirangan, perutnya cukup lapar dah buah itu sangat pas untuk mengganjal laparnya.
Ia dengan kekuatannya sekarang tentu cukup mudah untuk sampai di atas pohon itu. Ia memetik buah persik yang nampak segar dan langsung melahapnya di atas sana.
“Emmm, persik ini sangat enak” ucapnya dengan mulut penuh sambil memanggut-manggutkan kepalanya.
Selang beberapa saat kemudian ia pun terkapar kekenyangan sambil bersandar di pohon itu. Namun matanya kembali pada kelinci berukuran sedang di bawah sana. Ia melompat turun dan menembakan sedikit energi Qi kearah kelinci tersebut hingga membuatnya tewas tak bernyawa.
“Kelinci yang malang!” ucapnya kasihan sambil menjinjing kelinci itu.
Dari kejauhan ia mendengar suara riuh sungai, ia menatap kelinci itu dan bergegas menuju sungai agar lebih mudah membersihkan kelinci tersebut.
Sesampainya disungai ia membersihkan kelinci itu dengan segala cara karena saat ini tak memiliki apapun benda tajam ditangannya.
Setalah cukup bersih, ia pun membuat api dengan cara manual karena ia belum belajar membuat api dengan energi Qi. Tak lupa ia juga membakar kelinci yang sudah ia bersihkan tadi. Setelah masak ia pun memakannya dengan lahap.
Waktu terus berlalu hingga mataharipun telah terbenam. Seharian ini ia cukup merasa lelah dan memutuskan untuk bermalam di tepi sungai saja karena ia berpikir di tepi sungai adalah tempat paling aman daripada di dalam hutan yang penuh hewan liar.
Ia pun tertidur di atas bebatuan tepi sungai.
Sialnya saat tengah malam ia merasakan ada air yang menetes ke wajahnya secara perlahan.
“Aiss, kenapa harus turun hujan disaat begini?” tanyanya dengan kesal sambil bangun dari tidurnya.
Ia pun berlari untuk berteduh di bawah pohon, setidaknya itu bisa memperlambat basah pakaiannya.
Namun ia berpikir ia tidak bisa hanya tinggal diam saja, ia pun memasuki hutan dan mencari gua terdekat untuknya beristirahat malam ini.
Untungnya setelah ia berlari selama beberapa menit ia melihat ada gua di depannya. Tanpa berpikir panjang ia langsung berlari memasuki gua tersebut.
“Syukurlah, setidaknya gua ini menyelamatkanku dari derasnya hujan” ucap Zhou Shiyue sambil menghela nafas lega.
Ia melihat sekelilingnya dan matanya tertuju pada ranting kayu yang berserakan di sudut muara gua. Ia pun mengumpulkan satu persatu ranting kayu dan membawanya ke dalam gua.
Ia membakar kayu itu dengan batu yang saling digesekkan. Beberapa kali ia mencoba namun tak berhasil. Hingga setelah beberapa lamanya akhirnya ia berhasil menyalakan api untuk menghangatkan diri.
Pakaiannya basah kuyub karena hujan deras tadi, jadi ia melepas pakaian atasnya usaha mengeringkan pakaian menggunakan hangatnya api tersebut. Tentu ia hanya melepas pakaian atasnya karena ia tak mungkin telanjang bulat meski hanya ada ia seorang diri di dalam gua itu.
Dengan dada telanjang ia hanya bisa menghangatkan diri di dekat api. Tak lupa ia juga mengibas ngibaskan rambutnya usaha untuk membuatnya kering.
“Ternyata seperti ini rasanya hidup sebagai seorang pendekar, namun ku rasa yang aku alami sekarang lebih baik daripada dugaanku saat di rumah keluarga Zhou. Aku pikir dulu jika aku diusir aku akan jadi gelandangan sambil mengemis” ucapnya sambil tersenyum miris mengucapkan kaliat akhir. Ia hanya bisa tertawa getir mengingat semua itu.
Zhou Shiyue merasa bahwa dirinya adalah seorang pria yang malang yang dipaksa dewasa sebelum waktunya. Memikirkan hal itu ia jadi mengingat masalalunya. Hingga beberapa saat setelahnya ia pun bersender di dinding gua, ia kembali memejamkan matanya berusaha untuk tidur. Namun lagi-lagi ada yang mengganggu tidurnya.
Gerakkan seseorang terdengar jelas ditelinganya, hingga suara itu semakin mendekat dan.
“Aaaa!!!” jerit seseorang tepat di hadapannya.
Sontak ia langsung membuka matanya untuk memastikan siapa yang telah mengganggunya.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
Oh ya!! Jangan lupa mampir ke novel fantasi timur yang sudah tamat yang saya ciptakan juga ya??
Judulnya:
Pendekar Pedang Dewa
Gods & Goddesses Of Hell
biar manjangin honor mu ya thor
dalam membuat cerita jgn se konyong2 begini musti ada alasan nya biar nymbung dgn nalar pembaca
Zhou Shiyue perjalanan hidupnya
Sampai disitu tidak kembali bersama Kakaknya dan hidup bahagia
Restoran Surga 😄😄
Sehat wal Afiat
Zhou Shiyue tak akan mati sebelun
Ketemu Ayah Kandungnya
Untuk meminta pertolongan bawa Dia
Ada dalam bahaya/Keterpurukan
Syukurlah Sesepuh/Gurnya dengan cepat datang ke lokasi dimana Zhou Shiyue dalam keadaan tak sadar
Datang ini Kausar dan Kakanya sendiri
Dah kewalahan menghadapi Pendekar Bayangan Misterius cepatlah Zhou Shiyue jangan sampai
Terlambat jangan sampai Kaisar dan Kakakmu mengalami sampai terluka
Zhou Shiyue Zhou Shiyue cepat kedepan masuk kedalam pertarungan
Sebelum terlambat dan banyak jatuh korban dari pihak kekaisaran dan keluarkan Tiga Naga 🐉Hijau Putih
Merah itu babad habis pemberontak
Jangan diberi kesempatan hidup dan
Melarikan diri
Jangan kalah dengan Laki-laki untuk
Berjuang
Mencapai Cita2 dan tujuan baik asal
Jangan dibarengin sipat sombong
Arogan dan meremehkan orang lain
Karena kesombongan akan menjadi
Penghancur kehidupan Mu dan Kulawarga dimassa yang akan datang
Mampuh menghadapi musuh2mu Tingkat Suci dengan menggunakan
Pedang Apimu lebih baik gunakanlah
Pedang Api 🔥🔥 mu untuk sementara waktu kalau menggunakan Pedang Naga 🐉🐉 takutnya nanti akan mengundang para Kultivator/Pendekar Tingkat Tinggi yang serakah mengincarmu untuk merebut Pedang Naga mu itu, takutnya nanti kamu kewalahan/kalah kalau Kamu/Zhou Shiyue belum menerobos ke Tingkat Mahanaya paham????