NovelToon NovelToon
Suami Pilihan Papa

Suami Pilihan Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: atps0426

Ini adalah kisah pernikahan Asya. Gadis yang berusia 20 tahun, dengan banyak mimpi kecilnya. Mengharapkan kisah cintanya seperti drama yang selalu ia tonton.

Tapi sayangnya, Papa Asya, mengubah jalur kisahnya. Menikahkan sang putri dengan putra sahabat kecilnya. Seorang pemuda yang gila bekerja. Ia bukanlah pemarah atau semacamnya, ia hanya menikmati pekerjaan.

Namun setelah mengenal Asya, ia mulai tertarik dengan gadis ceria yang selalu terluka. Gadis lugu yang mengharapkan kasih sayang seorang Papa. Karena bagi Papa, sosok Asya tak pernah ia inginkan kehadirannya.

Disisi lain, Asya mulai mengenal apa itu cinta. Hidup bersama suaminya, ia atur sedemikian rupa agar seperti kisah manis didalam drama. Tapi sayangnya Asya tidak tahu, pria seperti apa suaminya itu.



Bagaimana kisah pernikahan Asya akan berlanjut?

Selamat membaca.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atps0426, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SPP - 8

Malam telah tiba, Asya kembali sibuk di kamar mandi untuk mengganti pakaian tidurnya.

"Mas El" panggil Asya lirih.

"Kenapa pakai itu lagi?" Tanya El ketika melihat istrinya memakai gaun malam yang sama di malam pernikahan mereka.

Asya berjalan mendekati sang suami, ia duduk di tepi ranjang di samping El. Dengan wajah polosnya, ia mengajak El untuk melakukan malam pertama mereka. Asya berpikir jika ia harus melakukannya karena dia adalah istri El. Pemuda itu dengan tegas menolak permintaan Asya dan malah menyuruhnya untuk pergi tidur.

"Tapi Mas El, kan aku mau jadi istri yang baik, ayo ayo pokoknya ayo Mas" rengek Asya manja.

"Tidak" jawab El tegas. Gadis itu tak kehilangan akal, ia malah mengambil leptop El dan duduk dipangkuannya. El yang kesal membanting istrinya diatas kasur dan hendak pergi keluar kamar.

"Ya udah, aku tidur gak pakai baju aja" ancam Asya mulai membuka gaun malamnya.

"Kamu buka, aku bakar semua poster idola kamu" ancam El balik. Gadis itu tertegun bukan main, ia pun mengurungkan niatnya untuk tidur tanpa busana.

Asya mencegah El untuk keluar kamar, ia mengatakan jika dirinya yang akan tidur di kamar tamu. Padahal El hanya ingin bekerja dengan tenang, bukan tidur di kamar lain.

El menarik tubuh mungil istrinya, menghempasnya sekali lagi ke atas kasur. Ia melarang Asya untuk tidur di kamar lain. "Gak boleh, kita harus tidur sekamar" perintah El.

Kini giliran sang istri menolak, Asya tidak ingin tidur bersama El yang kejam, ia ingin tidur bersama para idolanya. Sekali lagi El melarang Asya untuk pergi, membuat gadis itu memiliki ide nakal di kepalanya.

"Oke aku gak akan pergi, tapi Mas El harus biarin aku berbuat seperti layaknya seorang istri" pinta Asya percaya diri.

El berpikir sejenak sebelum ia menyetujui permintaan istrinya. "Oke, tapi tidak dengan melakukan hal itu" sahut El seraya mengulurkan tangannya. "Deal" balas Asya. sembari menerima uluran tangan suaminya.

Suasana kembali tenang, yang terdengar hanyalah suara ketukan leptop El dan televisi yang Asya tonton. Gadis itu sedang menonton variety show Korea sembari menemani sang suami yang sedang bekerja. Sesekali ia tertawa melihat aksi lucu para pemain Running Man. Ini adalah salah satu acara favoritnya.

"Sya, ayo tidur, ini sudah malam" pinta El yang sudah mulai bersiap. Ia tidak menyangka jika istrinya bisa sebetah ini menonton acara di televisi. Padahal jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Melihat sang suami telah berbaring, Asya mematikan televisinya. Ia menghampiri El yang telah memejamkan matanya.

Cup...

Satu kecupan selamat malam sukses mendarat di pipi El. Membuat pemuda itu kembali membuka matanya. Ia menoleh ke arah Asya yang sudah tidur dengan tubuh miring menghadap dirinya. "Anak nakal" gumam El kemudian melanjutkan tidurnya.

Ini baru permulaan, El harus menerima semua yang Asya lakukan sesuai kesepakatan mereka. Dan pernikahan impian Asya sebentar lagi akan dimulai. Drama pernikahan manis yang selalu ia bayangkan.

...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...

Pagi menjelang, Asya sudah sibuk di kamar tamu menata semua poster disana. Memang benar El yang membawa semua barang Asya, tetapi ia masih tidak ingin jika kamarnya dipenuhi dengan khayalan-khayalan konyol istrinya. Jadi ia menyuruh Asya untuk menaruhnya, menata semua seperti kemauan Asya di kamar tamu.

Sedangkan Ipah sedang menunggu tukang sayur yang lewat. Dan Pak Agus, seperti biasa mencuci mobil Tuannya.

"Yuur, sayuuuur" teriak pedagang sayur keliling.

Ipah dan para asisten rumah tangga lainnya bergegas menghampiri Abang tukang sayur tersebut. Seperti kebanyakan, mereka belanja sambil bergosip.

"Pah, majikanmu baru saja menikah kan? Bagaimana istrinya?" Tanya salah seorang wanita.

"Baik, cantik, ceria orangnya. Udah lah jangan ngomongin ini, nanti kalau Tuan El tahu, dia pasti ngamuk" bisik Ipah menghentikan obrolan mengenai majikannya. Ipah memang tak suka jika membicarakan sang majikan, tapi ia senang mendengar pembicaraan mengenai majikan temannya dan drama di rumah mereka.

Asya sedang berjalan menuju kamarnya, sudah waktunya sang suami bangun dan bersiap.

"Mas, bangun Mas" ucap Asya seraya menggoyangkan tubuh suaminya. El terlihat lelah, gadis itu tak tega membangunkannya. Ia mengelus-elus pipi El lembut, sembari sesekali menepuknya perlahan.

El akhirnya terbangun karena perlakuan manis Asya. Ia menggaruk pipinya karena merasa geli.

Cup....

Kecupan selamat pagi mendarat sukses di pipi El. "Apa itu?" Tanya El yang kesal karena dari semalam Asya selalu mencium pipinya tanpa berkata apapun.

"Mas El sudah memberiku ijin untu melakukan yang ku mau. Ayo cepat mandi atau Mas El akan terlambat" ujar Asya seraya menarik tangan suaminya agar bangun dari tempat tidur.

Pemuda itu tak pernah menyangka jika Istrinya akan melakukan hal konyol karena perjanjian yang mereka buat. Ada sedikit rasa menyesal karena El menyetujui semuanya.

"Mau aku mandiin nih?" Goda Asya.

"Gak" jawab El ketus lalu pergi masuk kedalam kamar mandi. Asya tertawa kecil, melihat tingkah suaminya. Ia menyiapkan pakaian untuk El kemudian turun membantu Ipah di dapur.

Asya membantu Ipah memasak, memotong sayuran dan sebagainya. Walau Ipah sudah berkali-kali melarangnya, tapi gadis itu kekeh untuk membantu.

"Ipah, nanti ada tukang kebun, suruh tata yang rapi, bagian depan dan belakang. Saya beli tanaman" ujar El yang baru saja keluar kamar.

"Baik Tuan" jawab Ipah.

Asya menghampiri El, merapikan kemeja serta memasangkan dasi pada suaminya. "Mas El kan gak suka bunga, kenapa beli tanaman?" Tanya Asya.

"Mama bilang kamu suka bunga" balas El lalu duduk di meja makan.

Deg ....

Tunggu, apa? Perasaan Asya menjadi tak menentu, jawaban El membuatnya tersentuh. Manis, Asya menutup wajahnya sambil menghentakkan kaki karena tersipu malu. Ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaan itu, langsung saja dirinya memeluk sang suami. Berkali-kali mengucapkan kata terimakasih tak akan bisa membalas kebaikan El.

"Aku anterin ke kampus. Ingat ya, kemanapun kamu pergi harus ngabarin aku, dan harus diantar Agus" perintah El. Asya mengangguk menyetujui semua yang suaminya perintahkan.

El dan Asya menghabiskan sarapannya dalam diam. Walau sebenarnya Asya sesekali menatap El yang fokus pada makanannya. Sungguh, ia tak pernah menyesali menuruti permintaan Papa untuk menikah.

"Ayo" ajak El setelah mereka selesai makan. Asya berpamitan pada Ipah dan Agus, tak lupa mengingatkan kedua orang itu untuk sarapan sebelum melanjutkan pekerjaan mereka.

Mobil El memasuki pekarangan kampus, kedua sahabat Asya sudah terlihat disana. Melambaikan tangannya pada Asya yang mengeluarkan kepalanya dari mobil. Asya turun dan berjalan menghampiri El.

"Apa?" Tanya El.

"Cium mas" jawab Asya seraya menunjuk keningnya. El tentu menolak, terlebih teman-teman Asya sedang memandangi dirinya.

"Asya, pagi" sapa Nando yang muncul dari balik mobil El. Asya menyapa kembali dengan senyuman manisnya. Ia lalu berpamitan pergi pada El karena tak mau mencium keningnya.

Baru saja beberapa langkah Asya menjauh bersama Nando, El memanggil namanya. Ia berjalan menghampiri Asya yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Begitu juga dengan Nando yang ikut menghentikan langkahnya.

Cup....

Sebuah kecupan di kening, seperti permintaan Asya. "Belajar yang rajin, aku pergi dulu" ujar El lalu masuk kedalam mobilnya.

1
Mami Pihri An Nur
Anak polos tnp dendam sm papanya sdngkn papanya jahat tak berperasaan,, sharusnya ank cewek itu sngt disyg dn dimanja sm bpknya aplgi ank cewek satu2nya, lah ini sebaliknya
Mami Pihri An Nur
Aneh,, ko yg lebih prhatian dn pngrtian asisten nya
Nur Wahyu Tri Mayang sari
sumpah ngeselin
Hotmariatun Damanik
/Joyful/
Elizabeth Zulfa
Ini si cewek resek gak dikasih pelajaran gitu...??? masa dibiarin bebas btkeliaran gangguin orang terus..
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Silvi Okta via Via
Lumayan
Silvi Okta via Via
Biasa
Marwan Ermadi
ceo cemen istti terluka nggak berani pecat hanya di kasi SP cerita aneh
Hapsa Hayani
nama nya sm dgn nama ku
Adinda
bodoh si farel
Afikho Afikho
Luar biasa
Neneng cinta
makasiiih.....banyak pelajaran yg bs d ambil...👍🏼💪💪💪
Neneng cinta
nah gtu dong...hrs yakin karena kebahagiaan qt sndiri yg rasa bkn org lain....
Neneng cinta
iya..salut sm asya....😍😍😍👍🏼👍🏼👍🏼
Neneng cinta
anak kecil jg tau👍🏼😅
Neneng cinta
keluarga harmonis sekarang,,,senengnya....perjuangan asya berbuah manis..😍♥️♥️♥️
Neneng cinta
bener2 bibitnya el...mirip bgt....asal jgn kelakuannya c ayah d contoh ya.....hrs setia...😁😁😁
Neneng cinta
jodohin az thor jihan sm zio😁
Neneng cinta
keren sya..kamu kuat bgt tahan banting👍🏼👍🏼👍🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!