Rey merasa sangat bersalah dengan kematian pak Samsul karena menolongnya .
Untuk itu dia bertanggung jawab untuk selalu menjaga Andin , putri semata wayangnya.
Tapi ternyata cinta malah hadir dihatinya..
Sampai ia sadar ada Agnes yang mencintainya dan satu hal yang membuatnya tak mampu meninggalkan sahabatnya itu.
Apakah ia akan tetap mempertahankan Andin ? atau tetap memilih Agnes demi kebahagiannya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon difadipho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
Istirahat pertama , Rey memilih duduk di kursi panjang depan kelasnya , sembari berkutat dengan game di ponselnya . Dari dalam kelas terdengar riuh teman-temannya. beberapa ada yang duduk di kursi belakang , Rudi nampak memainkan gitarnya, beberapa anak lainnya menyanyikan lagu sambil bertepuk tangan , di meja depan ada yang sedang menyalin PR ,dan entah apalagi yang sedang mereka lakukan di dalam .
Pandangannya terhenti dari ponsel dihadapannya ,melihat seseorang mengulurkan sebungkus coklat padanya.
Rey mendongak ,Andin berdiri didepan, menyuguhkan senyuman termanis . Kali ini ia menguncir rambut panjangnya.
Rey mengambil coklat dari tangannya."makasih."
Andin mengangguk ,kemudian melangkah pergi.
"tunggu." Andin berhenti dan berbalik . " nanti pulang bareng ya."
Andin menggeleng pelan ." ngga bisa ,nanti aku ada pelajaran tambahan sampai jam 4. "
" oh oke .. ini makasih ya ." ucapnya lagi sambil menunjukkan coklat ditangannya.
Andin tersenyum ,berbalik badan dan berjalan pergi.
Diujung kelas lain , seseorang tengah mengamati mereka . Ada raut kecewa diwajahnya .
Didalam kelas ,Susi melampiaskan kekesalannya dengan mencoret-coret buku didepannya.
" kenapa manyun gitu , cantiknya ilang loh ."
Riki sudah duduk didepannya.
Susi menatapnya sinis , tanpa menjawab.
"Rey lagi." tebak Riki
Susi melengos.
"udahlah sama gue aja , gue ganteng juga kok."Riki mengedipkan sebelah matanya.
Susi mendesah pelan ." Rey jadian sama cewek itu?" tanyanya menyelidik.
"siapa?" Riki tanya balik ." Andin." tebaknya.
" loe kenal?" tanyanya lagi.
Riki menggeleng . " ngga sih ,cuma pernah ketemu aja , dia juga kan selalu jadi juara umum tiap tahun ,pasti semua tau."
" Beneran mereka pacaran? " susi masih terus penasaran .
Riki memang tahu alasan sebenarnya , tadi pagi saat menelpon Rino yang bermalam di rumah Rey , dengan semangatnya menceritakan semua , emang nih anak tak pernah bisa menjaga rahasia. Selalu keceplosan , Untungnya ia tak pernah sampai menceritakan ke yang lain , selain mereka bertiga tentunya.
" gue nggak tau ." Riki menggeleng mantap. " Rey selalu tertutup kalau soal cewek."
Cewek cantik didepannya terlihat kecewa , ia memang sangat menyukainya ,dari pertama masuk sekolah ini ,tapi cintanya hanya sepihak , Susi lebih memilih menyukai sahabatnya meski sama-sama tak berbalas. Meski begitu Riki tetap akan memilih persahabatan mereka bertiga ,tak ada yang salah , toh Rey juga tak ada rasa sama Susi.
Rey menyobek ujung plastik coklat yang dipegangnya , perlahan ia mulai melahapnya , sembari duduk di jok motor di depan gerbang sekolah.
Rino ada ekskul sore , sementara Riki sudah meluncur duluan sepulang sekolah tadi ,katanya ada urusan penting .. entahlah.
Tak butuh waktu lama , ia melahapnya habis ,dan melempar bungkusnya ke tong sampah tak jauh dari tempatnya.
Dilihatnya jarum jam di pergelangan tangan kirinya.
Pukul 16.10.
Rey melihat ke dalam sekolah ,sepi .. yang ada hanya satpam dan tukang kebun yang merapikan taman depan.
Tak lama ,dari ujung tangga yang ada dipojok, turun beberapa anak kelas Ipa selesai dengan pelajaran tambahan hari ini.
Di barisan terakhir ,terlihat Andin bersama teman yang memang sering dilihatnya barengan , tapi ia tak kenal .
Terlihat mereka berdua tertawa bersama dan terus mengobrol sampai di gerbang sekolah .
" kamu dijemput ." tanya Andin begitu mereka sampai digerbang depan.
Amel mengangguk ,mengambil ponsel di sakunya. " ini udah deket katanya ,barusan wa ." Amel menunjukkan chat dari papanya .
" oh ya udah , aku temenin disini dulu sampai papa kamu dateng ." Seru Andin
Amel mengangguk setuju .
5 menit kemudian ,mobil yang menjemput Amel sudah berhenti didepan mereka.
" aku duluan ya." pamit Amel ." kamu yakin mau jalan kaki aja ,ngga sekalian bareng."
Andin mengangguk mantap.
Amel bergegas naik ke mobil dan melambaikan tangannya sebelum berlalu.
Andin baru saja mau beranjak , ketika terdengar suara memanggilnya.
" Andin."
Rey sudah disampingnya sekarang.
" kamu ngapain disini ? bukannya kelas kamu ngga ada pelajaran tambahan?" tanyanya .
Iya ,tadi ia memang keluar sekolah jam 13.00 dan sempat pulang kerumah . Dan sekarang ia sudah ada disini lagi..
" iya , tadi kan aku ngajak pulang bareng ,katanya pulang jam 4 , ya udah aku balik lagi kesini , nggak telat kan ?" Rey mengambil helm dan memberikan padanya.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
bagus.
critanya menarik , ringan enak diikutin ..😉👍👍👍👍👍
kan sahabat Rey , sama kaya Amel , susi , Rino ,Riki..😀😀
ringan gambang di cerna critanya ..😉👍👍
Ringan enak di ikutin gk lebya..😉👍👍👍👍
kudu sabar ngikutin alur critanya , kadang kudu ngulang baca ngikutin , biar bisa mengena ke alur critanya..😁😉👍👍