Setelah resmi menyandang gelar sebagai Janda Febry Lie Prayoga, Andita akhirnya memutuskan menerima lamaran Bagas yang merupakan mantan kekasihnya.
Shinee yang diam-diam mencintai Bagas,tidak terima atas lamaran Bagas kepada Andita yang adalah mantan istri kakaknya Yoga.
Apakah Shinee dapat merebut Bagas dari Andita ?
atau justru terjebak dalam kebuasan Erwin ?
Ikuti ceritanya di "Pacarku Suami Temanku Part 2"
Bagi pembaca baru Novel ini, silakan baca Pacarku Suami Temanku Bagian 1.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adelmia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB~8
Waktu itu aku percaya...ada seseorang yang ingin mengenalku lebih dalam,dan ingin menjadikan ku tempat ia pulang dalam keadaan lelah saat berjuang mencari nafkah untukku sebagai istrinya. Setelah aku yakin dialah seseorang itu, lelaki yang akan aku cintai hingga akhir hayatku. Namun, pahit dan sakit harus aku telan secara bersamaan ketika ku tahu lelaki yang selama ini aku cintai ternyata tidak mencintaiku. Apakah ini yang di namakan ujian ? apakah ini yang dinamakan patah hati ? seperti inikah rasanya kecewa ?
Air mata Shinee kembali meleleh pikirannya berkecamuk tak karuan, dadanya sesak seakan terhantam beban berton-ton beratnya. Bahkan hanya untuk sekedar bernafas pun rasanya sesak, seakan dirinya tengah berada di ruang yang sempit dan pengap.
Matanya menatap lurus langit-langit kamarnya di tengah kegelapan malam,hatinya merintih, terluka dan berdarah namun siapa yang peduli.
“Apa salahku ? aku tidak pernah menyakiti siapa pun, jika ini adalah hukuman bagiku. Bahkan dia orang yang pertama menyentuh hatiku, dan mencuri ciuman pertamaku.” Desis Shinee
“Ya tuhan, apa salahku.” Desis Shinee menjambak rambutnya.
Sementara itu di sisi Bagas saat ini tengah bersandar seorang perempuan cantik dengan manjanya, setelah mendengar semua penjelasan dari calon suaminya Andita lega. Apa lagi yang harus ia ragukan dari seorang Bagas, bahkan di saat dirinya terpuruk dan terluka pun pria itu, tetap bersedia dengan sepenuh jiwa menerimanya bahkan akan segera menikahinya. Perubahan statusnya tidak pernah mengubah cinta Bagas terhadapnya, bahkan kian kuat.
Bagas mengelus rambut Andita, “Sayang, mas harap kejadian ini tidak sampai ke telinga papa dan mama. Harapan mas kedepannya pun begitu, kita belajar menyelesaikan masalah kita dengan cara kita sendiri, agar kita semakin bisa mengenali satu sama lain. Mari kita bangun rumah tangga kita nanti dengan kekuatan cinta, berdasarkan kejujuran dan ketulusan hati. Percayalah mas tidak akan pernah mengkhianati mu, untuk kesalahan di masalalu anggaplah itu sebuah pelajaran berharga untuk kita, bukan untuk di jadikan perspektif bagi kamu untuk memvonis mas, tapi yang harus kamu petik dari kesalahan mas itu adalah sebuah tanggung jawab. Dan kamu jangan merasa bersalah terhadap mas atas apa yang sudah kamu lakukan beberapa tahun lalu, takdir itu menguji seberapa kekuatan cinta kita. Jadi tidurlah dengan nyenyak malam ini, jangan pikirkan lagi soal kelakuan Shinee tadi siang.” Bagas menciumi telapak tangan Andita.
Andita menatap wajah tampan penuh kharisma di samping itu, “ Dita sayang mas” “Mas juga menyayangimu lebih besar dari yang kamu rasakan, sangat menyayangimu dan mencintaimu. Tiada seorangpun yang mas cintai selain kamu.” Bagas tersenyum menatap wajah cantik yang juga sedang menatapnya.
Ting....suara notifikasi di ponsel Bagas, ai meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja.
“Hei anak nakal...kembalikan putriku !! antar pulang segera.!!” Bagas tertawa membaca pesan dari Brata.
“Kalau tidak, kamu tidak akan bertemu dengannya hingga hari pernikahan.” Ancam Brata.
Andita menatap heran pada Bagas yang tertawa, “Siapa yang mengirim pesan mas ?” tanya Andita penasaran.
“Ayo...mas antar pulang sekarang, ternyata pak Brata lebih posesif dari mas.” Hati Andita semakin menghangat kala tau siapa yang mengirim pesan pada Bagas.
Brata benar-benar mengkhawatirkan dirinya, meskipun semua tahu Andita hanyalah anak tiri baginya. Andita merasa sangat beruntung ibunya menikah dengan Brata, selain mendapatkan seorang figur ayah pengganti sosok ayah biologisnya Brata begitu tulus mencintainya sebagai putrinya.
Jika di sana Shinee sedang di liputi rasa kecewa karena patah hati, maka berbeda dengan Andita hatinya di penuhi rasa syukur dan kebahagiaan. Di satu sisi ada seorang lelaki sedang senyum-senyum sendiri, tubuhnya berputar-putar di atas kursi kekuasaannya. Matanya menatap memuja potret cantik seorang wanita, tangannya tak henti-henti menelusuri garis wajah cantik yang terpampang di ponselnya.
Sejenak pria manis dengan tubuh tegap itu tercenung,garis rahangnya sedikit menonjol. Telunjuknya menyentuh dahinya yang berlipat,
"Ada apa denganku ? kenapa aku memikirkannya. Dia gadis cantik berhati jahat dan bersifat murahan, lalu ada apa dengan otakku ? apa aku sedang mengaguminya ?” Erwin berpikir.
“Aghh...inilah kenapa aku betah sendiri, memikirkan wanita itu sangat rumit.” Gumam Erwin, tangannya meraba sakunya dan meraih ponselnya yang bergetar. Sebuah pesan dari Robert tertera di sana.
“Aku tidak tau bagaimana caranya dan tidak menerima apapun alasannya. Kamu harus awasi pergerakan Shinee,menurut informasi yang aku dapat dia ada di jakarta saat ini. Kalau kamu peduli akan kebahagiaan sahabat kita, maka kamu akan memikirkan caranya.” Erwin melempar ponselnya ke sofa di ruangannya. Berdiri dan berkacak pinggang !
“Hei Robert apa maksudmu ?! apa kamu sedang memerintah sekaligus memaksaku hah?!” Erwin sedang protes terhadap sahabatnya. Tapi sayang sekali, dia hanya berbicara pada tembok dan udara yang hampa.
Setelah marah-marah Erwin kembali duduk dan memikirkan apa yang di perintah oleh Robert. sebenarnya di antara mereka tiada siapa yang berkedudukan tinggi, apa yang mereka lakukan murni atas dasar persahabatan bukan karena siapa Bagas,Erwin atau siapa Robert.
Di kediaman Brata...
Tua ! tentu saja usianya tak muda lagi. Rambut yang memutih namun tidak sama sekali mempengaruhi ketampanan sosok Brata, tubuhnya masih terlihat sempurna meskipun usianya sudah melewati setengah abad. Ia berdiri di muka pintu menatap lurus pada dua sosok anaknya yang sedang berjalan ke arahnya, tiada senyum tiada keramahan disana. Namun, sorot matanya tetap tidak bisa menyembunyikan kasih sayang dan kelembutan.
“Assalamualaikum” Andita dan Bagas mengucap salam secara bersamaan.
“Walaikumsalam. Apa kamu baik-baik aja nak ?” tanya Brata pada Andita ketika wanita itu merunduk mencium tangannya.
Andita tersenyum, “Dita baik-baik aja pa, seperti yang papa lihat. Maaf Dita telat pulang dan gak kasih kabar, tadi Dita mampir kerumah mas Bagas dan ketiduran.” Andita memberikan keterangan.
Brata menatap anak lelakinya dengan tatapan menyelidik, “Andita benar pa,maaf Bagas juga lupa kasih kabar kerumah.” Bagas menyakinkan Brata.
“Ya sudah. Kembalilah ke kamarmu dan istirahat, dan kamu pulanglah.” Usir Brata pada putranya.
Andita tidak dapat menahan tawanya, dan tawa renyahnya seakan terdengar mengejek bagi Bagas.
“Apa papa sedang ngusir Bagas ?” wajah Bagas di buat sedih.
“Ya, tepat sekali. Tidak baik sepasang kekasih terlalu lama berduan apa lagi tinggal terlalu lama di bawah atap yang sama.” Tegas Brata
“Banyak setannya.” Ia berbisik di telinga Bagas.
Bagas menatap Andita yang sedang bergelayut manja di lengan Brata, “Bilang sama papa mu, jangan terlalu posesif. Mas pulang ya, tidurlah dengan nyenyak.” Bagas berbalik dan memasuki mobilnya. Andita tersenyum dan melambaikan tangannya. Brata membawa Andita masuk ke dalam rumahnya setelah mobil Bagas menghilang dari pandangan mereka.
“Dita istirahat ya pa. Terima kasih sudah mencintai Dita seperti anakmu sendiri.” Andita memeluk Brata sejenak dan berlalu menaiki tangga meninggalkan Brata yang masih termangu menatapnya.
Perasaan Brata tak dapat di lukiskan, bahagia memenuhi relung hatinya yang paling dalam, ketika Andita menyadari betapa dirinya menyayangi nya dan mencintainya sebagai seorang putri meskipun bukan di gariskan dari darah dagingnya.
“Kalian adalah sumber kebahagiaan papa. Mama, Bagas, dan kamu Andita. Bagaimana bisa papa tidak mencintai mu dengan sepenuh hati dan jiwa papa.” gumam Brata.
Ketika membangun sebuah hubungan, CINTA adalah pondasi terkuat bagi hubungan itu sendiri. Adakalanya di saat bangunan telah di huni dan ikatan pun mulai goyah hingga nyaris terlepas, kembali dan lihatlah cinta disana. Apakah ia masih berdiri mendukungmu agar tetap berdiri kuat bersamanya, atau justru sebaliknya. Jika kau masih menemukan cinta masih tertanam kuat di dasar pondasi, sadarilah bahwa itu adalah cinta.cinta itu tulus dan murni hanya untukmu dan untuk kebahagiaanmu. Manusia tak pernah terlepas dari dosa dan salah, namun kita semua tahu bahwa kata maaf dan memaafkan adalah solusinya. Jangan pernah ragu untuk meminta maaf dan juga memaafkan, dan jangan pula menggenggam EGO begitu erat, percayalah Ego akan secara perlahan menghancurkan hubungan.
...----------------...
like✓
vote✓
komentar✓
mampir ya Thor ke karya ku
~ Mencintai Istri Temanku
sayang sekali 😥😥
padahal ceritanya bagus 🥰🥰
semangat nulis lagi dong Thor 😇😘😘🥰🥰
buat shinee hamil bayi2 erwin