NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Kembalinya Sang Semburan Badai

Pelayaran malam melintasi perairan utara berlangsung tenang setelah insiden tenggelamnya kapal dayung Goro. Angin laut bertiup konstan dari arah selatan, membusungkan layar abu-abu kapal sloop bertiang dua yang kini menjadi aset utama faksi Gale.

Rian memegang roda kemudi di bagian geladak belakang, menikmati kestabilan kapal baru ini. Di belakang sloop, perahu kayu kecil yang selama ini menjadi sarana transportasi tunggalnya ditarik dengan tali tambang rami yang terikat kokoh di pasak buritan.

Johnny berdiri di haluan kapal, membiarkan angin malam menerpa dadanya seraya sesekali membetulkan kacamata hitamnya. Di sisinya, Dogo duduk menyandarkan punggung pada tiang layar utama, napasnya perlahan melonggar setelah melihat betapa mudahnya Rian dan Johnny melumpuhkan ancaman Faksi Penyamun Karang Hitam di perairan luar Pulau Hagi.

"Kapal ini sungguh luar biasa, Tuan Rian," puji Dogo seraya mengusap lantai geladak kayu oak yang mulus. "Daya tampung kargonya bisa membawa pasokan untuk berbulan-bulan, dan lajunya dua kali lebih cepat daripada perahu biasa."

"Ini baru permulaan, Dogo," balas Rian tenang dari arah kemudi. "Kapal tanpa markas yang kuat hanya akan menjadi sasaran empuk faksi lain. Kita harus segera kembali ke Tebing Barat untuk merapikan logistik dan menyembunyikan kapal ini sebelum fajar menyingsing."

Menggunakan penguasaan Navigation (Basic) dan peta terintegrasi sistem, Rian mengarahkan sloop tersebut memotong celah karang luar Pulau Ren. Setelah mengarungi laut lepas selama hampir empat jam, garis tebing batu hitam yang familier akhirnya muncul di balik kabut tebal jelang subuh.

Di celah karang luar Tebing Barat, dua orang anggota Gale yang bertugas menjaga barikade kayu langsung bersiap saat melihat siluet kapal sloop mendekat. Namun, begitu melihat Rian dan Johnny berada di atas geladak, mereka segera membongkar pasak barikade dan memberikan jalan masuk.

Gua laut Tebing Barat memiliki ceruk dalam yang dialiri air laut dangkal—sebuah pelabuhan alami yang terlindung total dari pandangan luar. Rian memandu sloop tersebut merapat dengan presisi di ceruk batu tersebut.

Anak buah Dogo yang tinggal di markas berkumpul di tepi ceruk, mata mereka membelalak melihat kapal sloop bertiang dua yang megah dan kokoh itu kini bersandar di dalam gua mereka.

"Luar biasa... Tuan Rian benar-benar membeli kapal layar!" bisik salah satu anggota dengan kagum.

Johnny melompat turun ke lantai gua dengan dentuman keras, berkacak pinggang seraya tertawa lebar. "Oi, Muka Bau! Jangan cuma berdiri melamun! Turunkan peti-peti barang dari kargo sloop dan atur gudang senjata!"

"Siap, Tuan Johnny!" seru anak-anak buah Dogo penuh semangat.

Dalam waktu satu jam sebelum fajar benar-benar menyingsing, seluruh barang bawaan dari perjalanan ke Pulau Hagi telah dipindahkan secara rapi ke dalam gudang gua Tebing Barat. Perahu kayu kecil tetap diikat di dekat mulut gua sebagai sarana patroli jarak pendek.

Rian melangkah ke aula utama gua, melepas mantel hitam bertudung yang agak basah oleh embun malam, lalu duduk di kursi kayu utamanya. Johnny dan Dogo mengekor di belakangnya, berdiri siap menerima instruksi selanjutnya.

"Dogo, bagaimana kondisi kas organisasi dan inventaris kita saat ini?" tanya Rian.

Dogo merogoh catatan kecil di dalam saku bajunya, menghitung cepat. "Uang tunai kita tersisa 18.000 Ryo setelah pembelian sloop di Pulau Hagi. Namun, kita memiliki cadangan barang yang sangat berharga: sepuluh bilah Kunai, dua puluh bilah Senbon, lima bilah Ninjato standar Kiri, serta dua peti material logam tempa dan obat-obatan langka yang diberikan Kapten Kenshin."

Rian mengangguk pelan. "Senjata-senjata ninja itu terlalu mencolok jika kita pakai secara terbuka di Pulau Ren. Simpan lima Ninjato dan sebagian Kunai di gudang rahasia sebagai senjata cadangan darurat. Obat-obatan langka dari Kapten Kenshin bisa kita distribusikan sebagian kecil secara bertahap melalui pasar gelap lokal untuk menambah pemasukan Ryo faksi."

"Keputusan yang sangat bijak, Tuan," sahut Dogo seraya mencatat perintah tersebut.

Rian kemudian berpaling menatap Johnny. "Johnny, latihan fisik anak buah di atas karang harus ditingkatkan. Sekarang kita memiliki kapal sloop, mereka harus dilatih menjadi awak kapal yang handal. Aku ingin minimal enam orang mampu mengendalikan layar, meriam portabel, dan menjaga kestabilan kapal di tengah badai."

Johnny menyeringai lebar, menepuk dada bidangnya dengan jempol. "Serahkan padaku, Aniki! Dalam tiga hari, aku akan membuat mereka memanjat tiang layar mata terpejam!"

Setelah memberikan instruksi operasional, Rian menyuruh Johnny dan Dogo beristirahat untuk memulihkan tenaga.

Kondisi markas yang kini sepi memberikan ruang bagi Rian untuk memfokuskan pikirannya pada antarmuka sistem.

Ia memanggil panel antarmuka semi-transparan biru yang mengapung di hadapannya.

[SYSTEM SHOP - CATEGORY: SKILL]

Rokushiki: Geppo (Basic) - Cost: 150 SP (Memberikan kemampuan menendang udara dengan kekuatan fisik tinggi untuk melayang dan bergerak secara vertikal di udara.)

Rokushiki: Tekkai (Basic) - Cost: 150 SP (Memperkeras tubuh setara besi untuk menahan serangan fisik atau senjata tajam.)

Rokushiki: Shigan (Basic) - Cost: 150 SP (Memusatkan kekuatan pada ujung jari untuk menembus pertahanan musuh seperti peluru.)

Rokushiki: Rankyaku (Basic) - Cost: 200 SP (Menendang udara dengan kecepatan tinggi untuk menciptakan tebas angin tajam jarak jauh.)

Rian menatap angka System Point-nya yang kini menyentuh 400 SP. Dengan nilai Strength yang sudah ditingkatkan menjadi 12 pada bab sebelumnya, ia kini telah memenuhi persyaratan minimal untuk mempelajari teknik pertarungan Rokushiki tingkat lanjut.

"Soru butuh kecepatan reaksi yang lebih tinggi, tapi Geppo dan Tekkai adalah pilihan yang paling taktis untuk kondisi saat ini," Rian menganaliskannya secara mendalam di dalam kepalanya.

Tekkai memberikan ketahanan fisik langsung terhadap sabetan senjata tajam atau kunai, sementara Geppo memberikan mobilitas tiga dimensi di udara yang sama sekali tidak terduga oleh ninja kelas menengah bawah yang terbiasa bertarung di atas tanah atau air.

"Sistem, beli Rokushiki: Geppo (Basic) dan Rokushiki: Tekkai (Basic)," perintah Rian tegas.

[Membeli Skill: Rokushiki: Geppo (Basic)... Berhasil.] [Membeli Skill: Rokushiki: Tekkai (Basic)... Berhasil.] [System Point Berkurang: -300 SP] [Sisa System Point: 100 SP]

Wush!

Dua gelombang pemahaman intuitif yang sangat pekat mengalir langsung ke dalam saraf dan serat otot Rian secara bersamaan.

Pemahaman pertama memberikan pengetahuan presisi tentang bagaimana memompa aliran darah secara mendadak ke otot-otot kaki, menghentakkan telapak kaki ke kepulan udara dengan frekuensi sangat cepat hingga menciptakan pijakan padat sementara di atmosfer.

Pemahaman kedua mengajarkan cara mengontraksikan seluruh jaringan otot tubuh dalam sepersekian detik, mengunci persendian dan memadatkannya hingga jaringan kulit serta daging memiliki kekerasan yang setara dengan plat besi tempa.

Rian berdiri dari kursi kayunya, melangkah menuju area ceruk batu yang sunyi di sudut dalam gua.

Ia mengambil sebuah kunai standar Kiri dari peti inventaris, menggenggamnya di tangan kiri, lalu memfokuskan pikirannya pada lengan kanan.

"Tekkai," bisiknya pelan.

Seketika, serat otot di lengan kirinya memadat. Warna kulitnya tampak sedikit lebih tebal dan mengeras. Rian mengayunkan ujung kunai tajam itu ke lengan kirinya dengan dorongan tenaga sedang.

Kring!

Ujung kunai besi itu memantul dengan bunyi denting logam yang nyaring, hanya meninggalkan goresan putih tipis di permukaan kulit Rian tanpa menembus atau mengeluarkan darah sedikit pun.

"Luar biasa..." Rian mengamati lengannya dengan puas. Meskipun ini baru tingkat dasar dan akan menguras stamina jika ditahan terlalu lama, ketahanan Tekkai memberikan jaminan keselamatan fisik yang sangat tinggi saat berhadapan dengan penyergapan mendadak.

Selanjutnya, Rian menekankan tumit kaki kanannya ke lantai batu gua, lalu melompat ke atas. Di puncaknya, sebelum gravitasi menariknya turun, kaki kirinya menghentak udara kosong di bawahnya dengan frekuensi cepat.

Puk!

Sebuah tekanan udara padat tercipta di bawah telapak kakinya, mendorong tubuh Rian terlontar naik setengah meter lebih tinggi di udara sebelum ia mendarat dengan mulus di atas tanah batu.

[Stamina Berkurang: 8 → 7]

"Penggunaan Geppo dan Tekkai di tingkat dasar ini cukup memakan stamina," batin Rian seraya mengatur napasnya. "Tapi kombinasi dengan Kami-e dan Kenbunshoku Haki membuat opsi bertarungku makin bervariasi."

Denting suara sistem berdenting nyaring di dalam kepala Rian.

[ACHIEVEMENT UNLOCKED: Martial Mastery]

Menguasai dua atau lebih teknik Rokushiki serta Haki dasar secara bersamaan.

Reward: +100 System Point.

[SISTEM NOTIFIKASI: Peningkatan Fitur Shop]

Total Reputasi Host (Public + Underworld) telah mencapai 300 Poin.

Fitur Baru Terbuka: Shop Level 2 (Uncommon/Rare Items Unlocked).

Layar transparan biru bergetar hebat, memperbarui antarmuka toko sistem dengan kategori baru yang menampilkan barang-barang dan blueprint fasilitas yang lebih maju dari dunia One Piece.

Rian menatap tambahan 100 SP dari Achievement baru tersebut, yang membuat total System Point-nya kembali naik menjadi 200 SP.

Ia memanggil panel statusnya secara menyeluruh untuk mengonfirmasi seluruh perubahan data yang ada.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 12 Speed: 9 Vitality: 8 Stamina: 7 (Perlahan Pulih) Intelligence: 14

System Point: 200 SP (100 - 300 + 100) Reputation:

Public Reputation: 150 (Pulau Ren)

Underworld Reputation: 150

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Rokushiki: Geppo (Basic)

Rokushiki: Tekkai (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Kunai Standar Kiri (10)

Senbon (20)

Ninjato Standar Kiri (5)

Peti Material Logam Tempa & Obat-obatan (2)

Uang Tunai: 18.000 Ryo

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dalam Gua Tebing Barat)

Dokumen Kepemilikan & Kunci Kabin Sloop (1)

Kapal Sloop Bertiang Dua (1 - Bersandar di Ceruk Gua Tebing Barat)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Founder

Naval Dominance

Fleet Expansion

Martial Mastery

Organization: Gale (Level 1 - Organisasi Rahasia) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Matahari pagi kini telah membumbung tinggi di atas garis pantai Pulau Ren. Kabut tebal yang menyelimuti lautan perlahan terangkat oleh hembusan angin hangat.

Di luar gua, suara benturan kayu dan teriakan Johnny kembali terdengar saat ia melatih anak-anak buah Dogo di atas karang. Organisasi Gale kini bukan lagi sekadar kelompok bertahan hidup di pulau terpencil, melainkan sebuah faksi terselubung yang memiliki basis kokoh, armada laut mandiri, dan pemimpin yang menguasai teknik fisik mematikan.

Rian berjalan menuju mulut gua, menyandarkan lengannya pada dinding karang basah seraya menatap lautan luas Negara Air yang membentang di hadapannya.

"Tahap fondasi sudah selesai," bisik Rian dengan pandangan dingin dan mantap. "Sekarang saatnya memperluas jaringan Gale ke seluruh perairan luar."

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!